Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN PRAKTIKUM

MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA

KELOMPOK : 2
Andri Aliza Putri

1306369182

Morla Gabriella Agnes

1306369144

Nur Ajizah Ishaq

1306369150

Said

1306369176

Zareeva Haiva Assegaf

1306369163

Hari/Tanggal Praktikum
Asisten
Tanggal Disetujui
Nilai
Paraf

: Selasa, 30 September 2014


: Rahmat Fitrah
:
:
:

LABORATORIUM HIDROLIKA, HIDROLOGI DAN SUNGAI


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
2014

H06 Aliran Melalui Lubang


PERCOBAAN A
A. Tujuan Praktikum
Mendapatkan besaran koefisien kecepatan aliran melalui lubang kecil.

B. Dasar Teori
Partikel zat cair yang mengalir melalui lubang berasal dari segala arah.
Karena zat cair mempunyai kekentalan maka beberapa partikel yang
mempunyai lintasan membelok akan mengalami kehilangan tenaga. Setelah
melewati lubang pancaran air mengalami kontraksi, yang ditunjukkan oleh
penguncupan aliran. Kontraksi maksimum terjadi pada suatu tampang sedikit
disebelah hilir lubang, dimana pancaran kurang lebih horisontal. Tampang
dengan kontraksi maksimum tersebut dikenal dengan vena kontrakta.

Vena kontraka
Pada aliran zat cair melalui lubang terjadi kehilangan tenaga menyebabkan
beberapa parameter aliran akan lebih kecil dibanding pada aliran zat cair ideal
yang dapat ditunjukkan oleh beberapa koefisien, yaitu koefisien kontraksi,
kecepatan, dan debit. Koefisien kontraksi (Cc) adalah perbandingan antara
luas tampang aliran pada vena kontrakta (ac) dan luas lubang (a) yang sama
dengan tampang aliran zat cair ideal.
Koefisien kontraksi tergantung pada tinggi energi, bentuk dan ukuran
lubang, dan nilai reratanya adalah sekitar Cc = 0,64. Perbandingan antara

kecepatan nyata Perbandingan antara kecepatan nyata aliran pada vena


kontrakta (ac) dan kecepatan teoritis (V) dikenal dengan koefisien kecepatan
(Cv). Nilai koefisien kecepatan tergantung pada bentuk dari sisi lubang
(lubang tajam atau dibulatkan dan tinggi energi. Nilai rerata dari koefisien
kecepatan adalah Cv = 0,97.
(sumber : https://www.academia.edu/7287947/Koefisien)
Kecepatan aliran melalui lubang (orifice) dapat dinyatakan sebagai berikut:

V Cv. 2.g.h

Sedangkan dari percobaan ini harga Cv diperoleh dari hubungan :


Cv

X
2 hY

dimana:
V = kecepatan aliran yang melewati lubang.
Cv = Koefisien Kecepatan.
g

= gravitasi.

= tinggi air terhadap lubang.

X = Jarak horizontal pancaran air dari bidang vena contracta.


Y = Jarak vertikal pancuran air.
Titik nol (0) untuk pengukuran sumbu X, diambil dari bidang vena
contracta, demikian juga dengan luas penampang yang dipakai adalah luas
penampang pada bidang vena contracta, dimana hubungan antara luas
penampang lubang (Ap) dengan luas bidang vena contracta (Av) dinyatakan

sebagai berikut:

Av Cc.Ap
Dimana Cc adalah nilai koefisien kontraksi

C. Peralatan dan Bahan


1.
2.
3.
4.
5.

Meja Hidrolika
Kertas Grafik
Perangkat alat percobaan aliran melalui lubang
Stop watch
Gelas Ukur

D. Prosedur Pelaksaan
1. Menempatkan alat pada saluran tepi meja hidrolika. Menghubungkan pipa
aliran masuk dengan suplai meja hidrolika dan mengarahkan pipa lentur
dari pipa pelimpah ketangki air meja hidrolika.
2. Mengatur kaki peyangga sehingga alat terletak horizontal dan mengatur
juga arah aliran dari lubang bukaan sedemikian rupa sehingga menjadi
sebidang dengan jajaran jarum pengukur.
3. Menyelipkan selembar kertas pada papan belakang jajaran jarum dan
menaikkan dulu semua jarum untuk membebaskan lintasan air yang
menyembur.
4. Menaikkan pipa pelimpah, membuka katup pengatur aliran dan
mengalirkan air masuk kedalam tangki utama
5. Mengatur katup pengatur aliran sedemikian rupa hingga air persis
melimpah lewat pipa pelimpah dan tidak ada gelombang pada permukaan
tangki utama
6. Mencatat besarnya tinggi tekanan pada tangki utama
7. Menentukan letak terjadinya vena contracta saat diukur dari lubang bukaan
(0,5 diameter bukaan)
8. Mengatur posisi jarum tegak secara berurutan untuk mendapatkan bentuk
lintasan aliran yang menyembur. Memberi tanda posisi ujung atas jarum
pada kertas grafik
9. Mengulangi percobaan untuk setiap perbedaan tinggi tekanan pada tangki
utama
10. Mengganti lempeng lubang bukaan dengan diameter yang lain dan ulangi
langkah 1-9

E. Data Pengamatan
Nilai y(mm) untuk D=6mm pada milimeter block
Head

Jarum Jarum Jarum Jarum


1

400
380

0
0

2
5
5

3
14
14

Jarum Jarum Jarum

4
26
26

5
39
40

6
57
59

7
77
8

Jarum
8
102
107

360
340
320

0
0
0

6
5
6

14
16
18

27
30
30

41
45
47

63
66
70

84
88
96

113
115
130

Nilai y(mm) untuk D=3mm pada milimeter block


Head

Jarum Jarum Jarum Jarum


1

400
380
360
340
320

0
0
0
0
0

2
7
5
6
9
8

3
16
9
15
18
18

Jarum Jarum Jarum

4
28
26
29
32
33

5
42
45
46
45
50

6
58
63
65
7
73

7
80
84
93
96
100

F. Pengolahan Data
1. Head 400, D=6mm
x (mm)
0
50
100
150
200
250
300
350

X=x2/H
0
6
25
56
100
156
225
306

Y (mm)
0
5,0
14,0
26,0
39,0
57,0
77,0
102,0

X2
0
39
625
3164
10000
24414
50625
93789

XY
0
195
8750
82266
390000
1391602
3898125
9566484

Jarum
8
107
112
115
120
135

Variable Head 400, D=6mm


150
100
Y

Variable Head 400,


D=6mm

f(x) = 0.35x
R = 0.99

50

Linear (Variable Head


400, D=6mm)

0
0

50 100 150 200 250 300 350


Head

y = 0,3461x
b = 0,3461
C v=

1
1
=
=
2 b 2 0.3461

0,85

2. Head 380, D=6mm


x (mm)
0
50
100
150
200
250
300
350

X=x2/H
0
7
26
59
105
164
237
322

Y (mm)
0
5,0
14,0
26,0
40,0
59,0
80,0
107,0

X2
0
43
693
3506
11080
27050
56093
103922

XY
0
216
9698
91151
443187
1595972
4487455
11119699

``

Variable Head 380, D=6mm


120
100

f(x) = 0.34x
R = 1

80
y

Variable Head 380,


D=6mm

60

Linear (Variable Head


380, D=6mm)

40
20
0
0

50 100 150 200 250 300 350


Head

y = 0,3424x
b = 0,3424
C v=

1
1
=
= 0,85
2 b 2 0,3424

3. Head 360, D=6mm


x (mm)
0
50
100

X=x2/H
0
7
28

Y (mm)
0
6,0
14,0

X2
0
48
772

XY
0
289
10804

150
200
250
300
350

63
111
174
250
340

27,0
41,0
63,0
84,0
113,0

3906
12345
30140
62500
115790

105469
506163
1898847
5250000
13084324

Variabel Head 360, D=6mm


120
f(x) = 0.34x
R = 1

100
80
y

Variabel Head 360,


D=6mm

60

Linear (Variabel Head


360, D=6mm)

40
20
0
0 50 100150200250300350400
Head

y= 0,3417x
b = 0,03417
C v=

1
1
=
=0,86
2 b 2 0.3417

4. Head 340, D=6mm


x (mm)
0
50
100
150
200
250
300

X=x2/H
0
7
29
66
118
184
265

Y (mm)
0
5,0
16,0
30,0
45,0
66,0
88,0

X2
0
54
865
4380
13842
33790
70071

XY
0
270
13839
131394
622869
2230126
6166282

350

360

115,0

129809

14928022

Variabel Head 340, D=6mm


140
120
100
80
Y

f(x) = 0.33x
R = 0.99

Variabel Head 340,


D=6mm

60

Linear (Variabel Head


340, D=6mm)

40
20
0
0 50 100150200250300350400
Head

y= 0,3348
b = 0,3348

C v=

1
1
=
=
2 b 2 0.3348

0,86

5. Head 320, D=6mm


x (mm)
0
50
100
150
200
250
300
350

X=x2/H
0
8
31
70
125
195
281
383

Y (mm)
0
6,0
18,0
30,0
47,0
70,0
96,0
130,0

X2
0
61
977
4943
15625
38146
79102
146543

XY
0
366
17578
148305
734375
2670220
7593750
19050654

Variabel Head 320, D=6mm


140
f(x) = 0.35x
R = 1

120
100

Variabel Head 320,


D=6mm

80
y

Linear (Variabel Head


320, D=6mm)

60
40
20
0
0

100

200

300

400

500

y= 0,347x
b = 0,347

C v=

1
2 b

1
=0,85
2 0.347

6. Head 400, D=3mm


x (mm)
0
50
100
150
200
250
300

X=x2/H
0
6
25
56
100
156
225

Y (mm)
0
7
16
28
42
58
80

X2
0
39
625
3164
10000
24414
50625

XY
0
44
350
1463
4300
9531
18000

Variabel Head 400, D=3mm


120
100

f(x) = 0.36x
R = 0.99

80
y

Variabel Head 400,


D=3mm

60

Linear (Variabel Head


400, D=3mm)

40
20
0
0

50 100 150 200 250 300 350


Head

y= 0,3616x
b = 0,3616

C v=

1
2 b

1
=
0,83
2 0,3616

7. Head 380, D=3mm


x (mm)
0
50
100
150
200
250
300
350

X=x2/H
0
7
26
59
105
164
237
322

Y (mm)
0
5
9
26
45
63
84
112

X2
0
43
693
3506
11080
27052
56094
103921

XY
0
59
395
1599
4632
10691
19895
35138

Variabel Head 380, D=3mm


120
f(x) = 0.36x
R = 1

100
80
Y

Variabel Head 380,


D=3mm

60

Linear (Variabel Head


380, D=3mm)

40
20
0
0

50 100 150 200 250 300 350


Head

y= 0,3602x
b = 0,3602

C v=

1
2 b

1
=
2 0,3602

0,83

8. Head 360, D=3mm


x (mm)
0
50
100
150
200
250
300

X=x2/H
0
7
28
63
111
174
250

Y (mm)
0
6
15
29
46
65
93

X2
0
48
772
3906
12346
30141
62500

XY
0
69
500
1875
5222
11806
22250

350

340

115

115789

39813

Variabel Head 360, D=3mm


140
120

f(x) = 0.36x
R = 0.99

100

Variabel Head 360,


D=3mm

80
Y

60

Linear (Variabel Head


360, D=3mm)

40
20
0
0

50 100 150 200 250 300 350 400


Head

y= 0,3594
b = 0,3594

C v=

1
2 b

1
=
2 0,3594

0,83

9. Head 340, D=3mm


x (mm)
0
50
100
150
200
250

X=x2/H
0
7
29
66
118
184

Y (mm)
0
9
18
32
45
70

X2
0
54
865
4379
13841
33791

XY
0
88
588
2184
5882
13603

300
350

265
360

96
120

70069
129812

24882
45397

Variabel Head 340, D=3mm


140
120

f(x) = 0.35x
R = 0.99

100

Variabel Head 340,


D=3mm

80
Y

60

Linear (Variabel Head


340, D=3mm)

40
20
0
0

50 100 150 200 250 300 350 400


Head

y= 0,3541x
b = 0,3541

C v=

1
2 b

1
=
2 0,3541

0,84

10. Head 320, D=3mm


x (mm)

X=x2/H

Y (mm)

X2

XY

0
50
100
150
200
250
300
350

0
8
31
70
125
195
281
383

0
8
18
33
50
73
100
135,0

0
61
977
4944
15625
38147
79102
146545

0
102
656
2391
6625
15430
28125
51297

Variabel Head 320, D=3mm


150
f(x) = 0.36x
R = 1

100

Variabel Head 320,


D=3mm

Linear (Variabel Head


320, D=3mm)

50

0
0

100

200

300

Head

y= 0,3618x
b = 0,3618

C v=

1
2 b

1
=
0,83
2 0,3618

400

500

Rata-Rata Cv dari percobaan :


0,85+ 0,85+0,86+ 0,86+0,85+0,83+0,83+ 0,83+0,84+ 0,83
=0,843
10
teoritis
x 100 |
|h asil percobaanliteratur
literatur teor itis
0,8430,96
x 100 |
12 ,2
|
Kesalahan Relatif =
0,96
Kesalahan Relatif =

G. Analisis
a. Analisis percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mendapatkan besaran koefisien
kecepatan aliran melalui lubang kecil. Lubang yang digunakan dalam
praktikum yaitu lubang dengan ukuran diameter 3mm dan diameter 6mm.
Sebelum melakukan percobaan, praktikan menyiapkan alat dan bahan,
yang terdiri dari : kertas milimeter block, pulpen berwarna biru, merah,
hitam, ungu dan pink, meja hidrolika ,perangkat alat percobaan aliran
melalui lubang, stop watch, dan gelas ukur. Milimeter block digunakan
untuk mencatat berapa ketinggian air yang diukur pada saat air mengalir
melewati lubang.
Percobaan pertama dilakukan dengan menggunakan lubang dengan
ukuran diameter lubang 6mm. Setelah semua alat percobaan dipasang
dengan benar, isi tangki dengan air sampai ketinggian head 320 mm,
setelah itu atur kedelapan jarum yang terdapat pada alat percobaan aliran
lubang, dengan cara mengatur ketinggian jarum sampai mendekati aliran
air yang keluar dari lubang, tetapi jangan sampai menyentuh aliran air
tersebut, karena dapat mengubah debit aliran air. Lalu tandai ketinggian
tiap jarum menggunakan pulpen dengan warna berbeda tiap headnya
dikertas milimeter block, agar memudahkan praktikan dalam menghitung
titik koordinat dalam minimeter block. Dalam waktu yang sama lakukan
pengukuran debit aliran menggunakan gelas ukur dalam waktu 10 detik,
lalu catat berapa volume yang terdapat di dalam gelas ukur. Ulangi

percobaan tersebut pada head 340, 360, 380, dan 400 untuk diameter
lubang 6mm dan 3mm agar praktikan mendapatkan variasi data sehingga
mendapatkan hasil akurat.
b. Analisis Hasil dan Grafik
Pada percobaan ini data yang didapat adalah titik koordinat debit aliran
air dan debit air yang keluar dari lubang. Setelah di dapatkannya data-data
tersebut, praktikan membuat grafik untuk setiap lubang dan setiap head.
Praktikan memasukan nilai sumbu X pada grafik dengan x 2/head (x
disini adalah koordinat jarum pada sumbu x dalam mm). Lalu praktikan
memasukan nilai sumbu Y pada grafik dengan selisih ketinggian ke 8
jarum dengan jarum pertama. Sehingga praktikan mendapatkan 10 grafik
dalam percobaan ini. Setelah itu praktikan mencari nilai koefisien
1
kecepatan air yang biasa di singkat Cv, dengan formula Cv =

2 b .

Nilai b didapat dari gradien pada grafik, sehingga praktikan akan


mendapatkan 10 data Cv untuk setiap lubang dan setiap head. Dari
percobaan ini praktikan mendapatkan rata-rata sebesar 0,868 dengan teori
Cv adalah 0,96 dan keselahan relatifnya sebesar 12,2 . Kesalahan relatif
ini dapat terjadi karena beberapa hal seperti kesalahan alat, dan kesalahan
pembacaan data oleh praktikan.
Hasil dari kesepuluh grafik nilai R 2 mendekati nilai 1, berarti persamaan
yang dipilih tepat mewakili sebaran data yang ada.
c. Analisis Kesalahan
Pada percobaan ini praktikan mendapatkan kesalahan relatif sebesar
12,2%. Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor :
1. Kesalahan praktikan
Yang pertama, saat mengubah ketinggian jarum sampai
mendekati aliran air yang keluar dari lubang mungkin ada beberapa
jarum yang menyentuh sedikit aliran air tersebut, jika itu terjadi
maka akan mengubah debit aliran air, dan itu berpengaruh terhadap
volume air yang praktikan dapatkan dalam gelas ukur. Yang kedua
ketidaktepatan praktikan saat membuat tanda pada ujung jarum

pada milimeter block yang tidak berbentuk garis lurus sehingga


menyulitkan praktikan dalam menentukan titik koordinat.
2. Kesalahan paralaks
Kesalahan paralaks merupakan kesalahan yang disebabkan
oleh praktikan terutama berkaitan dengan pengamatan dan
pembacaan skala, ketika praktikan membaca garis pada milimeter
block yang garisnya tidak tepat pada garis-garis milimeter block,
praktikan kesulitan untuk menentukan ukuran pastinya. Lalu
ketidaktepatan pembacaan skala pada garis ukur, terutama saat
permukaan air tidak segaris dengan garis ukur yang tertera di gelas
ukur.
3. Kesalahan alat
Jarum yang ada pada papan ada beberapa yang tidak
menempel rapat pada milimeter block, hal tersebut dapat
mempegaruhi tempat penandaan titik koordinat pada ujung jarum.

H. Kesimpulan
1. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan besaran koefisien kecepatan
aliran melalui lubang kecil (Cv) dengan menggunakan diameter lubang
3mm dan 6mm.
2. Nilai Cv rata-rata yang didapat sebesar 0,843
3. Besarnya nilai kesalahan relatif Cv yang didapat sebesar 12,2%, bila
dibandingkan dengan nilai Cv teoritis sebesar 0,98.

PERCOBAAN B

A. Tujuan Praktikum
Mendapatkan besaran koefisien debit aliran melalui lubang kecil saat
tekanan tetap dan berubah.

B. Dasar Teori
Selain koefisien kecepatan (Cv) pada aliran melalui lubang dikenal
juga dengan istilah koefisien Cd, yaitu perbandingan antara debit
yang sebenarnya dengan debit teoritis.
Aliran dengan tekanan tetap :

Q Cd.A. 2g.h
T

2A T
( h1 h 2 )
Cd.A 2g
Aliran dengan tekanan berubah :

dimana :
Q = besarnya debit aliran yang melalui lubang
Cd = koefisien debit
A = luas penampang lubang
g = percepatan gravitasi
h = tinggi air terhadap lubang
T= waktu pengosongan tabung / tangki (t2-t1)
AT = luas tangki utama
h1 = tinggi air pada t1
h2 = tinggi air pada t2

C. Peralatan dan Bahan


1.
2.
3.
4.

Meja Hidrolika
Perangkat alat percobaan aliran melalui lubang
Stop watch
Gelas Ukur

D. Prosedur Percobaan
a. Pendahuluan
1. Mengukur diameter tangki utama
2. Menempatkan alat pada saluran tepi meja hidrolika.
3. Menghubungkan pipa aliran masuk dengan suplai meja
hidrolika dan mengarahkan pipa letur dan pipa pelimpah ke
tangki meja hidrolika.
4. Mengatur kaki penyangga sehingga alat terletak horizontal.

5. Menaikkan pipa pelimpah,membuka katup pengatur aliran pada


meja hidrolika
b. Untuk keadaan aliran tetap:
1. Mengatur katup pengatur aliran dan pipa pelimpah sedemikian,
hingga tinggi muka air pada tangki tetap ada ketinggian yang
dikehendaki.
2. Mencatat tinggi tekanan air h pada skala mistar ukur,
menghitung debit aliran yang melewati lubang dengan
menggunakan gelas ukur dan stop watch.
3. Mengulangi prosedur 1 s/d 2 tersebut untuk setiap perbedaan
tinggi tekanan.
4. Mengganti lempeng lubang bukaan dengan diameter yang lain
dan mengulangi langkah 1 s/d 3
c. Untuk keadaan aliran dengan tekanan berubah:
1. Menaikkan pipa pelimpah sampai ketnggian tekanan
maksimum.
2. Membuka katup pengatur alirn, isi penuh tangki utama
sehingga air persis melimpah lewat pipa pelimpah pada
ketinggian maksimum tersebut.
3. Menutup katup pengatur aliran.
4. Mencatat waktu yang dibutuhkan untuk mengosongkan tangki
utama dari ketinggian h1 hingga ketinggian h2, ambil setiap
penurunan muka air 2 cm.
5. Mengulangi percobaan untuk h1 dan h2 yang lain.
6. Mengganti lempeng bukaandan mengulangi lagi langkah 1 s/d
5

E. Data Pengamatan
Constant Head
Diameter D
(mm)
3

Head h (mm)

Volume Water

Time

V (ml)

(sec)

(ml/s)
14100,0

1,99,E+08

13900,0

1,93,E+08

13400,0

1,80,E+08

13200,0

1,74,E+08

13000,0

1,69,E+08

400

141

10

380

139

10

360

134

10

340
320

132
130

10
10

Q2

400

565

10

380

555

10

360

520

10

340

510

10

320

485

10

56500,0

3,19,E+09

55500,0

3,08,E+09

52000,0

2,70,E+09

51000,0

2,60,E+09

48500,0

2,35,E+09

Variable Head
Diamete

Head 1

Head 2

r D(mm)

(h1)
400
380
360
340
320
400
380
360
340
320

(h2)
380
360
340
320
300
380
360
340
320
300

y=Time

h1

h2

x=h1 - h2

4,8
9,6
14,7
19,9
25,1
3,1
6,2
9,7
13,0
13,6

4,8
4,8
5,1
5,2
5,2
3,1
3,1
3,5
3,3
3,6

20,0
19,5
19,0
18,4
17,9
20,0
19,5
19,0
18,4
17,9

19,5
19,0
18,4
17,9
17,3
19,5
19,0
18,4
17,9
17,3

0,50
0,53
0,53
0,54
0,60
0,50
0,53
0,53
0,54
0,60

F. Pengolahan Data
D tangki : 137mm
1
d2
A tangki : 4
=

1
x 3,14 x 137 2=
14.733,665mm2
4

1
d2
=
4

1
x 3,14 x 62
= 28,26mm2
4

1
d2
Alubang 3mm : 4
=

1
x 3,14 x 3 2
= 7,065mm2
4

Alubang 6mm :

1. Constant Head, D=6mm

Constant Head, D=6mm


500
400

Constant Head,
D=6mm

f(x) = 0x
R = 1

300

Linear (Constant Head,


D=6mm)

200
100
0
2.00E+09

2.50E+09

3.00E+09

3.50E+09

y= 0,00000013x
b = 0,00000013
1
1
C d=
=
A 2. g . b 28,26 2 x 9.81 x 10 3 x 0,00000013

= 0,7

2. Constant Head, D=3mm

Constant Head, D=3mm


500
400
300

Constant Head,
D=3mm

f(x) = 0x
R = 1

Linear (Constant Head,


D=3mm)

200
100
0
1.60E+08

1.80E+08

y = 0,00000197x
b = 0,00000197

2.00E+08

2.20E+08

C d=

1
1
=
A 2. g . b 7,065 2 x 9.81 x 103 x 0,00000197

= 0,72

3. Variable Head, D=6mm

Variable Head, D=6mm


3.8
3.6
3.4

f(x) = 6.14x
R = 1

Variable Head,
D=6mm

y 3.2

Linear (Variable Head,


D=6mm)

3.0
2.8
0.45

0.50

0.55

0.60

0.65

y= 6,1432x
b = 6,1432
2 Atangki
C d=
bxAlubang 2 g

2 x 14733,665
6,1432 x 28,26 2 x 9,81 x 103

= 1,211

4. Variable Head, D=3mm

Variable Head, D=3mm


30.0
25.0
20.0
y

15.0
10.0

Variable Head, D=3mm


f(x) = 28.08x
R = 0.85

5.0
0.0
0.480.500.520.540.560.580.600.62
x

Y = 28,075x
b = 28,075

Linear (Variable Head,


D=3mm)

C d=

2 Atangki
bxAlubang 2 g

2 x 14733,665
28,075 x 7,065 2 x 9,81 x 103

= 1,06

Rata-Rata Cd dari percobaan :


0,7+0,72+1,211+1,06
=0,92
4
teoritis
x 100 |
|h asil percobaanliteratur
literatur teoritis
0,920,69
x 100 |
23
Kesalahan Relatif = | 0,69
Kesalahan Relatif =

G. Analisis
a. Analisis percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mendapatkan besaran koefisien
debit aliran melalui lubang kecil saat tekanan tetap dan saat tekanan
berubah. Lubang yang digunakan dalam praktikum yaitu lubang dengan
ukuran diameter 3mm dan diameter 6mm. Sebelum melakukan percobaan,
praktikan menyiapkan alat dan bahan, yang terdiri dari : stopwatch.
Stopwatch di gunakan praktikan untuk mengukur waktu penurunan
volume sebanyak 20ml.
Pada percobaan pertama, isi penuh tangki dengan air sampai air
tumpah dari tangki, kemudian matikan mesin pompa air agar air turun.
Pada penurunan volume air yang dapat dibaca pada garis ukur di pinggir
tangki, hitung waktu yang di perlukan setiap terjadi penurunan 20ml.
Contohnya dr 400ml-380ml, 380ml-360ml, dst. Lalu catat berapa waktu
yang diperlukan untuk masing-masing diameter lubang (3mm dan 6mm).
Pencatatan dilakukan untuk masing-masing lubang karena praktikan
membutuhkan variasi data untuk mendapatkan keakuratan data.
b. Analisis Hasil dan Grafik
Pada percobaan ini data yang didapat adalah waku yang diperlukan
untuk menurunkan volume air sebanyak 20ml. Setelah didapatkan datadata tersebut maka praktikan dapat membuat 4 grafik. 2 grafik untuk
variable head dan 2 grafik untuk constant head. Pada constant head,

praktikan memasukan nilai sumbu x dengan debit aliran kuadrat (Q 2)


sedangkan y dengan nilai headnya, sehingga didapatkanlah 2 grafik, dari
lubang berdiameter 3mm dan lubang berdiameter 6mm. Setelah
didapatkan persamaan garis dari grafik tersebut, masukan nilai b dari

grafik ke rumus

C d=

1
A 2. g . b . Pada variable head, praktikan

memasukan nilai sumbu x dengan h1 - h2, dan nilai sumbu y dengan


delta T, sehingga didapatkanlah 2 grafik dari lubang berdiameter 3mm dan
berdiameter 6mm. Setelah itu didapatkanlah persamaan garis, lalu

masukan nilai b ke rumus

C d=

2 Atangki
bxAlubang 2 g . Dari keempat grafik

tersebut didapatkanlah nilai Cd dengan rata-rata 1,78 dan kesalahan


literatur sebesar 23% Kesalahan itu bisa terjadi karena faktor-faktor
tertentu.
Hasil dari keempat grafik nilai R2 mendekati nilai 1, berarti persamaan
yang dipilih tepat mewakili sebaran data yang ada.

c. Analisis Kesalahan
Pada percobaan ini praktikan mendapatkan kesalahan relatif sebesar 23%.
Hal ini dapat terjadi karena beberapa hal.
1. Kesalahan Praktikan
Ketidaktepatan dalam menentukan waktu penurunan air setiap
20 ml. Saat percobaan, terkadang praktikan terlambat dalam
menentukan

waktu

penurunannya.

Keterlambatan

ini

bisa

dikarenakan saat penurunan air dari ketinggian 400 ml hingga 320


ml berlangsung sangat cepat sehingga sangat dibutuhkan
konsentrasi dan ketepatan yang tinggi oleh praktikan.
2. Kesalahan Alat
Meja hidraulik yang dipakai oleh praktikan mengalami
kebocoran dibagian pompa air, sehingga ketika pompa air

dimatikan air dalam tangki tidak hanya keluar melalui lubang,


tetapi air keluar juga melalui pompa air, sehingga air mengalami
penurunan yang sangat cepat.

I. Kesimpulan:
1. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan besaran koefisien debit aliran
melalui lubang kecil saat tekanan tetap dan berubah.2.
2. Nilai Cd rata-rata yang didapat sebesar 0,92
3. Besarnya nilai kesalahan relatif Cv yang didapat sebesar 23%, bila
dibandingkan dengan nilai Cv teoritis sebesar 0,69.

J. Referensi
https://www.scribd.com/doc/174076794/Aliran-Melalui-Lubang

K. Lampiran

1. Pemasangan milimeter
block pada perangkat
percobaan
Milimeter block sudah
dipasang dengan benar

4. Milimeter

block

sudah

terpasang dengan benar

2. Melihat

apakah

jarum

sudah ada diatas aliran air


atau belum.

5. Pengaturan
pada tangki

3. Pengukuran volume air


dalam waktu 10detik

volume