Anda di halaman 1dari 3

Tugas Adsorpsi--Menghitung jumlah teradsorpsi

Adsorpsi Aseton pad Karbon Aktif


Proses adsorpsi aseton fasa gas dilakukan pada suatu penelitian menggunakan jenis adsorben karbon aktif yang telah diaktivasi.
Proses aktivasi dilakukan dengan pemanasan pada temperatur 80 oC sampai kandungan air menguap semua dengan dengan
mengalirkan gas inert N2 dengan laju 45 cc/menit pada temperatur 80 oC selama 2 jam. Proses adsorpsi dilakukan pada laju alir
50 cc/menit dengan variasi kondisi operasi dengan mengalirkan adsorbat dari atas kolom adsorber yang berisi fixed bed
adsorben. Keluaran gas dari kolom adsorber dianalisa dengan menggunakan alat Gas Chromatography. Skema susunan peralatan
adsorpsi secara sederhana dapat dilukiskan pada gambar berikut.

C
out

??

D
E

H
C

G
B

Skema proses adsorpsi


Keterangan:
A= tabung gas N2
E= botol sample

B = hot plate / heater


F = control valve

C = adsorben
D = thermometer
G = gas chromatography H = Pipa U kolom adsorpsi

Waktu adsorpsi t 0 yaitu pada saat terjadinya kontak pertama kali antara adsorbat dengan adsorben, kemudian diteruskan
dengan pengambilan data dalam jangka waktu tertentu selama proses adsorpsi berlangsung. Pengambilan sample dihentikan
ketika adsorben telah jenuh, ini dapat ditandai dengan tercapainya konsentrasi kesetimbangan adsorpsi (C*). Dalam hal ini dapat
ditandai dengan konsentrasi keluaran dari kolom adsorber sama dengan konsentrasi sebelum proses adsorpsi dilakukan. Dalam
penelitian ini adsorpsi dapat dikatakan sudah mencapai konsentrasi kesetimbangan bila luas area puncak keluaran analisa gas
chromatography mendekati sama, tidak mengalami perubahan. Jumlah ADSORBAT terdsorpsi (q) ini adalah merupakan
akumulasi yang dihitung dengan neraca massa dalam system unggun tetap pada kondisi tidak tunak ( unsteady state).
Penyelesaian perhitungan neraca massa untuk mencari harga q tersebut diselesaikan dengan bantuan grafis hasil plot antara
waktu adsorpsi vs kadar olefin (Cout). Ada 4 percobaan secara seri dilakukan yang masing-masing seri hasilnya dapat ditabelkan
sebagai berikut.
Hasil percobaan adsorpsi aseton menggunakan adsorben karbon aktif

Kadar aseton Cout, (mol/ml)

q, jumlah aseton teradsopsi (mol/gr karbon)

Waktu
sampling

Percob-1

Percob-2

Percob-3

Percob-4

Waktu
sampling

Percob-1

Percob-2

Percob-3

0.55386

0.18828

0.25257

0.80624

0.46210

0.17418

0.36484

0.86155

693.27

1144.25

1503.03

1559.31

0.40642

0.16374

0.45660

2.98357

1407.18

2291.94

2977.49

2813.79

0.37730

0.15660

4.05978

4.29001

2132.96

3442.09

3934.66

3588.29

0.34946

1.93905

4.49788

4.65540

3233.60

4794.49

4521.75

4398.96

12

2.18978

3.84329

4.69825

5.09771

12

3953.62

5372.69

4974.76

5040.01

15

2.55811

3.93139

4.81529

5.22757

15

4209.81

5532.50

5361.11

5560.90

18

2.69071

3.95117

4.92518

5.46420

18

4360.82

5669.66

5699.81

6004.83

21

2.76379

4.01582

5.14533

5.59259

21

4468.63

5789.08

5969.20

6372.10

25

2.78357

3.98322

5.20669

5.71146

25

4586.38

5939.34

6249.56

6792.57

30

2.90518

4.06747

5.37043

5.92282

30

4684.07

6109.08

6521.23

7202.57

35

2.90939

4.14238

5.38600

6.01733

35

4737.73

6223.12

6730.15

7505.53

40

2.91471

4.11967

5.42263

5.98802

40

4788.05

6318.89

6920.79

7785.66

45

2.89731

4.05410

5.48307

6.06403

45

4842.60

6445.56

7077.46

8049.44

50

2.92203

4.06509

5.49717

6.12026

50

4894.59

6591.33

7208.04

8266.94

55

2.93815

4.22608

5.53014

6.16440

55

4932.29

6676.90

7322.14

8449.31

60

2.94309

4.23982

5.59259

6.30012

60

4962.61

6701.32

7402.85

8568.73

65

2.96287

4.24715

5.60560

6.30744

65

4984.28

6718.37

7457.14

8638.09

70

2.97606

4.26180

5.62813

6.32045

70

4994.41

6727.73

7499.00

8700.33

75

2.98394

4.26784

5.67666

6.40286

75

4997.17

6729.84

7515.99

8729.18

Percob-4

Bila anda sedang mahasiswa sedang kerja skripsi dengan hasil data seperti diatas, diminta pembimbing untuk memahami secsra
detail tentang adsorpsi, maka hal berikut yang harus anda kerjakan adalah :

Apakah yang dimaksud dengan kesetimbangan adsorpsi dan buatlah plot secara kurva ideal-nya.

Buatlah plot antara kadar aseton hasil monitor gas chormatografi dengan waktu sampling dalam proses adsorpsi.

Analisalah apakah kesetimbangan adsorpsi telah tercapai untuk setiap hasil percobaan

Berapakah konsentrasi aseton dan jumlah yang teradsorpsi untuk masing-masing percobaan pada kondisi
kesetimbangannya

Dapatkah anda menentukan isotherm yang manakah cocok untuk hasil percobaan adsorpsi aseton (model Langmuir,
Freundlich, Temkon ataukah lainnya).

Hitungkah berbagai koefisien adsorpsi yang ada pada setiap model adsorpsi tersebut.

Tugas 03- Persamaan BET


Dalam rangka untuk mempertinggi kemampuan adsorbent untuk meningkatkan daya adsorpsinya dilakukan dengan cara
impregnasi yakni dengan menambahkan aditif H3BO3 (asam Borat) pada karbon aktif dengan penambahan (loading) masingmasing sebesar 10, 20, 30 dan 40 % berat. Namun penambahan ini mengakibatkan perubahan luas permukaan karbon aktif.
Untuk itu diperlukan pengukuran luas permukaan karbon aktif pada setiap sampelnya dengan menggunakan teknik adsorpsi BET
(Brunauer-Emmett-Teller) isotherm. Adsorpsi menggunakan gas nitrogen, adsorpsi pada suhu cairnya sekitar -160 oC (luas
permukaan molekul Nitrogen Am = 16.2 x 10-20 m2/molekul. Data hasil pengukuran dinyatakan dalam bentuk Relative Pressure
(P/Po) dengan N2 Gas adsorbed Vgas(cc/g) STP, ditabelkan sebagai berikut ini.
Sampel 1 : karbon
Aktif 10 % H3BO3
Relative
Pressure P/Po

Sampel 2 : karbon
aktif 20 % H3BO3

N2Gas adsorbed
Vgas(cc/g) STP

Relative
Pressure P/Po

N2Gas adsorbed
Vgas(cc/g) STP

Sampel 3 : karbon
aktif 30 % H3BO3
Relative
Pressure P/Po

N2Gas adsorbed
Vgas(cc/g) STP

Sampel 4 : karbon
aktif 10 % H3BO3
Relative
Pressure P/Po

N2Gas adsorbed
Vgas(cc/g) STP

Sampel 5 : karbon
aktif 0 % H3BO3
Relative
Pressure P/Po

N2Gas adsorbed
Vgas(cc/g) STP

0.10303

235.8829

0.09908

225.9445

0.10745

196

0.10357

70.9784

0.1047

120.46

77.3084

0.2093

124.04

0.29918

80.6982

0.3019

125.95

0.20589

254.4628

0.19729

242.3983

0.3006

0.40724

267.0637

0.39608

254.694

0.41124

224.144

0.4024

83.2202

0.3500

126.72

0.50118

269.4409

0.50008

257.6146

0.50415

226.1801

0.50349

85.5294

0.4030

127.56

0.60215

271.4324

0.60127

257

0.6046

227.9705

0.60384

87.5082

0.5048

128.83

89.6787

0.6049

129.99

92.4311

0.7049

131.11
132.49

0.80165

0.70155

275.0377

0.79845

262.3891
265.3141

0.7043
0.80264

220.5637

0.20588

262.6898

273.1399

0.30686

213.261

0.30287

0.70301

250.6621

0.20173

229.6781
231.6689

0.70239
0.79904

0.89859

277.4719

0.90648

270.7953

0.89632

235.0283

0.90097

96

0.8027

0.99437

289.7143

0.9906

298.0822

0.99062

276.2888

0.99049

158.2712

0.8986

134.46

0.9500

140.05

0.9949

144.93

Bila Anda konsultan karbon aktif, diminta client AM untuk mendapatkan data-data dan informasi sebagai berikut :

Plot antara Relative Pressure (P/Po) dengan N2 Gas adsorbed Vgas(cc/g) STP. Sampel mana yang mempunyai
keamampuan adsorpsi yang paling besar
Analisalah secara kasar sampel mana mempunyai kemampuan luas permukaan yang paling besar.
Berdasarkan BET isotherm menggunakan persamaan
pada batas berapakah
P / P0
1
c 1

( P / P0 ) ( P / P0 )
berlakunya?
V (1 P / P ) cVm Y=acV+ mbX, dengan membuat harga Y
Untuk menghitung luas permukaan sampel maka anda diminta untuk 0melinerisasi
=
P / Pdan harga X= p/po. Berapakah harga intercept (i) dan slopenya (s) untuk masing-masing sampel
0

V (1harga
P konstanta
/ P0 ) c = i.s + 1, jelaskan secara analitis saja
Apakah
Apa yang dimaksud dengan Vm dan berapakah harganya
Akhirnya dapatkah anda menghitung luas permukaan untuk masing-masing sampel karbon aktif

Kerjakan hari ini :


Open book open talk- OK
Dikerjakan sendiri/mandiri
Selamat Bekerja

Bisa diesmprnakan kerjaan anda sesuai kelompoknya masing-masing----