Anda di halaman 1dari 4

CLEANING, SORTING DAN GRADING

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia mempunyai banyak jenis buah-buahan tropik yang sudah cukup dikenal di
dunia. Namun buah-buahan tersebut belum banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan
pendapatan maupun devisa. Sebenarnya permintaan buah-buahan baik di dalam negeri
maupun di luar negeri cukup tinggi, tetapi kontribusi Indonesia dalam memasok buah-buahan
dunia masih rendah. Hal ini disebabkan masih terbatasnya produksi baik kuantitas maupun
kualitasnya.
Buah-buahan adalah bahan makanan yang kaya akan vitamin, mineral, lemak, protein,
dan serat. Selain itu setiap jenis buah mempunyai keunikan dan daya tarik tersendiri seperti
rasa yang lezat, aroma yang khas, serta warna atau bentuk yang mengandung nilai estetika.
Menurut Kalei (1992) kebutuhan atau konsumsi buah-buahan setiap tahunnya diperkirakan
meningkat sekitar 5 % selaras dengan meningkatnya jumlah penduduk dan meningkatnya
kesadaran masyarakat akan gizi. Sehubungan dengan prihal tersebut, diperlukan teknologi
pertanian yang dapat memberikan hasil panen yang bermutu dan aman untuk dikonsumsi,
tetapi secara ekonomi dapat dipertanggung jawabkan. Melihat kecenderungan tersebut, maka
petani dan pengusaha buah di Indonesia mestinya tertantang untuk ikut bersaing dalam pasar
buah segar. Bila hal ini ditinggalkan, bukan mustahil kalau lama-kelamaan produk buah lokal
akan semakin dilupakan konsumen.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas dari produk hasil pertanian adalah
dengan perlakuan pascapanen yakni sortasi and cleaning dan grading, termasuk ubi.Dua
proses ini sangat dibutuhkan dalam proses pasca panen karena kotoran dan bagian dari ubi
jika tidak dibuang akan menyebabkan kerusakan yang lebih buruk pada ubi tersebut. Oleh
karena itu, dalam praktikum kali ini proses sortasi, cleaning dan grading akan diujicobakan
terhadap komoditas sayuran berupa ubi jalar dan kentang guna menilai kualitas dari ubi
tersebut.

1.2 Tujuan
Mengetahui cara cleaning sorting dan grading terhadap ubi atau bahan
pangan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Pengertian Cleaning, Sorting Dan Grading

Setelah panen, sayuran memerlukan penanganan pasca panen yang bertujuan: (1)
mempertahankan mutu produk sayuran agar tetap prima sampai ke tangan konsumen, (2)
menekan kehilangan hasil karena kerusakan dan penyusutan, serta (3) memperpanjang daya
simpan dan meningkatkan nilai ekonomis sayuran. Guna mencapai tujuan tersebut,
penanganan pasca panen sayuran mengacu pada pedoman cara penanganan pasca panen yang
baik
Penanganan pasca panen sayuran tergantung pada jenis sayurannya, namun pada umumnya
meliputi tahapan

2.1.1 Cleaning
Tujuan membersihkan sayuran adalah untuk menghilangkan kotoran, benda-benda asing,
sisa-sisa tanaman yang menempel pada hasil panen, getah dan lain-lain serta supaya
komoditas sayuran lebih menarik sehingga nilai jualnya lebih tinggi. Pembersihan dapat
dilakukan dengan cara mencuci menggunakan air untuk beberapa jenis sayuran atau
mengelap dengan kain yang bersih, kering dan lembut misalnya untuk tomat.

Pada beberapa jenis sayuran tertentu misalnya kubis bunga, dilakukan perempelan/
[I]trimming [/I]yaitu memotong atau menghilangkan bagian tanaman tertentu yang tidak
disukai tanaman atau menyebabkan umur simpan menjadi lebih pendek. Perempelan
dilakukan untuk membuang bagian sayuran yang rusak/luka, warna yang berubah atau cacat
bentuknya agar penampilan komoditas sayuran tetap bagus.
2.1.2 Sorting
Sortasi diartikan sebagai suatu kegiatan yang memisahkan produk berdasarkan tingkat
keutuhan/kerusakan produk, baik karena cacat karenamekanis ataupun cacat karena bekas
serangan hama atau penyakit.
Pada kegiatan sortasi, penentuan mutu hasil panen biasanya didasarkan pada
kebersihan produk, aspek kesehatan, ukuran, bobot, warna, bentuk, kematangan,kesegaran,
ada atau tidak adanya serangan/kerusakan olehpenyakit, adanya kerusakan oleh serangga, dan
luka/lecet oleh faktor mekanis.
Penyortiran produk hasil panen dilakukan secara manual yaitu dengan menggunakan
tangan manusia.Klasifikasi mutu hasil yang biasa dilakukan adalah kelas spesial, kelas 1, dan
kelas 2.Sedang untuk meningkatkan eksport hasil panen, perlu mengetahui standar mutu
eksport yang jelas.
Tujuan dari sortasi antara lain:

1. Untuk memperoleh produk yang dikehendaki, baik kemurnian maupun kebersihannya


(Widyastuti, 1997).
2. Memilih dan memisahkan produk yang baik dan tidak cacat.
3. Memisahkan bahan yang masih baik dengan bahan yang rusak akibat kesalahan panen
atau serangan patogen, serta kotoran berupa bahan asing yang mencemari tanaman
obat.
Menurut Guidelines on Good Agricultural and Collection Practice (GACP) for Madicinal
Plants
2.1.3 Grading

Grading
Suhadi,1992 : adalah proses pemilihan bahan berdasarkan permintaankonsumen atau
berdasarkan nilai komersilnya. Sortasi dan grading berkait eratdengan tingkat selera konsumen
suatu produk atau segmen pasar yang akan ditujudalam pemasaran suatu produk. Terlebih apabila
yang akan dituju adalah segmenpasar tingkat menengah ke atas dan atau segmen pasar luar
negeri. Kegiatansortasi dan grading sangat menentukan apakah suatu produk laku pasar atau
tidak.Pada kegiatan grading , penentuan mutu hasil panen biasanya didasarkanpada
kebersihan produk, aspek kesehatan, ukuran, bobot, warna, bentuk,kematangan, kesegaran,
ada atau tidak adanya serangan/kerusakan oleh penyakit,adanya kerusakan oleh serangga, dan
luka/lecet oleh faktor mekanis. Pada usahabudidaya tanaman, penyortiran produk hasil
panenan dilakukan secara manual,yaitu menggunakan tangan. Sedang grading dapat
dilakukan secara manual ataumenggunakan mesin penyortir. Grading secara manual
memerlukan tenaga yang terampil dan terlatih, dan bila hasil panen dalam jumlah
besar akan memerlukanlebih banyak tenaga kerja

2.2 Klasifikasi Bahan ( Umbi jalar dan kentang)


2.2.1 umbi jalar
2.2.2 kentang
2.3 faktor faktor yang mempengaruhi

BAB 3
BAB 4
BAB 5

Dapus

Kalie, MB. 1992. Mengatasi buah rontok, busuk, dan berulat. PT. Penebar swadaya. Jakarta.
Suhardi, 1992. Penanganan Pasca Panen Buah dan Sayuran, PAV Pangan
dan Gizi,
UGM. Yogyakarta.
Widyastuti, Yuli. 1997. Penanganan Hasil Panen Tanaman Obat Komersial.Trubus
Agriwidya, Semarang.