Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

AMDAL

AMDAL DAN KEADAAN GEOLOGI INDONESIA


(PERISTIWA ALAM)

Oleh :

KELOMPOK 2
Crisno Tongka

A 351 14 052

Jati Purnomo

A 351 14 053

Rifki Zulfahmi

A 351 14 055

Ni Luh Toliastriani
Muthi Kurniasih

A 351 14 057
A 351 14 083

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI


JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN
SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan limpahan
rahmat-Nyalah maka kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan judul
AMDAL DAN KEADAAN GEOLOGI INDONESIA(PERISTIWA ALAM).
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan
sehingga dengan segala kekurangan dan keterbatasan. Kami sangat mengharapkan
tanggapan berupa saran keritik yang sifatnya konstruktif dari semua pihak demi
kesempurnaan makalah ini. Untuk itu dengan segala kerendahan hati dengan ini
kami menghanturkan penghargaan dan terimah kasih yang sebesar besarnya
kepada Dosen Pembimbing kami yang telah memberikan arahan dan bimbingan
kepada kami sehingga makalah ini dapat terselesaikan.

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL.........................................................i
KATA PENGANTAR..........................................................ii
DAFTAR ISI...................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN.....................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................2
1.3 Tujuan......................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN......................................................3
2.1 Pengertian AMDAL...............................................3
2.2 Keadaan Geologi di Indonesia (Peristiwa Alam)..................5
2.3 Pengaruh AMDAL terhadap Keadaan Geologi di Indonesia
(Peristia Alam).................................................................................8

BAB III PENUTUP..........................................................10


3.1. Kesimpulan............................................................................. 10
3.2. Saran....................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Lingkungan hidup merupakan suatu kesatuan di mana di

dalamnya terdapat berbagai macam kehidupan yang saling


ketergantungan. Lingkungan hidup juga merupakan penunjang
yang sangat penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk
hidup yang ada. Lingkungan yang sehat akan terwujud apabila
manusia dan lingkungannya dalam kondisi yang baik. Pada
umumnya setiap negara yang sedang membangun memiliki
sistem perencanaan pembangunan sendiri-sendiri. Sistem
perencanaan pembangunan ini disusun secara sistematis
untuk mencapai tujuan pembangunan yang telah ditetapkan.
Di indonesia pembangunan nasional disusun atas dasar
pembangunan jangka pendek dan jangka panjang. Keduanya
dilaksanakan secara sambung menyambung untuk dapat
menciptakan kondisi sosial ekonomi yang lebih baik. Kegiatan
pembangunan ini dilaksanakan dengan menggunkan apa yang
disebut proyek.
Oleh karena itu lingkungan hidup di Indonesia perlu
ditangani

di

karenakan

adanya

beberapa

faktor

mempengaruhinya, salah satunya yaitu adanya

yang

masalah

mengenai keadaan lingkungan hidup seperti Keadaan Geologi


yang mempengaruhi Kondisi pembangunan diindonesia.
Hal ini disebabkan karena Indonesia merupakan daerah
pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu lempeng IndoAustralia, Eurasia dan lempeng Pasific. Lempeng Indo-Australia
bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra,
Jawa dan Nusatenggara, sedangkan dengan Pasific di utara
Irian dan Maluku utara. Di sekitar lokasi pertemuan lempeng
1

ini akumulasi energi tabrakan terkumpul sampai suatu titik


dimana lapisan bumi tidak lagi sanggup menahan tumpukan
energi sehingga lepas berupa gempa bumi. Pelepasan energi
sesaat ini menimbulkan berbagai dampak terhadap bangunan
karena percepatan gelombang seismik, tsunami, longsor, dan
liquefaction.

Besarnya

dampak

tersebut

Sehigga

mempengaruhi lokasi bangunan dan kualitas bangunan.


1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksut Dengan AMDAL ?
2. Bagaimana Keadaan Geologi di Indonesia

(Peristiwa

Alam) ?
3. Seperti Apa Pengaruh AMDAL terhadap Keadaan Geologi di
Indonesia (Peristia Alam) ?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui Apa yang dimaksut dengan AMDAL
2. Mengetahui Bagaimana Keadaan Geologi di Indonesia
(Peristiwa Alam) ?
3. Mengetahui Seperti

Apa

Pengaruh

AMDAL

Keadaan Geologi di Indonesia (Peristia Alam) ?

terhadap

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengerian AMDAL
Analisis

dampak

Inggris:Environmental

lingkungan

impact

assessment)

(bahasa
atau

Analisis

mengenai dampak lingkungan (di Indonesia, dikenal dengan


nama AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan
penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan
pada

lingkungan

pengambilan

hidup

keputusan

yang

diperlukan

tentang

bagi

penyelenggaraan

proses
usaha

dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat


perencanaan
memberikan

suatu

proyek

pengaruh

yang

terhadap

diperkirakan

lingkungan

akan

hidup

di

sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah


aspek abiotik, biotik dan kultural. Dasar hukum AMDAL di
Indonesia adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012
tentang "Izin Lingkungan Hidup" yang merupakan pengganti
PP 27 Tahun 1999 tentang Amdal. Amdal telah dilaksanakan
sejak 1982 di Indonesia.
Adapun manfaat AMDAL adalah :
1. Membantu
kelayakan

proses

pengambilan keputusan tentang

lingkungan

dan/atau kegiatan

hidup

dari

rencana

usaha

2. Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis


dari rencana dan/atau kegiatan
3. Memberi

masukan

untuk

penyusunan

rencana

pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup


4. Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang
ditimbulkan

dari

suatu

rencana

usaha

dan

atau

kegiatan
5. Awal dari rekomendasi tentang izin usaha
6. Sebagai Scientific Document dan Legal Document Izin
Kelayakan Lingkungan
Hasil AMDAL dapat diketahui apakah proyek
pembangunan berpotensi menimbulkan dampak atau tidak.
Bila berdampak besar terutama yang negatif, tentu saja
proyek tersebut tidak boleh dibangun atau boleh dibangun
dengan persyaratan tertentu agar dampak negatif tersebut
dapat dikurangi sampai tidak membahayakan lingkungan atau
manusia itu sendi
Bila berdasarkan AMDAL tidak akan menimbulkan dampak
yang berarti, maka proyek pembangunan dapat dilaksanakan
sesuai

usulan

dengan

tetap

berpedoman

agar

tetap

memperhatikan dampak-dampak negatif yang mungkin timbul


diluar perkiraan semula. Dalam hal ini, sebelum proyek
dilaksanakan harus ditentukan dulu pedoman pengelolaan dan
pemantauan

lingkungan

sebagai

usaha

menjaga

kelestariannya. Perlu kiranya ditekankan AMDAL sebagai alat


dalam

perencanaan

pengambilan

harus

keputusan

mempunyai

tentang

proyek

peranan

dalam

yang

sedang

direncanakan. Artinya AMDAL tidak banyak artinya apabila


dilakukan setelah diambil keputusan untuk melaksanakan
proyek tersebut.
AMDAL Terbagi dalam Beberapa Jenis, Berikut ini adalah
jenis AMDAL yang dikenal di Indonesia:
1. AMDAL Proyek Tunggal, adalah studi kelayakan
lingkungan untuk usaha/kegiatan yang diusulkan
hanya satu jenis kegiatan.
2. AMDAL Kawasan, adalah studi kelayakan lingkungan
untuk usaha atau kegiatan yang diusulkan dari
berbagai kegiatan dimana AMDAL menjadi
kewenangan satu sektor yang membidanginya.
3. AMDAL Terpadu Multi Sektor, adalah studi kelayakan
lingkungan untuk usaha atau kegiatan yang diusulkan
dari berbagai jenis kegiatan dengan berbagai instansi
teknis yang membidangi.
4. AMDAL Regional, adalah studi kelayakan lingkungan
untuk usaha atau kegiatan yang diusulkan terkait satu
sama lain.
Dalam studi AMDAL ada empat kelompok parameter
komponen lingkungan hidup, Keputusan Kepala Bapedal No. 19
Tahun 1990, yaitu:
1. Fisik-kimia

(iklim,

kualitas

udara

dan

kebisingan,

demografi, fisiografi, hidro-oceanografi, ruang, lahan


dan tanah serta hidrologi).
2. Biologi (flora dan fauna).

3. Sosial (budaya, ekonomi, pertahanan/keamanan)


4. kesehatan masyarakat.
2.2 Keadaan Geologi di Indonesia (Peristiwa Alam)
Secara Geologi Indonesia merupakan negara yang
terletak pada pusat tumbukan Lempeng Tektonik Hindia
Australia di bagian selatan, Lempeng Eurasia di bagian Utara
dan Lempeng Pasifik di bagian Timur laut. Lempeng IndoAustralia bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas
pantai Sumatra, Jawa dan Nusa tenggara, sedangkan dengan
Pasific di utara Irian dan Maluku utara. Hal ini mengakibatkan
Indonesia mempunyai tatanan tektonik yang komplek dari
arah

zona

tumbukan

yaitu

Backarc. Forearc merupakan

Forearc,
daerah

Volcanicarc
yang

dan

berbatasan

langsung dengan zona tumbukan atau sering di sebut


sebagai zona aktif akibat patahan yang biasa terdapat di
darat maupun di laut.
Indonesia

berada

di

sisi

Barat

dari

apa

yang

dinamakan Pacific Ring of Fire atau Cincin Berapi Pasifik


yang ditandai dengan kegiatan vulkanik yang tinggi karena

pergerakan

lempeng-lempeng

bumi

yang

menimbulkan

gejolak tektonik di bawah permukaan bumi.

semua proses yang berlangsung di permukaan bumi


atau di bawah permukaan bumi yang melibatkan semua
materialyang

ada

di

bumi.

Proses-proses

tersebut

berlangsung di dalam suatu sistem yang bekerja membangun


dan

membentuk

permukaan

bumi,

dan

memindahkan

material dari satu tempat ke tempat lain atau dari satu


sistem ke sistem yang lain. Dengan demikian, sesuai dengan
perbedaan karakter material yang terlibat dan lokasinya,
proses-proses geologi memiliki karakter yang site specific
(khas menurut lokasinya) meskipun dengan pemisahan yang
tidak ketat.
Peristiwa

Alam

geologi

merupakan

peristiwa/kejadian/fenomena alamiah yang disebabkan oleh


proses geologi dan mengakibatkan terjadinya kerusakan
alam, kerugian harta benda serta jatuhnya korban jiwa.
Letak geografis Indonesia berada di antara dua benua
dan dua samudera, terbentang di garis khatulistiwa serta
terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia,
merupakan wilayah territorial yang sangat rawan terhadap
bencana khususnya bencana geologi.
7

a. Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan peristiwa goncangan atau


pergerakan lapisan kerak bumi secara tiba-tiba karena adanya
tenaga

dari

dalam bumi.

Gempa

dapat

terjadi

karena

beberapa faktor. Gempa dapat disebabkan karena adanya


tabrakan lempeng bumi, aktivitas gunung api, atau adanya
runtuhan gua atau tanah.
-

Gempa yang terjadi karena adanya tabrakan antar


lempeng disebut gempa tektonik.

Gempa bumi yang terjadi sebagai akibat adanya letusan


genung api disebut gempa vulkanik.

Gempa bumi yang terjadi karena adanya runtuhan gua


atau tanah disebut gempa terban.
Gempa bumi merupakan gejala alam yang rawan terjadi

hampir di seluruh pulau di Indonesia. Hal ini dikarenakan


wilayah

Indonesia

secara

geologis

terletak

di

antara

pertemuan Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia.


Selain itu Indonesia juga memiliki banyak gunung api aktif. Hal

tersebut menyebabkan negara kita rawan terjadi gempa bumi


tektonk dan gempa bumi vulkanik.
b. Erupsi Gunung Berapi
Erupsi adalah aktivitas gunung api yang mengeluarkan
material berupa bahan padat, cair, dan gas yang ada di dalam
perut bumi ke permukaan bumi. Gunung meletus umumnya
dapat terjadi pada gunung api yang masih aktif. Istilah gunung
api digunakan untuk menyebut setiap lubang dalam kerak
bumi yang dilalui batuan cair, gas, dan pecahan-pecahan
batuan saat meletus. Gunung api aktif adalah gunung api
yang masih menunjukan aktivitas vulkanik. Aktivitas vulkanik
tersebut dapat berupa semburan awan panas, mengeluarkan
api, dan sebagainya.
Letusan gunung api mengeluarkan berbagai material
yang berasal dari perut bumi. Letusan gunung api terjadi
ketika magma keluar dari perut bumi ke permukaan bumi.
Letusan gunung api tetap membawa bencana bagi
kehidupan.

Bahan-bahan

yang

dikeluarkan

saat

gunung

meletus bersifat merusak dan membahayakan keselamatan


makhluk hidup
c. Gerakan tanah atau tanah longsor
Bencana

alam

tanah

longsor

dipicu

oleh

faktor

klimatologis seperti hujan tetapi gejala awalnya disebabkan


dari kondisi geologis seperti karakteristik tanah, bebatuan,
dan tingkat kelandaian tanah yang rentan.
d. Tsunami

Tsunami adalah serangkaian gelombang atau ombak


yang ditimbulkan oleh perpindahan massa air dalam skala
yang relatif sangat besar. Tsunami umumnya terjadi di laut
atau samudera, di mana gelombang dapat bergerak dalam
kecepatan mencapai 500 km/jam bahkan lebih dengan tinggi
gelombang yang dapat mencapai hingga puluhan meter.
Gempa bumi merupakan Peristiwa Geologi yang paling
sering menyebabkan tsunami. Di mana 90% tsunami yang
pernah terjadi

di

muka

bumi ini dipicu

oleh aktivitas

tektonisme bawah laut ini. Tektonisme bawah laut dapat


menghasilkan pergerakan kerak bumi di bawah laut secara
tiba-tiba dapat berupa pengangkatan (uplift) atau penurunan
(subsidence)

lantai

samudera

yang

mengakibatkan

terjadinya perubahan kondisi kesetimbangan air yang berada


di atasnya. Akibatnya terbentuklah gelombang sebagai akibat
dari perpindahan massa air dalam skala yang sangat besar,
yang bergerak di bawah pengaruh gravitasi dengan tujuan
akhir untuk mencapai kondisi kesetimbangannya kembali.
2.3 Peranan AMDAL terhadap Keadaan Geologi di
Indonesia (Peristiwa Alam)
AMDAL diperlukan untuk menghindari dan meminimalisasi
dampak lingkungan sehingga terwujud pembangunan yang
berkelanjutan dan Aman. Dengan melakukan AMDAL, consensus
penduduk yang terkena dampak juga bisa terjalin sejak awal.
Survey, prakiraan dan evaluasi gangguan juga bisa dilakukan
lebih dulu, hal ini membuat keanekaragamaan ekosisteme,
hubungan alam dan manusia serta hubungan global Secara garis
besar Peristiwa
hanya

dapat

alam yang
dilakukan

disebabkan oleh Proses geologi

dengan

10

maka

upaya

pencegahan

dikaitkan dengan pencegahan penderitaan yang akan dialami


masyarakat apabila peristiwa tersebut terjadi.
Berikut

adalah

Pembangunan

Contoh

diwilayah

Penerapan

yang

memiliki

AMDAL

dalam

Keadaan

Geologi

(peristiwa Alam) yang rentan menimbulka bencana bencana


1. Membuat Standar Bagunan Tahan Gempa
prioritas utama dalam membangun bangunan tahan
gempa adalah terciptanya suatu bangunan yang dapat
mencegah terjadinya korban, serta memperkecil kerugian
harta benda. Dari hal tersebut pengertian bangunan tahan
gempa adalah:
-

Bila

terjadi

Gempa

Ringan,

bangunan

tidak

boleh

mengalami kerusakan baik pada komponen non-struktural


-

maupun pada komponen strukturalnya.


Bila terjadi Gempa Sedang, bangunan boleh mengalami
kerusakan

pada

komponen

non-strukturalnya

(plafond

runtuh, dinding retak) akan tetapi komponen struktural


-

(kolom, balok, sloof) tidak boleh rusak.


Bila terjadi Gempa Besar, bangunan boleh mengalami
kerusakan baik pada komponen non-struktural maupun
komponen
bangunan

strukturalnya,
tetap

selamat,

akan

tetapi

artinya

jiwa

penghuni

sebelum

bangunan

runtuh masih cukup waktu bagi penghuni bangunan untuk


keluar.
2. Tidak membangun proyek Pemukiman didekat lereng yang
memiliki truktur batuan yang labil karena rawan akan longsor.
3. Menyiapkan Jalur Evakuasi dan banker Penyelamatan dilokasi
Wisata / Pemukiman yang dekat dengan Gunung Berapi.

11

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan
penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan
pada

lingkungan

pengambilan

hidup

keputusan

yang
tentang

diperlukan

bagi

penyelenggaraan

proses
usaha

dan/atau kegiatan di Indonesia. Salah satu faktor yang


mempengaruhi nya yaitu adanya masalah mengenai keadaan
lingkungan

hidup

seperti

Keadaan

Geologi

yang

dapat

mengancam dan berbahaaya sehingga mempengaruhi Kondisi


pembangunan

diindonesia.

AMDAL

diperlukan

untuk

menghindari dan meminimalisasi dampak lingkungan sehingga


terwujud pembangunan yang berkelanjutan dan Aman.
3.2. Saran
Kami menyadari bahwa makala ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karna itu kritik dan saran yang bersifat
membangun dan dapat menyempurnakan makalah ini sangat
kami

harapkan.

Dan

semoga

bermanfaat bagi para pembaca.

12

makala

kami

ini

dapat

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Rokhim. 2002. Amdal Sebagai Instrumen Pencegah


Bencana Alam. Unisma : Malang.
Science General. 2014. Metigasi Si Dan Adaptasi Bencana.
[Online] : Http://Www.Ilmupengetahuan.Id/2015/01/Bab7-Mitigasi-Dan-Adaptasi-Bencana.Html#Ixzz49il6yqr8
(Diakses Pada 27 September 2016)
Wikipedia.

2016.

Analisis

Dampak

Lingkungan.

[Online]:

Https://Id.Wikipedia.Org/Wiki/Analisis_Dampak_Lingkunga
n (Diakses Pada 27 September 2016)
Geographer. 2012. Proses-Proses Geologi Yang Menyebabkan
Bencana

Alam.

[Online]:

Https://Mayanurizky.Wordpress.Com/2012/06/14/ProsesProses-Geologi-Yang-Menyebabkan-Bencana-Alam/
(Diakses Pada 27 September 2016)

13