Anda di halaman 1dari 2

Nama : Arwilla Faurillie A.

O
Nim

: 135020300111008

Behind the Bankruptcy


FRAUD EXAMINERS NEED TO LOOK BEYOND THE RECORDS IN BANKRUPTCY
CASES
Dalam artikel ini menceriktakan tentang pengembangan suatu perusahaan
untuk giat dalam membangun sebuah kompleks apartemen. Setelah
beberapa saat, perusahaan ini menjual properti untuk sebuah keuntungan
untuk kerjasama terbatas dengan teman-temanya dan dia sebagai
pemimpinnya. Setelah adanya penjualan, terjadi masalah dalam keuangan
seperti tidak bisa membayar tagihan pribadinya dan menuju pada
kebangkrutan. Di atas kertas dia bangkrut tetapi kreditur curiganya lalu
mempekerjakan seseorang untuk melakukan due diligence. Setelah
berminggu-minggu pencarian akhirnya ditemukan bukti bahwa pengembang
tersebut jauh dari kemiskinan. Pengembang tersebut mendapatkan $
400.000 yang secara sah milik kreditur. Kasus ini adalah kasus tentang
penipuan kebangkrutan.
Perusahaan atau individu yang menuju pada kebangkrutan sering mencoba
untuk menyembunyikan asetnya dari kreditur. Kemudian, terdapat seorang
penguji penipuan yang dipekerjakan untuk mencari aset-asetnya yang
disembunyikan atau aset tersembunyi. Untuk penyelesaian penipuan dengan
melakukan investigasi dan sering melakukan penyelidikan.
Dalam kasus ini, penguji penipuan menemukan bukti setelah pengembang
melakukan penjualan kompleks apartemen dengan tidak membayar pajak
waralaba, dan pengembang melakukan sesuatu hal yang aneh yaitu
melakukan transfer saham dari entitas mati kepada saudaranya. Itu semua
sangat legal dan membuat penasaran mengapa menstransfer saham dari
entitas mati yang tidak memiliki aset yang jelas.
Kemudian, penguji penipuan menemukan jawaban yang tersimpan di
dokumen lama pengadilan negara. 5 tahun sebelumnya, perusahaan mati
telah menggugat perusahaan asuransi untuk $ 400.000 karena kerusakan air
dari pipa selama pembangunan kompleks apartemen. Karena apartemen
sudah lama dipindahkan dari korporasi untuk kemitraan terbatas, potensi
aset yang tersisa adalah uang dari litigasi asuransi, yang pengembang
bangkrut berharap untuk menempatkan dalam kepemilikan saudaranya.
Tidak ada kewajiban perusahaan akan dipindahkan ke saudaranya meskipun
pajak waralaba belum dibayar.

Akhirnya kreditur menemukan bukti atas kecurangan yang dilakukan


pengembang. Pengembang tidak dikenakan tuduhan penipuan, tetapi
kebangkrutan utang. Pengembang harus membayar utang yang luar biasa
Klien dalam kasus kepailitan umumnya kreditur ingin analisis rinci diambil
dari semua sumber. pemeriksa penipuan dilatih untuk memberikan jawaban
dengan mencari di tempat yang tidak biasa dan mengajukan pertanyaan
penyidik lain mungkin tidak menganggap. Mereka akan melampaui faktafakta untuk meneliti nama-nama dan tanda tangan saksi; tanggal dan lokasi
dokumen yang ditandatangani dan disahkan; alamat pihak ; dan penerima
dokumen dicatat, istilah, jumlah, dan agunan khusus yang semuanya
memberikan petunjuk penyimpangan dan penipuan langsung.
Komentar :
Langkah yang di lakukan kreditur yang menugaskan penguji penipuan sudah
tepat, namun perlu ditambahkan dengan pembuatan sistem pengendalian
internal yang mendukung pengawasan atas tindakan fraud. Misalnya seperti
program whisteblower, yang digunakan untuk menciptakan sistem yang
memungkinkan perusahaan untuk dapat melakukan deteksi terkait adanya
fraud. Pengukuran atau penilaian risiko juga perlu dalam menentukan
langkah-langkah yang akan di ambil selanjutnya dan mencegah tindakan
fraud.

Sumber : http://www.acfe.com/article.aspx?id=4294968471