Anda di halaman 1dari 18

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PEMBUATAN PROSEDUR
Tanggal ditetapkan

Direktur Rumah Sakit Umum


Amalia Bontang

PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

dr.Yuniarti Arbain
Prosedur adalah standar operasional Prosedur yaitu standar yang
untuk melaksanakan suatu prosedur.

TUJUAN

Menerangkan tentang cara-cara pembuatan Prosedur

LANGKAH-LANGKAH

1.

Prosedur dibuat melibatkan Unit


terkait atas perintah Direktur
2.
Prosedur sedapatnya memuat unsurunsur sebagai berikut:
a.
Nama/Judul Prosedur
b.
Tujuan Prosedur
c.
Definisi, Indikasi, Syarat yang harus
dipenuhi
d.
Kegiatan dan Tahapan
e.
Petugas yang melaksanakan yang
terkait
f.
Unit Kerja yang terkait
g.
Peralatan yang digunakan
h.
Tanda tangan Pejabat yang
menerbitkan Prosedur dan tanggal yang berlaku
i.
Disahkan oleh Direktur
3.
Prosedur yang telah tersusun
diinformasikan kepada masing-masing unit.

STANDAR PELAYANAN MEDIS


PROSEDUR
PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN
Tanggal ditetapkan

PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN
TUJUAN

LANGKAH-LANGKAH

Direktur Rumah Sakit Umum


Amalia Bontang

dr.Yuniarti Arbain
Yang dimaksud pasien rawat jalan disini adalah pasien yang masuk
pada pelayanan rawat jalan Rumah Sakit Amalia Bontang baik
yang datang sendiri atau kontrol maupun pasien rujukan.
1.
Menerangkan
langkah-langkah
pelayanan pasien rawat jalan di Rumah Sakit Amalia Bontang
2.
Terjadi
peningkatan
mutu
pelayanan dan kepuasan pasien rawat jalan
1. Melakukan anamnesis terhadap pasien/keluarganya dan catat
dalam lembar status.
2. Melakukan pemeriksaan fisik terhadap pasien dan catat dalam
lembar status
3. Membuat rencana upaya mencari diagnosis dan terapi untuk
pasien baru, bila perlu dilakukan pemeriksaan penunjang
seperti Laboratorium, Rontgen, EKG dan sebagianya, bila perlu
konsul kepada dokter spesialis.
4. Pada pasien lama, lakukan cek terapi yang telah didapatkan dan
tanyakan hasilnya. Jika tidak ada perubahan, ubah rencana
upaya mencari diagnosis dan terapi serta jika dipandang perlu
lakukan konsul kepada dokter spesialis.
5. Mencatat rencana mencari diagnosis dan terapi dilembar status
6. Mencari diagnosis dilembar status
7. Memberikan terapi sesuai dengan status terapi dan formularium
diagnosis pasien dan dicatat dalam lembar status
8. Memberikan jawaban kepada dokter pengirim atau dokter yang
merujuk.

STANDAR PELAYANAN MEDIS


PROSEDUR PELAYANAN RAWAP INAP

PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

TUJUAN

LANGKAH-LANGKAH

Tanggal ditetapkan

Direktur Rumah Sakit Umum


Amalia Bontang

dr.Yuniarti Arbain
Yang dimaksud pasien rawat inap disini adalah Pasien yang masuk
pada pelayanan rawat inap Rumah Sakit Amalia Bontang baik
yang kiriman dari pelayanan rawat jalan (unit pelayanan medik di
RS Amalia: Pelayanan rawat jalan, UGD, OK dan lain-lain),
kiriman dari dokter diluar Rumah Sakit Amalia Bontang ataupun
rujukan.
1.
Memberikan penjelasan terhadap pasien dan
keluarganya mengenai penyakit dan cara perawatannya, untuk
pasien yang pulang sembuh atau terpaksa harus dirujuk ke
instansi lain.
2.
Memberikan penjelasan secara khusus
kepada keluarga pasien tentang kondisi pasien jika keadaannya
secara medik tidak dapat ditangani.
1. Dokter (Unit Pelayanan Medik RSAB)
1. Memberi penjelasan kepada pasien rawat jalan yang akan
dirawat inap dan atau keluarganya mengapa perlu rawat
inap.
2. Memberikan surat perintah mondok/rawat inap
3. Buat rencana rinci dan lengkap upaya mencari diagnosis dan
terapi serta jika dipandang perlu konsul kepada dokter
spesialis lain.
4. Mencatat diagnosis dan rencana terapi dilembar status.
5. Memberikan instruksi untuk penanganan pertama sebelum
pasien dirawat inap
2. Dokter Rawat Inap (dr. Spesialis)
1. Melakukan anamnesis pada pasien dan atau keluarganya dan
dicatat pada lembar status.
2. Membuat rencana yang rinci dan lengkap upaya mencari
diagnosis dari pasien rawat inap pada hari pertama.
3. Membuat rencana terapi yang sesuai dengan rencana upaya

mencari diagnosis.
Mencatat rencana upaya mencari diagnosis, rencana terapi
dan konsul pada lembar status.
5. Visite setiap hari guna mengecek pelaksanaan rencana yang
sudah dibuat dan untuk mendapatkan data hasil dari rencana
upaya mencari diagnosis dan terapi yang telah dilakukan
serta bila dipandang perlu mengadakan penyesuaian
terhadap rencana upaya mencari diagnosis dan terapi yang
telah disusun.
6. Jika dalam pengamatan selanjutnya belum ada perubahan,
ubah rencana upaya penanganan pasien.
7.
Mencari diagnosis dan terapi dan lakukan konsul kepada
dokter spesialis lain sesuai dengan bidangnya, jika perlu
lakukan rawat bersama.
8. Jika dokter berhalangan hadir melakukan visite harus
memberitahu dan visite akan dilakukan oleh dokter
pengganti yang ditunjuk, atau dari ruangan.
9. Hasil visite, upaya mencari diagnosis dan terapi serta konsul
dicatat dalam lembar status.
10. Memberikan jawaban kepada dokter pengirim atau dokter
yang merujuk pada saat pasien dinyatakan boleh pulang, dan
beri surat keterangan mengenai keadaan pasien ketika
pulang.
11. Buat resume kondisi pasien pada lembar status pada saat
pasien pulang.
4.

STANDAR PELAYANAN MEDIS


PROSEDUR PELAYANAN PASIEN TANGGUNGAN
PERUSAHAAN

PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

TUJUAN
LANGKAH-LANGKAH

Tanggal ditetapkan

Direktur Rumah Sakit Umum


Amalia Bontang

dr.Yuniarti Arbain
Yang dimaksud sebagai tanggungan perusahaan adalah pasien yang
ditanggung oleh perusahaan yang telah mengadakan kerja sama
dengan RS Amalia Bontang.
Sesuai dengan surat perjanjian dengan RS Amalia Bontang dan
perusahaan yang berhubungan, mengatur tata cara pelayanan
pasien sesuai dengan perjanjian (nama-nama perusahaan terlampir
1.
Pasien mendaftar ke loket bagian pendaftaran
pasien tanggungan perusahaan
2.
Pasien menunjukkan lembar berobat/lembar
SPK/lembar Askes/Surat pengantar dari Askes-JPK, atau surat
lembar pengantar dari perusahaannya.
3.
Pasien akan menerima lembaran pendaftaran
nomor urut panggilan di poliklinik.
4.
Pasien diminta menunggu diruang tunggu
poliklinik yang telah diberikan
5.
Obat yang diberikan dokter sesuai dengan daftar
obat yang telah ditentukan.
6.
Setiap berobat ditentukan untuk membawa surat
pengatar/lembar dari perusahaan
7.
Pelayanan kesehatan diluar/tidak sesuai dengan
perjanjian kunjungan dokter RS Amalia Bontang dan perusahaan
tersebut menjadi tanggung jawab pasien.

STANDAR PELAYANAN MEDIS


PROSEDUR
PERSIAPAN PENDERITA OPERASI
Tanggal ditetapkan

PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

TUJUAN

LANGKAH-LANGKAH

Direktur Rumah Sakit Umum


Amalia Bontang

dr.Yuniarti Arbain
Persiapan penderita operasi adalah suatu upaya yang dilakukan
oleh pihak pelayanan di RS yang berkenaan dengan persiapan
operasi agar tercipta pola pelayanan yang baik.
Untuk menyiapkan mental/fisik penderita, sebelum, selama dan
sesudah anesthesi sehingga operasi dapat berlangsung dengan
lancar.
1. Memberitahu penderita/ keluarganya tentang rencana operasi
yang akan dilakukan dan resiko - resikonya.
2. Menyiapkan surat persetujuan
3. Menandatangani surat persetujuan operasi dari penderita dan
keluarga penderita.
4. Menentukan hari operasi.
5. Mendaftarkan operasi di kamar operasi.
6. Bila memerlukan darah, membuat pemeriksaan ke Laboratorium
memberitahu keluarga untuk mengusahakan darah .
7. Menyiapkan pemeriksaan fisik : EKG minimal sehari
sebelumnya, RO foto.
8. Menyertakan catatan medik
9. Pada hari yang ditentukan mempersiapkan mental dan fisik
pasien.
10.Menyiapkan daerah operasi : mencukur rambut membersihkan
daerah yang akan dioperasi.
11.Mengantar status pasien ke kamar operasi.
12.Melaksanakan pencatatan, menentukan urutan OP.
13.Memberikan premidikasi 30 menit sebelum OP/ sesuai medis
dokter anesthesia
14.Memberi infus dll.
15.Mengantar pasien ke kamar operasi.
16.Menjemput pasien dari ruang sadar (RR)
17.Melaksanakan instruksi / program therapi / dokter.

STANDAR PELAYANAN MEDIS


PROSEDUR
ANESTHESI

PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

TUJUAN
LANGKAH-LANGKAH

Tanggal ditetapkan

Direktur Rumah Sakit Umum


Amalia Bontang

dr.Yuniarti Arbain
Prosedur Anestesi adalah suatu upaya yang dilakukan sebelum,
sewaktu dan sesudah tindakan anestesi terhadap pasien dan perawatperawat yang diperlukan.
Membuat kenyamanan bagi penderita maupun operator selama
operasi berlangsung sesuai trias anesthesi.

1. Pra Anesthesi
a. Mempersiapkan mental dan fisik penderita secara optimal dengan
melakukan anamnesa, pemeriksaan fisik, laboratorium, dan
pemeriksaan lain. Kemudian pemeriksaan konsul ke dokter
spesialis lain bagi yang berindikasi.
b.Merencanakan dan memilih teknik serta obat-obatan anasthesi
yang sesuai dengan keadaan fisik dan kehendak penderita, dengan
demikian komplikasi yang mungkin terjadi dapat ditekan
seminimal mungkin.
c. Menentukan klasifikasi yang sesuai dengan hasil pemeriksaan fisik
dengan memakai klasifikasi ASA sebagai gambaran prognosis.
2. Pelaksanaan Anesthesia dan Durante
a. Persiapan alat dan obat yang dibutuhkan
b. Serah terima penderita dikamar persiapan
c. Pemeriksaan ulang
d. Pemberian obat premedikasi + 1 jam persiapan
e. Memindahkan penderita ke meja operasi
f. Memasang monitoring
g. Pemberian obat
h. Pemasangan intubasi
i. Maintenance anasthesi (mengetahui kedalam anesthesi)
j. Menghentikan anesthesi dengan mematikan agent kecuali
oxsigeniasi.
k. Extubasi
k.1. Pemberian obat antagonis pelumpuh otot.

k.2. Pengangkatan E.T.T


3. Pengembangan / pengawasan penderita ke Ruang Perawatan

STANDAR PELAYANAN MEDIS


PROSEDUR PERMINTAAN REKAM ELEXTRO

KARDIOGRAFI (EKG) DIRAWAT JALAN


Tanggal ditetapkan

PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

TUJUAN
LANGKAH-LANGKAH

Direktur Rumah Sakit Umum


Amalia Bontang

dr.Yuniarti Arbain
Rekam Elektro kardiografi dibuat dalam pemenuhan permintaan
dokter untuk diagnosis penyakit dan melengkapi catatan perjalanan
penyakit dari penderita.
Merekam keadaan kelainan pada organ jantung dalam menegakkan
diagnosis jantung
1.
2.
3.
4.
5.

Pasien menerima blangko tindakan dari dokter


Asisten dokter melengkapi blangko tindakan tersebut.
Pasien membawa blangko tindakan ke loket transaksi
Petugas melaksanakan tindakan Rekam EKG
Hasil Rekam EKG di bawakan kepada pasien untuk diserahkan
kepada dokter pengirim.

STANDAR PELAYANAN MEDIS


PROSEDUR
KONSULTASI MEDIS

PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

TUJUAN

LANGKAH-LANGKAH

Tanggal ditetapkan

Direktur Rumah Sakit Umum


Amalia Bontang

dr.Yuniarti Arbain
Konsultasi medis adalah suatu upaya untuk mendapatkan diagnosis
yang tepat dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi/masalah
yang dihadapi pasien dari dokter (tenaga medis yang lebih ahli).
Konsultasi meliputi:
1. Konsultasi medis dapat dilakukan secara horizontal ataupun
vertikal antar petugas medis di RSAB (bidan, dokter umum,
psikolog, dokter spesialis)
2. Konsultasi medis dapat juga berupa:
a. Konsul terapi yaitu kepada dokter spesialis/dokter gigi
dimana pasien dirawat oleh yang mengkonsultasikan.
b. Konsul untuk rawat bersama yaitu konsultasi kepada
dokter spesialis/dokter gigi, dimana pasien dirawat
bersama
c. Konsul untuk alih perawatan yaitu konsultasi kepada
dokter spesialis untuk alih perawatan.
Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang profesioanal kepada
pasien yang berobat di RS Pupuk Kaltim baik rawat jalan maupun
rawat inap
1. Dalam melaksanakan harus ditulis:
a. Konsultasi ditujukan kepada siapa (nama spesialisnya).
b. Data-data pasien yang dikonsultasikan dan meliputi
anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang yang
telah dilakukan (kalau ada), diagnosis dan terapi yang telah
diberikan.
2. Konsultasi apa yang diminta disebutkan secara jelas.
3. Konsultan memberikan jawaban konsultasi sesuai apa yang
telah didapatkan setelah dilakukan pemeriksaan, beserta

anjuran pemeriksaan penunjang, terapi atau konsultasi pada


dokter spesialis lain.
4. Setiap konsultasi yang diminta dan jawaban konsultasi harus
ditandatangani oleh dokter/dokter gigi yang bersangkutan
dengan menuliskan nama terang dibawah tandatangan.
5. Apabila :
a. Pasien dirawat oleh yang mengkonsultasikan maka
konsultan hanya menjawab hasil konsultasinya.
b. Pasien diminta dirawat bersama maka terapi dilaksanakan
bersama pula.
c. Pasien selanjutnya dialihkan/diserahkan perawatannya ke
Konsultan, maka terapi selanjutnya oleh konsultan yang
bersangkutan

STANDAR PELAYANAN MEDIS

PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

PROSEDUR TUGAS DOKTER JAGA UGD


Tanggal ditetapkan
Direktur Rumah Sakit Umum
Amalia Bontang

dr.Yuniarti Arbain
Dokter jaga UGD adalah dokter umum yang bertugas di UGD
Rumah Sakit Amalia Bontang meliputi dokter RS Amalia Bontang
dan dokter kontrak dari luar RS Amalia Bontang.

TUJUAN

Agar pasien mendapatkan pelayanan diluar jam kerja/hari libur.

LANGKAH-LANGKAH

1. Jam kerja dibagi menjadi 3 shift :


a. Shift Pagi (SP) Jam 07.00 s/d 15.00
b. Shift Sore (SS) Jam 15.00 s/d 22.00
c. Shift Malam (SM ) Jam 22.00 s/d 07.00

2. Bila membuat catatan medik pada file pasien, dicantumkan


lengkap tanggal, bulan dan tahun serta jam baik mengenai
intruksi dokter spesialis dan pelaksanaan instruksi maupun
tindakan lain yang dilakukan disertai dengan nama jelas dan
tanda tangan.
3. Menulis hasil pemeriksaan pada lembar status rawat bagi
pasien yang akan dirawat.

4. Sarana komunikasi dengan dokter spesialis


yang dapat digunakan selama bertugas
sebagai dokter jaga UGD
a. Telepon
b. Ambulans
5. Semua hal lain yang tidak tercantum diatas,
akan tetapi dapat dipertanggungjawabkan
sesuai profesi sebagai dokter yang terkait
pada sumpah jabatan.

STANDAR PELAYANAN MEDIS

PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

PROSEDUR KONSULTASI DOKTER JAGA UGD


Tanggal ditetapkan
Direktur Rumah Sakit Umum
Amalia Bontang

dr.Yuniarti Arbain
Konsultasi dokter jaga UGD adalah upaya untuk mendapatkan
diagnosis dan penanganan pasien yang lebih tepat sesuai dengan
kondisi yang dihadapi pasien dari dokter / tenaga medis yang lebih
ahli.

TUJUAN

Agar pasien mendapat pelayanan sesuai dengan masalah medis


yang dihadapinya

LANGKAH-LANGKAH

Bila dokter jaga memerlukan konsultasi kepada dokter spesialis,


maka :
1. Konsultasi dilakukan secara tertulis.
2. Cantumkan dengan jelas maksud konsultasi :
a. Mohon pendapat (yang dikonsultasikan hanya
berhak menjawab pendapatnya)
b. Rawat bersama bila ada tindakan dari pihak
dikonsultasikan,
penanganan
selanjutnya
memerlukan penanganan bersama.
c. Penanganan lebih lanjut oleh dokter yang
mengkonsultasikan.
Konsultasi Pada Jam Kerja :
1. Dokter jaga atau perawat jaga UGD menghubungi
dokter spesialis melalui telepon di poliklinik /tempat
tugasnya.
2. Bila dokter spesialis tidak ada di tempat, dapat
dilakukan dengan cara paging ke seluruh area
rumahsakit.
3. Selanjutnya bila sudah terjadi hubungan dokter jaga
melaporan ke dokter sesuai standar konsultasi.
4. Apabila dokter jaga UGD dokter spesialis dan pasien
yang diperiksa memerlukan penanganan spesialis dan
dokter yang bersangkutan, maka untuk kelancaran
administratif tetap harus menulis konsultasi apda status

rekam medis pasien.


Konsultasi Di Luar Jam Kerja :
1. Dokter jaga atau perawat jaga menghubungi dokter
spesialis melalui telepon.
2. Bila spesialis susah dihubungi melalui alat komunikasi
yang ada, maka spesialis dihubungi ke tempat tinggalnya
oleh petugas UGD (driver, perawat) dengan membawa
status pasien, surat konsulatasi dan kelengkapan lain yang
berhubungan dengan penegakan diagnosa, bila dokter
menjawab ditempat tinggalnya, tulis pada status pasien.
3. Bila dokter spesialis dapat dihubungi / ditemui, maka yang
bersangkutan segera dapat memberikan advis / terapi yang
diperlukan atau dokter spesialis segera ke UGD untuk
melihat dan menangani pasien.
4. Bila dokter spesialis tidak dapat ditemui, maka masalahnya
diberitahukan oleh kapala shift kepada direktur medis
untuk langkah selanjutnya.

STANDAR PELAYANAN MEDIS


PROSEDUR PENERIMAAN RUJUKAN
PASIEN

PROSEDUR TETAP

Tanggal ditetapkan

Direktur Rumah Sakit Umum


Amalia Bontang

dr.Yuniarti Arbain
PENGERTIAN

Prosedur Penerimaan Pasien rujukan adalah suatu prosedur


yang mengatur penerimaan pasien dari luar RS ke RS Amalia
Bontang.

TUJUAN

Menerangkan langkah, pelayanan pasien yang dirujuk ke RS


Amalia Bontang

LANGKAH-LANGKAH

1. Pasien datang membawa surat rujukan dari sarana kesehatan


yang mengirim
2. Pasien datang pada pagi hari, bila keadaan tidak darurat ke
tempat pendaftaran untuk diarahkan ke bagian spesialis yang
terkait, bila keadaan gawat ditangani di UGD setiap saat.
3. Pasien yang memerlukan perawatan dari Poliklinik maupun
UGD langsung dikirim untuk dirawat inap sampai sembuh, atau
dikembalikan ke pengirim dengan memberi surat balasan untuk
ditindak lanjuti, selanjutnya bila pasien meninggal diberikan
surat balasan kepada dokter pengirim dengan surat keterangan
kematian.
4. Untuk pasien berobat jalan, setelah mendapatkan penanganan
dirumah sakit dan tidak memerlukan rawat inap pasien
dikembalikan ke Puskesmas pingirim. Untuk selanjutnya pasien
dianjurkan untuk kontrol sesuai dengan anjuran dokter yang
merawat dengan memenuhi prosedur yang ada.

STANDAR PELAYANAN MEDIS


PROSEDUR PASIEN DIRUJUK
Tanggal ditetapkan

PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

TUJUAN
LANGKAH-LANGKAH

Direktur Rumah Sakit Umum


Amalia Bontang

dr.Yuniarti Arbain
Pasien yang tidak bisa ditangani di RS Amalia Bontang karena
ketidaklengkapan alat, sarana atau keadaan pasien yang
memerlukan penanganan keahlian tertentu, atau karena
perkembangan sesuatu hal yang mendesak.
Menerangkan langkah-langkah pelayanan pasien yang akan dirujuk
ke rumah sakit lain.
1.

2.

3.

4.

Dokter yang bertanggung jawab


dapat menunjuk pasien ke rumah sakit lain atas dasar:
a. Atas permintaan pasien atau keluarga pasien
b. Atas permintaan penanggung jawab
c. Atas permintaan instansi yang berwenang
d. Pasien menderita penyakit yang tidak bisa ditangani di
Rumah Sakit Amalia Bontang
e. Setelah dibahas didalam rapat bidang yang terkait dan atau
atas persetujuan pimpinan rumah sakit.
Dokter yang bertanggung jawab membuat surat rujukan yang
dilengkapi dengan data medis/penunjang medik/data lain yang
dianggap perlu untuk memudahkan perawatan pasien tersebut
di rumah sakit rujukan.
Pasien dirujuk bila dalam keadaan Transportable dengan
didampingi perawat dan bila diperlukan pasien akan
didampingi oleh dokter terlatih, baik itu dokter umum ataupun
dokter spesialis.
Arsip surat rujukan dimasukkan kedalam rekam medis pasien.

STANDAR PELAYANAN MEDIS


PROSEDUR
RAWAT BERSAMA (MULTI DISIPLIN)
Tanggal ditetapkan

PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

TUJUAN
LANGKAH-LANGKAH

Direktur Rumah Sakit Umum


Amalia Bontang

dr.Yuniarti Arbain
Rawat bersama adalah apabila seorang pasien oleh karena
penyakitnya memerlukan perawatan multi disipliner dari 2 atau
lebih dokter spesialis
Menerangkan langkah-langkah dalam pelaksanaan rawat bersama
pasien di unit pelayanan medik RSAB.
1. Dokter pemegang pasien pertama kali, apabila menganggap
perlu, menuliskan formulir konsultasi penderita dengan
keterangan rawat bersama.
2. Dokter yang merawat bersama pasien harus bisa saling
bekerjasama
3. Dalam pemberian terapi dokter yang merawat harus
berkoordinasi dengan dokter penanggung jawab.
4. Penanggung jawab dalam perawatan multi disipliner adalah
dokter spesialis yang sesuai dengan penyakit pokok/utama dari
pasien, atau ditentukan oleh Direktur Medis
5. Apabila ada keputusan yang harus diambil yang melibatkan
disiplin ilmu lain, maka permasalahan tersebut dibawa ke
Morning Meeting untuk diambil solusi terbaik.

STANDAR PELAYANAN MEDIS


PROSEDUR INFORMED CONSENT
Tanggal ditetapkan

PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

TUJUAN

dr.Yuniarti Arbain
Setiap dokter yang akan melakukan tindakan medik invasif dan
berisiko tinggi harus melaksanakan prosedur penjelasan alasan
tindakan medik.
Memberikan penjelasan tentang tindakan medik yang akan
dilakukan kepada pasien/keluarga yang bertanggung jawab dengan
bahasa yang mudah dipaham, yang meliputi 5 (lima) hal:
1.
2.
3.
4.

LANGKAH-LANGKAH

Direktur Rumah Sakit Umum


Amalia Bontang

5.
1.

2.
3.

4.
a.
b.
c.
d.

Tujuan tindakan medik yang akan dilakukan


Tata cara tindakan medik yang akan dilakukan
Resiko yang akan dihadapi dan kemudian perluasan
tindakan/operasi
Alternatif tindakan kedokteran lain dan resiko masing-masing
tindakan tersebut.
Prognosis penyakit bila tindakan dilakukan/tidak dilakukan.
Mendapatkan persetujuan tertulis, surat persetujuan tindakan
medik (informed consent) yang ditandatangani oleh
pasien/orang tua/wali/keluarga terdekat, dokter yang
bersangkutan dan dua orang saksi.
Surat Persetujuan tindakan medik tersebut dimasukkan dalam
rekam medis pasien
Bila pasien tidak sadar/pingsan, serta tidak didampingi keluarga
dan secara medik dalam keadaan gawat dan atau darurat
memerlukan tindakan medik segera untuk kepentingannya
maka tidak diperlukan persetujuan dari siapapun.
Yang berhak menerima penjelasan dan memberikan
persetujuan:
Pasien dewasa berumur lebih dari 21 tahun, atau telah menikah,
dalam keadaan sadar dan sehat mental.
Pasien dewasa yang menderita gangguan mental atau dalam
keadaan tidak sadar, maka persetujuan diberikan oleh keluarga
terdekat.
Pasien berumur kurang dari 21 tahun dan mempunyai orang
tua, persetujuan diberikan oleh orang tuanya.
Pasien umur 21 tahun dan tidak mempunyai orang tua atau wali

berhalangan, persetujuan diberikan oleh keluarga terdekat atau


induk semang.