Anda di halaman 1dari 4

SKENARIO KONSELING PRANIKAH

Pembagian pemeran :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

C. Pengantin (L)
C. Pengantin (P)
Konselor / Dokter
Bidan
Analis
Perawat
Gizi

= Rendra Pramudya A.
= Faradila Amalia
= Desi Suryani
= Hairun Puspa
= Kartika Nuraini
= Mukhamad Nursalim
= R.Rr. Ulvana Tara Sally A.

C. Pengantin (L) : Assalamu alaikum


Konselor

: walaikumsalam bu, silahkan masuk, ada yang bisa saya bantu ?

C. Pengantin (L) : kami pasangan yang akan menikah (menunjukkan surat pengantar dari
kelurahan)
Konselor

: Baik mas, perkenalkan nama Desi, Saya saat ini sedang bertugas di ruang
konseling. Boleh tau nama mas sama mbak siapa ( sambil melihat blangko
pemeriksaan)

C. Pengantin (P) : Nama saya, Faradila amalia,


C. Pengantin (L) : Nama saya Rendra
Konselor

: Baiklah kita mulai saja , salah satu tujuan pernikahan adalah ingin
mendapatkan keturunan yang sehat. oleh karena itu, sebelum pernikahan
pasangan harus melakukan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan
pranikah penting untuk mengetahui kondisi pasangan serta gambaran masa
depan pernikahan, terutama yang berkaitan dengan masalah kesehatan
reproduksi juga untuk memperoleh kesiapan mental karena masing-masing
mengetahui benar kondisi kesehatan calon pasangan hidupnya.

C. Pengantin (P) : Terus manfaatnya bagi saya bu .. ?


Konselor

: Manfaatnya ya untuk mengetahui apakah calon pengantin benar-benar


sudah siap menikah atau belum. Jika ternyata ditemukan masalah, sesegera
mungkin bisa dicari pemecahannya.

C. Pengantin (P) : Pemeriksaan yang dilakukan itu seperti apa bu.. ?

Konselor

: Pemeriksaannya itu berupa pemeriksaan laboratorium dan juga pemeriksaan


yang lain untuk mengetahui apakah ibu dan calon suami ibu itu keturunannya
tidak ada yang mengalami penyakit keturunan seperti kencing manis dan yang
lainnya. Kalo memang ada penyakit diantara ibu dan calon suami ibu bisa
dilakukan pengobatan dulu sebelum melangsungkan pernikahan dan
memperoleh keturunan.

C. Pengantin (P)
Konselor

: Kapan kita melakukan pemeriksaan itu bu.. ?


:

Idealnya pemeriksaan pranikah dilakukan enam bulan sebelum


dilangsungknnya pernikahan. Namun, ukuran ideal itu juga bersifat fleksibel,
tidak ada kepastian yang ketat. Artinya, tes kesehatan pranikah dapat
dilakukan kapan pun selama pernikahan belum berlangsung dan bila
pasangan merasa sudah siap. kita lakukan sekarang ya?

C. Pengantin (P) : iya bu


C. Pengantin (L) : saya diperiksa juga bu
Konselor

: iya, harus periksa juga agar sama-sama tahu kesehatannya. Nanti


pemeriksaan yang pertama adalah keadaan umum kesehatan dan yang kedua
pemeriksaan laboratorium meliputi golongan darah, hb dan HIV serta status
gizi. yang ketiga imunisasi bagi calon pengantin wanita. ada yang ditanyakan
mas mbak?

C. Pengantin(P/L) : tidak bu
Konselor

: kalau tidak ada yang di tanyakan saya akan mencoba menanyakan kembali
apa yang saya sampaikan barusan ya mas mba sekalian?

C. Pengantin(P/L) : ya bu
Konselor

: Apakah Manfaat dari pemeriksaan kesehatan calon pengantin?

C. Pengantin (P) : Manfaatnya yaitu untuk mengetahui apakah saya dan mas saya benar-benar
sudah siap menikah atau belum. Kalua ternyata ditemukan masalah, sesegera
mungkin bisa dicari pemecahannya
Konselor

: iya... betul tepat sekali... Silahkan mas dan mbak nya ke rekan saya untuk
penjelasan dan pemeriksaan nya

perawat A

: silahkan (kemudian perawat memeriksa TTV). selanjutnya kesana ya mas dan


mbak

petugas gizi

: mari (mengukur TB, BB dan lingkar lengan atas). berikutnya ke ruang KIA ya

C. Pengantin (P) : iya, makasih


Bidan

: selamat pagi

C. Pengantin (P) : pagi (menyerahkan lembar pemeriksaan)


Bidan

: mbak dan mas akan diperiksa hb, gol darah dan HIV. Apakah mbak dan mas
nya sdh mengetahui tentang HIV

C. Pengantin (L) : penyakit menular bu


C. Pengantin (P) : penyakit karena pergaulan bebas bu. susah disembuhkan
Bidan

: iya, HIV menular melalui darah, cairan tubuh pria dan wanita, dan ASI.
sampai saat ini, penyakit ini belum bisa disembuhkan. Apakah mbak dan mas
bersedia diperiksa?

C. Pengantin(P/L) : bersedia bu
Bidan

: sebelumnya tanda tangan persetujuan dulu ya (sambil menyerahkan inform


consent).

Bidan

: mbak di imunisasi dulu ya sebelum di periksa laboratorium

C. Pengantin (P) : iya bu, apa manfaat imunisasi buat saya bu?
Bidan

: Melindungi bayi yang baru lahir dari tetanus neonatorum dan melindungi ibu
terhadap kemungkinan tetanus saat terluka dalm proses persalinan.

C. Pengantin (P) : Bu untuk pelaksanaan imunisasi catin dilakukan berapa kali ?


Bidan

: Imunisasi dengan vaksin TT ini diberikan 5 kali untuk membentuk kekebalan


sempurna. Jarak waktu antara pemberian TT ke I dan TT ke II paling sedikit 4
minggu. Nanti akan saya berikan jadwal nya dan kartu imunisasi nya.

Bidan

: silahkan (menyuntik)

Bidan

: selanjutnya ke ruang laboratorium ya

Analis

: silahkan (melakukan pemeriksaan). mbak dan mas kembali ke ruang KIA ya

C. Pengantin(P/L) : iya makasih


Bidan

: hasil pemeriksaan nya bagus. HIV negatif. selanjutnya silahkan ke ruang poli
umum ya

Dokter

: hasil pemeriksaan semua bagus. mbak dan mas siap untuk menikah.

C. Pengantin(P/L) : terima kasih


Dokter

: Sama-sama.