Anda di halaman 1dari 18

PAKU SUPLIR - ADIANTUM

Tumbuhan suplir merupakan tumbuh-tumbuhan yang berkembang


biak dengan spora
Tumbuhan Suplir dimasukkan dalam golongan tumbuhan pakupakuan (Pteridophyta)
Tumbuhan ini masuk kedalam kelaompok Pterudophyta karena
sudah dapat dibedakan antara batang, daun, dan akar.
Pada umumnya hidup di atas tanah dengan cara bergerombol
dan mempunyai akar serabut yang ujung akarnya dilindungi kaliptra.
Kebanyakan hidup di tempat-tempat yang terlindung
(sahdefern).
Paku tanah atau suplir telah memiliki organ tubuh yang
sesungguhnya seperti akar, batang dan daun.

DAUN
Daun pada tumbuhan paku suplir beraneka ragam.

Berdasarkan fungsi daun pada tumbuhan paku suplir ini ada dua
macam jenis daun
1.
Daun tropophyl (daun untuk fotosintesis saja / Daun steril )
2.
Daun sporophyl (daun penghasil spora/ daun fertil ).

Berdasarkan ukurannya tumbuhan paku suplir ada dua macam


jenis daun
1.
Daun Makrophyl

2.
Daun Mikrophyl
Daun Makrophyl

Ukurannya lebih besar

Menyirip ganda sampai beberapa kali dengan urat-urat yang


bebas, rapat, dan pendek
Daun yang makrofil (berdaun besar) dengan posisi yang
berseling-seling serta daun yang menyerupai kipas.
Bentuk daunnya bulat telur (membulat), persegi panjang, delta,
jajar genjang, dan belah ketupat.
Susunan daun tumpang tindih ,bersirip tunggal, bersirip ganda,
ada juga susunan daunnya pada bagian bawah besar sedang pada
bagian ujungnya mengecil sehingga mirip ekor.
Tekstur daun biasanya lembut dan tipis, tetapi ada juga yang
keras dan kaku, dan umumnya berwarna hijau mengkilap.
Pada bagian daun terdapat tulang daun dan telah mempunyai
mesofil (daging daun).
Tangkai daun gundul sekitar 10-20 cm.

Anak daun penempatannya bersaing sepanjang poros sirip.

Daun memiliki mesofil (daging buah), jaringan bunga karang,


jaringan tiang dan jaringan daun.
AKAR

Akar dari tumbuhan ini merupakan rimpang tegak, yang akar


sejatinya semakin menaik atau memanjat.

Akar berupa rhizome beruas pendek yang muncul akar-akar


berupa serabut.

Pada ujung akar dilindungi oleh kaliptra atau tudung akar.

Di belakang kaliptra terdapat titik tumbuh berupa sebuah sel


yang berbentuk bidang empat, yang kearah luar membentuk sel-sel
kaliptra, sedangkan jika menuju kearah dalam membentuk sel-sel akar.
BATANG

Batang tanaman suplir hitam mengkilat berduri tegak atau semi


tegak dan dijumpai sisik-sisik yang lunak atau keras.

Batang bercabang-cabang dan berupa tongkat (rhizome) yang


terdapat banyak daun dengan tingginya sekitar 0,25-1,3 m.

Susunan anatomi batang terdiri dari epidermis, korteks dan stele.


Pada ujung batang terdapat jaringan meristematik yang membentuk
akar dan batang.
STRUKTUR BATANG
Dalam penampang melintang batang tampak bagian-bagian:
1.
Epidermis : terdapat jaringan penguat.
2.
Korteks : banyak mengandung ruang antar sel.
3.
Silinder pusat : terdiri atas xylem dan floem yang membentuk
berkas pengangkut yang konsentris.

SPORA

Spora terbentuk di dalam kotak spora atau sporangium sebagai


alat reproduksinya yang terkumpul dalam sorus.

Sorus yang bentuknya bermacam-macam dan dilindungi selaput


yang disebut insidium yang terletak pada tepi daun yang terlipat ke
bawah dan mempunyai annulus sebagai mekanisme pengeluaran
spora.

Sorus yang masih muda terlindung oleh selaput indusium.

Paku suplir mempunyai sorus bangun ginjal, jorong atau bangun


garis, terletak pada tepi daun yang terlipat ke bawah berfungsi sebagai
indisium.
METAGENESIS

Siklus hidup tanaman suplir dimulai dari tanaman yang sudah


dewasa yaitu ditandai dengan jatuhnya spora yang telah matang atau
melompat ke luar dari kotak spora.

Apabila spora tersebut jatuh di tempat yang cocok (tanah yang


subur), maka spora itu akan tumbuh menjadi suatu badan/lembaran
hijau yang disebut prothallium (prothallus).

Prothallus ini biasanya berklorofil, sehingga bisa berasimilasi.

Sedang untuk mengambil makanannya dari dalam tanah


prothallus ini akan menggunakan rhizoidnya.

Pada prothallus ini akan terbentuk gametangium yakni berupa


antheridia yang menghasilkan spermatozoid dan archogenium
menghasilkan sel telur.

Selanjutnya dengan perantaraan medium air yang ada disekitar


prothallus, spermatozoid akan bergerak menuju archogonium.

Pertemuan dua sel kelamin ini akan menghasilkan zigot.

Kemudian zigot ini akan terus berkembang membelah diri dan


akhirnya terbentuklah sporophit muda.

Sporophit muda inilah yang akan tumbuh terus menjadi


tumbuhan paku yang kemudian akan menghasilkan spora kembali.
KLASIFIKASI

Kingdom : Plantae

Divisio : Pterodophyta

Classis : Filicinae

Ordo : Polypodiales

Familia : Polypodiceae

Genus : Adiantum

Spesies : Adiantum cuneatum


BERIKUT DISERTAKAN KARAKTER TUMBUHAN PAKU

Penyertaan ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa suplir benar benar


tumbuhan paku hehe
Tumbuhan paku (atau paku-pakuan, Pteridophyta atau
Filicophyta),
Tumbuhan paku adalah satu divisio tumbuhan yang telah
memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak
menghasilkan biji untuk reproduksinya.
Kelompok tumbuhan ini masih menggunakan spora sebagai
alat perbanyakangeneratifnya, sama seperti lumut dan fungi.
Tumbuhan paku (Pteridophyta) adalah divisi dari kingdom
Plantae yang anggotanya memiliki akar, batang, dan daun sejati, serta
memiliki pembuluh pengangkut.
Tumbuhan paku sering disebut juga dengan kormofita berspora
karena berkaitan dengan adanya akar, batang, daun sejati, serta
bereproduksi aseksual dengan spora.

Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk


fase sporofit.karena menghasilkan spora
Tumbuhan paku juga disebut sebagai tumbuhan berpembuluh
(Tracheophyta) karena memiliki pembuluh pengangkut yaitu xilem dan
floem.
Xilem adalah pembuluh pengangkut senyawa anorganik berupa
air dan mineral dari akar ke seluruh bagian tumbuhan.
Floem adalah pembuluh pengangkut nutrien organik hasil
fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
Jadi Tumbuhan paku juga disebut sebagai tumbuhan
berpembuluh (Tracheophyta) karena memiliki pembuluh pengangkut.
Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia, kecuali daerah
bersalju abadi dan daerah kering (gurun).
Total spesies yang diketahui hampir 10.000 (diperkirakan 3000 di
antaranya tumbuh di Indonesia), sebagian besar tumbuh di daerah
tropika basah yang lembab.
Tumbuhan ini cenderung tidak tahan dengan kondisi air yang
terbatas, mungkin mengikuti perilaku moyangnya di zaman Karbon,
yang juga dikenal sebagai masa keemasan tumbuhan paku karena
merajai hutan-hutan di bumi.
Serasah hutan tumbuhan pada zaman ini yang memfosil
sekarang ditambang orang sebagai batu bara.
Salah satu anggota dari Pteridophyta ialah

1.
Classis Lycopodiinae ( paku kawat atau paku rambat ).
Merupakan tumbuhan liar di pinggir-pinggir jalan, semak belukar atau
di hutan-hutan,sering memanjat di pohon. Tumbuh dari dataran
rendah sampai pegunungan dari ketinggian 100 m sampai 2.000 m di
atas permukaan
2.
Classis : Filicinae yang kita bahas ini OK
Manfaat apa yang bisa diambil dari tanaman paku ?
Sebagai tanaman hiasan :

Platycerium nidus (paku tanduk rusa)

Asplenium nidus (paku sarang burung)

Adiantum cuneatum (suplir)

Selaginella wildenowii (paku rane)


Sebagai bahan penghasil obat-obatan :

Asipidium filix-mas

Lycopodium clavatum

Sebagai sayuran :

Marsilea crenata (semanggi)

Salvinia natans (paku sampan = kiambang)

Sebagai pupuk hijau :

Azolla pinnata bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang


biru)
Sebagai pelindungan tanaman di persemaian :

Gleichenia linearis

Sebagai sumber bahan baku pembentukan batu bara :


Tumbuhan paku yang sudah mati pada zaman purba.

Perbanyakan

Adiantum

Suplir dapat dikembangbiakkan secara vegetatif dan generatif. Memperbanyak suplir dengan cara
menumbuhkan spora cukup rumit dan memerlukan waktu yang cukup lama. Perbanyakan secara
generatif memerlukan waktu sekitar 6 12 bulan untuk mendapatkan bibit siap tanam di dalam pot.
Pembiakan suplir yang paling sederhana adalah dengan cara vegetatif yakni memisahkan sebagian
rumpun dari induknya. Cara ini sangat mudah dilakukan oleh siapa saja. Perbanyakan ini yang paling
baKebutuhan

Suhu

dan

kelembapan

Adiantum membutuhkan suhu siang hari 60 68 derajat fahrenheit, malam hari 50 55 derajat
fahrenheit. Kelembapan 50% adalah ideal untuk semua jenis tanaman Adiantum. Oleh karena itu
kelembapan media tanam harus dipertahankan sepanjang waktu dengan cara melakukan penyiraman
pagi dan sore. Jika media menjadi kering, tanaman cepat layu.ik dilakukan pada awal musim penghujan
untuk menghSemua

tanaman hias memang akan tumbuh baik dan bagus


asalkan dalam menanam dan merawatnya kita bagus dan baik untuk itu
saya akan memberikan tips merawat tanaman suplir ini, silahkan simak
beberapa tips-tips merawat suplir :

1. Media Tanam. Media tanam yang terbaik untuk menanam suplir adalah

2.

3.

4.

5.

6.

dengan kondisi pH 6. Media tanam tanah yang harus kita sediakan


adalah campuran tanah humus dan tanah biasa dengan perbandingan
3 : 1.
Pencahayaan. Tidak berbeda dengan tanaman umum lainnya suplir
adalah tanaman yang membutuhkan sinar matahari yang cukup, tetapi
tidak langsung menyorot pada tumbuhan ini.
Pengembangbiakan. Aapa bila telah mengalami perkembang biakan
bongkar atau keluarkan suplir dari pot. Tujuan pembongkaran adalah
untuk pengembangbiakan supaya suplir dapat menjalar lebih panjang
menciptakan indukan-indukan tanaman baru. Selain itu, hal ini
dilakukan untuk membuat indukan suplir menjadi baik dan sehat.
Penyiraman. Jangan lakukan penyiraman terlalu berlebihan karena
karakter suplir bukan untuk media tanam yang terlalu lembab atauh
basah. Selain itu, tanah humus yang menjadi media tanam suplir
sudah cukup dingin. Jika terlalu dingin dan lembab lagi, itu akan
membuat akar suplir menjadi busuk.
Pemangkasan. Dalam melakukan pemangkasan harus dilakukan jika
terdapat daun-daun yang kering dan mati. Selain itu, daun yang mulai
terlihat kekuningan dan kehilangan zat hijaunya sebaiknya dibuang
terlebih dahulu sebelum penyakit daun ini merambat dan menyebar ke
daun-daun lain yang masih baik dan sehat.
Basmi hama. Pada tumbuhan suplir, hama juga bisa menjadi hal yang
dapat
merusak
keindahannya.
Salah
satu
cara
untuk

mengantisipasinya adalah dengan penyemprotan anti hama seperti


insektisida untuk serangga dan fungisida untuk jamur.

Kiat Merawat Suplir


Suplir adalah tumbuhan paku populer untuk dijadikan tanaman penghias ruang. Suplir
berasal dari marga Adiantum. Perbanyakdiri pada suplir dengan spora yang terletak
pada bagian tepi sisi bawah daun yang sudah dewasa. Penampilan yang khas yang ada
pada suplir menjadikan tanaman ini menjadi penghias berbagai sudut ruangan. Agar
suplir semakin indah sesuai dengan ciri khasnya tersebut, perawatan terhadap suplir ini
harus benar-benar diperhatikan.

Banyak penggemar suplir yang masih penasaran dengan suplir besar. Berbagai usaha dilakukan
untuk membesarkan suplir tetapi sia-sia. Padahal, suplir besar sangat digemari karena kelihatan
lebih cantik dan memberi kesan teduh. Hal utama yang perlu diketahui ialah jenis-jenis suplir yang
dapat dibesarkan. Disamping itu harus pula diperhatikan syarat tumbuh, media tanam dan pot serta
pemeliharaannya. Berikut ini adalah keterangan lebih jauh mengenai hal tersebut.

A. Jenis Suplir yang dapat dibesarkan


Tidak semua suplir dapat tumbuh besar sesuai dengan keinginan kita. Ada beberapa jenis suplir
besar yang memang dapat dibesarkan. Antara lain : A. cv. kedondong, A. macrophyllum cv.
variegata, A. polyphyllym cv. asam coklat, A. peruvianum "Silver Dollar Fern". A.
peruvianum cv. besi, A. tenerum cv. Victoria Elegans, A. tenerum cv. Pauwen Staart
(Pastar II), A. Trapeziforme cv. Amamita.
Jika dimasukan dalam penggolongan suplir maka jenis suplir tersebut diatas tergolong yang
berukuran " L". Ukuran suplir ini didasarkan pada panjang daun. Ukuran S ialah yang panjang
daunnya kurang dari 30 cm, M yang panjang daunnya antara 30 - 90 cm, dan L yang panjang
daunnya lebih dari 90 cm. Dalam hal ini tidak dibedakan yang berbatang tegak dan yang
melengkung ke bawah.

B. Syarat Tumbuh Suplir


Bericara soal syarat tumbuh yang ideal untuk suplir akan terlalu rumit sebab semuanya tidak mutlak
harus begini dan begitu. Tiga hal penting yang harus diperhatikan ialah;
1. Kelembaban

Secara alamai, suplir dapat ditemui di bangunan-bangunan tua, sekitar sumber air, parit-parit hutan,
daerah perkebunan teh dan sayuran, atau tempat-tempat lain yang cukup sejuk. Dengan demikian
suplir menyukai tempat yang lembab walaupun tidak berlebihan. Kadar kelembaban tempat suplir
tumbuh dengan baik adalah sekitaar 50 -80 %.
2. Sinar Matahari
Suplir dapat dibagi menjadi dua golongan menurut kebutuhan sinar matahari yang diterimanya.
Pertama, suplir berdaun kecil, yaitu A. raddianum dan kultivarnya, biasanya membutuhkan sinar
matahari antar 3 samapai 4 jam dan yang terbaik ialah matahari pagi antara pukul 7 sampai pukul
10

pagi.

Golongan

kedua

adalah

suplir

berdaun

besar,

yaitu A. tenerum dan kultivarnya, membutuhkan sinar matahari yang lebih sedikit, sekitar 1-2 jam
sehari.
Jika kekurangan sinar matahari, warna daunnya menjadi kusam , tangkainya memanjang, dan
daunnya tidak rimbun. Ini dapat terjadi jika suplir ditempatkan di teras yang sama sekali tidak
terkena sinar matahari langsung. Sebaliknya, jika jika diletakan di bawah sinar matahari langsung,
daunnya akan terbakar dan layu, terutama pada jenis yang bertekstur daun lembut seperti "postar"
Suplir yang akan ditempatkan terus menerus di dalam ruangan sebaiknya diangin-anginkan di luar
ruangan beberapa menit setiap harinya, untuk menerima sinar matahari. Tetapi jika suplir anda
berada pada tempat yang sinar mataharinya cukup, sebaiknya tidak perlu dipindah lagi. Suhu
normal untuk suplir berkisar antara 10-25 derajat celasius.
3. Angin
Suplir senang dengan angin yang berhembus lembut, suasana ini biasanya terjadi di teras rumah
dan samping rumah. Maka alangkah baiknya jika suplir diletakan dalam area ini. Angin tersebut
berfungsi melatih batang-batangnya menerima dan menahan angin sehingga batang-batang
tersebut menjadi kuat. Sebaliknya, bila tak ada angin, batang-batang tersebut cenderung melemah
dan mudah patah. Namun jangan lupa, angin juga selalau tidak menguntungkan. Angin yang
kencang dapat mematahkan batang-batang suplir yang kuat. Itulah sebabnya anda jangan menaruh
suplir ditempat yang lalu lintas anginnya kencang, seperti di depan pintu atau tempat lain yang
terbuka.

C. Media Tanam
Sekarang, tidak sulit mencari media tanam suplir karena berbagai merek dagang dapat kita temui.
Tetapi nyatanya tidak semua media suplir yang dijual baik untuk suplir. Dalam hal ini anda harus teliti
sebelum membeli.
1. Susunan Media Tanam Suplir yang Baik

Syarat utama ialah yang selalu porous dan banyak mengandung humus, dengan derajat keasaman
(pH 6,5-7). Jika media tanamnya tidak banyak mengandung humus akan cenderung mudah
memadat sehingga menyulitkan drainase. Akibatnya, pertumbuhan akar dan tanaman secara
keseluruhan akan terganggu.
Hal penting yang juga harus diperhatikan ialah bahan pembuat media tanam suplir itu sendiri. Bahan
yang baik berupa: pupuk kandnag, humus pakis-pakisan, humus kacang-kacangan, humus bambu,
kapaur dolomite, tepung tulang, tepung darah, tepung ikan, dan Furadan. Perbandingan campuran
bahan itu ialah, pupuk kandang dua bagian, humus enam bagian, kapur dolomite satu bagian,
tepung atau sekam padi satu bagian, ditambah insektisida dan fungisida secukupnya. Ciri yang baik
ialah, jika pencampurannya tersebut digenggam terasa empuk seperti busa dan bila dilepas dari
genggaman akan mengembang kembali.
2. penggantian Media Tanam Tanaman Suplir
Kapan penggantian media tanam dilakukan, tidak dapat ditentukan dari perhitungan waktu saja,
misalkan sekian minggu, atau sekian bulan. Paling baik penggantian dilakukan saat media tanam
sudah menunjukan gejala memadat. Ini dapat diketahui dengan cara memasukan jari ke dalam
media tanam. Jika sulit jari masuk ke media tanam, itu berarti media tanam sudah memadat. Dan ini
tandanya media harus diganti atau diremajakan kembali.
Mengganti media tanam berarti juga mengganti pot baru sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Jika
suplir sudah tumbuh lebih besar tentu akarnya juga semakin banyak sehingga tanaman
membutuhkan ruang atau tempat tumbuh yang lebih luas agar perkembangan tanaman tidak
terganggu. Untuk mengatasinya, penggantian pot dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan
pertumbuhan suplir.
Suplir yang tingginya antara 10-17 cm membutuhkan pot ukuran 10 (diameter 10 cm), sedang suplir
yang tingginya 17-30 cm perlu pot ukuran 12 ( diameter 12 cm), dan seterusnya.
Mengganti pot juga mengganti media tanam. Nah, jika anda ingin mengganti media taman suplir,
berikut ini kami sajikan langkah -langkah yang harus dilakukan.
a. Siramlah terlebih dahulu tanaman yang akan dibongkar agar media tanam cukup basah sehingga
mudah dikeluarkan dari pot.
b. Kemudian, pot dibalik sambil memegang tanaman suplir agar media tanamnya tidak berantakan
dan akar suplir tidak rusak. Lalu, masih dalam posisi pot terbalik, tanaman di cabut pelan-pelan.
c. ambil pot baru yang telah disiapkan sebelumnya dan isi dengan media tanam baru, kira-kira
setengahnya. Jangan lupa bagian paling bawah dari pot baru itu diberi sisa humus kasar atau kerikil
kecil agar media tanamnya tidak longsor terkena siraman air.

d. Suplir yang sudah dicabut tadi dimasukan ke pot baru dengan mangatur kedudukan batang dan
akarnya. Kemudian masukan lagi media tanam yang baru sampai tiga perempat ukuran pot. Media
tanam boleh ditekan-tekan agak padat agar kedudukan batangnya lebih kuat dan akarnya tidak
gampang goyah. Tanaman baru, perlu ditopang dengan sebilah kayu karena akarnya belum
berpegang erat pada media tanamnya.
e. Setelah itu tanaman langsung disiram sehingga media tanam baru tidak kering. Kelembabannya
terus dijaga dengan jalan disiram setiap hari. Jika udara panas sekali, penyiraman boleh dilakukan
dua kali sehari.
Memelihara suplir tidak segampang membelinya di pedagang tanaman hias karena
dibutuhkan kesabaran dan kecermatan dari si pemelihara. Beberapa hal penting yang
harus diperhatikan ialah:

1. Penyiraman
Syarat utama menyiram suplir ialah air harus bersih. Boleh air ledeng namun jangan sampai yang
banyak mengandung kaporit. Air yang terbaik untuk suplir tentunya air sumur. Air siraman ini
memiliki peranan penting untuk menjaga kelembaban tanah. Kalau rumah kita berada di daerah
pegunungan sejuk, penyiraman dapat dilakukan sehari sekali saja dan waktu penyiraman antara
pukul 8-10 pagi atau pukul 5 sore hari. Sebaliknya jika pemukiman anda berada di daerah panas,
suplir disiram dua kali sehari. Suplir berukuran besar dianjurkan untuk disiram sebanyak tiga kali
sehari, namun perlu diperhatikan volume air dalam sekali penyiraman jangan terlalu banyak.
Cara menentukan jumlah air siraman ini ialah dengan coba-coba. Berikan sedikit pada pagi hari
kemudian kita amati lagi siang harinya. Jikalau lembaran daunnya tampak layu berarti kita harus
menambahkan air lagi. Porsi air siraman harus di perbesar jika cuaca sedang panas dan kering.
Tetapi jika sedang musim hujan, air siraman harus dikurangi, apalagi jika tanaman suplir yang
diletakan di teras dan kecipratan air hujan. Harus dijaga juga agar air siraman tidak kebanyakan
karena akarnya akan jadi busuk.
Menyiram suplir juga memiliki seni sendiri. Penyiraman boleh kita lakukan langsung ke arah daun
sehingga debbu-debu yang menempel pada daun juga ikut tercuci dan suplir nampak lebih segar
lagi. Setelah itu jangan lupa dahannya kita goyang-goyangkan dengan pelan agar daun suplir yang
rimbun tidak saling melekat karena bisa menggalkan bercak yang menyebabkanbusuk atau layu
daunnya.

2. Pemupukan

Suplir yang embut membutuhkan takaran pupuk yang jauh lebih sedikit tetapi kadar nitrogennya
harus tinggi dibanding pupuk untuk Aglaonema dan Philodendron, misalnya. Pupuk tersebut hanya
diberikan seminggu sekali. Takaran idealnya agak sulit ditentukan, yang jelas,kita mesti membuat
larutan pupuk berkadar tinggi itu dengan encer sekali. Misalnya kalau pupuk tertentu untuk tanaman
hias daun biasa dianjurkan tiga gram per liter air, maka untuk suplir kita buat dua gram per liter air.
Menyemprotkan pupuk daun sebaiknya dilakukan pagi hari atau senja. Di musim kemarau
pemberiaan pupuk pada pukul 5 sore sedang kalau lagi mendung dan udara agak dingin kita
semprotkan pada pukul 7 sampai 8 pagi. Kalau ada rencana memupuk suplir sore hari,paginya
suplir harus sudah disiram. Tetapi kalau akan memupuk pagi hari, penyiraman harus sudah
dilakukan sore, kemarinnya. Penyiraman harus dilakukan lebih dahulu, kalau tidak suplir dapat
terserang sakit.
Satu hal yang tak kalah pentingnya harus dipertimbangakan ialah suplir agak mirip dengan anggrek
sebab ia menginginkan lebih dari tiga macam pupuk. Pemakaina satu merek secara terus menerus
akan jelek akibatnya. Daun bisa jadi kurang subur tumbuhnya atau kemungkina juga akanlayu. Jadi
paling tidak kita harus menyiapkan 4 sampai 5 pupuk daun.

3. Pemangkasan
Pemangkasan merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan. Tentu saja pemangkasan suplir
berbeda dengan pemangkasan tanaman buah. Pemangksan suplir tidak amat susah. Alatnya hanya
sebuah gunting potong dan objeknya ialah bagian tanaman yang layu, kering, dan mati, baik batang,
calon daun, atau daun dewasa agar selalu cantik dipandang. Pemangkasan tidak hanya untuk
membuang batang, ranting yang mati atau layu saja, namun juga berfungsi untuk meremajakan
tanaman. Peremanjaan ini dilakukan dengan memangkas daun yang sudah kelewat tua. Biasanya
daun yang demikian sudah menghasilkan spora dan sporanya sudah rontok habis. Lama kelamaan
warna hijaunya mulai kusam dan tidak menarik lagi. Jika dipotong warna hijaunya mulai kusam dan
tidak menarilagi, Jika dipotong maka akan merangsang tunas baru untuk muncul lebih banyak lagi
sehingga rumpun makin rimbun.

4. Pemberian Penopang
Beberapa suplir besar macam A. macrophyllum, A. peruvianum, dan A. trapeziforme memang
memiliki batang yang tidak kuat. Tetapi untuk jenis-jenis postar atau lainnya yang berdaun
melengkung ke bawah, tentu memerlukan penopang.
Penopang ini, selain berguna untuk merapikan rumpun juga diperlukan agar batang-batang suplir
yang tidak tertup dengan kerimbunan daunnya yang merunduk sehingga sirkulasi udara dapat

berjalan dengan lancar. Dengan demikian batang-batang suplir yang terkena angin sepoi-sepoi itu
akan jadi lebih kuat.
Bahan yang bisa digunakan untuk menopang boleh berupa batang kawat atau bilah bambu yang
panjangnya kira-kira 30 cm. Penopang ini ditancapkan agak dalam dipinggir pot. Untuk tanaman
yang rimbun merunduk, cukup diberikan tiga penopang dengan jarka berjauhan, sehingga
membentuk segitiga. Pada masing-masing ujung kawat atau bambu yang mencuat itu kita ikatkan
sebuah lingkaran dari kawat sehingga bentuk penopang itu mirip kap lampu segitiga sama sisi.
Besarnya kawat atau bilah bambu itu disesuaikan dengan besarnya suplir. Makin besar tanaman
tentu membutuhkan kawat yang lebih kuat juga. Dengan cara ini diharapkan suplir dapat dilihat
selalu cantik dan sehat.

5. Hama dan Penyakit


Beberapa hama dan penyakit dapat menyerang suplir. Diantaranya, yang penting ialah, kutu, jamur,
cacing dan semut. Karenanya tindakan pencegahan sangat dianjurkan. Berikut ini cara
memberantasnya;
a. kutu perisai yang warnanya hitam kemerahan
Kutu yang sangat kecil ini menempel dibagian tangkai daun muda, dekat dengan calon daun yang
masih melingkar. Mereka menyedot cairan makanan yang seharusnya dialirkan ke daun yang masih
kuncup. Cairan ini warnanya agak kemerahan pula. Kutu ini melekat cukup kuat meskipun tubuhnya
sangat lembut. Kalau cuma disemprot air atau pupuk saja, ia tidak bakal lepas.
Tangkai daun yang dihisap kutu ini pasti akan layu dan kuncup daun yang tadinya coklat kemerahan
akan berubah warna menjadi kering menghitam. Kalau kutu ini jumlahnya sedikit, lebih baik anda
ambil pelan-pelan lalu kumpulkan diatas sehelai kertas, lipat kecil-kecil dan injak sampai gepeng.
Repotnya,kalau kutu ini banyak, tentu anda tidak mungkin mengambilnya satu persatu. Untuk itu
perlu bantuan racun pembasmi kutu yang ampuh yang dapat anda beli di toko-toko pupuk pertanian.
Cara penyemprotan dalam rangka pembasmi kutu atau hama tidak boleh asal-asalan. Jika suplir
yang sudah besar batangnya sudah memiliki panjang 30 cm arah semprotannya dimulai dari bawah
keatas dan berhenti diujung tunas. Tetapi untuk uplir yang jenisnya kecil atau yang ukurannya masih
di bawah 30 cm arah semprotannya harus dilakukan dari atas ke bawah. Penyemprotan ini
dilakukan dua minggu sekali secara rutin sampai kutu-kutu tersebut menghilang lenyap.
b. Kutu Putih
Kutu ini biasanya suka menyerangpucuk daun atau berada di permukaan daun dan di daun-daun
yang bersembunyi. Adanya kutu tersebut dapat membuat daun tidak sehat dan sering dihisap cairan
daunnya. Untuk penanganannya, kelaian daun yang terserang kutu putih tersebut dipotong dan

dibakar atau disemprot dengan larutan diterjen secukupnya. Pencampuran diterjen dengan air
dengan komposisi satu sendok teh untuk diterjen dengan di campur air sebanyak 10 liter air.
Lakukan hal ini kurang lebih selama lima menit. Selesai disemprot, tunggu selama lima menit dan
bilas dengan air bersih . Ingat dalam penyemprotan dengan diterjen ini hanya dilakukan pada bagian
yang terkena kutu putih saja. Bilaslah air diterjen dengan merundukan/mencondongkan daun ke
arah luar pot dan daun tersebut disiram sedikit-sedikit dengan menggunakan tangan. Hal ini untuk
menjaga sisa air diterjen masuk dan mengenai daun lainnya atau masuk ke dalam media tanam
suplir. Cara lain ialah dengan membalik pot, tangan kanan menyangga pot dan daun suplir yang
terkena kutu dibenamkan ke dalam air diterjen.
c. Jamur dan Cacing Tanah
Serangan jamur dan cacing tanah ini dapat dibrantas dengan menabur Furadan 3 G beberapa butir
di tiap pot. Akan lebih baik lagi jika anda melakukan tindakan pencegahan preventif dengan cara
menyemprotkan fungisida dan menaburkan Furadan beberapa butir ke media tanam suplir sebulan
sekali. Cacing biasanya merusak akar suplir sehingga kehadirannya dalam pot suplir cukup
berbahaya.
d. Semut Merah
Semut Merah merupakan hama yang sering bersarang di bawah rumpun atau pot. Kehadiran semut
merah ini dapat mengganggu pertumbuhan akar meskipun tidak menyebabkan keparahan yang
berarti. Biasanya semut bersarang dalam pot yang media tanamnya padat dan kering, juga dapat
disebabkan karena rimbunnya suplir terlalu lebat. Kerikil atau potongan akar pakis sebagai
penyaring air sering merupakan tempat empuk sebagai sarang semut. Pot suplir yang sudah
menjadi sarang semut sebaiknya dibongkar dan diganti media tanamnya dengan yang baru.

Manfaat Dan Khasiat Tumbuhan Paku


Manfaat dan khasiat tumbuhan paku - Banyak orang yang mengangaptumbuhan paku adalah sebuah
tumbuhan atau tanaman pengganggu. Tapi disisi lain tumbuhan paku juga sangat bermanfaat atau
berkhasiat. Apalagi Tumbuhan paku sangat mudah dicari dialam sekitar kita. Mungkin manfaat tumbuhan
paku
masih
banyak
yang
belum
tahu.
Diantaranya
sebagai
berikut
:

a. Sebagai tanaman hiasan :


Platycerium nidus (paku tanduk rusa)

Asplenium nidus (paku sarang burung)

Adiantum cuneatum (suplir)

Selaginella wildenowii (paku rane)

b.

Sebagai bahan penghasil obat-obatan :


Asipidium filix-mas

Dryopteris filix-mas

Lycopodium clavatum

c.

Sebagai tanaman sayuran :

Marsilea crenata (semanggi)

Salvinia natans (paku sampan = kiambang)

d.

Sebagai pupuk hijau dalam pertanian :

Azolla pinnata >> bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang biru)

e.

Sebagai pelindung tanaman di persemaian :

Gleichenia linearis

f.

Sebagai sumber bahan baku pembentukan batu bara :

Tumbuhan paku yang sudah mati pada zaman purba.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:

Plantae
Pteridophyta
Pteridopsida
Pteridales
Pteridaceae(Adiantaceae)
Adiantum

https://id.wikipedia.org/wiki/Suplir
http://tatakebun.blogspot.co.id/2014/11/tanaman-suplir-tanaman-hias-daun-yang.html
http://mekarhias.blogspot.co.id/2014/07/mengenal-suplir-dan-kiat-merawat-suplir.html