Anda di halaman 1dari 7

Pewarna Alami dari Kulit Buah Naga

Senin, 16 Mei 2016 | Dibaca 443 kali

Url Berita

foto/int

Oleh: Emilda
KULIT buah naga (Hylocereus polyrhizus sp.) menawarkan manfaat yang tak sedikit.
Kulit buah yang selama ini hanya menjadi limbah, ternyata mengandung pewarna
antosianin alami yang aman bagi tubuh.
Siapa yang tak kenal buah naga? Kulit buahnya bersisik dan dan warnanya merah. Nama
internasionalnya pitaya atau dragon fruit alias buah naga. Masyarakat Tionghoamempercayaibuah ini dapat membawa berkah dan menambah rezeki. Sehingga buah naga turut
dihadirkan dalam perayaan Imlek dan selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga
berwarna hijau di atas meja altar.

Awalnya buah ini diketahui berasal dari wilayah di Amerika Tengah. Ada yang
menyebutkan sebagian besar spesies Hylocereus ini berasal dari Amerika Latin (Meksiko
dan Kolombia). Spesies ini terus menyebar ke seluruh dunia terutama daerah tropis dan
subtropis, dan mulai dikenal di negeri kita sekitar tahun 2000-an sebagai buah impor dari
Thailand. Lalu sejak tahun 2001 petani Indonesia mulai membudidayakan, terutama
beberapa daerah di Jawa Timur seperti Mojokerto, Pasuruan, Jember, dan sekitarnya.
Manfaat Kulit Buah Naga
Daging buah naga telah dikenal memiliki banyak khasiat bagi kesehatan, karena
mengandung senyawa bioaktif yang bermacam, di antaranya mengandung protein 0,48-0,5
%, karbohidrat 4,33-4,98, lemak 0,17-0,18, dan vitamin seperti karoten, thiamin,
riboflavin, niasin dan asam askorbat.Buahnya saja yang berkhasiat untuk mencegah
kanker usus, kencing manis dan berbagai penyakit lainnya.
Selain daging buah, ternyata kulit buah nagapun memiliki banyak manfaat. Kulit yang
merupakan 30-35% dari keseluruhan bagian buah mengandung antioksidan, berbagai
mineral, vitamin, seratserta zat warna alami antosianinyang cukup tinggi. Keunggulan
kulit buah naga super merah misalnya, menurut penelitian Li Chen Wu kaya dengan polifenol dan sumber antioksidan yang baik. Bahkan aktivitas antioksidan dan kegiatan antiproliferatif kulit buah naga merah lebih kuat penghambatannya terhadap pertumbuhan selsel kanker dari pada dagingnya serta tidak mengandung toksik. Kulit buah naga dapat pula
dimanfaatkan sebagai alat pendeteksi makanan yang mengandung boraks dan formalin,
sehingga konsumsi makanan akan tetap terjaga zat yang terkandung dalam kulit buah naga
tersebut.
Warna merah yang ditemukan pada kulit buah naga ternyata disebabkan kandungan
antosianin yang cukup tinggi. Antosianin adalah salah satu pigmen alami yang terdapat
pada tumbuhan dan dapat digunakan dalam makanan atau obat. Sehingga penemuan
sumber antosianin ini diharapkan bisa menjadi alternatif pengganti pewarna sintetik.
Berbagai penelitian menunjukkan penggunaan bahan kimia/sintetik termasuk pewarna
memberikan efek negatif terhadap kesehatan manusia. Padahal penggunaan zat warna
sangat diperlukan untuk menghasilkan suatu produk yang lebih bervariasi dan juga
menambah nilai artistiknya.
Pewarna sintetik dapat menyebabkan kanker kulit, kanker mulut, kerusakan otak dan lainlain serta menimbulkan dampak bagi lingkungan seperti pencemaran air dan tanah yang
juga berdampak secara tidak langsung bagi kesehatan manusia karena di dalamnya
terkandung unsur logam berat seperti Timbal (Pb), Tembaga (Cu), Seng (Zn) yang
berbahaya. Karena itu kebutuhan terhadap pencarian sumber pewarna alami amatlah
mendesak sebagai pengganti pewarna sintetik.

Pigmen antosianin bisa dimanfaatkan untuk produk-produk seperti minuman ringan,


manisan, saus, pikel, makanan kalengan, dan yoghurt yang bersifat asam.
Bagaimana mendapatkan pewarna merah dari kulit buah naga?
Untuk mengekstraksi antosianin dari kulit buah naga dapat menggunakan pelarut air dan
asam sitrat. Caranya adalah dengan memisahkan bagian daging dari kulit buahnya. Lalu
kulitnya dicuci dan ditiriskan sambil dikeringanginkan. Setelah itu kulit buah dipotong
kecil-kecil lalu diblender hingga menjadi bubur.
Bubur kulit ini diekstraksi dengan menggunakan pelarut air dan asam sitrat selama tiga
hari. Penelitian Lidya Simanjuntak dan kawan-kawan dari Universitas Sumatera Utara
menyebutkan campuran air dan asam sitrat 10% dengan rasio 1:6 (600 ml) dan lama ekstraksi 3 hari pada pH 2 memberikan hasil rendemen sampai 62,68% (% berat).
Di samping itu ekstrak kulit buah naga dapat diaplikasikan langsung kedalam bahan
pangan seperti mie basah. Proses ekstraksinya dilakukan dengan merebus kulit buah naga
lalu diblender sampai halus, kemudian disaring. Ekstrak ini dapat langsung ditambahkan
ke dalam adonan makanan.
Jadi, tak hanya daging buah yang mengandung sejuta manfaat, kulit buah nagapun
memiliki kegunaan bagi kita. Selain mengurangi jumlah limbah, kulit buah naga bisa
menjadi sumber pewarna alami yang aman bagi tubuh.
(Penulis adalah Dosen Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Indraprasta
PGRI Jakarta)
http://harian.analisadaily.com/kesehatan/news/pewarna-alami-dari-kulit-buah-naga/236994/2016/05/16

H. polyrhizus
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Buah naga merupakan tanaman asal Meksiko dan Amerika Selatan bagian utara (Colombia).
Pada awalnya buah naga ini dibawa kekawasan Indocina (Vietnam) oleh seorang Perancis sekitar
tahun 1870. Sekitar tahun 1980 setelah dibawa ke Okinawa Jepang, tanaman ini mendunia karena

sangat menguntungkan. Pada tahun 1977 buah ini dibawa ke Indonesia dan berhasil disemaikan
kemudian dibudidayakan. Tanaman naga termasuk dalam keluarga tanaman kaktus dengan
karakteristik memiliki duri pada setiap ruas batangnya. Disebut tanaman naga, karena seluruh
batangnya yang menjulur panjang seperti layaknya naga. Dalam perkembangannya, tanaman ini
kemudian

dikembangkan

serta

dibudidayakan

di

negara-

negara Asia sepertiTaiwan, Vietnam, Filipina, dan Malaysia. Tanaman ini juga dapat ditemui
di Okinawa, Israel, Australia utara danTiongkok selatan (Anonim1, 2010).
Tanaman naga masih termasuk komoditi langka di Indonesia. Tanaman ini terdiri dari dua
genus yaituHylocereus dan Selenicereus. Genus Hylocereus terdiri dari 3 spesies yaitu Hylocereus
undatus (daging putih), Hylocereus polyrhizus (daging merah), Hylocereus costaricensis (daging
merah super). Sedangkan genusSelenicereus hanya terdiri dari satu spesies yaitu Selenicereus
megalanthus (kulit kuning, tidak bersisik). Bentuk fisik buah naga mirip dengan buah nanas hanya
saja buah ini memiliki sulur/jumbai di bagian kulitnya dan buah ini berwarna merah jambu (pink),
(Kurniawan, 2010)
Bunga tanaman naga akan tumbuh dari segi batang pada bagian atas duri, bentuknya mirip
bungaWijayakusuma. Bunga besar, berbentuk seperti lonceng/corong dengan panjang 35 cm dan
lebar 22,5 cm. Stigma mulai keluar dari kelopak bunga pada pukul 21.00 dan mekar dengan
sempurna pada pukul 24.00. Pada rentang waktu inilah akan dilakukan penyerbukan silang. Itulah
sebabnya bunga tanaman naga dikenal sebagai night blooming cereus. Bunga ini akan
mengeluarkan aroma yang sangat kuat serta mengeluarkan nektar (Anonim 2, 2010 ).
Pada umumnya, setiap buah naga mengandung protein yang mampu meningkatkan
metabolisme tubuh dan menjaga kesehatan jantung; serat (mencegah kanker usus, kencing manis dan
diet); karotin (kesehatan mata, menguatkan otak dan mencegah masuknya penyakit), kalsium
(menguatkan tulang).Buah naga juga mengandungi zat besi untuk menambah darah; vitamin B1
(mencegah demam badan); vitamin B2 (menambah selera); vitamin B3 (menurunkan kadar

kolesterol) dan vitamin C (menambah kelicinan, kehalusan kulit serta mencegah jerawat),
(Kurniawan, 2010)
Selain itu, buah naga merupakan sumber betakaroten. Betakaroten merupakan provitamin A
yang di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A yang sangat berguna dalam proses penglihatan,
reproduksi, dan proses metabolisme lainnya. Betakaroten juga dikenal sebagai unsur pencegah
kanker, khususnya kanker kulit dan paru. Menurut Al Leong dalam Kurniawan 2010, buah naga
sangat baik bagi sistem peredaran darah. Juga sangat efektif untuk mengurangi tekanan emosi dan
menetralkan racun dalam darah, serta menurut Badan Litbang Pertanian dalam Kurniawan 2010
menyebutkan bahwa buah naga dapat menurunkan kadar kolesterol, penyeimbang gula darah,
menguatkan fungsi ginjal dan tulang, serta meningkatkan kerja otak.
Manfaat buah naga bagi kesehatan tidak hanya pada daging buah. Hasil penelitian Rosario
Vargas Sols dari Laboratorio de Investigation de Fitofarmacologna Meksiko, ekstrak kloroform daun
buah naga berdaging putih mengandung senyawa pentacyclic triterpene taraxast-20-ene-3a-ol dan
taraxast-12,20(30)-dien-3a-ol. Kedua senyawa itu terbukti melindungi kelenturan pembuluh darah
kelinci. Hasil uji in vitro yang dilakukan Li-chen Wu, peneliti Department of Applied Chemistry,
National Chi-Nan University, menunjukkan ekstrak kulit buah naga berdaging merah berpotensi
menghambat pertumbuhan sel tumor B16F10 pada dosis 25 g (Anonim 3, 2010)
Tanaman naga termasuk tanaman tropis dan dapat beradaptasi dengan berbagai lingkungan
tumbuh dan perubahan cuaca seperti sinar matahari dan curah hujan. Curah hujan yang ideal untuk
pertumbuhan buah naga sekitar 60 mm/bln atau 720 mm/tahun. Intensitas sinar matahari yang
dibutuhkan sekitar 70-80 %, karena itulah tanaman ini sebaiknya ditanam dilahan tanpa naungan dan
sirkulasi udara juga baik. Tanaman ini lebih baik pertumbuhannya bila ditanam didataran rendah
antara 0-350 m dpl. Suhu udara yang ideal antara 26-36 derajat Celcius dan kelembaban 70-90
%. Tanah harus ber-aerasi dengan baik dengan derajat keasaman (pH) 6,5 7 (Anonim 4, 2010).

Khususnya Pulau Lombok, budidaya buah naga hanya dilakukan pada beberapa
tempat/lokasi dengan area budidaya yang tidak mencapai hektar, akan tetapi hanya dalam luasan are
sehingga buah yang dihasilkan pun dapat dikatakan masih terbatas. Saat ini buah naga belum dapat
dijumpai di pasar tradisional, hanya bisa ditemukan di supermarket. Harganya pun masih relatif
mahal, yaitu Rp 18.000 20.000 perkilogram untukHylocereus undatus (daging putih) dan Rp
25.000 40.000 perkilogram Hylocereus polyrhizus (daging merah). Walaupun harganya mahal, akan
tetapi permintaan dari masyarakat sangat tinggi karena kegunaan/manfaatnya sebagai obat yang
sangat baik untuk kesehatan. Selain buahnya, bunga buah naga juga dimanfaatkan sebagai sayuran
ataupun dikeringkan untuk dijadikan teh bunga (Anonim 5, 2010). Oleh karena itu sangat perlu
dilakukan penelitian yang berjudul Karakterisasi Buah dan Pola Perkembangan Bunga
Tanaman Naga (Hylocereus sp.) di Pulau Lombok.
1.2. Rumusan masalah penelitian
1. Apakah buah naga di Pulau Lombok memiliki karakterisasi berbeda antara daerah yang satu dengan
yang lain?
2. Apakah morfologi buah naga yang dihasilkan dari penyerbukan silang dan penyerbuakan sendiri
(secara alami) berbeda?
1.3. Hipotesis
1. Perbedaan wilayah dapat mempengaruhi karakteristik dari buah naga.
2. Morfologi buah naga dari hasil penyerbukan silang dan penyerbukan sendiri (secara alami) berbeda.
1.4. Batasan masalah penelitian
Adapun batasan masalah penelitian ini yaitu hanya pada karakteristik dari buah naga yang
meliputi rasa buah, morfologi buah, tekstur buah. Kandungan buah serta pengamatan pola
perkembangan bunga dari buah naga yang meliputi morfologi bunga, perkembangan dari bunga saat
masih kuncup sampai mekar sempurna, anatomi antera (pendewasaan benang sari dan pemasakan

pollen dari bunga kuncup sampai mekar/siap difertilisasi), proses fertilisasi bunga (alami maupun
dengan bantuan manusia/serangga), pengukuran faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi
perkembangan bunga dan buah naga yang meliputi suhu, pH tanah, intensitas cahaya yang terdapat
pada perkebunan buah naga yang ada di Pulau Lombok.
1.5. Tujuan penelitian
Beberapa tujuan dari penelitian ini antara lain:
1. Mengetahui karakteristik buah naga di Pulau Lombok.
2. Mengetahui pola perkembangan buah naga hasil penyerbukan silang dan penyerbukan sendiri (secara
alami).
1.6. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai informasi bagi petani yang menggeluti
tanaman buah naga sebagai tanaman budidaya yang dapat menunjang kebutuhan ekonomi serta dapat
meningkatkan perekonomian masyarakat pulau Lombok. Serta sebagai informasi bagi konsumen
bahwa buah naga merupakan buah yang sangat bermanfaat karena memiliki kandungan gizi yang
komplit yang dapat memenuhi asupan/kebutuhan gizi untuk tubuh serta berkhasiat sebagai obat.
http://ratnatanauri.blogspot.co.id/