Anda di halaman 1dari 2

NAMA

: LISTYA NINDITA

NIM

: 2015271115

ISTILAH-ISTILAH DALAM FRAUD


Error adalah 1tidak benar, tidak betul dan keliru.
Kesalahan penyajian dalam laporan keuangan dapat timbul karena kecurangan atau
kesalahan. Faktor yang membedakan antara kecurangan dan kesalahan adalah apakah
tindakan yang mendasarinya, yang berakibat terjadinya kesalahan penyajian dalam
laporan keuangan, adalah tindakan yang disengaja atau tidak disengaja.
Irregularities adalah 2kesalahan penyajian yang disengaja untuk melakukan penipuan atau
menyesatkan para pengguna laporan keuangan.
Korupsi adalah : 1. setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan
memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat
merugikan keuangan negara atau perekonomian negara; setiap orang yang
dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi,
menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya
karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau
perekonomian negara; 2. penyelewengan atau penggelapan (uang negara,
perusahaan, dsb) untuk kepentingan pribadi, orang lain, golongan, dan bersifat
melawan hukum; tindak pidana korupsi. (glosarium)-sumber kbbi
Tindakan illegal adalah tindakan yang tidak menurut hukum, tidak sah sumber kbbi.
3
Istilah unsur tindakan pelanggaran hukum dalam seksi ini berarti pelanggaran
terhadap hukum atau peraturan perundang-undangan Republik Indonesia. Unsur
tindakan melanggar hukum oleh klien adalah unsur tindakan pelanggaran yang
dapat dihubungkan dengan entitas yang laporan keuangannya diaudit, atau
tindakan manajemen atau karyawan yang bertindak atas nama entitas. Pengertian
unsur tindakan pelanggaran hukum oleh klien tidak termasuk pelanggaran
perorangan yang dilakukan oleh manajemen dan karyawan entitas yang tidak
berkaitan dengan kegiatan bisnis entitas.

1. http://kbbi.web.id
2. https://books.google.co.id/books?id=mGjxzP1McMMC&lpg=PR36&ots=GPomDbGmx&dq=iregularitas%20adalah&pg=PR36#v=onepage&q=iregularitas
%20adalah&f=false (James A.Hall dan Tommie Singleton, Audit teknologi informasi dan
assurance Edisi 2)
3. SA seksi 317

Bribery (suap) adalah pemberian sesuatu secara terpaksa, sifatnya melawan hukum, dengan
tujuan melancarkan pengurusan suatu kepentingan. (glosarium)-sumber kbbi, dipidana
karena menerima suap dengan pidana penjara selama-lamanya 3 (tiga) tahun atau
denda sebanyak-banyaknya Rp.15.000.000.- (lima belas juta rupiah) (Pasal 3 UU
3/1980).
Gratification (gratisifikasi) 1adalah Pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian
uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas
penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya.
Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang
dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik. Uang
hadiah kpd pegawai di luar gaji yg telah ditentukan (nomina) sumber kbbi.
Fraudelent report adalah 2suatu perilaku yang disengaja, baik dengan tindakan atau
penghapusan, yang menghasilkan laporan keuangan yang menyesatkan (bias).
Fraudulent financial reporting merupakan problem yang dapat terjadi di perusahaan
mana saja dan kapan saja. Fraudulent financial reporting yang terjadi pada suatu
perusahaan memerlukan perhatian khusus dari akuntan publik (auditor independen).
Fraudulent statement meliputi tindakan yang dilakukan oleh pejabat atau eksekutif
suatu perusahaan atau instansi pemerintah untuk menutupi kondisi keuangan yang
sebenarnya dengan melakukan rekayasa keuangan (financial engineering) dalam
penyajian laporan keuangannya untuk memperoleh keuntungan. (kbbi)

1. https://consultanonline.wordpress.com/tahukah-kamu/kejahatan-pidana/beda-suap-dangratifikasi/ (1. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU No. 31 Tahun 1999 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta diatur pula dalam UU No. 30 Tahun 2002
tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU Pemberantasan Tipikor)2. Peraturan
Menteri Keuangan Nomor 03/PMK.06/2011 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara
yang Berasal Dari Barang Rampasan Negara dan Barang Gratifikasi.)
2. http://nurcahyono20.wordpress.co.id/2011/01/kecurangan-dalam-audit.html (Majalah
AKUNTAN INDONESIA, Edisi No.6/Tahun II/Maret 2008, pada Rubrik OPINI,
Hlm.36-40, ISSN : 1978-7537)