Anda di halaman 1dari 4

Perincian Klasifikasi Aktivitas

Untuk tujuan perhitungan biaya produk, aktifitas dapat diklasifikasikan


dalam empat kategori umum, yaitu tingkat unit, tingkat batch, tingkat produk, dan
tingkat fasilitas. Pengklasifikasian aktivitas menjadi kategori umum ini akan
memudahkan perhitungan biaya produk karena biaya aktivitas yang berkaitan
dengan tingkat yang berbeda akan merespons jenis penggerak biaya yang
berbeda. Aktivitas tingkat unit adalah aktivitas yang dilakukan setiap kali sebuah
unit diproduksi. Aktivitas tingkat batch adalah aktivitas yang dilakukan setiap
suatu batch produk di produksi. Aktivitas tingkat produk adalah aktivitas yang
dilakukan bila diperlukan untuk mendukung berbagai produk yang di produksi
perusahaan. Aktivitas tingkat fasilitas adalah aktivitas yang menompang proses
umum produksi suatu pabrik.
Dari ke empat aktivitas tersebut, tiga yang pertama tingkat unit, tingkat
batch, dan tingkat produk, mengandung aktivitas yang berkaitan dengan produk.
Dalam ketiga tingkat ini, permintaan aktivitas dapat diukur oleh setiap produk.
Aktivitas dalam tiga tingkat inidapat dibagi lebih lanjut berdasarkan rasio
konsumsi. Aktivitas dengan rasio konsumsi yang sama dapat menggunakan
penggerak aktivitas yang sama untuk membebankan biaya. Oleh sebab itu, semua
aktivitas dalam tiga tingkatan pertama yang memiliki penggerak aktivitas yang
sama dikelompokkan secara bersama-sama.
Ketegori umum keempat, yaitu aktivitas tingkat fasilitas memiliki suatu
masalah dengan filosofi ABC, yaitu mengenai penulusuran biaya pada produk.
Penelusuran biaya aktivitas pada setiap produk bergantung pada kemampuan
untuk mengidentifikasi jumlah setiap aktivitas yang digunakan suatu produk
(permintaan produk atas aktivitas harus diukur). Aktivitas tingkat fasilitas (dan
biayanya) adalah suatu produk umum yang bervariasi dan tidak mungkin
mengidentifikasi bagaimana setiap produk menggunakan aktivitas tersebut. Jadi,
sistem ABC murni tidak akan membebankan biaya-biaya tersebut pada produk.
Biaya-biaya ini akan diperlakukan sebagai biaya periode.

Kartu
Klasik
Memproses transaksi:
$0.13 X
600,000
$0.13 X
300,000
$0.13 X
100,000
Menyiapkan laporan:
$0.85 X
60,000
$0.85 X
36,000
$0.85 X
24,000
Menjawab pertanyaan:
$3.08 X
10,000
$3.08 X
12,000
$3.08 X
8,000
Menyediakan ATM:
$1.25 X
15,000
$1.25 X
3,000
$1.25 X
2,000

Kartu
Emas

Kartu
Platinu
m

$78,000
$39,000
$13,000

$51,000
$30,600
$20,400

$30,800
$36,960
$24,640

$18,750

Jumlah
$178,55
Biaya
0
Unit
(+)
5000
Biaya unit (jumlah
$35.71
biaya/unit)
Tampilan: Pembebanan Biaya: Tahap Akhir

$3,750
$2,500
$110,31
0
3000
$36.77

$60,540
2000
$30.27

Pada praktiknya, perusahaan yang mengadopsi sistem ABC biasanya


menerapkan pendekatan perhitungan biaya penuh (full costing) dan
mengalokasikan biaya tingkat fasilitas ini pada setiap produk. Akan tetapi,
terdapat pengecualian dalam observasi mengenai biaya tingkat fasilitas dan
penggerak aktivitas. Jika suatu perusahaan membentuk fasilitas produksi untuk
seluruh lini produk, maka dapat diargumentasikan bahwa penggerak berdasarkan
ruangan mengukur penggunaan biaya fasilitas.

MENGURANGI

UKURAN

DAN

KERUMITAN

DARI

SISTEM

PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS


Pada tahap pertama perhitungan biaya berdasarkan aktivitas, aktivitas
diidentifikasikan, biaya dihubungkan dengan aktivitas individual, dan aktivitas
diklasifikasikan sebagai aktivitas primer atau sekunder. Dalam tahap lanjutan, biaya dari
aktivitas sekunder dibebankan ulang pada aktivitas primer. Dalam tahap akhir, biaya dari
aktivitas primer dibebankan pada produk pelanggan.pembebanan biaya pada aktivitas lain
atau tahap lanjutan atau pembebanan biaya pada produk dan pelanggan. Suatu organisasi
dapat memilki ratusan aktivitas berbeda sehingga terdapat ratusan tarif aktivitas.
Walaupun teknologi informasi pasti mampu menangani berbagai jumlah tarif tersebut,
ada baiknya apabila memungkinkan jumlah tarif tersebut dikurangi.tarif yang lebih
sedikit bisa juga mengurangi kerumitan dari sistem perhitungan biaya berdasarkan
aktivitas sehingga meningkatkan kemungkinan penerimaan oleh manajemen.

1. Mengurangi Jumlah Tarif dengan Menggunakan Rasio Konsumsi


Salah satu cara yang sangat langsung untuk mengurangi jumlah tarif
adalah mengumpulkan semua aktivitas yang memiliki rasio konsumsi yang sama
dalam satu kelompok biaya (cost pool).

2. Mengurangi Jumlah Tarif melalui Aproksimasi ABC


Sistem yang relevan dan mirip (aproksimasi) ABC bisa digunakan di
beberapa organisasi dari pada sistem ABC murni yang sulit diterapkan. Salah satu
cara mengurangi jumlah tarif adalah dengan hanya menggunakan aktivitas yang
paling mahal dan menggunakan penggeraknya untuk membebankan biaya pada
produk. Biaya-biaya dari kebanyakan aktivitas yang biayanya tinggi dibebankan
dengan menggunakan berbagai penggerak sebab-dan-akibat, sedangkan berbagai
biaya aktivitas yang tidak mahal dibebankan secara lebih arbritrer. Pendekatan ini
sederhana, mudah dipahami, dan sering mengarah pada perkiraan pembebanan
ABC yang cukup bagus.

3. Perbandingan dengan Perhitungan Biaya Berdasarkan Fungsi


Pada sistem berdasarkan fungsi,

pemakaian overhead oleh produk

diasumsikan untuk dijelaskan hanya dengan penggerak aktivitas berdasarkan unit.


Untuk tarif keseluruhan pabrik, hanya satu penggerak yang di gunakan untuk
membebankan biaya.pada sistem berdasarkan fungsi yang lebih canggih, biaya

overhead diklasifikasikan sebagai biaya tetap atau variabel dengan penggerak


berdasarkan unit. Sistem perhitungan biaya berdasarkan unit mengalokasikan
overhead tetap pada setiap produk dengan menggunakan tarif overhead tetap, dan
membebankan overhead variable dengan menggunakan tarif overhead variabel.
Sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas memperbaiki keakuratan
perhitungan harga pokok produk dengan mengakui bahwa biaya overhead banyak
yang tetap,

ternyata bervariasi secara proposional dengan perubahan selain

volume produksi. Dengan memahami penyebab meningkat atau menurunya biaya


tersebut. Hubungan sebab akibat ini memungkinkan manajer untuk memperbaiki
keakuratan

perhitungan

harga pokok produk yang dapat memperbaiki

pengambilan keputusan secara signifikan.