Anda di halaman 1dari 11

1.

Nama Penanya : Iin kusmiana


Kelompok

:2

Pertanyaan
: Bagaimanakah peran pemerintah dalam memberikan
keamanan kemaritiman di Indonesia dan apa makna kemaritiman bagi Indonesia?
Jawaban :
a. Membentuk pertahanan di perbatasan untuk mengamankan lalu lintas
perdagangan laut.
Untuk hal ini ada tiga permasalahan yang dapat kita kaji, yaitu:
Pertama. 25% perdagangan dunia onboard dalam merchant ship melintasi jalur
lalu lintas internasional melalui Indonesia, pada tahun 2000 sekitar 22.000 milyar
menjadi 35.000 milyar ton pada tahun 2010, dan 41.000 milyar ton pada tahun
2014. Dimana perdagangan tersebut dibawa oleh sekitar oleh sekitar 50.00060.000 kapal dagang setiap tahunnya melintasi jalur lalu lintas internasional yang
melintasi perairan Indonesia.
Kedua. Intervensi dan Inisiatif oleh negara-negara besar yang kepentingannya
(ekonomi perdagangan dan perang melawan terorisme) tidak ingin terganggu di
kawasan perairan Indonesia. Hal ini tentunya didorong oleh tujuan mereka untuk
mengamankan jalur perdagangan laut dan kontrol atas barang-barang yang
diangkut oleh kapal-kapal yang melalui jalur tersebut.
Ketiga. Penyelundupan baik manusia, senjata ringan, dan narkotika. Ratusan ribu
pucuk senjata ringan (Small Arm and Light Weapon) selundupan beredar di
kawasan Asia Tenggara tiap tahunnya dan lebih dari 80 persen dari
penyalurannya melewati laut. Daerah-daerah sekitar Alur Laut Kepulauan
Indonesia (ALKI) selalu rawan terhadap kegiatan-kegiatan kejahatan
internasional, penyelundupan manusia dan senjata, dan infiltrasi. Hal ini tentunya
sangat terkait dengan kegiatan teorisme dan separatisme di Indonesia.
Dari ketiga alasan tersebut di atas, membuktikan bahwa Indonesia berada dalam
sebuah situasi dan kondisi yang tepat dan sesuai untuk datangnya ancaman dari
kekuatan eksternal yakni intervensi negara lain yang ingin mengamankan
kepentingannya dan pihak non-negara seperti kelompok teroris dan sindikat
penyelundupan internasional yang memanfaatkan jalur laut internasional. Selain
itu, Indonesia juga memiliki ancaman dari internal seperti dari kelompok
pemberontak atau separatis yang mendapatkan pasokan persenjataan dari
penyelundupan senjata yang beredar di sekitar perairan Indonesia karena adanya
jalur laut internasional dan lemahnya pengawasan dan pengamanan patrol laut
oleh pihak militer Indonesia.

b. Engamanan pulau-pulau terluar Indonesia


Pulau-pulau terluar Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau kecil seringkali
merupakan hal yang kurang diperhatikan keberadaannya oleh pemerintah
Indonesia, kasus Sipadan dan Ligitan merupakan salah satu contoh lemahnya
pengawasan Indonesia terhadap pulau-pulau kecil, yang dimanfaatkan oleh pihak
asing untuk memelihara pulau-pulau tersebut sehingga diperoleh dokumentasi
dan bukti-bukti pengelolaan, hal ini tentunya merugikan Indonesia apabila tidak
segera mengambil langkah prefentif mengenai pengelolaan pulau-pulau terluar,
karena penghitungan batas terluar diambil dari pulau terluar Indonesia.
c. Sarana penunjuk daerah perbatasan laut
Sarana penunjuk daerah perbatasan laut merupakan hal penting yang harus
diperhatikan terutama bagi Negara-negara dengan perbatasan laut yang sangat
kecil, misalnya perbatasan selat Malaka. Minimnya luas selat Malaka yang tidak
mencapai batas yang ada dalam ketentuan internasional mengakibatkan perlunya
kesepakatan antara Negara-negara tetangga, sehingga perbatasan laut pun dicapai
dengan kesepakatan para pihak. Pentingnya sarana penunjuk perbatasan adalah
untuk mempermudah pengawasan dan pengamanan daerah laut, misalnya dengan
pembuatan mercu suar. Namun, permasalahan tingginya dana yang diperlukan
untuk pembangunan sebuah mercu suar menyebabkan adanya permasalahan baru
bagi Negara.
d. Pengelolaan daerah bawah laut
Daerah bawah laut merupakan daerah yang paling kaya akan sumber kekayaan
mineral, seperti minyak dan gas bumi, pospor, tembaga, emas, linen berlian dan
sumber-sumber lain . Kondisi ini bukan hanya merupakan fenomena geografis
dan geologis tetapi juga merupakan fenomena ekonomis, karena banyaknya
pihak yang ingin mengambil keuntungan dari kekayaan alam yang terdapat
dibawah laut. Kemajuan teknologi juga menjadi salah satu pendorong kemajuan
hukum laut, diantaranya adalah penanaman pipa dan kabel dasar laut beserta
seluruh kegiatan penelitian dasar laut. Kasus Ambalat merupakan salah satu
contoh kasus mengenai banyaknya kepentingan pihak-pihak pada sebuah landas
kontinen atau dasar laut.
Dari keseluruhan permasalah diatas dapat dikaji bahwa masalah yang paling
utama dari keseluruhan permasalahan menyangkut aspek kewilayahan suatu
Negara yang meliputi aspek kedaulatan dan hak berdaulat secara nyata terhadap
negaranya. Hal ini dapat dilihat dari perbatasan wilayah sebuah Negara dengan
Negara lain, baik perbatasan darat maupun laut. Kondisi saat ini, pengelolaan
batas wilayah Negara baik batas di darat maupun di laut belum tuntas

sepenuhnya. Permasalahan ini hanya dapat dituntaskan secara lintas sektoral


antara berbagai pihak yang terlibat.
e. pemberantasan illegal fishing
Pemberantasan pencurian ikan secara ilegal (illegal fishing) di Indonesia selama
kurang lebih 2 tahun, telah memberikan hasil yang nyata. Hal tersebut dikatakan
oleh salah satu tim dari The Norwegia National Advisory Group Against
Organized IUU Fishing Pemberantasan illegal fishing di Indonesia sangat
drastis. Ini menjadi contoh bagi dunia, Indonesia sudah fokus memberantas illegal
fishing, Dia juga menilai, penangkapan kapal KM Viking di perairan utara
Berakit, Kepulauan Riau pada Kamis 25 Februari 2016 lalu, merupakan
keseriusan pemerintah Indonesia dalam memberantas illegal fishing.
2. Nama penanya : Abdul rahim usman
Kelompok: 7
Pertanyaan : factor apa saja yang membuat bangsa barat ingin menjajah
Indonesia?
Jawaban : factor yang melatar belakangi kedatangan bangsa barat di Indonesia
antara lain
a. Runtuhnya Kekaisaran Romawi
Pada masa kejayaannya, kekuasaan kekaisaran Romawi meliputi hampir seluruh
Eropa, Afrika Utara, dan Afrika Barat. Kekaisaran Romawi mengalami kejayaan
pada masa pemerintahan Kaisar Octavianus Augustus. Namun, pemerintahan ini
akhirnya runtuh pada tahun 476 M. Hubungan dagang yang terjalin antara Eropa
dengan Asia pun mengalami kemunduran, bahkan berakibat kemerosotan di
segala bidang kehidupan. Zaman kemunduran ini disebut zaman kegelapan (Dark
Ages). Runtuhnya Romawi mengakibatkan tata kehidupan bangsa-bangsa Eropa
yang semula berkiblat pada hukum Romawi menjadi kacau-balau.
b.

Perang Salib

Perang ini terjadi dengan melibatkan orang-orang Kristen Eropa yang berhadapan
dengan orang Turki Seljuk dan orang-orang Arab. Disebut Perang Salib karena
pasukan Kristen menggunakan tanda salib dalam pakaian mereka. Sementara bagi
orang Islam, perang ini disebut dengan perang suci. Perang Salib berlangsung
kurang lebih 200 tahun yang terbagi dalam tujuh periode.
Penyebab perang ini salah satunya memperebutkan kota suci Yerusalem. Pahlawan
Islam yang terkenal dalam perang ini adalah Salahuddin Al-Ayyubi yang berhasil

merebut kembali Kota Yerusalem yang telah dikuasai kerajaan Kristen selama
hampir 100 tahun. Salahuddin mengalahkan pasukan Salib dalam Perang Khitin.
Selanjutnya Raja Inggris Richard The Lion Heart menghimpun kekuatan raja-raja
Eropa untuk mengambil kembali Kota Yerusalem. Namun, mereka gagal dan
pulang ke Eropa dengan membawa kekalahan yang pahit.
Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya Perang Salib adalah sebagai
berikut.
a. Adanya larangan bagi peziarah-peziarah Kristen untuk mengunjungi Yerusalem.
b. Merebut Spanyol yang telah tujuh abad dikuasai oleh Dinasti Umayyah.
c. Paus Urbanus berusaha untuk mempersatukan kembali gereja Roma dengan
gereja di Romawi Timur, seperti di Konstantinopel, Yerusalem, dan Aleksandria.
Dampak adanya Perang Salib adalah sebagai berikut.
a. Jalur perdagangan Eropa dan Timur Tengah menjadi terputus. Apalagi dengan
dikuasainya Konstantinopel, maka para pedagang Eropa mulai mencari jalan lain
untuk mendapatkan rempah-rempah secara langsung.
b. Bangsa Eropa mulai mengetahui kelemahan dan ketertinggalan mereka dari
orang-orang Islam dan Timur, sehingga mereka mencoba untuk mengejar
ketertinggalan itu dengan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
(IPTEK) secara besar-besaran.
c. Adanya motif balas dendam di kalangan orang-orang Kristen terhadap orang
Muslim karena kekalahannya dalam peperangan di dunia Timur dalam rangka
menguasai jalur perdagangan.
c.

Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Umat Islam (Turki Utsmani)

Pada awalnya bangsa-bangsa Eropa memperoleh rempah-rempah dari Asia,


termasuk dari Indonesia melalui para pedagang muslim yang banyak berdagang di
kawasan Laut Tengah. Akan tetapi, semua itu berubah pada tahun 1453 ketika
Khalifah Utsmaniyah yang berpusat di Turki berhasil menguasai Konstantinopel
yang sebelumnya merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan RomawiByzantium.
Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani yang dipimpin Sultan
Muhammad II menimbulkan kesulitan bagi bangsa-bangsa Eropa, terutama dalam
bidang perdagangan. Oleh karena itu, bangsa-bangsa Eropa mulai berpikir untuk
mencari daerah penghasil barang-barang yang dibutuhkannya, terutama rempahrempah secara langsung.
d.

Penjelajahan Samudra

Faktor-faktor yang mendorong bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudra


adalah sebagai berikut.
a. Teori Heliosentris dari Copernicus yang menyatakan bahwa bumi itu bulat
mendorong kawan-kawan Copernicus ingin membuktikannya. Salah satunya ialah
Ferdinand Magellan, pelaut pertama yang berhasil mengelilingi dunia dan
membuktikan bahwa bumi memang bulat, serta laut-laut di bumi saling

berhubungan. Teori ini membantah Teori Geosentris dari Ptolomeus yang


menyatakan bumi datar.
- Kisah perjalanan Marco Polo ke dunia Timur (Cina) yang tertuang dalam buku
yang ditulis oleh temannya, Rustichello, yang berjudul The Travels of Marco Polo
(Perjalanan Marco Polo). Selama ratusan tahun, catatan perjalanan Marco Polo ini
menjadi sumber informasi tentang Cina bagi bangsa Eropa.
- Penemuan kompas, mesiu, navigasi, peta, dan peralatan pelayaran.
- Adanya ambisi untuk melaksanakan semboyan 3 G, yaitu gold (mencari emas
atau kekayaan), glory (mencari keharuman nama, kejayaan, dan kekuasaan), dan
gospel (menunaikan tugas suci menyebarkan agama Nasrani).
Portugis dan Spanyol merupakan bangsa Eropa yang menjadi pelopor
penjelajahan samudra.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada berbagai alasan yang melatar
belakangi bangsa Barat datang ke Indonesia. Mereka berhasil membalikkan
keterpurukan mereka, hal itulah yang bisa menjadi motivasi kita untuk
membangun bangsa Indonesia agar nantinya bisa bersaing bahkan mengalahkan
bangsa-bangsa Eropa yang saat ini tengah berada di atas daun
3.Nama penanya : fatria
Kelompok : 4
Pertanyaan : mengapa bangsa yang berada di asia dan arab takut melewati
pangkalan yang bertempat di Indonesia pada saat itu dikuasai portugis?
Jawaban : alasannya karena bangsa portugis merupakan bangsa yang kuat baik
itu dalam segi militer maupun teknologi keilmuan saintis maupun politis
sehingga bangsa asia dan arab takut melewati pangkalan di Indonesia setelah di
kuasai oleh portugis untuk menghindari gencatan senjata dan kerugian dan
penjarahan dari bangsa portugis.

4. Nama Penanya : Bernandinus Aureliano Elfrid Lelo


Kelompok

:3

Pertanyaan : apa itu asas sabotage dan apa alasan asas itu digunakan?
Jawaban : Hukum pengangkutan laut : asas cabotage
Cabotage berarti prinsip yang memberi hak untuk beroperasi secara komersial di
dalam suatu negara hanya kepada perusahaan angkutan dari negara itu sendiri
secara eksklusif.
asas cabotage adalah kegiatan angkutan laut dalam negeri dilakukan perusahaan
angkutan laut nasional dengan menggunakan kapal berbendera Indonesia serta
diawaki awak kapal berkewarganegaraan Indonesia. Penjelasan Pasal 8 ayat 1
UU 17 Tahun 2008 Penggunaan kapal berbendera Indonesia oleh perusahaan
angkutan laut nasional dimaksudkan dalam rangka pelaksanaan asas cabotage
guna melindungi kedaulatan negara (sovereig- nty) dan mendukung perwujudan
wawasan nusantara serta memberikan kesempatan berusaha yang seluas-luasnya
bagi perusahaan angkutan laut nasional. Pada 2009, pelayaran na- sional telah
memenuhi kebutuhan armada untuk angkutan laut batu bara dalam negeri dan
angkutan migas dalam negeri.
Alasan adanya asas cabotage ini adalah agar kegiatan laut di Indonesia dapat
dengan mudah dikontrol dengan pemerintah karena dengan mengikuti asas ini
muculah pasal 8 yang berisi
(1).Kegiatan angkutan laut dalam negeri dilakukan oleh
perusahaan angkutan laut nasional dengan
menggunakan kapal berbendera Indonesia serta diawaki
oleh Awak Kapal berkewarganegaraan Indonesia.
(2). Kapal asing dilarang mengangkut penumpang dan/atau
barang antarpulau atau antarpelabuhan di wilayah
perairan Indonesia.

5.nama penanya : Harun Adrianto Fadli


Kelompok :
Jawaban :

Pertanyaan : jelaskan Indonesia sebagai poros kemaritiman dunia?


Poros kemaritiman dunia artinya Indonesia dapat menjadi untuk menjamin
konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan,
perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim. Penegakkan
kedaulatan wilayah laut NKRI, revitalisasi sektor-sektor ekonomi kelautan,
penguatan dan pengembangan konektivitas maritim, rehabilitasi kerusakan
lingkungan dan konservasi biodiversity, serta peningkatan kualitas dan kuantitas
SDM kelautan
Untuk menjadi sebuah negara maritim, maka infrastrukur antar pulau dan
sepanjang pantai di setiap pulau merupakan hal yang harus dibangun dan
dikembangkan. Jalan antarpulau ini harus benar-benar dapat direalisasikan untuk
mempercepat transportasi antar pulau di Indonesia.
Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia mengingat
Indonesia berada di daerah equator, antara dua benua Asia dan Australia, antara
dua samudera Pasifik dan Hindia, serta negara-negara Asia Tenggara. Untuk dapat
menjadi poros maritim dunia maka sistem pelabuhan di Indonesia harus
dimodernisasi sesuai dengan standar internasional sehingga pelayanan dan akses
di seluruh pelabuhan harus mengikuti prosedur internasional.
6.nama penanya : wa ode ulfa intan safitri
Kelompok : 5
Pertanyaan : apa latar belakang adanya Territoriale Zee En Maritime Kringen
Ordonnantie pada tahun 1939 dan apa dampaknya bagi bangsa Indonesia?
Jawaban : latar belakang adanya Territoriale Zee En Maritime Kringen
Ordonnantie 1939 untuk memberikan batasan daerah teritoril perairan pada
Indonesia. Undang-undang ini berisi bahwa batas territorial laut Indonesia
dihitung dari jarak pulau terluar pada saat surut sejauh 3 mil. Jadi, batas
territorial Indonesia setelah 3 mil, baik di dalam maupun di luar perairan
Indonesia menjadi wilayah asing, bukan wilayah Indonesia ini dikarenakan pada
saat itu Indonesia masih dalam daerah jajahan bangsa barat sehingga dengan
keluarnya undang undang ini menjadi mempersempit daerah lautan Indonesia
dengan ini kapal kapal asing dapat dengan mudah mengambil kekayaan
Indonesia tanpa harus terkena pelanggaran dan bagian dari taktik bisnis dari
bangsa asing untuk memperluas saham dagangnya dengan berniaga melalui
perantara laut oleh karena itu property yang mereka ambil alih adalah pelabuhan.

Dampaknya bagi bangsa Indonesia merupakan dampak yang sangat merugikan


karena dengan adanya undang undang ini daerah kemaritiman Indonesia menjadi
sepit.

7.nama penanya : sela yulfina


Kelompok
Pertanyaan : mengenai deklarasi juanda apakah masih dipakai hingga sekarang
atau tidak jika sudah tidak dipakai undang undang apa yang mengantikan ?
Deklarasi juanda berisi a) lebar lebar laut territorial Indonesia berubah menjadi
12 mil laut yang sebelumnya 3 mil laut; b) penetapan lebar laut territorial diukur
dari garis pangkal lurus yang menghubungkan titik-titik terluar dari ujung-ujung
pulau Indonesia terluar, dan sebelumnya diukur dari garis pangkal yang
menggunakan garis air rendah (pasang surut) yang mengikuti liku-liku pantai
masing-masing pulau Indonesia; c) Semua perairan yang terletak pada sisi dalam
garis pangkal lurus tersebut berubah statusnya dari yang tadinya berupa laut
territorial atau laut lepas menjadi perairan pedalaman, dimana kedaulatan negara
atas perairan tersebut praktis sama dengan kedaultan negara atas daratannya.
Sementara sebelum Dekrarasi Djuanda perairan yang terletak pada sisi dalam
dari garis pangkal disebut perairan pendalaman.
Ini menyebabkan daerah perairan Indonesia menjadi lebih besar dari saat
berlakunya undang undang Territoriale Zee En Maritime Kringen Ordonnantie
pada tahun 1939 karena menguntungkan bagi Indonesia hasil putusan deklarasi
juanda masih digunakan hingga sekarang.

Referensi

http://www.smansax1-edu.com/2014/08/latar-belakang-kedatangan-bangsabarat.html
http://www.presidenri.go.id/maritim/indonesia-sebagai-poros-maritim-dunia.html
http://task-ade.blogspot.co.id/2012/04/marietieme-kringen-ordonantietzmko.html
http://jejakasus.blogspot.co.id/2014/02/penjajahan-bangsa-portugis-danspanyol.html
http://kkpnews.kkp.go.id/index.php/pemberantasan-illegal-fishing-indonesiadiakui-dunia/
https://kuliahade.wordpress.com/2010/01/28/hokum-pengangkutan-laut-asascabotage/

Pertanyaan Beserta Jawaban dalam Diskusi Materi Kelompok 1


Sejarah Kemaritiman
Sabtu, 09 April 2016

Oleh Kelompok 1 :
Desty Natalia Rubak Rerung (R1A115021)
Fitriani (R1A115062)
Murliani (R1A115023)
Novita Sari (F1H111070)
Riswan (F1H114007)
Wa Ode Nurfadilah (R1A115061)

JURUSAN TEKNIK GEOFISIKA


KENDARI
2016