Anda di halaman 1dari 22

AKUNTANSI MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK

Penganggaran dan Pengendalian


Sektor Publik

Oleh:
Kelompok 7
Muhammad Ichsan (08) - A31115758
Irmawati (10) A31115760

PROGRAM S1-STAR BPKP JURUSAN AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2016

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.


Puji serta syukur kami panjatkan atas segala limpahan Rahmat dan Hidayah dari Allah
SWT. sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat
waktu.
Kami berterimakasih kepada dosen pengajar yang telah memberikan tugas penyusunan
makalah ini. Kami menyadari banyak kekurangan yang ada pada makalah ini. oleh karena itu,
kami berharap kedepan Bapak / Ibu dapat membimbing dan mengarahkan kami terkait
pembahasan yang terdapat pada makalah ini.
Kami juga berterimakasih kepada rekan-rekan Kelas B Angkatan II Program S1-STAR
BPKP Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin yang telah
memberikan doa dan dukungan serta bantuan selama proses penyusunan makalah ini.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Makassar, Oktober 2016

Tim Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar...........................

Daftar Isi........................................................................................................................................
Bab I
Pendahuluan................
1.1
Latar Belakang.............
1.2
Rumusan Materi Pembelajaran................
1.3
Tujuan Materi Pembelajaran...............
Bab II
Pembahasan.....................................................................
2.1
Pengangaran Sektor Publik..............................................................................

ii
1
1
1
2
3
3

2.2
Pengendalian Manajemen Sektor Publik.........................................................
Penutup....................................................................
3.1
Kesimpulan..........................
3.2
Saran........................................
Daftar Pustaka................................

8
16
16
16
17

Bab III

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Sistem anggaran sektor publik dalam perkembangannya telah menjadi instrumen
kebijakan multifungsi yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan organisasi. Hal
tersebut tercermin pada komposisi dan besarnya anggaran secara langsung merefleksikan
arah dan tujuan pelayanan masyarakat yang diharapkan. Sejak pertengahan tahun 1980an telah terjadi perubahan manajemen sektor publik yang cukup signifikan dari sistem
manajemen tradisional yang terkesan kaku, birokratis, dan hierarki menjadi model
manajemen sektor publik yang fleksibel dan lebih mengakomodasi pasar.
Sebagai sebuah sistem, perencanaan anggaran sektor publik juga telah mengalami
banyak perkembangan. Sistem perencanaan anggaran publik berkembang dan berubah
sesuai dengan dinamika perkembangan tuntutan yang muncul di masyarakat. Anggaran
sektor publik di buat untuk menentukan tingkat kebutuhan masyarakat, seperti air bersih,
kualitas kesehatan, pendidikan , dan sebagainya agar terjamin secara layak. Anggaran
juga merupakan alat bagi pemerintah untuk mengarahkan pembangunan sosial ekonomi,
menjamin kesinambungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Anggaran
diperlukan untuk meyakinkan bahwa pemerintah telah bertanggung jawab terhadap
rakyat. dalam hal ini anggaran publik merupakan instrumen pelaksanaan akuntabilitas
publik oleh lembaga-lembaga publik yang ada. Oleh sebab itu, makalah ini akan
membahas tentang Penganggaran Sektor Publik yang ada di Indonesia. Apa saja fungsi
anggaran sektor publik, tujuan, karakteristik, serta bagaimana penyusunannya.

1.2

Rumusan Materi Pembelajaran

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis merumuskan materi pembelajaran


sebagai berikut:
1

1. Menjelaskan apakah yang dimaksud dengan penganggaran sektor publik ?


2. Menjelaskan apakah konsep penganggaran sektor publik ?
3. Menjelaskan apa sajakah fungsi, jenis, karakteristik, tujuan serta siklus
penganggaran sektor publik ?
4. Menjelaskan Sistem Pengendalian Manajemen Sektor Publik ?
5. Menjelaskan Tipe Pengendalian Manajemen ?
6. Menjelaskan Struktur Pengendalian Manajemen ?
1.3

Tujuan Materi Pembelajaran


Tujuan dari pembelajaran makalah ini yaitu mampu:
1.
2.

Mengetahui tentang apa yang dimaksud dengan penganggaran sektor publik


Mengetahui konsep yang terdapat dalam penganggaran sektor publik
3. Mengetahui tentang fungsi, tujuan, jenis, karakteristik, tujuan serta siklus
4.
5.
6.

penganggaran sektor publik


Mengetahui Sistem Pengendalian Manajemen Sektor Publik
Mengetahui Tipe Pengendalian Manajemen
Mengetahui Struktur Pengendalian Manajemen

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengangaran Sektor Publik


2.1.1 Konsep dan Pengertian Penganggaran Sektor Publik
Anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yang
akan dicapai oleh suatu organisasi dalam periode tertentu yang
dinyatakan dalam ukuran moneter. Dalam organisasi sektor publik
anggaran merupakan instrumen akuntabilitas atas pengelolaan dana
publik dan pelaksanaan program-program yang dibiayai oleh uang publik.
Anggaran Sektor Publik juga merupakan perencanaan finansial tentang
perkiraan pengeluaran dan penerimaan yang diharapkan akan terjadi di
masa mendatang dengan melihat data yang diperoleh dari masa lalu
sebagai acuan penetapan anggaran.
Penganggaran dalam organisasi sektor publik merupakan aktivitas
yang penting karena berkaitan dengan proses penentuan alokasi dana
untuk setiap program maupun aktivitas.
Tiga aspek yang harus tercakup dalam anggaran sektor publik
meliputi :
1.
2.
3.
Secara

Aspek
Aspek
Aspek
rinci,

Perencanaan
Pengendalian
Akuntabilitas Publik
anggaran sektor publik berisi tentang besarnya

belanja yang harus dikeluarkan untuk membiayai program dan aktivitas


yang direncanakan serta cara untuk medapatkan dana untuk membiayai
program dan aktivitas tersebut.

2.1.2 Pentingnya Anggaran Sektor Publik


Anggaran sektor publik dibuat untuk membantu menentukan
tingkat

kebutuhan masyarakat,

seperti

listrik,

air

bersih,

kualitas

kesehatan, pendidikan, dan sebagainya agar terjamin secara layak .


Merefleksikan perubahan prioritas kebutuhan dan kegiatan
masyarakat

Menentukan

penerimaan

dan

pengeluaran

departemen-

departemen pemerintah, pemerintah provinsi atau pemerintah daerah.


Anggaran sektor publik penting karena beberapa alasan, yaitu :
a. Anggaran merupakan alat bagi pemerintah untuk mengarahkan
pembangunan ekonomi nasional, menjamin kesinambungan, dan
meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
b. Anggaran diperlukan karena adanya kebutuhan dan kegiatan
masyarakat

yang

tidak

terbatas

dan

terus

berkembang,

sedangkan sumber daya yang ada terbatas. Anggaran diperlukan


karena adanya masalah keterbatasan sumber daya.
c. Anggaran diperlukan untuk meyakinkan bahwa pemerintah telah
bertanggung jawab terhadap rakyat. Dalam hal ini anggaran
publik merupakan instrumen pelaksanaan akuntabilitas publik
oleh lembaga-lembaga publik yang ada.
2.1.3 Fungsi Anggaran Sektor Publik
Anggaran dalam akuntansi berada di dalam lingkup akuntansi
manajemen. Mardiasmo ( 2009 ) mengidentifikasi beberapa fungsi
anggaran dalam manajemen sektor publik sebagai berikut :
1.
Anggaran sebagai Alat Perencanaan
Anggaran merupakan alat perencanaan manajemen

untuk

mencapai tujuan organisasi sehingga organisasi akan mengetahui apa


yang harus dilakukan dan ke arah mana kebijakan akan dibuat. Anggaran
sektor publik dibuat untuk merencanakan tindakan apa yang akan
dilakukan oleh pemerintah, berapa biaya yang dibutuhkan, dan berapa
hasil yang diperoleh dari belanja pemerintah tersebut. Anggaran sebagai
alat perencanaan digunkan untuk :
1) Merumuskan tujuan serta sasaran kebijakan agar sesuai dengan
visi dan misi yang diterapkan
2) Merencanakan berbagai program dan kegiatan untuk mencapai
tujuan organisasi serta alternatif pembiayaannya
3) Mengalokasikan dana pada berbagai program dan kegiatan yang
telah disusun
4

4) Menentukan indikator kinerja dan tingkat pencapaian strategi


2.
Anggaran sebagai Alat Pengendalian
Anggaran sebagai instrumen pengendalian

digunakan

untuk

menghindari adanya pengeluaran yang terlalu besar, terlalu rendah,


salah sasaran, atau adanya penggunaan yang tidak semestinya. Sebagai
alat pengendalian manajerial, anggaran sektor publik digunakan untuk
meyakinkan bahwa pemerintah mempunyai uang yang cukup untuk
memenuhi kebutuhannya. Pengendalian anggaran sektor publik dapat
dilakukan dengan empat cara, yaitu :
a) Membandingkan kinerja akrual dengan kinerja yang dianggarkan
b) Menghitung selisih anggaran
c) Menemukan penyebab yang dapat dikendalikan dan tidak dapat
dikendalikan atas suatu varians
d) Merevisi standar biaya atau target anggaran untuk tahun
berikutnya
3.
Anggaran sebagai Alat Kebijakan Fiskal
Anggaran sebagai kebijakan fiskal pemerintah, digunakan untuk
menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui
anggaran sektor publik dapat diketahui arah kebijakan fiskal pemerintah,
sehingga dapat dilakukan prediksi dan estimasi ekonomi.
4.
Anggaran sebagai Alat Politik
Anggaran digunakan untuk memutuskan prioritas-prioritas dan
kebutuhan keuangan terhadap prioritas tertentu. Anggaran tidak sekedar
masalah

teknik,

melainkan

diperlukan

keterampilan

berpolitik,

membangun koalisi, keahlian bernegosiasi, dan pemahaman tentang


manajemen keuangan sektor publik yang memadai oleh para manajer
publik.
5.
Anggaran sebagai alat Koordinasi dan Komunikasi
Melalui dokumen anggaran yang komprehensif, sebuah bagian atau
unit kerja atau departemen yang merupakan sub-organisasi dapat
mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang akan dilakukan oleh
bagian/unit kerja lainnya. Oleh karena, anggaran dapat digunakan
5

sebagai alat koordinasi dan komunikasi antara dan seluruh bagian dalam
pemerintahan.
6.
Anggaran sebagai Alat Penilaian Kinerja
Kinerja eksekutif dinilai berdasarkan pencapaian target anggaran,
efektivitas dan efisiensi pelaksanaan anggaran. Kinerja manajer public
dinilai berdasarkan berapa hasil yang dicapai dikaitkan dengan anggaran
yang telah ditetapkan. Anggaran merupakan alat yang efektif untuk
pengendalian dan penilain kerja.
7.
Anggaran sebagai Alat Motivasi
Anggaran dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi manajer
dan stafnya agar dapat bekerja secara ekonomis, efektif, dan efisien
dalam mencapai target dan tujuan organisasi yang ditetapkan. Agar
dapat memotivasi pegawai, anggaran hendaknya bersifat challenging but
attainable atau demanding but achieveable. Maksudnya adalah target
anggaran hendaknya jangan terlalu tinggi sehingga tidak dapat dipenuhi,
namun jangan terlalu rendah sehingga terlalu mudah untuk dicapai.
8.
Anggaran sebagai Alat untuk Menciptakan Ruang Publik
Masyarakat dan elemen masyarakat lainnya non pemerintah,
seperti LSM, Perguruan Tinggi, Organisasi Keagamaan, dan Organisasi
Masyarakat lainnya harus terlibat dalam proses penganggaran publik.
Keterlibatan mereka dapat bersifat langsung dan tidak langsung.
Keterlibatan langsung masyarakat dalam proses penganggaran dalam
proses penganggaran dapat dilakukan mulai dari proses penyusunan
perencanaan pembangun maupun rencana kerja pemerintah (daerah),
sedangkan keterlibatan secara tidak langsung dapat melalui perwakilan
mereka di lembaga legislative (DPR/DPRD).
2.1.4 Tujuan Dan Karakteristik Anggaran Sektor Publik
Anggaran bagi sektor public adalah alat untuk mencapai tujuan
dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat/rakyat yang

tujuannya

adalah

untuk

meningkatkan

pelayanan

public

dan

kesejahteraan masyarakat. Perencanaan dan penggaran merupakan


proses yang terintegrasi, karena output dari perencanaan adalah
penganggaran. Berdasarka definisi di atas dan tujuan dari anggaran
sektor public, maka anggaran sektor public memiliki karakteristik sebagai
1.
2.

berikut :
Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan
Anggaran umumnya mencakup jangkauan tertentu, satu atau beberapa

3.

tahun, jangka pendek, dan menengah atau panjang.


Anggaran berisi komitmen atau kesanggupan manajemen untuk mencapai

4.

sasaran yang ditetapkan.


Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pihak berwenang yang lebih

5.

tinggi dari penyusun anggaran


Sekali disusun, anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi tertentu.
Anggaran sektor public mencakup semua aspek kehidupan
masyarakat namun ada beberapa aspek yang tidak tersentuh oleh
anggaran sektor public baik nasional maupun lokal. Oleh karena itu,
dengan adanya anggaran sektor publik ini dapat membantu dalam
memenuhi kebutuhan masyarakat misalnya air bersih, listrik, kesehatan,
dan pendidikan. Keputusan pemerintah berpengaruh melalui anggaran
sangat berpengaruh dalam kesejahteraan masyarakat. Maka, anggaran
sektor public menjadi penting karena :
1.
Sebagai
alat
bagi
pemerintah

untuk

mengarahkan

pembangunan, menjalin kesinambungan dan meningkatkan


2.

kualitas hidup masyarakat.


Adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang tidak
terbatas dan terus berkembang, sedangkan sumber daya yang

3.

ada terbatas.
Untuk menyakinkan bahwa pemerintah telah bertanggung
jawab terhadap rakyat, dalam hal ini anggaran berperan
sebagai instrument akuntabilitas publik.

2.1.5

Prinsip-Prinsip Dalam Penganggaran Sektor Publik

Mengingat begitu pentingnya peranan dan fungsi anggaran, di


perlukan prinsip-rinsip yang menjadi pedoman bagi organisasi public atau
pemerintah dalam penyusunannya. Beberapa prinsip tersebut adalah
sebagai berikut (Mardiasmo, 2009 : 67 68 ) :
1.

Otorisasi oleh legislative.


Anggaran public harus mendapatkan otorisasi dari legislative
sebelum eksekutif dapat menggunakan anggaran tersebut.

2.

Komprehensif / menyeluruh
Anggaran harus menunjukan semua menerimaan dan pengeluaran
pemerintah. Oleh karena itu, adanya dana nonbudgetair pada dasarnya
menyalahi prinsip anggaran yang bersifat komprehensif.

3.

Keutuhan anggaran
Semua penerimaan dan mengeluaran pemerintah tercakup dalam
dana umum

4.

Nondiscretionary uppropriation
Jumlah yang di setujui oleh dewan legislative harus termanfaatkan
secara ekonomis, efisiensi, dan efektif.

5.

Periodik
Anggaran merupakan suatu proses yang periodik, dapat bersifat
tahunan atau multitahunan

6.

Akurat
Estimasi anggaran hendaknya tidak memasukan cadangan yang
tersembunyi yang dapat menyebabkan terjadinya pemborosan dan
ketidak efisienan anggaran, serta dapat mengakibatkan munculnya
underestimate pendapatan dan oferestimate pengeluaran.

7.

Jelas

Anggaran hendaknya sederhana, dapat di pahami oleh masyarakat,


dan tidak membingungkan.
8.

Transparan
Anggaran harus di informasikan kepada masyarakat luas.

2.2 Pengendalian Manajemen Sektor Publik


2.2.1 Sistem Pengendalian Manajemen Sektor Publik
Setiap organisasi publik maupun swasta memiliki tujuan yang
hendak dicapai. Untuk mencapai tujuan organisasi tersebut diperlukan
strategi yang dijabarkan dalam bentuk program-program atau aktivitas.
Organisasi

memerlukan

sistem

pengendalian

manajemen

untuk

memberikan jaminan dilaksanakannya strategi organisasi secara efektif


dan efisisen sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Pengendalian
manajemen meliputi beberapa aktivitas, yaitu: (1) Perencanaan, (2)
Koordinasi antar berbagai bagian dalam organisasi, (3) Komunikasi
informasi, (4) Pengambilan keputusan, (5) Memotivasi orang-orang dalam
organisasi agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi agar
berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi, (6) Pengendalian, (7)
Penilaian kinerja.
Kegagalan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan
dapat terjadi karena adanya kelemahan atau kegagalan pada salah satu
atau beberapa tahap dalam proses pengendalian manajemen. Sistem
pengendalian manajemen sektor publik berfokus pada bagaimana
melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efesien sehingga
tujuan organisasi dapat dicapai. Sistem pengendalian manajemen
tersebut harus didukung dengan perangkat yang lain berupa struktur
organisasi yang sesuai dengan tipe pengendalian manajemen yang
digunakan, manajemen sumber daya manusia, dan lingkungan yang
mendukung.

Struktur

organisasi

harus

sesuai

dengan

desain

sistem

pengendalian manajemen, karena sistem pengendalian manajemen


berfokus pada unit-unit organisasi sebagaui pusat pertanggungjawaban
tersebut merupakan basis perencanaan, pengendalian, dan penilaian
kinerja. Manajemen sumber daya manusia harus dilakukan sejak proses
seleksi dan rekruitmen, training, pengembangan, dan promosi hingga
pemberhentian karyawan. Faktor lingkungan meliputi kestabilan politik,
ekonomi, sosial, keamanan, dan sebagainya. Kesemua unsur tersebut
hendaknya dapat mendukung pelaksanaan strategi organisasi.
2.2.2 Tipe Pengendalian Manajemen
Tipe pengendalian manajemen dapat dikategorikan menjadi tiga
kelompok, yaitu:
1.

Pengendalian preventif (preventif control)


Dalam

tahap

ini

pengendalian

manajemen

terkait

dengan

perumusan strategi perenanaan strategik yang dijabarkan dalam bentuk


program-program.
2.

Pengendalian operasional (operational control)


Dalam

tahap

ini

pengendalian

manajemen

terkait

dengan

pengawasan pelaksanaan program yang telah ditetapkan melalui alat


berupa

anggaran.

Anggaran

digunakan

untuk

menghubungkan

perencanaan dengan pengendalian.


3.

Pengendalian kinerja
Pada tahap ini pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi
kinerja berdasarkan tolok ukur kinerja yang telah ditetapkan.

2.2.3 Struktur Pengendalian Manajemen


Sistem pengendalian manajemen harus didukung dengan struktur
organisasi yang baik. Struktur organisasi termanifestasi dalam bentuk
10

struktur

pusat

pertanggungjawaban

(responsibility

centers).

Pusat

pertanggungjawaban adalah unit organisasi yang dipimpin oleh manajer


yang bertanggungjawab terhadap aktivitas pusat pertanggungjawaban
yang dipimpinnya. Suatu organisasi merupakan kumpulan dari berbagai
pusat pertanggungjawaban tersebut adalah:
1. Sebagai basis perencanaan, pengendalian, dan penilaian kinerja manajer
dan unit organisasi yang dipimpinnya;
2. Untuk memudahkan mencapai tujuan organisasi;
3. Memfasilitasi terbentuknya goal congruence;
4. Mendelegasikan tugas dan wewenang ke unit-unit yang memiliki kompetensi
sehingga mengurangi beban tugas manajer pusat;
5. Mendorong kreativitas dan daya inovasi bawahan;
6. Sebagai alat untuk melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan
efisisen; dan
Sebagai alat pengendalian anggaran;
Tanggung jawab manajer pusat pertanggungjawaban adalah untuk
menciptakan hubungan yang optimal antara sumber daya input yang
digunakan dengan output dihasilkan, kemudian dikaitkan dengan target
kinerja. input diukur dengan jumlah sumber daya yang digunakan
sedangkan output diukur dengan jumlah produk/output yang dihasilkan.

2.2.4 Proses Pengendalian Manajemen Sektor Publik


Proses pengendalian manajemen pada organisasi sektor publik
dapat dilakukan dengan menggunakan saluran komunikasi formal dalam
organisasi yang meliputi:
1.

Rumusan strategi (strategy formulation)

2.

Perencanaan startegik (strategic plannning)

3.

Penganggaran

4.

Operasional (pelaksanaan anggaran), dan

5.

Evaluasi kinerja

11

Saluran komunikasi informal dapat dilakukan melalui komunikasi


langsung, pertemuan informal, diskusi, atau melalui metoda management
by walking around.
Sistem pengendalian manajemen suatu organisasi dirancang untuk
mempengaruhi orang-orang didalam organisasi tersebut agar berperilaku
sesuai dengan tujuan organisasi. Pengendalian organisasi dapat berupa
aturan dan prosedur birokrasi atau melalui pengendalian dan manajemen
informasi yang dirancang secara formal.
Dalam tujuan organisasi setiap orang memiliki tujuan personal
(individual goal). Untuk menyikapi hal tersebut perlu adanya suatu
jembatan yang mampu mengantarkan organisasi mencapai tujuannnya,
yaitu tercapainya keselarasan antara individual goal dengan organization
goal. Dalam hal ini, sistem pengendalian manajemen hendaknya dapat
menjadi jembatan dalam mewujudkan adanya goal congruence, yaitu
keselarasan antara tujuan organisasi dengan tujaun personal.
Faktor-faktor yang mempengaruhi goal congruence tersebut dapat
dikategorikan dalam dua kelompok, yaitu faktor pengendalian formal dan
faktor informal. Faktor pengendalian formal misalnya adalah sistem
pengendalian manajemen, sistem aturan (rules of the game), dan reward
& funishment system. Sementara itu, faktor informal terdiri atas faktor
eksternal dan internal. Faktor pengendalian informal misalnya etos kerja
dan loyalitas karyawan (dalam sistem pemerintahan dikenal istilah abdi
negara dan abdi masyarakat, sedangkan yang bersifat internal misalnya:
kultur organisasi, gaya manajemen (management style), dan gaya
komunikasi (communication style).

Perumusan Strategi (Strategy Formulation)


Perumusan strategi merupakan proses penentuan visi, misi, tujuan,
sasaran, target (outcome), arah dan kebijakan, serta strategi organisasi.
12

Perumusan strategi merupakan tugas dan tanggung jawab manajemen


puncak (top management). Dalam organisasi pemerintahan, perumusan
straegi dilakukan oleh dewan legislatif yang hasilnya berupa Garis-Garis
Besar Haluan Negara (GBHN) yang akan menjadi acuan bagi eksekutif
dalam bertindak.
Strategi yang dihasilkan dari proses perumusan strategi merupakan
strategi global (makro) atau dalam perusahaan disebut corporate level
strategy. Strategi organisasi ditetapkan untuk memberikan kemudahan
dalam mencapai tujuan organisasi. Salah satu metode penentuan strategi
adalah

dengan

menggunakan

analisis

SWOT

(strenght,

weakness,

opportunity, threath). Berdasarkan analisis SWOT tersebut, organisasi


dapat menentukan strategi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi.
Strategi perusahaan dapat beruabah atau mengalami revisi (strategy
revision), jika terdapat lingkungan yang berubah yang dipengaruhi oleh
adanya ancaman (threat) dan kesempatan (opportunity) misalnya adanya
inovasi teknologi baru, peraturan pemerintah baru, atau perubahan
lingkungan politik dan ekonomi lokal dan global.
Proses perumusan strategi pada organisasi sektor publik banyak
dipengaruhi oileh sektor swasta. Sama halnya dengan sektor swasta,
tahap paling awal dari manajeen strategik pada sektor publik adalah
perencanaan. Perencanaan dimulai dari perumusan strategi. Olsen dan
Eadie (1982) menyatakan proses perumusan strategi terdiri atas lima
komponen dasar, yaitu:

Pernyataan misi dan tujuan umum organisasi yang dirumuskan oleh


manajemen

eksekutif

organisasi

dan

memberikan

kerangka

pengembangan strategi serta target yang akan dicapai.


Analisis atau scanning lingkungan, terdiri dari pengidentifikasian dan
pengukuran (assessment) faktor-faktor eksternal yang sedang dan
akan terjadi dan kondisi yang harus dipertimbangkan pada saat
merumuskan strategi organisasi.

13

Profil internal dan audit sumber daya, yang mengidentifikasi dan


mengevaluasi kekuatan dan kelemahan organisasi dalam hal berbagai

faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan strategik.


Perumusan, evaluasi, dan pemilihan strategi
Implementasi dan pengendalian rencana strategik

Sementara itu, Bryson (1995) membuat model delapan langkah untuk


memfasilitasi proses perumusan strategi, yaitu:
1.

Memulai dan menyetujui proses perencanaan strategik

2.

Identifikasi apa yang menjadi mandat organisasi

3.

Klarifikasi misi dan nilai-nilai organisasi

4.

Menilai lingkungan eksternal (peluang dan ancaman)

5.

Menilai lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan)

6.

Identifikasi isu strategik yang sedang dihadapi organisasi

7.

Perumusan strategi untuk me-manage isu-isu

8.

Menetapkan visi organisasi untuk masa depan

Perencanaan Strategik (Strategic Planning)


Sistem

pengendalian

manajemen

diawali

dari

perencanaan

strategik (strategic planning), perencanaan strategik adalah proses


penentuan

program-program,

aktivitas,

atau

proyek

yang

akan

dilaksanakan oleh suatu organisasi dan penentuan jumlah alokasi sumber


daya yang akan dibutuhkan.
Perbedaannya dengan perumusan strategi adalah perumusan
strategi merupakan proses untuk menentukan strategi, sedangkan
perencanaan

strategik

berupa

rencana-rencana

strategik

(strategic

plans). Dalam proses perumusan strategi, manajemen memutuskan visi,


misi, dan tujuan organisasi serta strategi untuk mencapai tujuan
organisasi. Perencanaan strategik merupakan proses menurunkan stratgi
dalam bentuk program-program.
Proses strategik merupakan proses yang sistematik yang memiliki
prosedur dan skedul yang jelas. Organisasi yang tidak memiliki atau tidak
14

melakukan perencanaan strategik akan mengalami masalah dalam


penganggaran, misalnya

terjadinya

beban kerja

anggaran

(budget

workload) yang terlalu berat, alokasi sumber daya yang tidak tepat
sasaran,

dan

dilakukannya

pilihan

strategi

yang

salah.

Orientasi

dilakukannya manajemen strategik pada organisasi publik menuntut


adanya strategic

vision,

strategic

thinking,

strategic

leadership, dan strategic organization.


Manfaat perencanaan strategik bagi organisasi
Perencanaan strategik sangat penting bagi organisasi. Manfaat
perencanaan strategik bagi organisasi adalah:
a. Sebagai sarana untuk memfasilitasi terciptanya anggaran yang
efektif;
b. Sebagai sarana untuk memfokuskan manajer pada pelaksanaan
strategi yang telah ditetapkan;
c. Sebagai sarana untuk memfasilitasi dilakukannnya alokasi sumber
daya yang optimal (efektif dan efisien);
d. Sebagai kerangka untuk pelaksanaan tindakan jangka pendek (short
term action);
e. Sebagai sarana bagi manajemen untuk dapat memahami strategi
organisasi secara lebih jelas, dan
f. Sebagai alat untuk memperkecil rentang alternatif strategi.
Tujuan utama perencanaan strategik adalah untuk meningkatkan
komunikasi antara manajer puncak dengan manajer level bawahannya.
Adanya komunikasi ini akan memungkinkan terjadi persetujuan antara
manajer puncak dengan manajer level bawah mengenai strategi terbaik
untuk mecapai tujuan organisasi yang ditetapkan. Hal ini akan mendorong
terwujudnya good congruence.
Mengubah Perencanaan Strategik Menjadi Tindakan Nyata
Perencanaan

strategik

dapat

digunakan

untuk

membantu

mengantisipasi dan memberika arahan perubahan. Perencanaan strategik


15

perlu ditranslasikan dalam bentuk tindakan-tindakan konkrit. Untuk itu,


perencanaan strategik harus didukung oleh hal-hal sebagai berikut:
a.

Struktur pendukung, baik secara manajerial maupun political will.

b.

Proses dan praktik implementasi di lapangan; dan

c.

Kultur organisasi
Struktur organisasi hendaknya dapat mendukung pelaksanaan

strategi. Desain sistem pengendalian manajemen harus didukung oleh


struktur organisasi yang sesuai. Visi, misi, tujuan, dan strategi yang sudah
disusun secara baik dapat gagal dicapai apabila struktur organisasi tidak
mendukung strategi. Oleh karena itu perlu dilakukan restrukturisasi dan
reorganisasi (institutional reform) agar selaras dengan strategi dan desain
sistem pengendalian manajemen. Restrukturisasi tersebut didasarkan
pada prinsip:
g. Perubahan struktur organisasi hendaknya dapat meningkatkan
kapasitas untuk mencapai strategi yang efektif.
h. Pimpinan eksekutif bertanggung jawab untuk melaksanakan strategi
dan arahan kebijakan hingga level bawah.
i. Dewan bertang jawab secara kolektif untuk merencanakan strategi,
kebijakan dan otorisasi alokasi sumber daya, dan menilai kinerja
manajemen (eksekutif).
Proses dan praktik implementasi di lapangan terkait dengan
prosedur dan sistem pengendalian. Perencanaan strategik harus didukung
dengan budaya organisasi yang kuat. Perencanaan strategik harus diikuti
dengan

perubahan

perilaku

dan

sikap

anggota

organisasi

untuk

melaksanakan program-program secara efektif dan efisien.


Penganggaran
Apabila tahap perencanaan strategik telah selesai dilakukan, tahap
berikutnya adalah menentukan anggaran. Tahap penganggaran dalam
proses pengendalian manajemen sektor publik merupakan tahap yang
dominan. Proses penganggaran pada organisasi sektor publik memiliki
16

karakteristik yang agak berbeda dengan penganggaran pada sektor


swasta. Perbedaan tersebut terutama adalah adanya pengaruh politik
dalam proses penganggaran.
Penilaian Kinerja
Tahap akhir dari proses pengendalian manajemen adalah penilaian
kinerja. Penilaian kinerja merupakan bagian dari proses pengendalian
manajemen

yang

dapat

digunakan

sebagai

alat

pengendalian.

Pengendalian manajemen melalui sistem penilaian kinerja dilakukan


dengan cara menciptakan mekanisme reward & punishment. Sistem
pemberian penghargaan (rewards) dan hukuman (punishment) digunakan
sebagai pendorong bagi pencapaian strategi. Pemberian imbalan (reward)
dapat berupa finansial dan nonfinansial seperti pshycologoical reward dan
social reward. Imbalan atau penghargaan yang sifatnya finansial misalnya
berupa kenaikan gaji, bonus, dan tunjangan. Imbalan yang bersifat
psikologis dan sosial misalnya berupa promosi jabatan, penambahan
tanggung jawab dan kepercayaan, otonomi yang lebih besar, penempatan
kerja di lokasi yang lebih baik, dan pengakuan. Mekanisme pemberian
sanksi dan hukuman untuk kondisi tertentu diperlukan.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yang
akan dicapai oleh suatu organisasi dalam periode tertentu yang
dinyatakan dalam ukuran moneter. Dalam organisasi sektor publik
anggaran merupakan instrumen akuntabilitas atas pengelolaan dana
publik dan pelaksanaan program-program yang dibiayai oleh uang publik.
17

Anggaran Sektor Publik juga merupakan perencanaan finansial tentang


perkiraan pengeluaran dan penerimaan yang diharapkan akan terjadi di
masa mendatang dengan melihat data yang diperoleh dari masa lalu
sebagai acuan penetapan anggaran.
Pengendalian manajemen meliputi beberapa aktivitas, yaitu: (1)
perencanaan, (2) koordinasi, (3) komunikasi informasi, (4) pengambilan
keputusan, (5) memotivasi, (6) pengendalian, dan (7) penilaian kinerja.
Akuntansi manajemen sektor publik memegang peran kunci sebagai
penyedia informasi bagi manajer untuk perencanaan dan pengendalian.
Proses pengendalian manajemen pada organisasi sektor publik dapat
dilakukan dengan menggunakan saluran komunikasi formal maupun
informal. Sistem pengendalian manajemen suatu organisasi dirancang
untuk mempengaruhi orang-orang di dalam organisasi tersebut agar
berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi. Sistem pengendalian
manajemen harus didukung dengan struktur organisasi yang baik.
Struktur

organisasi

termanifestasi

dalam

bentuk

struktur

pusat

pertanggungjawaban (responsibility centers).

3.2 Saran
Demikianlah Makalah yang dapat kami sajikan. Kami sadar makalah ini masih
sangat jauh dari kesempurnaan, memiliki banyak kekeliruan dan kesalahan. Oleh karena itu
kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar dapat dijadikan bahan
perbaikan dikemudian hari.

DAFTAR PUSTAKA

Halim, Abdul. 2013. Akuntansi Sektor Publik: Dari Anggaran Hingga Laporan Keuangan Dari
Pemerintah Hingga Tempat Ibadah. Jakarta: Salemba Empat.
18

Lestari, Suci. 2013. Sistem Pengendalian Manajemen Sektor Publik. (online),


http://lestachi.blogspot.co.id/2013/10/sistem-pengendalian-manajemen-sektor.html,
(Diakses pada tanggal 31 oktober 2016)

19

Anda mungkin juga menyukai