Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Matematika merupakan cabang ilmu yang mempelajari hal-hal yang bersifat abstrak,

menekankan proses deduktif yang memerlukan penalaran logis dan aksiomatik yang mungkin
diawali dari proses induktif, yang meliputi penyusunan konjektur, model matematika, analogi
dan atau generalisasi berdasarkan pengamatan terhadap sejumlah data. Karakteristik lain dari
matematika adalah merupakan ilmu terstruktur dan sistematis. Dalam arti bagian-bagian
matematika tersusun secara hierarkis dan terjalin dalam hubungan fungsional yang erat dan
sifat keteraturan yang indah, yang akan membantu menghasilkan model matematis yang
diperlukan dalam pemecahan masalah di berbagai cabang ilmu pengetahuan dan masalah
kehidupan sehari-hari.
Walaupun matematika sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, penyelesaian terhadap
soal aplikasi matematika masih sering sulit dilakukan. Terutama penyelesaian soal yang
bersifat pemecahan masalah (problem solving). Menurut Garofalo dan Lester (dalam Kirkley,
2003), pemecahan masalah mencakup proses berpikir tingkat tinggi seperti proses visualisasi,
asosiasi, abstraksi, manipulasi, penalaran, analisis, sintesis, dan generalisasi yang masingmasing perlu dikelola secara terkoordinasi.
1.2. Rumusan Masalah
1.2.1. Bagaimana contoh penyelesaian soal pemecahan masalah tentang materi konsep
dasar trigonometri?
1.3. Tujuan
1.3.1. Untuk mengetahui contoh penyelesaian soal pemecahan masalah tentang materi
konsep dasar trigonometri.

BAB II

PEMBAHASAN
2.1. Pendekatan Pemecahan Masalah Matematika
Telah dibahas dalam bukunya yang berjudul How to Solve It, Polya mengembangkan
empat tahap proses pemecahan masalah yang kira-kira serupa dengan langkah-langkah
berikut ini:
1.

Memahami Masalah
(1)Dapatkah Anda menyatakan masalah dalam kata-kata sendiri?
(2)Apa yang Anda coba cari atau kerjakan?
(3)Apa yang tidak diketahui?
(4)Informasi apa yang Anda dapatkan dari masalah yang dihadapi?
(5)Jika ada, informasi apa yang tidak tersedia atau tidak diperlukan?

2.

Merencanakan Penyelesaian Masalah


Walaupun bukan merupakan keharusan, strategi berikut ini sangatlah berguna dalam

proses pemecahan masalah.


(1)Mencari pola.
(2)Menguji masalah yang berhubungan serta menentukan apakah teknik
yang sama bisa diterapkan atau tidak.
(3)Menguji kasus khusus atau kasus lebih sederhana dari masalah yang
dihadapi untuk memperoleh gambaran lebih baik tentang
penyelesaian masalah yang dihadapi.
(4)Membuat sebuah tabel.
(5)Membuat sebuah diagram.
(6)Menulis suatu persamaan.
(7)Menggunkan strategi tebak-periksa.
(8)Bekerja mundur.
(9)Mengidentifikasi bagian dari tujuan keseluruhan.
3.

Melaksanakan Rencana Penyelesaian Masalah


(1)Melaksanakan strategi sesuai dengan yang direncakan pada tahap
sebelumnya.
(2)Melakukan pemeriksan pada setiap langkah yang dikerjakan.
Langkah ini bisa merupakan pemeriksaan secara intuitif atau bisa
juga berupa pembuktian secara formal.

(3)Upayakan bekerja secara akurat.


4.

Memeriksa Kembali
(1)Periksa hasilnya pada masalah asal (Dalam kasus tertentu, hal seperti ini perlu
pembuktian).
(2)Interpretasikan solusi dalam konteks masalah asal. Apakah solusi yang dihasilkan
masuk akal?
(3)Apakah ada cara lain untuk menyelesaikan masalah tersebut?
(4)Jika memungkinkan, tentukan masalah lain yang berkaitan atau
masalah lebih umum lain dimana strategi yang digunakan dapat
bekerja.

2.2. Konsep Dasar Trigonometri


1. Jika panjang sisi- sisi

ABC berturut turut adalah AB = 4 cm, BC = 6 cm, dan AC

= 5 cm, sedang sudut BAC = a, sudut ABC = b, sudut BCA = c, maka sin a : sin b :
sin c =
Tahap 1 : Memilih Masalah
Diketahui :
AB = 4cm
BC = 6cm
AC = 5cm
<BAC = a
<ABC = b
<BCA = c
Ditanya = Sin a : Sib b : Sin c ?
Tahap 2 : Memilih strategi
-

Menggunakan aturan Cosinus untuk mencari Cos a, Cos b dan Cos c

Menggunakan aturan sudut segitiga siku-siku untuk Sin a, Sin b dan Sin c
Tahap 3 : Melaksanakan strategi
Pandang sudut BAC :
BC2 = AB2 + AC2 2(AB)(AC)cos
62 = 42 + 52 2(4)(5)cos a
36 = 16 + 25 2(4)(5) cos a
5 = 2(4)(5) cos a

BAC

1/8 = cos a

sin a =

8 212
8

641
8
63
8
9.7
8

3 7
8

Pandang sudut ABC :


AC2 = AB2 + BC2 2(AB)(BC)cos

ABC

52 = 42 + 62 2(4)(6)cos b
25 = 16 + 36 2(4)(6) cos b
27 = 2(4)(6) cos b
9/16 = cos b

sin b =

162 92
16

25681
16
175
16
5.5 .7
16

5 7
16

Pandang sudut BCA :


AB2 = BC2 + AC2 2(BC)(AC)cos
42 = 62 + 52 2(6)(5)cos c
16 = 36 + 25 2(6)(5) cos c

BCA

45 = 2(6)(5) cos c
3/4 = cos c

sin c =

423 2
4

169
4

7
4
3 7
8

sin a : sin b : sin c = =

6 7
16

sin a : sin b : sin c =

5 7
16
5 7
16

7
4
4 7
16

sin a : sin b : sin c = 6 : 5 : 4


Tahap 4 : Memerisa kembali
-

Menggunakan aturan Sinus


BC
sin a

AC
sinb

AB
sinC

4
7
4

3 7
8

5 7
16

48
3 7

80
5 7

16
7 =

16
7

16
7

16
7

2. Suatu kelompok belajar yang terdiri dari siswa-siswi SD, melakukan permainan
lingkaran berputar dalam menentukan pilihan hadiah. Setiap anggota memiliki
kesempatan untuk memilih hadiah melalui memutar papan lingkaran. Namun, hadiah
terbesar jam tangan akan muncul jika nilai sinus besar sudut yang dihasilkan adalah

1
2 . Giliran pertama adalah giliran Dani untuk memutar papan. Banyak rotasi
menunjukkan 2 dan papan berhenti pada sudut 210 . Giliran kedua adalah giliran
Vina untuk memutar papan. Banyak rotasi menunjukkan 4 dan papan berhenti pada
sudut 300 . Terakhir adalah giliran Edo untuk memutar papan. Banyak rotasi
menunjukkan 3 dan papan berhenti pada sudut 150 .
Siapakah diantara mereka yang memperoleh jam tangan ?

Tahap 1 (memahami masalah)


1. Jam tangan akan diperoleh jika sinus besar sudut yang dihasilkan adalah

1
2 .

2. Banyak putaran yang ditunjukkan pada papan rotasi yang dilakukan oleh Dani adalah
2 dan berhenti pada sudut 210 .
3. Banyak putaran yang ditunjukkan pada papan rotasi yang dilakukan oleh Vina adalah
4 dan berhenti pada sudut 300 .
4. Banyak putaran yang ditunjukkan pada papan rotasi yang dilakukan oleh Edo adalah 3
dan berhenti pada sudut 150 .
Tahap 2 (menyusun strategi)
-

Menggunakan rumus perbandingan trigonometeri sinus

Tahap 3 (melaksanakan strategi)

Satu putaran memiliki arti posisi alat pemutar kembali keposisi awal ( 0 ).
Meskipun angka di papan banyak rotasi menunjukkan 2, 3, atau 4, artinya nilai
perbandingan trigonometri sama dengan nilai perbandingan trigonometri sudut 0 .
Oleh karena itu, besar sudut yang diperoleh Dani dapat dinyatakan :

( 2 360 )+210 = 930 . Jadi, sin 930 = sin 210 .


Sudut 210 berada pada kuadran III, oleh karena itu rumus yang digunakan adalah
rumus sudut berelasi pada kuadran III, yaitu sin

( 180+ )

= sin

dapat dinyatakan sebagai sin ( 180 +30 ) = sin 30 =

. sin 210
1
2

Jadi, Dani tidak memperoleh hadiah jam tangan.


-

Sudut yang diperoleh Vina adalah


dinyatakan : ( 4 360 )+300

300 . Besar sudut yang diperoleh Vina dapat

= 1740 . Jadi, sin 1740 = sin 300 .

Sudut 300 berada pada kuadran IV, oleh karena itu rumus yang digunakan adalah
rumus sudut berelasi pada kuadran IV, yaitu sin ( 360 ) =

sin .

1
sin 300 dapat dinyatakan sebagai sin ( 360 60 ) = sin 60 = 2 3
Jadi, Vina juga tidak mendapatkan jam tangan.
-

Sudut yang diperoleh Edo adalah


dinyatakan : ( 3 360 )+ 150
Sudut

150

150 . Besar sudut yang diperoleh Edo dapat

= 1230 . Jadi, sin 1230 = sin 150 .

berada pada kuadran II, oleh karena itu rumus yang digunakan adalah

rumus sudut berelasi pada kuadran II, yaitu sin ( 180 ) = sin .
1
sin 150 dapat dinyatakan sebagai sin ( 180 30 ) = sin 30 = 2
Jadi, Edo yang mendapatkan jam tangan.
Tahap 4 (memeriksa kembali)

Hadiah terbesar jam tangan akan muncul jika nilai sinus besar sudut yang dihasilkan
adalah

1
2

. Hal ini berarti sin

1
2

= 30 .

Rumus perbandingan trigonometri sudut berelasi pada kuadran II adalah


1
sin ( 180 30 ) = sin 30 = 2

jadi besar sudut yang harus di peroleh adalah 180 30 =150

3. Doni dan Dono mengamati puncak tiang bendera dari arah yang
berlawanan. Doni melihat dengan sudut 15 0 sedangkan Dono
melihat dengan sudut 600. Jarak Doni dari tiang bendera adalah 15
meter. Di belakang Doni terdapat semak berduri sehingga dia harus
maju empat langkah ke depan. Satu langkah Doni berjarak 0.75
meter. Ternyata pada posisi tersebut Doni belum melihat puncak
tiang bendera dengan jelas sehingga dia harus melewati lubang
berbentuk lingkaran dengan luas 12,56 m 2. Besar sudut pandang
Doni saat ini adalah tiga kali sudut pandang semula. Berapakah
jarak Doni dan Dono sekarang?
Tahap 1: Memahami Masalah

Gambar tersebut dapat dijelaskan bahwa:


Diketahui:
Jarak Doni dengan tiang bendera = 15 m
Doni maju 4 langkah dari semak
Satu langkah Doni berjarak 0,75 meter
Sudut pandang Doni mula-mula terhadap tiang = 150

Sudut penglihatan Dono terhadap tiang = 600


Sudut pandang Doni setelah melewati lubang adalah tiga kali
sudut pandang semula.
Ditanya: Berapakah jarak Doni dan Dono sekarang ?
Tahap 2: Merencanakan Strategi
Menggunakan strategi gambar dan rumus.
C

a
sin A

=
A

b
sin B

c
sinC

Tahap 3 : Melaksanakan Strategi


1) Mencari jarak Doni dari tiang bendera
Doni maju 4 langkah

= 4 x 0,75

= 3 meter
Luas lubang = luas lingkaran
Luas = r2
12,56 = 3,14 . r2
r2 = 4
r=2
Diameter lubang adalah 4 meter
Jarak Doni dengan tiang bendera = 15 - 3- 4
= 8 meter
Sudut pandang Doni setelah melompat

= 3 x sudut pandang

mula-mula
= 3 x 150
= 450
Posisi Doni dan Dono setelah Doni melompati lubang dapat
digambarkan sebagai berikut :

Misal posisi Doni adalah A, posisi Dono adalah B dan


adalah sudut pandang Doni setelah melompati lubang.
CAD = 450
CDA = 90
Maka

= 180 - (450 + 90)

ACD

= 180 - 1350
= 45
CBD = 60
ADC = 90
Maka

BCD = 180 - (60 + 90)


= 180 - 150
= 30

2) Mencari panjang tiang bendera


Menggunakan rumus : aturan sinus
C

CD
sinC AD
AD
sin ACD

Jawab :
CD
sinC AD
CD
sin 45

=
=

AD
sin ACD
8
sin 45

CAB

8 x sin 45
sin 45

CD =

8x
CD =

1
2
2

1
2
2

CD = 8 meter
Jadi panjang tiang bendera adalah 8 meter
3) Mencari panjang jarak tiang bendera dengan Dono
Menggunakan rumus : aturan sinus
C

DB
sin BCD

B
DB
sin BCD

CD
sinCBD

D
=

CD
sinCBD

DB
sin30

8
= sin60
DB =

8 x sin 30
sin 60
8x

DB =

DB =

DB =

1
2

1
3
2
4
1
3
2

4
0,86602540378
DB = 4, 61880215354 meter

DB = 4,62 m
Jarak Doni dan Dono adalah :

Jarak Doni dari tiang + jarak tiang dari Dono = 8 meter + 4,62
meter
= 12, 62 meter
Tahap 4 : Memeriksa Kembali

CAB = 450
CBA = 600
ACB = 1800 (450 + 600)
= 750
Memeriksa kebenaran bahawa jarak Dono dan Doni adalah 12,62
menggunakan aturan sinus.
AB
sin ACB

AC
sinCBA

Mencari panjang AC terlebih dahulu dengan teorema


Phytagoras
AC =

AD 2 +CD 2

82 +82

64+64

128

8 2

Pembuktian
AB
sin ACB

AC
sinCBA

AB
0
sin75

AB
0.9659258263
AB =

8 2
0
sin 60

11,313708499
0,8660254038

11,313708499 x 0,9659258263
0,8660254038

AB =

10,92820323041
0,8660254038

AB = 12,61880215345
AB = 12,62 m
Berdasarkan perhitungan di atas terbukti bahwa jarak Doni
dengan Dono adalah 12,62 m.

BAB III
PENUTUP

3.1.

Kesimpulan
Seperti yang dikemukakan oleh Polya, prosedur pemecahan masalah ada empat

langkah yaitu Memahami masalah, Membuat rencana untuk menyelesaikan masalah,


Melaksanakan rencana yang dibuat pada langkah kedua, Memeriksa ulang jawaban yang
diperoleh.Kekurangan pada pendekatan pemecahan masalah ini adalah membutuhkan waktu
lama, tidak semua masalah yang dapat diselesaikan dengan metode ini, guru sulitmencari
masalah yang tidak rutin.

DAFTAR PUSTAKA

http://mhyta-multimedia.blogspot.co.id/2014/02/geometri-datar-dan-ruang.html diakses
pada tanggal 31 Oktober 2016 pukul 16.00.
https://yos3prens.wordpress.com/2014/07/04/soal-dan-pembahasan-sbmptn-2014 diakses
pada tanggal 31 Oktober 2016 pukul 16.00.

http://www.academia.edu/9672517/Contoh_Penalaran_Induktif_dan_Deduktif_Menggun
akan_Kegiatan_Bermain-main_dengan_Bilangan diakses pada tanggal 31 Oktober 2016
pukul 16.00.