Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PARAKTIKUM BIOKIMIA

PERCOBAAN VII
ISOLASI KOLESTEROL

OLEH
NAMA

: ALFIN

STAMBUK

: F1D1 14 001

KELOMPOK

: II (DUA)

ASISTEN

: HASRUL SANI

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2015

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kolesterol adalah sterol terbanyak di dalam tubuh, bentuknya dapat
sebagai kolesterol bebas ataupun terikat pada asam lemak sebagai
kolesterilester. Kolesterol dalam darah dan limfe terlihat sebagai kolesterilester
sedangkan yang dalam sel-sel darah otot, hepar dan jaringan lain dalam bentuk
bebas. Steroid dalam jaringan hewan mempunyai peran biologis yang penting,
seperti asam kolat, estradiol dan progesteron, juga merupakan zat antara yang
diperlukan dalam biosintesis hormon steroid. Kolesterol memiliki sifat yaitu
tidak larut dalam air dan dalam cairan darah, untuk itu agar dapat dikirim ke
seluruh tubuh perlu dikemas bersama protein menjadi partikel yang disebut
lipoprotein.
Senyawa kolesterol ini disintesis dalam banyak jaringan dari asetil-Ko
A dan akhirnya dikeluarkan dari tubuh melalui empedu sebagai garam
kolesterol atau empedu. Kolesterol adalah produk khas hasil metabolisme
hewan sehingga terdapat dalam semua bahan makanan yang berasal dari hewan
misalnya kuning telur, otak, daging dan hati. Unsur-unsur lemak dalam darah
terdiri atas kolesterol, trigliserida, fosfolipid dan asam lemak bebas. Ikatan
lemak tersebut akan diuraikan dalam hati sehingga terbentuk kembali keempat
unsur lemak tersebut, sedangkan asam lemak yang terbentuk akan dipakai
sebagai sumber energi atau bila jumlahnya berlebih akan disimpan dalam
jaringan lemak. Berdasarkan uraian di atas maka di lakukan prakrikum
percobaan Isolasi Kolesterol.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Bagamaina tahapan dalam mengisolasi kolesterol yang terdapat pada otak
ayam?
2. Berapa persentase kolesterol yang terdapat pada otak ayam?
C. Tujuan Praktikum
Tujuan pada praktikum ini yaitu sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui tahapan dalam mengisolasi kolesterol yang terdapat
pada otak ayam.
2. Untuk mengetahui persentase kolesterol yang terdapat pada otak ayam.
D. Manfaat Pratikum
Manfaat pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Dapat mengetahui tahapan dalam mengisolasi kolesterol yang terdapat pada
otak ayam.
2. Dapat mengetahui persentase kolesterol yang terdapat pada otak ayam.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Kolesterol tubuh berasal dari dua sumber, yaitu dari makanan yang disebut
kolesterol eksogen dan kolesterol yang diproduksi oleh tubuh yang disebut
kolesterol endogen. Kolesterol (C27H45OH) adalah alkohol steroid yang ditemukan
dalam lemak hewani atau minyak, empedu, susu, kuning telur. Kolesterol
sebagian besar disintesiskan oleh hati dan sebagian kecil diserap dari diet.
Keberadaan kolesterol dalam pembuluh darah yang kadarnya tinggi akan
membuat endapan kristal lempengan yang akan mempersempit atau menyumbat
pembuluh darah. Kadar kolesterol didalam darah adalah dibawah 200 mg/dl.
Kolesterol

yang

melampaui

batas

normal

maka

disebut

sebagai

hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia biasanya terdapat pada penderita


obesitas, diabetes mellitus, hipertensi, perokok serta orang yang sering minumminuman beralkohol (Rahmat dan Wiradimadja, 2011).
Lipoprotein memiliki dua bagian yaitu inti yang terdiri dari trigliserida dan
ester kolesterol yang tidak larut air dan bagian luarnya terdiri dari kolesterol
bebas, fosfolipid, dan apo-protein yang lebih larut air. HDL, LDL, dan Lp (a)
dominan intinya mengandung ester kolesterol, VLDL dan kilomikron. TG adalah
komponen yang dominan. Lipoprotein dibagi menjadi beberapa jenis, berdasarkan
berat jenisnya, yaitu, kilomikron, Very Low Density Lipoprotein (VLDL),
Intermediate Density Lipoprotein (IDL), Low Density Lipoprotein (LDL), High
Density Lipoprotein (HDL). Lipoprotein ini dapat berinteraksi dengan enzim
tubuh seperti Lipoprotein Lipase (LPL), Lechitin Cholesterol Acyl Transferase
(LCAT), dan Hepatic Triglyceride Lipase (HTGL) sehingga lipoprotein ini dapat
berubah jenisnya (Murwani, dkk., 2014).

LDL (Low Density Lipoprotein) merupakan lipoprotein yang memiliki


kandungan kolesterol tertinggi dibandingkan lipoprotein lainnya.1,2 LDL dalam
pembentukannya membutuhkan apolipoprotein B yang merupakan apolipoprotein
primer pada lipoprotein ini. LDL (Low Density Lipoprotein) adalah lipoprotein
pada manusia yang berguna sebagai pengangkut kolesterol ke jaringan perifer dan
berguna untuk sintesis membran dan hormon steroid. LDL mengandung 10%
trigliserida serta 50% kolesterol, dipengaruhi oleh banyak faktor misalnya kadar
kolesterol dalam makanan, kandungan lemak jenuh, dan tingkat kecepatan sintesis
dan pembuangan LDL dan VLDL dalam tubuh. Meningkatnya penggunaan LDL
(Low Density Lipoprotein) merupakan jenis kolesterol dapat menyebabkan
hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia familial (HF) merupakan kelainan
genetik tersering penyebab terjadinya penyakit jantung koroner atau aterosklerosis
(Hakim, 2010).
HDL (High Density Lipoprotein disebut juga -lipoprotein adalah
lipoprotein terkecil yang berdiameter 8-11 nm, mempunyai berat jenis terbesar
dengan inti lipid terkecil. Unsur lipid yang paling dominan dalam HDL ialah
kolesterol dan fosfolipid. Komponen HDL adalah 20% kolesterol, <5%
trigliserida, 30% fosfolipid dan 50% protein. HDL ialah protein lipid yang
memiliki inti dominan ester kolesterol dan terdiri atas Apo I, Apo-II, Apo C,
Apo E, dan Apo D. HDL berfungsi sebagai penyimpan apoliporotein C dan E
yang menjadi bahan dalam metabolisme kilomikron dan VLDL. HDL dalam
plasma memiliki banyak macam ukuran, bentuk, komposisi dan muatan listrik.

HDL memiliki beberapa macam bentuk yaitu HDL-1, HDL-2 dan HDL-3 ( Fajrin,
2010).
Penyakit aterosklerosis yang terjadi di pembuluh darah jantung dapat
menyebabkan terjadinya jantung koroner, apabila terjadi di pembuluh darah otak
dapat menyebabkan terjadinya stroke. HDL (High Density Lipoprotein) disebut
juga kolesterol baik karena mempunyai efek antiaterogenik yaitu mengangkut
kolesterol bebas dari pembuluh darah dan jaringan lain menuju hati, selanjutnya
mengeluarkannya lewat empedu. Kadar LDL yang tinggi cenderung disertai
dengan kadar trigliserida yang tinggi pula, sedangkan apabila kadar HDL tinggi
maka kadar trigliserida cenderung rendah. Tubuh yang kelebihan LDL dapat
diturunkan dengan mengonsumsi obat yang mengandung flavonoid kuersetin,
saponin dan tanin yang diyakini dapat menurunkan kadar kolesterol total dan LDL
dalam darah melalui peningkatan ekskresi asam empedu dan diyakini memiliki
efek antioksidan untuk mencegah terjadinya oksidasi LDL dan reaksi inflamasi
sehingga dapat mencegah perubahan dinding aorta (Murwani, dkk., 2014).

III.

METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat


Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jumat, 11 Desember 2015 pukul
14.00-17.00 WITA dan dilanjutkan pada hari Sabtu dan Minggu, 12 dan 13
Desember 2015 pukul 12.00-selesai WITA, bertempat di Laboratorium Unit
Botani dan Ekologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Kendari.
B. Alat dan Bahan
1. Alat
Alat yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Alat dan kegunaan
No.
1.
2.
3.

Nama Alat
Hot plate
Tabung reaksi
Gelas ukur

Kegunaan
Untuk memanaskan objek pengamatan
Untuk mereaksikan larutan
Untuk mengukur larutan yang akan

4.
5.

Lumpang porselin
Pipet tetes

digunakan
Untuk mengerus otak ayam
Untuk mengambil larutan dengan volume

6.

Gelas beker

tertentu
Untuk menyimpan objek pengamatan yang

7.

Timbangan analitik

akan dipanasi
Untuk menimbang objek pengamatan dan

8.
9.
10.
11.
12.

Oven
Batang pengaduk
Kain saring
Erlenmeyer
Kamera

kertas saring
Untuk mengeringkan objek pengamatan
Untuk mengaduk objek pengamatan
Untuk menyaring objek pengamatan
Wadah filtrat
Untuk
mendokumentasikan
hasil

Alat tulis

pengamatan
Untuk menulis hasil pengamatan

13.

2. Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Bahan dan kegunaan
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Bahan
Otak ayam
Larutan dietil eter
Larutan methanol

Kegunaan
Sebagai sumber kolesterol
Untuk mengikat kolestrol dari otak ayam
Sebagai larutan untuk memisahkan kolestrol dari

Aquadest
Air

otak ayam
Sebagai pelarut
Sebagai pembersih alat-alat yang digunakan dan

Kertas saring

media pemanas objek pengamatan


Sebagai wadah kolesterol saat diovekan dan
untuk memisahkan larutan dengan filtratnya

C. Prosedur Kerja
Prosedur kerja pada praktikum ini dapat adalah sebagai berikut:

20 gram otak ayam


-

Digerus dalam lumpang


Ditambahkan eter 4 ml
Dipanaskan
Disaring
Dilarutkan filtrat dengan 20 mL
metanol
Dipanaskan
Disaring
Dicuci filtrat dengan aquades
Dipanaskan hingga terbentuk kristal
Dibilas kristal dengan metanol
Disaring dengan kertas saring
Dikeringkan dengan suhu 500C
Dihitung persentase kolesterol

Hasil Pengamatan

IV.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Hasil Pengamatan
Hasil Pengamatan
Sebelum
Sesudah

Perlakuan
20 gr otak ayam digerus
ditambahkan eter

mL
dipanaskandisaringdila
rutkan

dengan

20

mL

methanol dipanaskan

disaring
dengan

dilarutkan
aquades

dipanaskan

hingga

(Otak ayam sebelum

(Otak ayam setelah

penyaringan)

terbentuk
Kristal dibilas dengan
Methanol

dikeringkan

disaring
pada

suhu

500C

B. Analisis Data
Menghitung persentase kolesterol menggunakan rumus:
Persentase kolesterol =
Dik

Berat akhir
x 100%
Berat awal

: Berat awal = 20 gram


Berat kristal = 1,761 gram
Berat kertas saring = 1,18

Dit

: Persentase kolesterol ?

Penyelesaian :
berat akhir = berat kristal berat kertas saring
= 1,761 1,18

penyaringan)

= 0,581
Berat akhir
Berat awal x 100%

% Kolesterol =

0,581
20

= 0,02905 X 100%
= 2,91 %
C. Pembahasan
Penyakit jantung koroner seringkali dianggap sebagai penyakit manusia
modern. Gaya hidup modern ini lebih ke arah makanan instant dan junk food.
Junk food banyak mengandung sodium, lemak jenuh dan kolesterol. Sodium
merupakan bagian dari garam. Bila tubuh terlalu banyak mengandung sodium,
dapat meningkatkan aliran dan tekanan darah sehingga menyebabkan tekanan
darah meningkat. Peningkatan tekanan darah dapat menyebabkan munculnya
gangguan penyakit jantung. Seseorang yang mempunyai kadar kolesterol
melebihi ambang batas normal (hiperkolesterolemik) berisiko terkena
aterosklerosis

dan

dapat

menyebabkan

penyakit

jantung

koroner.

Hiperkolestrolemi merupakan salah satu factor resiko terjadinya penyajit


jantung koroner. Oleh karena itu perlu pengendalian kadar kolestrol darah.
Kelebihan kolestrol ini disebabkan oleh konsumsi lemak yang
berlebihan sehingga kelebihannya selain disimpan di dalam tubuh juga terdapat
di dalam aliran darah. Salah satu upaya untuk meminimalisir terjadinya
hiperkolestrolemi yaitu dengan mengurangi konsumsi bahan pangan yang

banyak mengandung kolesterol (pada protein hewani) dan sumber bahan


pangan yang sedikit mengandung kolestrol (pada protein nabati).
Kolesterol adalah senyawa lemak kompleks, yang 80 % dihasilkan dari
dalam tubuh (organ hati) dan 20 % sisanya dari luar tubuh (zat makanan)
untuk bermacam-macam fungsi di dalam tubuh. Kadar kolesterol dalam setiap
jenis bahan makanan khususnya yang berasal dari produk hewan bervariasi
tergantung jenis dan macam produk hewan. Kandungan kadar kolesterol pada
setiap bagian tubuh hewan berbeda, ada

bagian yang sangat banyak

mengandung kolesterol dan bagian lain sebaliknya. Sebagai contoh pada otak,
hati dan kuning telur memiliki kadar kolesterol yang sangat tinggi. Kolesterol
secara fisiologi penting bagi tubuh, karena merupakan bahan untuk
membangun membran sel dan hormon-hormon yang memiliki peranan vital
khususnya kelompok hormon steroid. Kolesterol termasuk dalam golongan
steroid diantaranya senyawa-senyawa sterol, sapogenin dan hormon, dari
senyawa-senyawa steroid. Sterol merupakan senyawa yang paling banyak
ditemukan di alam. Sterol berikatan dengan glikosida, atau sterol yang
berbentuk ester.
Praktikum kali ini bahan yang digunakan yaitu 20 gram otak ayam.
Larutan yang digunakan adalah larutan eter 4 ml yang berguna untuk mengikat
kolesterol, larutan ethanol yang berfungsi untuk melarutkan dan membilas
objek pengamatan dan larutan aquades berguna untuk melarutkan objek
pengamatan. Isolasi kolesterol pada otak ayam dilakukan beberapa tahap yaitu,
ditambakan eter 4 ml dan dipanaskan, setelah dipanaskan kemudian disaring

hasil fitrat dilarutkan dengan 20 ml methanol kemudian dipanaskan dan


disaring, hasil filtrat dilarutkan dalam larutan aquades, kemudian dipanaskan
hingga berbentuk kristal dan kristal dibilas dengan methanol, selanjutnya
disaring dengan kertas saring yang telah ditimbang dan dikeringkan kedalam
oven pada suhu 50oC kemudian dihitung berat ahirnya. Berdasarkan analisis
data persentase kolesterol diperoleh 2.91%.

V. PE NUTUP
A. Simpulan
Simpulan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Isolasi kolesterol dilakukan dengan mengerus otak ayam lalu di tambahkan
eter 4 ml dipanaskan, disaring, filtrat dilarutkan dengan 20 ml methanol,
dipanaskan, disaring, filtrat dicuci/dilarutkan dengan aquades, dipanaskan
hingga terbentuk kristal, kristal dibilas dengan methanol, disaring dengan
kertas saring yang telah ditimbang kemudian dikeringkan menggunakan
oven pada suhu 500C.
2. Hasil dari persentase dari isolasi kolesterol yaitu 2. 91%.
B. Saran
Saran yang dapat saya ajukan pada praktikum ini yaitu sebaiknya
semua praktikan tetap melaksanakan kegiatan praktikum lanjutan, agar
pengamatan praktikum tetap berjalan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Fajrin, F. A., 2010, Aktivitas Ekstrak Etanol Ketan Hitam untuk Menurunkan
Kadar Kolesterol, J. Farmasi Indonesia. 5 (2): 65
Hakim, D. R., 2010, Pengaruh Pemberian Ekstrak Bawang Merah (Allium
ascalonicum) Terhadap Kadar Kolesterol-LDL Serum Tikus Wistar
Hiperlipidemia, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro,
Semarang.
Wiradimadja, R., dan Rahmat, D., 2011, Pendugaan Kadar Kolesterol Daging dan
Telur berdasarkan Kadar Darah pada Puyuh Jepang, J. Ilmu Ternak. 11
(1) : 35
Murwani, S., Aulanniaim, dan Rufaida, F., 2014, Profil Kadar Kolesterol Total,
Low Density Lipoprotein (LDL) dan Gambaran Histopatologis Aorta
pada Tikus (Rattus Norvegicus) Hiperkolesterolemia dengan Terapi
Ekstrak Air Benalu Mangga (Dendropthoe Pentandra), Program Studi
Pendidikan Dokter Hewan Universitas Brawijaya.
Sukeksi, A., Anggraini, H., 2010, Kadar Kolesterol Darah pada Penderita Obesitas
di Kelurahan Korpri Sambiroto Semarang, J. Unimus, 2(3): 8