Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

ILMU KEPERAWATAN DASAR 1 (IKD 1)


(SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI DUNIA)

DISUSUN OLEH :
YUSLIANI
NH0115196
S1 KEPERAWATAN A2
STIKES NANI HASANUDDIN MAKASSAR
2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya,
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah SEJARAH PERKEMBANGAN
KEPERAWATAN DI DUNIA dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam
penyusunan makalah mungkin ada sedikit hambatan. Namun berkat bantuan
dukungan dari teman-teman serta bimbingan dari Dosen pembimbing. Sehingga
saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Dengan adanya makalah ini, diharapakan dapat membantu proses pembelajaran
dan dapat menambah pengetahuan bagi pembaca. Tidak lupa pula saya
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, atas bantuan, dukungan, dan
doa-Nya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membaca makalah
ini dan dapat mengetahui tentang SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI
DUNIA. Makalah ini mungkin kurang sempurna, untuk itu saya mengharapkan
kritik dan saran untuk penyempurnaan makalah ini.
Makassar, 25 Oktober 2015
YUSLIANI

DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR .........................................................................................................
DAFTAR
ISI ........................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang...........................................................................................................
B.
Rumusan
Masalah......................................................................................................
C.
Tujuan................................................................................................................
........
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian..........................................................................................................
........
B.
Sejarah Keperawatan di
Dunia..................................................................................
C.
Perkembangan Keperawatan di
Inggris.....................................................................
D. Sejarah Keperawatan di
Indonesia............................................................................
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ........................................................................................................
.......
B.
Saran ................................................................................................................
.........
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang

Sejarah

adalah

setiap

peristiwa

atau

kejadian

di

masa

lampau

yang

menyenangkan maupun memilukan. Keperawatan merupakan suatu bentuk


layanan kesehatan professional, yang merupakan bagian integral dari layanan
kesehatan yang berdasarkan pada ilmu dan etika keperawatan.
Keperawatan lahir bersamaan dengan diciptakannya manusia oleh Tuhan,
sehingga tidak dapat di pungkiri bahwa setiap orang memerlukan asuhan

keperawatan

dalam

hidupnya.

Pada

awalnya

perawat

dianggap

sebagai

pemberian asuhan, dimana pelaksanaanny dilakukan secara tradisional oleh


kelompok, masyarakat, atau badan sosial.
Perkembangan keperawatan yang kita ketahui saat ini tidak dapat dipisahkan dan
sangat dipengaruhi oleh perkembangan struktur dan kemajuan peradaban
manusia. Kepercayaan terhadap animisme, penyebaran agama-agama besar,
dunia serta kondisi sosial ekonomi masyarakat, terjadinya perang, renaissance
serta gerakan reformasi turut serta mewarnai perkembangan keperawatan. Dari
sejarah kita dapat mengetahui pengalaman tersebut untuk itu kita gunakan pada
masa kini dan masa yang akan dating.

B.

C.

Rumusan Masalah
1.

Apa yang di maksud dengan sejarah dan keperawatan ?

2.

Bagaimana sejarah keperawatan di dunia ?

3.

Bagaimana perkembangan keperawatan di Inggris ?

4.

Bagaimana sejarah keperawatan di Indonesia ?

1.

Untuk mengetahui arti dari sejarah dan keperawatan.

2.

Untuk mengetahui sejarah keperawatan di dunia.

3.

Untuk mengetahui perkembangan keperawatan di Inggris.

4.

Untuk mengetahui sejarah keperawatan di Indonesia.

Tujuan

BAB II
PEMBAHASAN
A.

Pengertian

Sejarah

adalah

menyenangkan

setiap
maupun

peristiwa

atau

memilukan.

kejadian

Sejarah

di

masa

lampau

perkembangan

yang

keperawatan

senantiasa mengalami masa pasang surut dari zaman ke zaman. Perkembangan


ini tidak lepas dari proses perubahan peradaban manusia dan tingkat pemenuhan
kebutuhan manusia akan layanan kesehatan, khususnya layanan keperawatan,
yang terus meningkat sesuai taraf kehidupannya. Mengetahui masa lalu dan
memahami keperawatan terdahulu akan memberikan suatu kesempatan untuk
menggunakan pengalaman dan pelajaran yang dapat digunakan di masa kini dan
masa yang akan dating.
Keperawatan sebagai suatu pekerjaan sudah ada sejak manusia ada di bumi ini,
keperawatan terus berkembang sesuai dengan kemajuan peradaban teknologi
dan kebudayaan. Konsep keperawatan dari abad kea bad terus berkembang

B.

Sejarah Keperawatan di Dunia

Sejarah perkembangan keperawatan secara umum terbagi ke dalam lima zaman,


yaitu zaman purba, zaman permulaan masehi, zaman pertengahan, zaman baru
(renaisans), dan zaman modern.
1.

Zaman Purbakala

Sejarah keperawatan di mulai sejak adanya manusia lahir di muka


bumi, bisa pula dikatakan bahwa keberadaan keperawatan sudah
ada sejak zaman purba. Awal perkembangan keperawatan adalah
perawat harus memiliki naluri keibuan (Mother Instinct). Setiap
manusia pasti memiliki naluri keibuan untuk menjaga kesehatan,
mengurangi stimulus kurang menyenangkan, menyusui anak,
merawat anak yang mengalami penderitaan atau sedang sakit.
Naluri keperawatan senantiasa ada dan berada dalam setiap
pribadi manusia.
Perkembangan

keperawatan

pada

zaman

purba

sangat

di

pengaruhi oleh kegiatan keagamaan atau keprcayaan yang dianut


oleh kelompok masyarakat pada zamannya, seperti berikut.
a)

Mesir

Bangsa Mesir, pada zaman purba mempercayai bahwa dewa Isis


yang

memberikan

penyakit

dan

memberikan

pertolongan

(kesembuhan) pada manusia. Kuil merupakan rumah sakit pertama

di Mesir. Ketabiban bangsa mesir telah mengenal ilmu bedah sejak


zaman purba ( 4800 SM). Dalam menjalankan tugasnya, ia
menggunakan bidai (spalk), alat-alat pembalut, dan mempunyai
pengetahuan tentang anatomi, hygienr umum, serta tentang obatobatan.
b)

Babilonia dan Syria

Pada 680 SM, orang telah mengetahui cara menahan darah yang
keluar dari hidung dan merawat jerawat pada muka. Bangsa
Babylon

dan

Syria

menyembah

dewa,

mereka

menganggap

perawatan atau pengobatan berdasarkan kepercayaan tersebut.


c)

Tiongkok

Bangsa Tiongkok telah mengenal penyakit kelamin di antaranya


Gonorrhea dan Syphilis. Pencacaran juga telah dilakukan sejak 1000
SM, ilmu urut dan psikoterapi. Orang-orang yang terkenal dalam
ketabiban:
Seng Lung di kenal sebagai Bapak Pengobatan,
yang ahli penyakit dalam dan telah menggunakan
obat-obatan dari tumbuhan dan mineral (garamgaraman). Semboyannya yang terkenal adalah Lihat,
Dengar, Tanya, dan Rasa.
Chang Chung Ching 200 SM, telah mengerjakan
lavement dengan menggunakan bambu.
a)

Yunani

Bangsa

Yunani

zaman

purba

memuja

dan

memuliakan banyak dewa (polytheisme). Dewa yang


terkenal adalah dewa pengobatan putrid dan dewa
yang bernama Hygiene sebagai dewi kesehatan,
maka terbentuk perkataan higyene. Untuk pemujaan
kepada para dewa didirikan kuil (1134 SM) yang
berfungsi sebagai tempat pengobatan orang sakit
dan perawatan, yang dikerjakan oleh para budakbudak. Orang ternama dalam ketabiban antara lain:
Hippocrates

(hidup

adalah bapak pengobatan.

400

SM)

Plato

ahli

filsafat

Yunani,

otak

sebagai pusat kesadaran.


Aristoteles ahli filsafat, ahli jiwa dan
ilmu hayat.
b)

Roma

Rumah

sakit

valentrumdinari

Roma

zaman

Roma,

yang

purba

terdapat

disebut
di

Swiss

ditemukan alat-alat perawatan, seperti peralatan


untuk huknah pot-pot tempat selep. Juga instrument
untuk perluan pembedahan, seperti pisau, pinset,
klem arteri, dan speculum. Tokoh terkenal Julius
Caesar (101-44 SM) seorang wali Negara yang
pertama

kali

mengakui

guru-guru

hygiene

dan

menganjurkan tentang kesehatan dan kebersihan.


Setelah itu perkembangan keperawatan terus berubah dengan
adanya Diaknoses dan Philantrop, yaitu suatu kelompok wanita tua
dan janda yang membantu pendeta merawat orang sakit, sejak itu
mulai berkembang ilmu keperawatan.

2.

Zaman Masehi

Keperawatan di mulai pada saat perkembangan agama nasrani,


dimana pada saat itu banyak terbentuk Diakones yaitu suatu
organisasi wanita yang bertujuan untuk mengunjungi orang sakit,
sedangkan laki-laki diberi tugas dalam memberikan perawatan
untuk mengubur bagi yang meninggal. Pada zaman pemerintahan
Lord-Constantine, ia mendirikan Xenodhoecim atau hospes yaitu
tempat

penampungan

orang-orang

sakit

yang

membutuhkan

pertolongan. Pada zaman ini berdirilah Rumah Sakit di Roma yaitu


Monastic Hospital
1.

Pertengahan Abad VI Masehi

Keperawatan berkembang di Asia Barat Daya yaitu Timur Tengah,


seiring dengan perkembangan agama Islam. Pengaruh agama Islam
terhadap perkembangan keperawatan tidak lepas dari keberhasilan
Nabi Muhammad SAW menyebarkan agama Islam. Abad VII Masehi,
di Jazirah Arab berkembang pesat ilmu pengetahuan sperti Ilmu

Pasti, Kimia, Hygiene, dan obat-obatan. Pada masa ini muncul


prinsip-prinsip dasar keperawatan kesehatan. Seperti, pentingnya
kebersihan diri, kebersihan makanan, dan lingkungan. Tokoh
keperawatan yang dikenal dari Arab adalah Rufaidah.

2.

Permulaan Abad XVI

Struktur dan orientasi masyarakat berubah dari agama menjadi


kekuasaan, yaitu perang, eksplorasi kekayaan dan semangat
colonial. Gereja dan tempat-tempat ibadah ditutup, padahal tempat
ini digunakan oleh orde-orde agama untuk merawat orang sakit.
Dengan adanya perbuahan ini, sebagai dampak negatifnya bagi
keperawatan

adalah

berkurangnya

tenaga

perawat.

Untuk

memenuhi kurangnya perawat, bekas wanita susila yang sudah


bertobat bekerja sebagai perawat. Dampak positif, dengan adanya
perang salib, untuk menolong korban perang di butuhkan banyak
tenaga sukarela sebagai perawat, mereka terdiri dari orde-orde
agama, wanita-wanita yang mengikuti suami berperang dan tentara
(pria) yang bertugas rangkap sebagai perawat.
Pengaruh perang salib terhadap keperawatan:
Mulai dikenal konsep P3K
Perawat

mulai

dibutuhkan

dalam

ketentuan

sehingga timbul peluang kerja bagi perawat di bidang


social
Ada 3 Rumah Sakit yang berperan besar pada masa itu terhadap
perkembangan keperawatan.
v Hotel Dieu di Lion
Awalnya pekerjaan perawat dilakukan oleh bekas
WTS yang telah bertobat. Selanjutnya, pekerjaan
perawat digantikan oleh perawat terdidik melalui
pendidikan keperawatan di RS ini.

v Hotel Dieu di Paris


Pekerjaan

perawat

dilakukan

ole

horde

agama.

Sesudah Revolusi Perancis, orde agama dihapuskan


dan pekerjaan perawat dilakukan oleh orang-orang

bebas. Pelopor perawat di RS ini adalah Genevieve


Bouquet.

v ST. Thomas Hospital (1123 M)


Pelopor perawat di RS ini adalah Florence Nightingale
(1820). Pada masa ini perawat di percaya banyak
orang. Pada saat perang Crimean War, Flonrence
ditunjuk oleh Negara inggris untuk menata asuhan
keperawatan di RS Militer di Turki. Hal tersebut
memberikan peluang bagi Florence untuk meraih
prestasi dan sekaligus meningkatkan status perawat.
Kemudian Florence di juluki dengan nama The Lady
of the Lamp.

C.

Perkembangan Keperawatan di Inggris

Florence kembali ke Inggris setelah perang Crmean. Pada tahun 1840 Inggris
mengalami

perubahan

besar

dimana

sekolah-sekolah

perawat

mulai

bermunculan. Florence menentapkan struktur dasar di pendidikan perawat di


antaranya mendirikan sekolah perawat menetapkan tujuan pendidikan perawat,
serta menetapkan pengetahuan yang harus dimiliki calon perawat. Florens dalam
merintis profesi keperawatan diawalai dengan membantu para korban akibat
perang krim (1854-1856) antara Roma dan Turki, yang dirawat di sebuah rumah
sakit (scutori) yang akhirnya kemudian mendirikan sebuah rumah sakit dengan
nama rumah sakit Thomas di London dan juga mendirikan sekolah perawatan
yang di beri nama Nightingale Nursing School. Konsep pendidikan Florence ini
mempengaruhi pendidikan keperawatan di dunia.
Konstribusi Florence bagi perkembangan keperawatan antara lain:
Nutrisi merupakan bagian terpenting dari asuhan keperawatan.
Okupasi dan rekreasi merupakan terapi bagi orang sakit.
Manajemen RS.
Mengembangkan pendidikan keperawatan.
Perawatan berdiri sendiri berbeda dengan profesi kedokteran.
Pendidikan berlanjut bagi perawat.
Florence Nightingale juga menyelenggarakan beberapa kegiatan dalam rangka
pengembangan keperawatan yaitu:

Membuat
buku

catatan

perawat

yang

memuat dasardasar
keperawatan
bagi pendidikan.
Menulis
berbagai
tentang

ilmu

keperawatan.
Menga
dakan
latihan P3K dan palang merah untuk para prajurit.
Memp
erbaiki
praktik
keperawatan di
beberapa
rumah sakit di
Inggris.
Menyeleng
garakan
kegiatan

yang

berhubungan
dengan
kesehatan
masyarakat dan perawat kesehatan masyarakat.
Mendirikan
himpunan
Perawat
Nasional
Inggris (British
Nurses

Association) pada tahun 1987, yang merupakan perkumpulan


perawat pertama didunia.
Mendirikan
himpunan
perawatperawat kepala
di

seluruh

Inggris

yang

disebut Matron Council Of Nursing pada tahun 1894.


Perkumpulan ini menjadi semakin kuat sehingga pemerintah Inggris menetapkan
sebagai Profesional Freedom yang kemudian di undang-undangkan pada tahun
1919.

D.

Sejarah Keperawatan di Indonesia


1.

Sebelum Kemerdekaan

1)

Zaman Penjajahan Belanda

Pada masa ini perawat berasal dari penduduk pribumi yang disebut
VELPLEGEK dengan sebutan zieken oppaser sebagai penjaga rumah
sakit. Usaha pemerintahan Belanda dibidang kesehatan adalah:
a.

Mendirikan rumah sakit I Binnen Hospital di

Jakarta pada tahun 1799.


b.

Mendirikan rumah sakit II Butten Hospital.

c.

Membentuk dinas kesehatan tentara (military

gezond herds dients)


d.

Membantu Dinas Kesehatan Rakyat (Burgerlijke

gezandherds dienst)

2)

Zaman Penjajahan Inggris(1812-1816)

Gubernur jendral Refles sangat memperhatikan rakat semboyan:


Kesehatan

adalah

milik

manusia.

Usaha-usahanya

dibidang

kesehatan:
a.

Pencacaran secara umum.

b.

Membenahi

gangguan jiwa.

cara

perawat

pasien

dengan

c.
3)

Memperhatikan kesehatan pada para tawanan.

Zaman Penjajahan Jepanga (1942-1945)

Menyebabkan perkembangan keperawatan mengalami kemunduran


yang juga merupakan zaman kegelapan dunia keperawatan di
Indonesia. Kemunduran-kemunduran ini terlihat pada.
a.

Pekerjaan perawat dikerjakan oleh orang-orang

yang tidak terdidik.


b.

Pimpinan RS diambil alih oleh orang-orang

Jepang.

2.

c.

Obat-obatan sangat kurang.

d.

Wabah penyakit terjadi dimana-mana.

Masa Kemerdekaan

Usaha-usaha dibidang kesehatan tahun 1949 mulai dibangun


rumah sakit dan balai kesehatan. Tahun 1952 mulai didirikan
sekolah perawat yaitu sekolah guru perawat dan sekolah perawat
setingkat SLTP tahun 1962 mulai didirikan pendidikan keperawatan
professional.
3.

Setelah Kemerdekaan

a.

Priode 1945-1962

Tahun 1945-1950 merupakan masa transisi pemerintahan Negara


Kesatuan Republik Indonesia. Pengembangan tenaga keperawatan
yang masih menggunakan sistem pendidikan yang telah ada, yaitu
perawat lulusan pendidikan Belanda (MULO + 3 tahun pendidikan,
untuk ijazah A (perawat umum) dan ijazah B untuk perawat jiwa.
Terdapat pula pendidikan perawat dengan dasar (SR + 4 tahun
pendidikan) yang lulusannya disebut mantra juru rawat.
Tahun 1953 di buka sekolah pengatur rawat dengan tujuan
menghasilkan tenaga perawat yang lebih berkualitas. Pada tahun
1955, dibuka Sekolah Djuru Kesehatan (SDK) dengan pendidikan SR
ditambah pendidikan 1 tahun dan sekolah pengamat kesehatan
sebagai pengembangan SDK, ditambah pendidikan lagi selama
setahun.
Pada tahun 1962telah dibuka Akademi Keperawatan dengan
pendidikan dasar umum SMA yang bertembat di Jakarta, di RS.

Cipto Mangunkusumo. Sekarang dikenal dengan nama Akper


Depkes di Jl. Kimia No. 17 Jakarta Pusat.
b.

Periode 1963-1983

Pada tahun 1972 tepatnya pada tanggal 17 Maret lahirlah


organisasi profesi dengan nama Persatuan Perawat Nasional
Indonesia (PPNI) di Jakarta. Mulai tahun 1983 organisasi profesi ini
terlibat penuh dalam pembenahan keperawatan melalui kerjasama
dengan CHS, Depkes dan organisasi lainnya.
Pada tahun 1983 melalui Lokakarya Nasional Keperawatan yang
diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,
Departemen Kehehatan RI, dan DPP PPNI, telah ditetapkan define
mengenai tugas dan fungsi perawat di Indonesia.
Dari hasil Lokakarya Nasional tersebut, dikembangkan pendidikan
perawat setingkat akademi (DIII), sarjana (S1), pasca sarjana (S2),
serta DIV di Indonesia. Sejak tahun 1992 melalaui UU No. 23
tentang kesehata, terutama pada pasal 32 yang berbunyi :
Ayat 3 :

Pengobatan dan atau perawatan dapat dilakukan


berdasarkan

ilmu

kedokteran

atau

dilakukan

berdasarkan atau ilmu keperawatan atau cara lain


yang dapat dipertanggung jawababkan.
Ayat 4 :

Pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan


berdasarkan ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan
hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang
mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu
maka

keberadaan,

profesionalisasi

dan

ilmu

keperawatan telah diakui oleh pemerintah. Dengan


pengakuan

ini,

profesionalisasi

dan

pendidikan

keperawatan dapat berkembang sampai ke jenjang


S3.
c.

Periode 1984 sampai sekarang

Tahun 1985, resmi dibuka pendidikan S1 keperawatan dengan


nama

Program

Studi

Ilmu

Keperawatan

(PSIK)

di

Fakultas

Kedokteran Universitas Indonesia di Jakarta. Sejak saat itu PSIK-UI


telah menghasilkan tenaga keperawatan tingkat sarjana sehingga

pada tahun 1992 di keluarkannya UU No. 23 tentang kesehatan


yang mengakui tenaga keperawatan sebagai profesi.

BAB III
PENUTUP
A.

Kesimpulan

Sejarah

adalah

setiap

peristiwa

atau

kejadian

di

masa

lampau

yang

menyenangkan maupun memilukan. Keperawatan merupakan suatu bentuk


layanan kesehatan professional, yang merupakan bagian integral dari layanan
kesehatan yang berdasarkan pada ilmu dan etika keperawatan. Keperawatan
sudh ada sejak manusia itu ada dan hingga saat ini Profesi keperawatan
berkembang dengan pesat. Sejarah perkembangan keperawatan di Indonesia
tidak hanya berlangsung di tatanan praktik, hal ini layanan keperawatan, tetapi
juga di dunia pendidikan keperawatan. Pendidikan keperawatan memberi
pengaruh yang besar terhadap kualitas layanan keperawatan. Karenanya perawat
harus terus meningkatkan kompetensi dirinya, salah satunya melalui pendidikan
keperawatan yang berkelanjutan.

B.

Saran

Dari kesimpulan yang ada maka kita sebagai perawat atau calon perawat harus
terus meningkatkan kompetensi dirinya, salah satunya melalui pendidikan
keperawatan yang berkelanjutan, sehingga kita tidak mengalami ketertinggalan
dari keperawatan internasional.

DAFTAR PUSTAKA
Iskandar. (2013). Keperawatan Profesional. In Media: Jakarta

Budiono & Pertami, Sumira Budi. (2015). Konsep Dasar Keperawatan. Bumi
Medika: Jakarta