Anda di halaman 1dari 8

REVIEW JURNAL

20th International Congress of Chemical and Process Engineering CHISA 2012


25 29 August 2012, Prague, Czech Republic

Optimal design of biodiesel production process from


waste
cooking palm oil
L. Simasatitkula, R. Ganib a*, A. Arpornwichanopa
Department of Chemical Engineering, Faculty of Engineering, Chulalongkorn University, Bangkok 10330, Thailand
bChemical & Biochemical Engineering, Technical University of Denmark, Soltofts Plads, Building 227, DK-2800
Lyngby, Denmark

A. PENDAHULUAN
Pada bagian ini menjelaskan alasan penggunaan biodiesel dari minyak jelantah
sebagai alternative pengganti bahan bakar fosil, dimana biodiesel dari minyak jelantah
memiliki kelebihan selain dapat diperbaharui atau renewable, namun juga rendah emisi
CO dan karbon yang tidak terbakar lainnya.
Biodiesel dengan katalis alkali seringkali digunakan karena dioperasikan pada
temperature dan tekanan rendah namun masih mengandung banyak asal lemak bebas,
dimana, asam lemak bebas merupakan pengotor yang tidak boleh ada dalam reaksi
transesterifikasi karena asam lemak bebas bereaksi dengan basa (katalis reaksi
transesterifikasi) yang dapat membentuk sabun dan air.
Maka dari itu jurnal ini membandingkan 7 macam proses produksi biodiesel
untuk didapat desain produksi biodiesel yang optimal (rendah ALB). Adapun 7 macam
proses produksi itu diantaranya; alkali process, acid process, solid base process, solid
acid process, enzyme process, supercritical process,dan two-step process. Untuk didapat
desain optimal digunakan indikator berupa keuntungan (net profit), pengembalian modal
(return on investment), dan NPV (Net Present Value). Proses yang terbaik adalah yang
memiliki nilai NPV tinggi dan menggunakan konsumsi energi yang rendah.

B. PEMBAHASAN
Produksi biodiesel melalui beberapa tahapan transesterifikasi, yakni trygliceride,
diglyceride, dan monoglyceride dengan methanol seperti ditunjukan pada persamaan (1).

Pada umumnya minyak nabati mengandung asam lemak, pada minyak jelantah
memiliki kandungan asam laurat, asam palmitat, asam oleat, asam linoleat, dan asam
linolenat yang dapat menjadi asam lemak bebas pada minyak jelantah itu sendiri. Ketika
proses esterififikasi, asam lemak bebas pada minyak jelantah ini dapat dikurangi, dengan
reaksi :

Dengan simulator Hysys, minyak jelantah dengan kandungan 10% wt asam lemak bebas
dengan laju alir 46.33 kmol/h digunakan sebagai umpan masuk produksi biodiesel. Target
desain produksi biodiesel dengan kemurnial 99.5%wt. dengan menggunakan 7 proses
produksi biodiesel secara esterifikasi.

C. METODOLOGI DESAIN
Dalam jurnal ilmiah ini metode penelitian yang digunakan adalah metode
penelitian eksperimental. Menurut Sugiyono, penelitian eksperimen merupakan metode
penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain
dalam kondisi yang terkendalikan. Dengan kata lain, perubahan atau manipulasi
dilakukan terhadap variabel bebas dan pengaruhnya diamati pada variabel terikat.
Dan untuk memudahkan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan
masalah yang diteliti, maka dalam jurnal ilmiah ini penulis melakukan pendekatan studi
kasus. Dengan menggunakan pendekatan ini, data yang dikumpulkan dapat disesuaikan
dengan keadaan yang sebenarnya dan dibandingkan dengan teori yang menunjang.
Dengan demikian, dapat memberikan gambaran yang cukup jelas serta dapat menarik
kesimpulan dari objek yang diteliti.

Dalam jurnal ilmiah ini juga diketahui bahwa dalam penulisan jurnal ilmiah ini
penulisnya menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yang dilakukan diantaranya
sebagai berikut :
- Teknik observasi
- Teknik sampling
Metodologi desain yang dilakukan pada proses produksi biodiesel adalah berdasarkan
metode pendalaman Thermodinamika. Langkah pertama yang dilakukan penulis adalah
mengumpulkan data yang relevan seperti
rumus kimia, berat molekul, titik didih, titik
beku, densitas cairan, kelarutan dalam air, ciri kritis, azeotrope dari campuran, dan tipetipe katalis. Lalu, rasio berpasangan dari setiap komponen diinput untuk memilih metode
pemisahan secara ekonomis seperti flash operator, distillation column, decanter, dan
adsorption. Teknik kekuatan pendorong juga digunakan pada kolom destilasi untuk
meminimalisir konsumsi energi dan total biaya modal.

D. HASIL DAN DISKUSI


1. Desain proses
Pada jurnal ini dijelaskan perlakuan sebelum masuk ke reaktor digunakan untuk
mengurangi kadar asam lemak bebas ketika katalis alkali digunakan sebagai katalis di
reactor utama. Pada proses biodiesel secara konvensional, methanol yang berlebih direcovery menggunakan kolom destilasi dan produk glycerol dipisahkan dari biodiesel
di decanter (alat pemisah berdasarkan perbedaan berat jenis dengan menggunakan
prinsip sentrifugal , bisa antara fase liquid-liquid atau fase liquid-solid).
Sedangkan, pada desain proses yang baru, untuk me-recover methanol yang
berlebih di produk biodiesel mentah, digunakan flash column; water dan methyl
laurate adalah komponen ringan dan beratnya. Pada jurnal ini dijelaskan secara rinci
mengenai proses yang terjadi di kolom destilasi mulai dari produk ringan yang masuk
ke kolom destilasi untuk memisahkan methanol dan air lalu methanol dari kolom
destilasi ini di recycle untuk proses produksi biodiesel, glycerol, dan triglyceride
campuran yang tidak bereaksi. Sedangkan untuk produk yang berat dari flash column
dikirim ke decanter untuk memisahkan komponen fasa ringan (metil ester dan
methanol) dari komponen fasa berat (air, glycerol, dan methanol).

2. Analisis Ekonomi
Setelah dianalisis the heteregenous acid catalyzed process dan supercritical
process menunjukkan biaya tertinggi karena dibutuhkan jumlah methanol yang besar
dalam reactor transesterifikasi. Sebagai tambahan, ukuran dari reaktor dan destilasi
lebih besar daripada proses yang lainnya, menyebabkan biaya investasi yang tinggi.
Sebaliknya, the alkali catalyzed process memiliki total pengeluaran terendah
sesuai dengan kriteria rasio masuk methanol ke minyak yang rendah. Untuk segi
tekanan operasi dan biaya peralatan (contoh: reaktor, pompa, dan destilasi) the
heteregenous acid catalyzed process dan supercritical process sangat tinggi. Namun,

apabila mempertimbangkan biaya awal investasi dengan mengabaikan jangka waktu,


maka alkali catalyzed process adalah alternative terbaik. Namun, dari segi NPV
sebagai indikator penentu proses yang ekonomis, maka the heteregenous acid
catalyzed process dan supercritical process memiliki keuntungan NPV yang paling
tinggi.
Dengan desain metodologi biodiesel baru yang dikembangkan harus memiliki
konsumsi energi yang rendah (41.7% hemat energi), biaya operasi yang rendah, dan
NPV yang tinggi. Fig.3(b) mengindikasi pengajuan proses biodiesel yang
dikembangkan ini sangat ekonomis dibanding proses produksi secara konvensional.

3. Analisis Sensitivitas
Pada jurnal ini membahas analisis sensitivitas dari proses produksi biodiesel yang
diajukan untuk menentukan pengaruh parameter oil feed price, biodiesel price, dan
glycerol price yang mempengaruhi nilai NPV. Apabila oil feed price meningkat maka
NPV akan menurun, apabila biodiesel price dan glycerol price meningkat maka NPV
akan meningkat seiring dengan meningkatnya biaya pemasukan.
Produksi biodiesel berdasarkan enzyme process lebih sensitf terhadap harga
biodiesel daripada proses lainnya. Berdasarkan keuntungan tertinggi yang didapat the
heteregenous acid catalyzed biodiesel process menunjukkan NPV yang maksismum
dibanding yang lainnya.
Jurnal ini menjelaskan pembanding apabila digunakan CPO sebagai umpan
masuk maka produktivitas dan methanol yang diperlukan sedikit, meskipun konsumsi
energinya rendah namun NPV dari biodiesel yang menggunakan CPO sangat kecil
disbanding apabila menggunakan minyak jelantah. Ini dikarenakan harga dari CPO
yang tinggi sehingga akan didapat pemasukan yang sedikit.
E. KESIMPULAN
1. Jurnal ini mengajukan desain proses produksi biodiesel yang baru dengan
membandingkan 7 macam katalis diantaranya; alkali process, acid process, solid
base process, solid acid process, enzyme process, supercritical process,dan two-step
process.
2. Analisis ekonomi dengan indikator berupa NPV, biaya produksi total, biaya investasi
total, dan pengembalian dari investasi dilakukan untuk mengkonfirmasi bahwa proses
desain yang baru tersebut ekonomis.
3. Hasil dari NPV menunjukkan bahwa the heteregenous acid catalyzed biodiesel
processs sangatlah ekonomis dan menguntungkan meskipun biaya modalnya cukup
tinggi.
F. KEUNGGULAN
1. Peneliti sangat cermat dalam melakukan eksperimen meengenai desain optimal
proses produksi biodiesel dari minyak jelantah dengan membandingkan 7 macam
katalis yang berbeda untuk didapat proses produksi biodiesel yang ekonomis dan
menguntungkan.
2. Dalam jurrnal ini cukup menampilkan grafik perbandingan antara metode
konvensional dan metode yang diajukan, sehingga kita dapat melihat perbedaan yang
signifiikan terhadap metode baru yang diusulkan tersebut.
3. Metode penelitian dapat diterapkan.
4. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai penelitian lanjutan.
G. KELEMAHAN

1. Dari segi penyajian jurnal ini tidak menjelaskan secara lengkap / kurang rinci dalam
menyajikan informasi metode konvensional yang dijadikan pembanding untuk
membuat metode baru yang lebih efektif.
2. Jurnal tidak menampilkan material dan metode seperti pennetuan Free Fatty Acid
(FFA) dari CPO dan minyak jelantah, karakterisasi dari katalis, dan desain dari
eksperimen dan reaksi transesterifikasi.