Anda di halaman 1dari 6

SEJARAH SINGKAT FARMAKOGNOSI

Pharmacognosy ( Farmakognosi ) merupakan penggabungan dari dua kata


Yunani yaitu Yunani Pharmakon (obat) dan Gnosis (pengetahuan), yaitu pengetahuan
tentang obat-obatan. Menurut berbagai penelitian , farmakognosi memfokuskan secara
eksklusif mengenai tanaman obat dan karakteristik yang berhubungan.
Menurut berbagai macam observasi bahwa nenek moyang kita memiliki
pengetahuan yang luas dan mendalam serta dapat membuat obat yang berasal dari
tanaman tetapi masih memiliki pengetahuan yang sedikit tentang senyawa - senyawa
yang terkandung di dalam tanaman tersebut. Seperti di Cina kuno , Yunani dan India,
masyarakat sudah mengenal penggunaan kamper sebagai pengobatan dan
penyembuhan penyakit, secara internal sebagai stimulan dan karminativ , secara
eksternal sebagai antipruritik.

KAMPER
Peradaban sebelumnya juga menemukan sejumlah minuman fermentasi yang
berasal dari karbohidrat yang mengandung alkohol ataupun cuka.Menariknya, mereka
menemukan bahwa beberapa ekstrak tanaman memiliki sifat unik menjaga daging
baru dan segar untuk menutupi rasa tidak enak dan rasa. Tanaman - tanaman yang
telah digunakan sejak dahulu dan memiliki kandungan aktif yang berguna yaitu , daun
teh , biji kopi, biji kakao , dan biji guarana.
Dengan adanya perkembangan di bidang fitokimia akan dapat mempermudah
penelitian yang intensif tentang senyawa kimia yang terkandung pada bahan
alam.Sebuah penelitian yang kritis akan dapat mengungkapkan beberapa senyawa
kimia itu tidak hanya diidentifikasi tetapi juga efek terapinya.
Pada ke abad-19 , kemajuan terjadi ketika para peneliti melakukan tantangan
pada sintesis dari bahan - bahan organik atau prototipe - biologis - aktif. Beberapa dari
senyawa ini disintesis pada dasarnya murni memiliki struktur lebih dari meningkatnya
kompleksitas dan kemudian setelah evaluasi farmakologi dan mikrobiologi sistematis
terbukti menghasilkan hasil yang sangat baik, terapi yang bermanfaat.
Secara singkat , tiga ilmu dasar yang utama menjadi umum secara luas
dengan memandang dasar dari perkembangan obat, yaitu:

Farmakognosi: merangkul informasi yang relevan berkaitan dengan obat-obatan


secara eksklusif berasal dari sumber alami, misalnya : tumbuhan, hewan dan
mikroorganisme,
Kimia Kedokteran: meliputi seluruh pengetahuan khusus tidak hanya terbatas pada
ilmu obat sintetik tetapi juga fundamental dasar desain obat, dan
Farmakologi: berurusan khususnya tindakan obat dan efek masing-masing pada
sistem kardiovaskuler dan aktivitas- CNS.
Selama beberapa tahun, dengan perkembangan ilmu dan informasi yang
pesat , tiga ilmu tersebut berkembang sebagi ilmu yang lengkap.
KEPENTINGAN DARI ZAT OBAT ALAMI
Secara umum , zat obat alami memberikan empat peranan penting dalam sistem
medis modern , yaitu :
(i)
Sebagai obat obatan alami yang sangat berguna.
(ii)
Menyediakan bahan campuran dasar yang mengusahakan penekanan
racun dan molekul obat yang efektif.
(iii)
Eksplorasi dari bentuk dasar yang secara biologis aktif menuju obat obatan
sintetik yang baru dan lebih baik.
(iv)
Modifikasi dari produk alami yang tidak aktif dengan arti biologis/kimiawi
terhadap obat obatan yang potensial.
1.2.1 Sebagai Obat Obatan Alami Yang Sangat Berguna

a)
b)
c)
d)

Menurut survey yang dilakukan WHO ( World Health Organization) , sekitar


20.000 tanaman obat digunakan dalam industri farmasi, menariknya hanya 1.4 %
yang dibuktikan secara luas. Ada empat cara dimana tujuan dalam pencarian obat obatan baru dari sumber alami yang mungkin direalisasikan secara layak dan sah ,
seperti :
isolasi genotipe baru dari ekosistem laut dan terrestrial
genetik rekayasa: menciptakan genotipe novel dan diubah
biokimia manipulasi jalur yang dipilih, dan
supersensitif dan spesifik teknik seleksi dan evaluasi untuk bioactivities bervariasi
Beberapa contoh senyawa kimia dalam tanaman herbal :
1. Ginseng :
diketahui memiliki diuretik stimulan tonik dan sifat karminatif; diteliti bertindak
secara signifikan pada metabolisme, SSP 7 endocrines; berperan dalam aktivitas
adaptogenik (antistres).
2. Ginkgo :
Ginkgolides A, B, C dan M menghambat Faktor Pemicu Platelet (FPP); mengurangi
kelemahan kapiler dan kehilangan darah dari pembuluh kapilAer yang mungkin
secara keseluruhan memeriksa kerusakan otak yang skematis.

3. Artemesinen :
Perawatan malaria otak; aktif terhadap klorokuin yang sensitif dan ketahanan
klorokuin terhadap tekanan Plasmodium falciparum.
Beberapa contoh obat yang berasal dari bahan alam :
1. Atropin ( Atropa belladona ) : kejang kolitis, gastroenteritis, ulkus peptikum;
antispasmodic
2.Morfin ( Papaver somniferum ) : sebagai analgesik narkotik kuat hipnotis
3.Kina ( Cinchona succirubra ) : untuk pengobatan demam malaria
1.2.2 Menyediakan Senyawa Dasar yang Menghasilkan Molekul Obat yang Kurang
Beracun dan Lebih Efektif
Beberapa contoh produk tumbuhan yang terjadi secara natural yang digunakan
sebagai prototipe untuk sebagai senyawa medis yang memiliki potensial yang baik
dan yang memiliki struktur yang mirip harus disiapkan secara eksklusif dengan cara
semisintetis atau sintetis.
No
1
2

Bentuk Alami
Morfin (analgesic narkotik)
Salicin dan Asam Salisilat
( analgesic)

Bentuk Semisintesis
Hidromorfon
Asam Asetil Salisilat
(aspirin)

Bentuk Sintesis
Methadone
Ibuprofen

1.2.3 Eksplorasi Prototipe Aktif Biologi Mengarah Pada Obat Sintetik yang Lebih
Baru dan Lebih Baik
Hampir keseluruhan mode obat sintetik mendapatkan pengakuan yang baik dalam terapetik
yang diperoleh dari prototype aktif biologi. Walaupun begitu , model sintetik ini memiliki
efek samping yang lebih sedikit daripada bahan alaminya. Beberapa contoh :
a)

Procaine dari Cocaine- Sebagai Anastetik Lokal

b) Trans-Dietilstillbestrol dari estradiol- Sebagai Hormon estrogen

c) Kloroquinon dari quinin- Sebagai Antimalaria

1.2.4 Modifikasi dari Produk Alami yang Tidak Aktif dengan Arti Biologis / Kimiawi
Terhadap Obat Obatan yang Potensial
Peran khusus dari produk alami tidak hanya berbada dari aslinya tetapi juga mempunyai
beberapa fakta bahwa sebagian senyawa yang terkandung di dalamnya tidak aktif, sehingga
dilakukan modifikasi untuk meningkatkan efektivitas yang baik
.
Beberapa contoh :
1. Vitamin A dari karoten (isolasi dari wortel)

2. Taxol dari 10-Dasacetylbaccatin III (diisolasi dari duri Taxus baccata)


Taxol adalah antimeoplastic agent yang digunakan untuk pengobatan kanker payudara
Sebagai tambahan kepada negara-negara dunia ketiga, negara yang bertenologi tinggi
seperti USA telah berpengalaman dalam perubahan yang fenomenal yang mengarah padaa
penerimaan obat herbal telas meluas pada penggunaan OTC. Hal ini sepertinya akan semakin

realistik dan menakjubkan bahwa bebebrapa tahun mendatang sekitar 50% Pembagian Pasar
Sehat akan direbut oleh produk alam.
1.3 Senyawa Obat Alami : Kultivasi dan Produksi
Senyawa obat alami pada umumnya berasal dari tumbuhan , bakteri dan hewan.
1.3.1 Produk Tumbuhan
Beberapa negara di dunia diberkahi dengan berbagai jenis tanaman obat. Dengan
pengetahuan yang lebih baik , banyak tanaman obat yang ditanam secara missal dengan
identifikasi yang lebih baik , kultivasi yang benar dan masa panen yang tepat agar menghasilkan
hasil yang maksimum , dan pencegahan produk gagal dan infestasi dengan sistem penimpaan
yang lebih baik. Beberapa metode ananlitik yang lebih canggih dapat membantu dalam
menggambarkan kualitasnya, singkatnya:persentasi Eugenol yang hadir dalam minyak cengkeh
yang menentukkan kualitasnya; persentasi Cineol dalam minyak Eucalyptus yang menunjukkan
kemurniannya; persentasi total Alkaloid dalam Datura stramonium ynag menggambarkan harga
obatnya.
Beberapa negara di dunia yang dicatat untuk suplai mereka untuk beberapa ekstrak
tanaman yang khusus, seperti:
India

Ekstrak opium

China

Ekstrak Artemisia annuna

USA

Ekstrak Ginkgbo biloba

Korea, Jepang :

Ekstrak Panx gingseng

Madagascar

Ekstrak Catarnthus

Eropa Timur :

Ergit yang dihasilkan dari inokulasi mekanik dari gandum dengan spora
dari jamur yang telah diseleksi.

1.3.2 Teknik Kultur Sel


Direaksikan dengan pathogen yang cocok akan sangat membantu dalam menstimulasi
penghasilan beberapa konstituen khusus yang diinginkan dalam suspense sel tumbuhan.
Walaupun begitu , pertumbuhan lambat cell-biomass menjadi tantangan serius dalam penyebaran
penerimaan teknik ini. Mungkin pada masa yang akan datang ketika gen tanaman yang

berpengaruh dalam pengkodean enzim yang mengkatalis rute biosintesis dapat menyebabkan
pertumbuhan sel bakteri dan jamur lebih cepat
1.3.3 Metabolit Mikrobial
Sejumlah metabolit mikroba diproduksi dengan baik oleh proses fermentasi menimbulkan
peningkatan sesuatu yang sangat berguna dan ampuh sebagai terapi obat-obatan, terutama
antibiotik dan terkait dengan agen-agen antieoplastic seperti dijelaskan di bawah ini
a. Sebagai antibiotik:
(i)
Kloro misetin dari Streptomyces venezualae Bartz
(ii)
Eritromisin dari Streptomyces arythreus (Walksman) Walksan dan Henrici
(iii)
Gentamisin dari Micromonospora purpurea MJ Weinstein et al
(iv)
Penisilin O dari Penicillium chrysogenum
(v)
Streptomisin dari Streptomyces griseus (Krainsky) Walksan dan Henrici
(vi)
Tetrasiklin dari Streptomyces viridifaciens
b. Sebagai agen antineoplastik, contohnya:
(i)
Daktinomisin dari beberapa Streptomyces sp
(ii)
Daunorubisin dari Streptomyces peucetius G. Cassinelli; P.orezzi
(iii)
Mitomisin C dari Streptomyces caespitosus (griseovinaceseus)
(iv)
Pilcamisin (atau Mitramisin) dari Streptomyces argillaceus n. sp. dan
Streptomyces tanashiensis