Anda di halaman 1dari 2

Abyss. 2001. Portunus pelagicus. http://www.abyss.com.au/crab.

html
Butarbutar, Donna N.P. 2005. Perbandingan Hasil Tangkapan Rajungan Dengan
Menggunakan Dua Konstruksi Bubu Lipat Yang Berbeda Di Kabupaten Tangerang.
Skripsi. Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan
Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Bogor
Sudhakar M, Manivannan K, Soundrapandian P. 2009. Nutritive value of hard and soft shell crabs
of Portunus sanguinolentus (Herbst). Journal Animal and Veterinary Advances 1(2): 44-48.
Fish SA. 2000. Blue Swimmer Crab. http://www.fishsa.com/crabs.php.
Gardenia, Y. T. 2002. Studi Tentang Pengaruh Perbedaan Tinggi Jaring Kejer Terhadap Hasil
Tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) Di Perairan Bondet, Desa Marta Singa,
Kabupaten Cirebon. Skripsi. Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Gardenia, Y. T. 2006. Teknologi Penangkapan Pilihan Untuk Perikanan Rajungan Di Perairan
Gebang Mekar Kabupaten Cirebon. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Gunarso, W. 1985. Tingkah Laku Ikan dalam Hubungannya dengan Alat, Metode dan Teknik
Penangkapan. Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Indriyani, Asri. 2006. Mengkaji Pengaruh Penyimpanan Rajungan (Portunus pelagicus Linn)
Mentah Dan Matang Di Mini Plant Terhadap Mutu Daging Di Plant. Tesis. Program

Pascasarjana, Universitas Diponegoro. Semarang


Juwana, S. dan Romimohtarto, K. 2000. Rajungan Perikanan, Cara Budidaya dan Menu
Masakan. Penerbit Djambatan. Jakarta.
Kailola, P. J. 1993. Australian Fisheries Resources. Fisheries Research and Development
Corporation (Australia). Australia.
Kangas, M. I. 2000. Synopsis of The Biology and Exploitation of The Blue Swimmer Crab,
Portunus pelagicus Linnaeus, in Western Australia Fisheries Research Report no. 121,
2000. Fisheries Western Australia. http://www.fish.wa.gov.au.
Mexfish. 1999. Blue Swimming Crab. http://www.mexfish.com/fish/sscrab/ sscrab
Moosa, M. K., Burhanuddin, dan Razak, H. 1980. Beberapa Catatan Mengenai Rajungan
dari Teluk Jakarta dan Pulau-pulau Seribu Dalam Sumber Daya Hayati Bahari.
Rangkuman Hasil Penelitian Pelita II LON. Jakarta.
Moosa, M. K., dan Sri Juwana. 1996. Kepiting Suku Portunidae dan Perairan Indonesia
(Decapoda, Branchiura). Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi Lembaga
Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta.
MuseumVictoria. 2000. Crab Biology. http://www.mov.vic.gov.au/crust/crabbiol. html
Nontji, A. 1993. Laut Nusantara. Penerbit Djambatan. Jakarta.
Nurhakim, M.A. 2001. Analisis Hasil Tangkapan Jaring Kejer Pada Kedalaman Yang
Berbeda di Desa Gebang Mekar, Kecamatan Babakan, Kabupaten 43 Cirebon. Skripsi.
Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Rusmadi. Irawan, Henky dan Yandri, Falmi. 2014. Studi Biologi Kepiting Di Perairan Teluk
Dalam Desa Malang Rapat Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau Jurusan Ilmu
Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji
Saanin, H. 1984. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Binacipta, Jakarta.
Sea-ex Australia, 1999. Blue Swimmer Crab. http://www.seaex.com/fishphotos/crab,.htm.
Solihin, I. 1993. Pengaruh Perbedaan Tinggi Jaring Kejer Terhadap Hasil Tangkapan
Rajungan (Portunus spp.) di Perairan Bondet, Kabupaten Cirebon. Skripsi. Fakultas
Perikanan - Institut Pertanian Bogor (tidak dipublikasikan). Bogor.
Sunarto. 2011. Karakteristik Bioekologi Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Laut
Kabupaten Brebes. Disertasi. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Thomson, J.W. 1974. Fish of the Ocean and Shore. William Collins Ltd. Sydney.
www.dkp.go.id., 2004, Pengamatan Aspek Biologi Rajungan dalam Menunjang Teknik
Pembenihannya, http://www.dkp.go.id. 8 hal.