Anda di halaman 1dari 18

3.

PROGRAM KERJA CLUSTER


3.1 CLUSTER 1
1. Nama Anggota Cluster
a. Made Agustiana
b. Luh Ade Candra Dewi
c. Kadek Ayu Warsiti Sundari Dewi
d. Ni Nyoman Ayu Juita Ersani
2. Nama dan alamat kepala keluarga asuh yang ditangani
a. I Nyoman Sunada (Banjar Dinas Paka)
b. I Made Wartana (Banjar Sanda)
c. I Ketut Singgih (Banjar Dinas Sekar Sandat)
d. I Wayan Astawa (Banjar Dinas Paka)
3. Program 1
a. Tema

: Pengembangan Sumber Daya Manusia/Pendidikan

b. Nama Program : BimBel Anak Pintas (Pintar dan Cerdas)


c. Rasional
Anak pada sebuah keluarga yang sering ditinggal sendirian di
rumah oleh orang tuanya bekerja ada kalanya merasa jenuh berada di
rumah dan sering bermain di luar rumah. Oleh katrena itu anak perlu
dibimbing agar belajar menjadi lebih menyenangkan dan lebih
terarah. Bimbingan belajar adalah membantu anak agar mencapai
perkembangan

yang

optimal,

sehingga

tidak

menghambat

perkembangan anak. Anak yang perkembangannya terhambat atau


terganggu

akan

berpengaruh

terhadap

perkembangan

atau

kemampuan belajarnya.
Oleh karena itu, kami (Kelompok Cluster 1) selaku mahasiswa
Undiksha yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sanda,
Kec. Pupuan, Kab. Tabanan mengambil program ini sebagai program
kerja kelompok kecil selama melakukan KKN di Desa Sanda, Kec.
Pupuan, Kab. Tabanan yang bertujuan untuk membantu anak dalam
belajar dan konsultasi pekerjaan rumah yang belum dimengerti.
d. Sifat program

: Rintisan

e. Sasaran

: Anak Keluarga Asuh

f. Tujuan Program:

Adapun tujuan program ini adalah untuk:


1. Meningkatkan minat belajar anak
2. Meningkatkan semangat belajar anak
3. Meningkatkan hasil belajar anak
g. Metode pelaksanaan
Metode pelaksanaan dalam program kerja ini mencangkup 4
(empat) tahap pelaksanaan, yaitu metode observasi, wawancara,
sosialisasi, dan pelaksanaan.
1. Observasi
Sebelum menjalankan program kerja ini, terlebih dahulu dilakukan
observasi terhadap keluarga-keluarga yang ada di Desa Sanda, Kec.
Pupuan, Kab. Tabanan untuk ketersediaannya dijadikan sebagai
keluarga asuh yang bersedia mengikuti bimbingan belajar.
2. Wawancara
Pada tahap ini, keluarga asuh diwawancarai mengenai sejauh mana
pendampingan

dan

pengawasan

anak

dalam

belajar

dan

mengerjakan pekerjaan rumah.


3. Sosialisasi
Pada tahap ini, keluarga asuh diberikan pengetahuan baru
mengenai manfaat dari bimbingan belajar.
4. Pelaksanaan
Pada tahap ini mahasiswa KKN mengajak Anak keluarga asuh
untuk melaksanakan kegiatan yaitu melaksanakan bimbingan
belajar.
h. Luaran program
Luaran yang diharapkan setelah menjalankan program kerja ini,
yaitu;
1.
2.
3.

Minat belajar anak menjadi meningkat


Semangat belajar anak menjadi meningkat
Hasil belajar anak meningkat

i. Alokasi waktu pelaksanaan


Waktu yang dialokasikan untuk program kerja ini dalah 20 jam.
j. Jadwal Pelaksanaan
No

Jenis Kegiatan

Juli

Agustus

1
1.

2.

3.
4.
6.
7.

8.

Observasi dan Persiapan


Koordinasi dengan warga asuh,
sebagai sasaran dalam pelaksanaan
program
Wawancara
Tahap Wawancara dengan
keluarga asuh mengenai
pelaksanaan kegiatan belajar
anaknya
Sosialisasi :
a. Sosialisasi manfaat
bimbingan belajar
Pelaksanaan Bimbel Anak Pintas
Penarikan Kesimpulan
Penyusunan laporan kegiatan
a. Pengumpulan data
b. Penyusunan hasil laporan
akhir
Bimbingan dosen

4. Program 2
a. Tema

: Teknologi Tepat Guna

b. Nama Program : Pengenalan Dasar Penggunaan Laptop


c. Rasional
Perkembangan teknologi memaksa kita untuk terus belajar,
apakah disadari oleh kita atau tidak. Hal ini menjadikan pemanfaatan
teknologi yang kurang maksimal karena ketidak adanya kesiapan kita
terhadap munculnya teknologi baru dan kurangnya fasilitas yang
mendukung. Namun demikian, jika kita mau dan jeli menghadapi
situasi ini, tidak menutup kemungkinan kita bisa menguasai teknologi
tersebut.
Belajar Komputer bukan hal yang baru untuk sebagian orang,
atau malah mereka yang setiap hari berhadapan dengan komputer
belum

tentu

tau

tentang

komputer

itu

sendiri.

Kalau

kita

mengetahuinya, sebenarnya banyak yang bisa kita lakukan dengan


komputer dan sekaligus menangani ketika ada permasalahan pada
komputer kita. Untuk itu, setidaknya kita harus mau mengenali lebih
jauh tentang komputer itu sendiri.
Oleh karena itu, kami (Kelompok Cluster 1) selaku mahasiswa
Undiksha yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Sanda Br.
Sanda, Kec. Pupuan, Kab. Tabanan mengambil program ini sebagai
program kerja kelompok kecil selama melakukan KKN di Desa Sanda
Br. Sanda, Kec. Pupuan, Kab. Tabanan yang bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan masyarakat dalam hal mengetahui dasar
penggunaan komputer.
d. Sifat program : Rintisan
e. Tujuan Program :
Adapun tujuan program ini adalah untuk:
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang teknologi
2. Membantu masyarakat gar bias menggunakan komputer
f. Sasaran : Seluruh Anggota Keluarga Asuh
g. Metode Pelaksanaan :

Metode pelaksanaan dalam program kerja ini mencangkup 4


(empat) tahap pelaksanaan, yaitu metode observasi, sosialisasi,
pelaksanaan dan pembiasaan.
1. Observasi
Sebelum menjalankan program kerja ini, terlebih dahulu
untuk melakukan observasi terhadap keluarga-keluarga yang ada di
Desa Sanda, Kec. Pupuan, Kab. Tabanan untuk ketersediaannya
dijadikan sebagai keluarga asuh yang mau diajak melaksanakan
pelatihan computer.
2. Sosialisasi
Pada tahap ini, keluarga asuh diberikan pengetahuan baru
mengenai manfaat dasar komputer, pengenalan bagian-bagian
komputer, aplikasi yang ada pada komputer, dan mengenalkan ms
word serta internet.
3. Pelaksanaan
Pada tahap ini mahasiswa KKN mengajak keluarga asuh
untuk melaksanakan kegiatan yang dimulai dari pengenalan bagian
bagian komputer, menghidupkan dan mematikan komputer,
sampai dengan mengenalkan ms word dan internet.
4. Pembiasaan
Pada tahap ini dilaksanakaan pembiasaan

dengan

mengulang kembali materi pengenalan yang telah diberikan


sebelumnya.
h. Luaran Program :
Luaran yang diharapkan setelah menjalankan program kerja ini,
yaitu;
1. Keluarga asuh dapat menggunakan komputer
2. Keluarga asuh dapat menggunakan ms word
3. Keluarga asuh dapat menggunakan internet dengan sehat.

i. Alokasi Waktu Pelaksanaan :


Waktu yang dialokasikan untuk program kerja ini dalah 20 jam
j. Jadwal Pelaksanaan :

Kegiatan yang akan dilakukan dalam program ini secara terperinci


dijadwalkan dalam tabel di berikut ini:
No
1.

2.

3.
4.
6.
7.

8.

Jenis Kegiatan
Observasi dan Persiapan
Koordinasi dengan warga asuh,
sebagai sasaran dalam pelaksanaan
program
Sosialisasi
Tahap sosialisasi dengan keluarga
asuh
Pelaksanaan :
1. Pengenalan komputer
2. Pengenalan internet
Pembiasaan menggunakan
komputer dan internet
Penarikan Kesimpulan
Penyusunan laporan kegiatan
a. Pengumpulan data
b. Penyusunan hasil laporan
akhir
Bimbingan dosen

Juli
2 3

Agustus
1 2 3 4

5. Program 3
a) Tema

: Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan

b) Nama Program

: Prilaku Hidup BERSERI (Bersih, Sehat dan Asri)


dengan Cuci Tangan, Gosok Gigi, serta membuang
sampah dengan benar.

c) Rasional

Kebersihan diri akan menciptakan kesehatan bagi tubuh.


Kesehatan adalah salah satu hal yang penting dan mahal di dalam
kehidupan. Orang yang kelihatan sehat di luar belum tentu sehat di
dalam tubuhnya. Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan tubuh
manusia, seperti asupan gizi dan vitamin, pola makan yang teratur,
lingkungan yang tidak sehat, kuman atau virus. Kuman atau virus bisa
menyebar lewat makanan, minuman, atau melekat pada tangan. Jika
tidak bersih membersihkan tangan sebelum makan, maka kuman akan
tetap menempel di tangan lalu masuk bersama makanan ke dalam
perut. Sehingga perut menjadi sakit (diare) dan lebih dari itu bisa
meracuti tubuh kita.
Dengan hal tersebut dalam mencuci tangan tidak sekedar
menggosok-gosokkan tangan bersama air, tetapi ada beberapa cara
membersihkan tangan yang baik dan benar. Selain memcuci tangan,
menggosok gigi secara teratur bisa mengurangi gigi rusak dan
berlubang. Gigi yang rusak dan berlubang bisa membuat gigi tidak
sehat. Selain itu perilaku ini juga dapat menjaga kesehatan mulut.
Kebersihan

lingkungan

rumah

juga

sangat

menunjang

pencegahan penyakit dan menjaga lingkungan agar tetap asri. salah


satu caranya dengan membuang sampah dengan benar.
Oleh karena itu, kami (Kelompok Cluster 1) selaku mahasiswa
Undiksha yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sanda,
Kec. Pupuan, Kab. Tabanan mengambil program ini sebagai program
kerja kelompok kecil yang bertujuan untuk menjaga kesehatan
terutama kesehatan gigi dan perut.
d) Sifat program

: Rintisan

e) Tujuan Program :
Adapun tujuan program ini adalah untuk:
1. Meningkatkan kebersihan tubuh keluarga asuh dari kuman
2. Meningkatkan kesadaran keluarga asuh untuk mencuci tangan
setelah melakukan pekerjaan
3. Menanamkan prilaku positif kluaraga asuh terhadap kebersihan
gigi.
4. Menanamkan perilaku menjaga keasrian lingkungan rumah dengan
membuang sampah pada tempatnya.
f) Sasaran
: Keluarga Asuh
g) Metode Pelaksanaan :
Metode pelaksanaan dalam program kerja ini mencangkup 4
(empat) tahap pelaksanaan, yaitu metode observasi, sosialisasi,
pelaksanaan dan pembiasaan.
1. Observasi
Sebelum menjalankan program kerja ini, terlebih dahulu
untuk melakukan observasi terhadap keluarga-keluarga yang ada di
Desa Sanda Br. Sanda, Kec. Pupuan, Kab. Tabanan untuk
keikutsertaannya dalam program kesehatan tubuh dan lingkungan.
2. Sosialisasi
Keluarga asuh diberikan pengetahuan baru mengenai cara
mencuci tangan dan cara menggosok gigi dengan benar, serta
membuang sampah dengan tepat.
3. Pelaksanaan
Pada tahap ini mahasiswa KKN mengajak keluarga asuh
untuk melaksanakan kegiatan yang dimulai dari mencuci tangan
dengan benar, kemudian dilanjutkan dengan menggosok gigi.
4. Pembiasaan
Pada tahap ini dilaksanakan pembiasaan dengan mengecek
kerumah keluarga asuh dan menanyakan kepada orang tuanya
tentang pelaksanaan materi yang diberikan, dan menganjurkan
anaknya untuk melanjutkan program ini.
h) Luaran Program :
Luaran yang diharapkan setelah menjalankan program kerja ini,
yaitu;
1. Menerapkan

menggosok gigi dan membersihkan tangan

dengan cara yang baik dan benar

2. Membiasakan keluarga asuh untuk mencuci tangan sebelum


makan dan sesudah makan.
3. Membiasakan keluarga asuh membuang sampah dengan
benar.
i) Alokasi Waktu Pelaksanaan :
Waktu yang dialokasikan untuk program kerja ini dalah 15 jam
j) Jadwal Pelaksanaan:
Kegiatan yang akan dilakukan dalam program ini secara
terperinci dijadwalkan dalam tabel di berikut ini:

No
1.

2.
3.

4.
6.
7.
8.

Jenis Kegiatan
Observasi dan Persiapan
Koordinasi dengan warga asuh,
sebagai sasaran dalam pelaksanaan
program
Sosialisasi
Tahap sosialisasi dengan keluarga
asuh
Pelaksanaan :
a. Sosialisasi dan demonstrasi
cara mencuci tangan,
gosok gigi dan memilah
sampah dan membuang
sampah dengan benar
Pembiasaan mencuci tangan,
menggosok gigi dan membuang
sampah dengan benar.
Penarikan Kesimpulan
Penyusunan laporan kegiatan
a. Pengumpulan data
a. Penyusunan hasil laporan
akhir
Bimbingan dosen

Juli
2 3

Agustus
2 3 4

6. Program 4
a) Tema
: Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan
b) Nama Program : SOSMED (Sosialisasi Mengenai

Demam

Berdarah)
c) Rasional
Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Kebersihan lingkungan
dapat dicapai dengan menciptakan lingkungan yang sehat sehingga
terhindar dari berbagai penyakit, seperti yang masih marak saat ini
yakni demam berdarah. Demam berdarah masih menimbulkan
kegelisahan bagi warga khususnya yang bertempat tinggal di daerah
sering hujan dan persawahan, seperti di Desa Sanda ini. Demam
berdarah yang ditularkan melalui nyamuk Aides Aigypti juga memiliki
banyak faktor penyebab, seperti timbunan sampah dan air yang
menggenang. berkenaan dengan hal tersebut, kebersihan lingkungan
sangat penting untuk menghindari penyakit DB juga lainnya.
sehubungan dengan hal itu, kami (Kelompok Cluster 1) selaku
mahasiswa Undiksha yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di
Desa Sanda Kec. Pupuan, Kab. Tabanan mengambil program ini
sebagai program kerja kelompok kecil yang bertujuan untuk
meningkatkan kesehatan lingkungan dan mengurangi tingkat penderita
penyakit DB melalui penyuluhan DB itu sendiri.
d) Sifat program : Rintisan
e) Tujuan Program
Adapun tujuan program ini adalah untuk menjaga kesehatan
terutama kesehatan lingkungan keluarga asuh agar tidak terserang
penyakit demam berdarah
f) Sasaran
Sesuai denga rasional yang telah dipaparkan di atas, maka
sasaran yang ingin dicapai pada program kerja ini adalah sebagai
berikut : Seluruh anggota keluarga.

g) Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan dalam program kerja ini mencangkup 4
(empat) tahap pelaksanaan, yaitu metode observasi, wawancara,
sosialisasi, dan demonstrasi.
a. Observasi
Sebelum menjalankan program kerja ini, terlebih dahulu untuk
melakukan observasi terhadap keluarga-keluarga yang ada di Desa
Pujungan untuk ketersediaannya dijadikan sebagai keluarga asuh.
b. Wawancara
Pada tahap ini, keluarga asuh diwawancarai mengenai kondisi
kesehatan lingkungan rumah baik didalam maupun disekitar
rumah itu sendiri.
c. Sosialisasi
Pada tahap ini, mahasiswa KKN memberikan beberapa sosialisasi
atau pengarahan terhadap keluarga asuh mengenai pentingnya
pencegahan demam berdarah.
d. Demonstrasi
Pada tahap terakhir mahasiswa KKN melakukan penyuluhan
terkait cara-cara untuk menghindari hadirnya nyamuk Aides
Aigypti dan cara menjaga lingkungan tetap sehat.
h) Luaran Program
Luaran yang diharapkan setelah menjalankan program kerja ini, yaitu;
a. Menerapkan kegitan hidup sehat
b. Lingkungan rumah keluargga asuh menjadi lebih bersih
i) Alokasi Waktu Pelaksanaan
Waktu yang dialokasikan untuk program kerja ini adalah 15 jam

j) Jadwal Pelaksanaan
Kegiatan yang akan dilakukan dalam program ini secara
terperinci dijadwalkan dalam tabel di berikut ini:
No
1.

2.

3.

4.
6.
7.

8.

Jenis Kegiatan
Observasi dan Persiapan
Koordinasi dengan warga asuh,
sebagai sasaran dalam pelaksanaan
program
Wawancara
Tahap wawancara dengan keluarga
asuh
Sosialisasi
Sosialisasi dilakukan kepada
keluarga asuh mengenai
pentingnya kesehatan lingkungan
terutama agar terhindar dari
penyakit DB.
Demonstrasi
Pelaksanaan pemantauan dan
pemberantasan jentik nyamuk
Penarikan Kesimpulan
Penyusunan laporan kegiatan
a. Pengumpulan data
b. Penyusunan hasil laporan
akhir
Bimbingan dosen

Juli
2 3

Agustus
2 3 4

7. Program 5
a. Tema
: Ekonomi Kerakyataan
b. Nama Program : P3K (Pelatihan Pembuatan Produk Kerajinan)
c. Rasional
Perekonomian sebagai salah satu permasalahan yang kerap
timbul dalam keluarga. Berbagai hal dapat dilakukan untuk menunjang
perekonomian salah satunya dengan membuat kerajinan yang nantinya
diharapkan memiliki nilai jual. Kerajinan dapat dikatakan sebagai
bukti terciptanya sebuah keterampilan membuat siapa saja memiliki
potensi untuk menghasilkannya, tentunya dengan pelatihan. Mengingat
hal tersebut, kami memutuskan untuk mengajak anggota keluarga
dampingan membuat salah satu kerajinan yang memiliki nilai jual,
yakni gantungan kunci dan lampu tidur. Kedua barang tersebut masih
memiliki tingkat pasar yang cukup tinggi sehingga dapat menjadi
sumber penghasilan baru bagi keluarga tersebut.
d.

Sifat Program

: Rintisan

e.

Sasaran

: Keluarga Asuh

f.

Tujuan Program : Untuk menambah keterampilan keluarga asuh


dalam mengolah sampah plastik.

g.

Keterlibatan

Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program pelatihan


ini yaitu:
a.
b.

Keluarga asuh
Mahasiswa KKN UNDIKSHA Tahun 2016 yang akan terlibat
sebagai tutor sekaligus fasilitator yang bertugas memberikan
pengetahuan dan bimbingan
tersebut.

membuat kerajinan tangan

h.

Metode Pelaksanaan :
Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan ini, diantaranya:
a. Metode wawancara
Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan
jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data. Komunikasi
tersebut dilakukan dengan dialog (Tanya jawab) secara lisan, baik
langsung maupun tidak langsung. Metode ini dilakukan ketika
mencari informasi yang berhubungan dengan permasalahan yang di
alami keluarga asuh dalam mengolah sampah plastik dan kardus.
b. Metode observasi
Metode observasi merupakan suatu metode yang dilakukan dengan
cara menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis
mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau
kelompok secara langsung untuk memperoleh informasi lebih lanjut
mengenai keadaan keluarga asuh sehingga dapat memperlancar
proses pelaksanaan program pelatiahan pembuatan kerajinan tangan
unik berbahan dasar benang, tali dan kardus .
c. Metode pengajaran terbimbing
Metode ini merupakan metode yang digunakan untuk memberikan
pengajaran kepada keluarga asuh dalam mengolah program pelatihan
pembuatan kerajinan tangan unik berbahan dasar benang, tali dan
kardus.

i.

Luaran Program :
Adapun luaran yang diharapkan dari pelatihan ini adalah sebagai berikut:
a. Menambah keterampilan keluarga asuh dalam membantu
perekonomian keluarga melalui kerajian tangan yang unik sehingga
dapat menghasilkan produk kerajinan yang memiliki nilai jual.
b. Mahasiswa KKN dapat menerapkan ilmunya dalam melakukan
pengabdian pada masyarakat sehingga mahasiswa memperoleh
pengalaman

sebagai

panduan

dalam

mengikuti

kegiatan

perkuliahan berikutnya.
j. Alokasi Waktu
Program ini akan dilaksanakan selama 3 minggu. Alokasi waktu total
yang dianggarkan adalah 20 jam.

k. Jadwal Pelaksanaan

Agar tidak mengganggu kegiatan anggota keluarga, pelaksanaan program


ini dilaksanakan sore hari yaitu selama 3 minggu. Adapun kalender kerja
untuk bimbingan untuk membuat kerajinan tangan tersebuat adalah :
No
1.

2.

3.

4.
6.
7.

8.

Jenis Kegiatan
Observasi dan Persiapan
Koordinasi dengan warga asuh,
sebagai sasaran dalam pelaksanaan
program
Wawancara
Tahap wawancara dengan keluarga
asuh
Sosialisasi
Sosialisasi dilakukan kepada
keluarga asuh mengenai
pentingnya kesehatan lingkungan
terutama agar terhindar dari
penyakit DB.
Demonstrasi
Pelaksanaan dan pemantauan
Penarikan Kesimpulan
Penyusunan laporan kegiatan
a. Pengumpulan data
b. Penyusunan hasil laporan
akhir
Bimbingan dosen

Juli
2 3

Agustus
2 3 4

8. Program 6
a. Tema
: Sosial Budaya dan Etika
b. Nama Program : Melatih Tari Bali
c. Rasional
Sebagai pulau yang memiliki beragam seni dan adat, sudah
seyogyanya kita melestarikan warisan leluhur kita. sejalan dengan
perkembangan teknologi yang kian modern, budaya mendapati posisi
yang mulai meresahkan. Berbicara tentang budaya memang sangat luas
dan juga kompleks akan tetapi, pengenalan budaya salah satunya tari
bali menjadi lumrah sejak zaman dahulu. Berkenaan dengan hal
tersebut, melihat ketidakfasihan anak-anak desa terkait tari bali
menjadi salah satu bukti bahwa pengetahuan tentang budaya
khususnya tari bali, mulai memudar. Tidak banyak lagi anak-anak yang
masih mengingat gerakan-gerakan tari bali. Sehubungan dengan hal
itu, kami mahasiswa KKN Undiksha memutuskan untuk melatih
kembali anak-anak khususnya perempuan untuk mengingat gerakan
tarian bali (tari pendet dan tari puspanjali), sehingga mampu
menyelamatkan kebudayaan khususnya tari bali dari kepunahan.
d. Sifat Program

: Rintisan

e. Sasaran

: Keluarga Asuh

f. Tujuan Program : Untuk menambah pengetahuan adik asuh terkait


kebudayaan, yakni Tari Bali
g. Keterlibatan

Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program


pelatihan ini yaitu:
a. Adik asuh keluarga dampingan
b. Mahasiswa KKN UNDIKSHA Tahun 2016 yang akan terlibat
sebagai tutor sekaligus fasilitator yang bertugas melatih tari
bali.
h. Metode Pelaksanaan :
Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan ini, diantaranya:

a. Metode wawancara
Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data
dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data.
Komunikasi tersebut dilakukan dengan dialog (Tanya jawab) secara
lisan, baik langsung maupun tidak langsung. Metode ini dilakukan
ketika mencari informasi yang berhubungan dengan permasalahan
yang di alami keluarga asuh dalam mengolah sampah plastik.
d. Metode observasi
Metode observasi merupakan suatu metode yang dilakukan dengan
cara menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis
mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu
atau kelompok secara langsung untuk memperoleh informasi lebih
lanjut mengenai pengetahuan tari Bali anak desa Sanda sehingga
dapat memperlancar proses pelaksanaan program pelatiahan Tari
Bali .
e. Metode pengajaran terbimbing
Metode ini merupakan metode yang digunakan untuk memberikan
pengajaran kepada anak keluarga asuh dalam mengikuti program
pelatihan Tari Bali.
i. Luaran Program :
a. Adapun luaran yang diharapkan dari pelatihan ini adalah sebagai
berikut:
b. Menambah pengetahuan anak terkait gerakan-gerakan tarian dan
cara menari yang baik.
c. Mahasiswa KKN dapat menerapkan ilmunya dalam melakukan
pengabdian pada masyarakat sehingga mahasiswa memperoleh
pengalaman

sebagai

panduan

dalam

mengikuti

kegiatan

perkuliahan berikutnya.
j. Alokasi Waktu
Program ini akan dilaksanakan selama 3 minggu. Alokasi waktu
total yang dianggarkan adalah 20 jam.
k. Jadwal Pelaksanaan

Agar tidak mengganggu kegiatan anggota keluarga, pelaksanaan


program ini dilaksanakan sore hari yaitu selama 3 minggu. Adapun
kalender kerja untuk bimbingan untuk membuat kerajinan tangan tersebuat
adalah :

No
1.

2.

3.

4.
6.
7.

8.

Jenis Kegiatan
Observasi dan Persiapan
Koordinasi dengan warga asuh,
sebagai sasaran dalam pelaksanaan
program
Wawancara
Tahap wawancara dengan keluarga
asuh
Sosialisasi
Sosialisasi dilakukan kepada
keluarga asuh mengenai manfaat
pelatihan tari.
Pelaksanaan
Penarikan Kesimpulan
Penyusunan laporan kegiatan
a. Pengumpulan data
b. Penyusunan hasil laporan
akhir
Bimbingan dosen

Juli
2 3

Agustus
2 3 4