Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Akuntansi Dana adalah sistem akuntansi yang sering digunakan oleh organisasiorganisasi nirlaba dan institusi sektor publik. Sistem tersebut merupakan metode pencatatan dan
penampilan entitas dalam akuntansi seperti aset, dan kewajiban yang dikelompokkan menurut
kegunaannya masing-masing.
Akuntansi dana umumnya digunakan pada organisasi-organisasi nirlaba dan sektor publik
yang umumnya membutuhkan metode pelaporan khusus neraca akhir yang dapat menunjukkan
arus pengeluaran keuangan organisasi tersebut secara jelas. Metode pelaporan tersebut berbeda
dengan laporan neraca akhir yang biasa digunakan oleh sektor bisnis yang menekankan pada
nilai keuntungan ataupun kerugian yang diperoleh organisasi tersebut dalam suatu periode
akuntansi tertentu.
Organisasi sektor bisnis umumnya hanya memiliki satu kelompok atas metode pencatatan
rekening-rekening secara berimbang atau disebut sebagai buku besar (general ledger), sementara
sektor nirlaba bisa memiliki beberapa jenis buku besar bergantung pada kebutuhannya. Seorang
manajer bisnis atas organisasi tersebut harus dapat membuat laporan yang dapat menjelaskan
aliran pengeluaran dan pendapatan atas dana yang tersedia, serta melaporkannya dalam bentuk
ringkasan aktivitas keuangan atas keseluruhan entitas dalam organisasi tersebut terkait dengan
alokasi dan pemanfaatan dana.
Disebabkan karena keberadaan beberapa buku besar tersebut, penomoran rekening yang
digunakan didisain sedemikian rupa untuk menyesuaikan dengan kebutuhan tersebut. setiap
kelompok nomor rekening akan merepresentasikan alokasi dana secara spesifik. Cara lainnya
adalah dengan memanfaatkan kemampuan sistem pencatatan dan pelaporan yang terdapat pada
perangkat lunak akuntansi. Untuk alasan ini, banyak organisasi nirlaba dan sektor publik
memanfaatkan perangkat lunak akuntansi khusus yang secara spesifik didisain untuk
mengakomodir kebutuhan organisasi tersebut dalam hal pelaporan.

Penggunaan akuntansi dana seringkali menjadi topik perdebatan oleh kalangan profesi
akuntan yang mempertanyakan manfaat atas implementasi sistem tersebut, terkait dengan standar
akuntansi umum yang berlaku. Namun demikian, sifat natural dari organisasi nirlaba yang ada
membuat sistem akuntansi dana menjadi berguna, terutama terkait dengan pelaporan keuangan
yang sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut. Karena alasan tersebut, para profesi akuntan
mengenali adanya kebutuhan tersebut dan melanjutkan dukungan atas pemanfaatan akuntansi
dana dengan membuat standar-standar dan prisip akuntansi secara khusus untuk kebutuhan
tersebut.

BAB II
ISI
A. PENGERTIAN AKUNTANSI DANA

Akuntansi Dana adalah sistem akuntansi yang sering digunakan oleh organisasiorganisasi nirlaba dan institusi sektor publik. Sistem tersebut merupakan metode pencatatan
dan penampilan entitas dalam akuntansi seperti aset, dan kewajiban yang dikelompokkan
menurut kegunaannya masing-masing.
Akuntansi dana umumnya digunakan pada organisasi-organisasi nirlaba dan sektor publik
yang umumnya membutuhkan metode pelaporan khusus neraca akhir yang dapat
menunjukkan arus pengeluaran keuangan organisasi tersebut secara jelas. Metode pelaporan
tersebut berbeda dengan laporan neraca akhir yang biasa digunakan oleh sektor bisnis yang
menekankan pada nilai keuntungan ataupun kerugian yang diperoleh organisasi tersebut
dalam suatu periode akuntansi tertentu.
Organisasi sektor bisnis umumnya hanya memiliki satu kelompok atas metode pencatatan
rekening-rekening secara berimbang atau disebut sebagaibuku besar (general ledger),
sementara sektor nirlaba bisa memiliki beberapa jenis buku besar bergantung pada
kebutuhannya. Seorang manajer bisnis atas organisasi tersebut harus dapat membuat laporan
yang dapat menjelaskan aliran pengeluaran dan pendapatan atas dana yang tersedia, serta
melaporkannya dalam bentuk ringkasan aktivitas keuangan atas keseluruhan entitas dalam
organisasi tersebut terkait dengan alokasi dan pemanfaatan dana.
Disebabkan karena keberadaan beberapa buku besar tersebut, penomoran rekening yang
digunakan didisain sedemikian rupa untuk menyesuaikan dengan kebutuhan tersebut. setiap
kelompok nomor rekening akan merepresentasikan alokasi dana secara spesifik. Cara lainnya
adalah dengan memanfaatkan kemampuan sistem pencatatan dan pelaporan yang terdapat
pada perangkat lunak akuntansi. Untuk alasan ini, banyak organisasi nirlaba dan sektor
publik memanfaatkan perangkat lunak akuntansi khusus yang secara spesifik didisain untuk
mengakomodir kebutuhan organisasi tersebut dalam hal pelaporan.
Dalam akuntansi dana, dana merupakan kesatuan akuntansi (accounting entity) dan
kesatuan fiscal (Fiscal entity). Dana merupakan suatu kesatuan akuntansi karena mempunyai
suatu persamaan akuntansi. Selain itu, dana merupakan kesatuan fiskal karena memiliki
sumber keuangan yang penggunaannya telah ditentukan dalam anggaran.

Kesatuan akuntansi dana merupakan kesatuan akuntansi ganda (multiple accounting


entity),

sedangkan

kesatuan

akuntansi

komersiil

merupakan

kesatuan

akuntansi

tunggal (single accounting entity). Kesatuan akuntansi dana merupakan kesatuan akuntansi
ganda karena sebuah organisasi nirlaba dapat membentuk lebih dari satu dana dimana
masing-masing dana tersebut berdiri sendiri, tidak terintegrasi satu sama lain. Misalnya,
suatu organisasi nirlaba dapat membentuk General Fund (Dana Umum), Special Revenue
Fund (dana Pendapatan Khusus), Capital Project Fund (Dana Pemupukan Modal) dan Debt
Service Fund (Dana Pelunasan Utang). Negara merupakan suatu contoh bentuk organisasi
nirlaba yang paling konkrit di dunia ini.
Dalam akuntansi dana, kita tidak mengenal istilah beban (expense) yang merupakan
biaya (cost) yang dimanfaatkan dalam satu periode. Istilah yang kita kenal dalam akuntansi
dana adalah belanja (expenditure) yang meliputi seluruh sumber keuangan yang dibelanjakan
dalam satu periode tertentu.
B. KESATUAN AKUNTANSI DANA
Dana dan akuntansi dana dana sebagai kesatuan fiscal dalam pengertian dana diatas
disebutkan bahwa dana merupakan kesatuan fiscal ( fiscal entity ) dana disebut sebagai
kesatuan fiscal karena dana memiliki sumber keuangan dan penggunaanya yang telah
ditentukan dalam anggaran . setiap dana memiliki anggaran tersendiri yang ditetapkan.
Dana sebagai kesatuan akuntansi, Dalam pengertian dana diatas juga disebutkan bahwa
dana merupkan satu kesatuan akuntansi ( Accounting entity ) . dana disebut dengan kesatuan
akuntansi karena dana memiliki persamaan akuntansi. Kesatuan akuntansi dana adalah
kesatuan multiple ganda ( multiple Accounting entity )
Kesatuan akuntansi dana terdiri dari:
1. Govermental type Fund ( Kelompok Dana Pemerintahan )
Kelompok dana ini terdiri dari berbagai dana yang sifat aktivitasnya adalah belanja.
Akuntansi kelompok dana ini berfokus pada belanja ( spending activity ). Jenis-jenis
dana yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
a. General Fund ( Dana Umum)
Dana ini dibentuk untuk mempertanggungjawabkan sumber keuangan dan belanja
yang tidak dipertanggungjawabkan oleh dana lain.
b. Special Revenue Fund (Dana Pendapatan Khusus)

Dana ini dibentuk untuk mempertanggungjawabkan penerimaan sumber-sumber


keuangan tertentu yang ditujukan untuk aktivitas belanja tertentu.
c. Capital Project Fund ( Dana Pemupukan Modal )
Dana ini dibentuk untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber-sumber
keuangan yang digunakan untuk perolehan aktiva tetap (diluar yang
dipertanggungjawabkan oleh Propietary Fund dan Trust Fund).
d. Debt Service Fund ( Dana Pelunasan Utang )
Dana ini dibentuk untuk mempertanggungjawabkan sumber-sumber keuangan
yang akan digunakan untuk melunasi pokok dan bunga utang jangka panjang
umum.
2. Proprietary type Fund ( Kelompok Dana Kepemilikan )
Kelompok dana ini merupakan kelompok dana yang sifat aktivitasnya termasuk
dalam kelompok dana Non-Expendable seperti layaknya perusahaan komersiil.
Akuntansi kelompok dana ini sama dengan akuntansi komersiil yaitu berfokus untuk
mempertahankan ekuitas ( Capital Maintenance Focus ). Yang termasuk dana ini
adalah:
a. Enterprise Fund ( Dana Perusahaan )
Dana ini dibentuk untuk mempertanggungjawabkan aktivitas komersiil.
b. Internal Service Fund ( Dana Pelayanan Internal )
Dana ini dibentuk untuk mempertanggungjawabkan layanan penyediaan jasa
kepada pihak lain.
3. Fiduciary type of Fund (Kelompok Dana Kepercayaan)
Kelompok dana ini terdiri dari berbagai dana yang sifat aktivitasnya ada yang bersifat

belanja dan non belanja. Dana ini dibentuk apabila organisasi bertindak sebagai agen.
Yang termasuk dalam kelompok dana ini adalah:
a. Trust Fund
Dana ini dibentuk untuk mempertanggungjawabkan aktiva milik pihak lain yang
dikelola oleh organisasi sebagai pihak yang dipercaya (trustee).
b. Agency Fund
Dana ini dibentuk untuk mempertanggungjawabkan aktiva milik pihak ketiga
yang dikelola organisasi dimana oragnisasi bertindak sebagai agen.
C. JENIS DANA DAN KELOMPOK REKENING
Dana pun terbagi dalam dua jenis, yaitu:
1. Expenable fund

Bisa disebut juga governmental fund, yang digunakan untuk belanja operasional /
pengurusan keperluan sehari hari.
2. Non expendable fund

Bisa disebut juga sebagai proprietary fund, yang tidak boleh dibelanjakan untuk urusan
pemerintah karena telah dipisahkan dan digunakan untuk aktivitas bisnis.
Kelompok rekening
Kelompok dana pemerintahan berfokus pada aktifitas belanja dengan demikian hanya
aktiva dan hutang lancar yang dilaporkan di dalam neraca. Aktiva tetap dan utang jangka
panjang yang tidak bersifat belanja tidak dilapporkan pada kelompok dana ( neraca ) tetapi
dilaporkan dalam kelompok akun. Kelompok akun merupakan daftar isi yang berisi saldo
setiap akun aktifa tetap dan utang jangka panjang.
Kelompok
akun
dibentuk
hanya
Persamaan dari akuntansi dana adalah

untuk

dana

pemerintahan

umum.

Aktiva = Kewajiban + Ekuitas dana

D. PERSAMAAN AKUNTANSI DANA


Dalam akuntansi dana dikenal persamaan akuntansi Aktiva = Kewajiban + Ekuitas
Dana. Persamaan tersebut tentu saja berbeda dengan persamaan akuntansi yang kita kenal
pada akuntansi keuangan yang digunakan dalam perusahaan komersial yang berupa Aktiva
= Kewajiban = Ekuitas. Di sini terdapat perbedaan yang mendasar antara ekuitas dana dan
ekuitas. Di perusahaan, selisih antara aktiva dan utang adalah ekuitas yang menunjukkan
adanya kepemilikan pada perusahaan tersebut oleh pemegang sahamnya. Sementara itu, di
organisasi sektor publik, ekuitas dana tidak menunjukan adanya kepemilikan siapapun
karena memang tidak ada kepemilikan individu dalam suatu organisasi sektor publik.
E. BASIS AKUNTANSI DAN FOKUS PENGUKURAN
Dalam akuntansi dana, dikenal istilah basis akuntansi dan fokus pengukuran
(measurement focus). Basis akuntansi menentukan kapan transaksi dan peristiwa yang
terjadi diakui. Contoh, bila organisasi mengadopsi basis akrual penuh, transaksi diakui
ketika transaksi tersebut memiliki dampak ekonomi yang substantif. Kalau yang diadopsi

adalah basis kas, transaksi diakui hanya kalau kas yang berhubungan dengan transaksi
tersebut diterima atau dibayarkan.
Fokus pengukuran dari suatu entitas akuntansi menentukan apa yang akan dilaporkan,
dengan kata lain jenis aktiva dan kewajiban apa saja yang diakui secara akuntansi dan
dilaporkan dalam neraca. Konsep basis akuntansi dan fokus pengukuran ini berhubungan
erat dan pemilihan salah satu akan mengimplikasikan pemilihan yang lain. Contoh, kalau
basis kas yang dipilih, maka fokus pengukurannnya juga atas kas saja, sehingga
implikasinya hanya kativa lancar kas yang dilaporkan dalam neraca. Perubahan dalam aktiva
tetap dan kewajiban jangka panjang tidak diakui.
CONTOH:
Misalkan sebuah organisasi membeli kendaraan seharga Rp 200 juta, jurnal yang terjadi
kalau menggunakan basis kas dengan fokus pengukuran sumber daya jangka pendek adalah:
Belanja Kendaraan
200.000.000
Kas
200.000.000
Dengan cara tersebut, pemerintah tidak akan melaporkan kendaraan sebagai aktiva di
neracanya. Pemerintah akan mencatat baik kenaikan maupun penurunan kas di Laporan
Pendapatan dan Belanja Dana (Funds Statement or Revenues and Expenditure) atau laporan
yang sebanding yang menjelaskan perubahan dalam saldo dana. Dampaknya, kendaraan akan
dibebankan seluruhnya pada waktu dibeli, yang nantinya akan ditutup ke ekuitas dana (fund
balance).
Jika suatu entitas mengadopsi basis akrual penuh seperti diharuskan untuk perusahaan,
maka fokus pengukurannya biasanya meliputi semua sumber daya ekonomi dan neracanya akan
melaporkan semua aktiva dan kewajiban, baik lancar maupun tidak lancar. Perubahan dalam
aktiva tetap bersih dan kewajiban jangka panjang diakui sebagai pendapatan atau beban.
Misalnya sebuah organisasi membeli kendaraan seharga Rp 200 juta, jurnal yang terjadi kalau
menggunakan basis akrual penuh adalah:
Kendaraan
200.000.000
Kas
200.000.000
Di banyak lingkungan pemerintahan, basis akuntansi dan fokus pengukuran menjadi
permasalahan tersendiri muncul karena banyak entitas pemerintahan yang menggunakan
anggaran dengan berbasis kas sehingga dibutuhkan data realisasi anggaran yang berbasis kas
pula. Dalam konteks tersebut, dikembangkanlah basis akuntansi berupa basis kas yang akan
menghasilkan informasi yang bersifat jangka pendek. Permasalahan muncul karena entitas

tersebut juga dituntut untuk menyusun neraca yang juga menyajikan informasi yang bersifat
jangka panjang (aktiva tetap dan utang jangka panjang). Dengan kata lain, dalam lingkungan
pemerintahan seperti itu, ada tuntutan untuk menggunakan basis kas dengan fokus pengukuran
jangka panjang. Dari sinilah berkembang basis akuntansi yang disebut dengan basis kas yang
dimodifikasi (cash modified basis).
Dengan basis kas yang dimodifikasi tersebut, transaksi pembelian kendaraan senilai Rp
200 juta akan dicatat dalam dua kali penjurnalan, yaitu:
Belanja Kendaraan
200.000.000
Kas

Kendaraan
Ekuitas Dana

200.000.000
200.000.000
200.000.000

Jurnal kedua dilakukan untuk memenuhi tuntutan fokus pengukuran jangka panjang.
Terlepas dari apakah suatu entitas melaporkan aktiva dan kewajiban jangka panjang di neraca
dananya, entitas tersebut harus melakukan kontrol akuntansi atas aktiva dan kewajiban tersebut.
Manajemen dan konstituen lain mungkin ingin tahu dengan semua sumber daya dan kewajiban
entitas tersebut dan tidak hanya ingin tahu atas aktiva dan kewajiban yang ada di neraca saja.
Oleh karena itu, entitas wajib membuat catatan akuntansi atas semua aktiva dan kewajiban serta
memasukkan dalam laporan keuangan suatu skedul yang tidak hanya menyatakan mengenai
aktiva dan kewajiban tersebut namun juga menunjukkan perubahannya dalam tahun tersebut.

BAB III
KESIMPULAN
Pengertian Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa yang bertujuan untuk
menyajikan informasi kuantitatif yang fungsinya sebagai dasar pengambilan
keputusan. Sedangkan Pengertian Dana berarti suatu kesatuan akuntansi
karena memiliki persamaan akuntansi sendiri dan kesatuan fiskal karena
dana mamiliki sumber keuangan yang gunanya telah ditentukan dalam
anggaran.
Dalam

akuntansi

akuntansi (accounting

dana,

entity) dan

dana
kesatuan

merupakan
fiscal (fiscal

kesatuan

entity).

Dana

merupakan suatu kesatuan akuntansi karena mempunyai suatu persamaan


akuntansi. Selain itu, dana merupakan kesatuan fiskal karena memiliki
sumber keuangan yang penggunaannya telah ditentukan dalam anggaran.
Kesatuan

akuntansi

dana

merupakan

kesatuan

akuntansi

ganda (multiple accounting entity), sedangkan kesatuan akuntansi komersiil


merupakan kesatuan akuntansi tunggal (single accounting entity). Kesatuan
akuntansi dana merupakan kesatuan akuntansi ganda karena sebuah
organisasi nirlaba dapat membentuk lebih dari satu dana dimana masingmasing dana tersebut berdiri sendiri, tidak terintegrasi satu sama lain.
Misalnya, suatu organisasi nirlaba dapat membentuk General Fund (Dana
Umum), Special Revenue Fund (dana Pendapatan Khusus), Capital Project
Fund (Dana Pemupukan Modal) dan Debt Service Fund (Dana Pelunasan
Utang). Negara merupakan suatu contoh bentuk organisasi nirlaba yang
paling konkrit di dunia ini.

DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi_Dana

http://feuh-kel4.blogspot.co.id/2013/10/akuntansi-dana-dan-jenis-dana.html
http://kumpulan-kumpulan-makalah.blogspot.co.id/2016/01/vbehaviorurldefaultvmlo.html