Anda di halaman 1dari 4

Paper Individu

Manajemen Ternak Unggas

Kelemahan dan Kelebihan Jenis Kandang Produksi Berdasarkan Animal


Welfare

Oleh :
AGUS SISWOYO
NIM
Kelas

: I111 14 316
: Genap (B)

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016

1. Conventional Cage
Conventional cage atau conventional laying cage merupakan tipe kandang
yang sering digunakan peternak ayam ras petelur secara tradisional. Tipe
perkandangan ini mampu menjamin ketersediaan telur dengan baik, dimana ayam
yang berumue layer akan ditempatkan selama hidupnya didalam kandang ini dan
diberi pakan serta minum setiap hari sehingga ketersediaan pakan akan tercukupi
setiap saat, sehingga produksi ayam pun semakin baik, serta tidak ada energi yang
terbuang akibat aktivitas lain. Namun hal inilah yang menjadi kkurangan tipe
perkandangan ini, jika ditinjau dari segi animal welfare khususnya bebas
mengekspresikan perilaku normal dan bebas dari rasa stress dan tertekan tidak
dapat terpenuhi padahal dalam menghasilkan telur yang berkualitas juga perlu
memperhatikan hal tersebut.
2. Furnished Cage/Enricage
Desain furnished cage meliputi akses masuk ke kandang, yang memungkinkan
adanya tempat bertengger dan kotak sarang dan kebebasan untuk bergerak baik
secara vertikal maupun horizontal. Desain kandang ini diperuntukkan
meningkatkan performa ekonomi. Penyediaan tempat bertengger bisa mendorong
sifat untuk bertengger. Berdasarkan pada desain, kemungkinan bisa mengurangi
masalah kaki dan lemah tulang. Akan tetapi dengan pengelmpokan kira-kira 60
jenis unggas, menyebabkan unggas bersifat agresifitas dan mematuk bulu yang
sangat sering terjadi, dan masalah kebersihan dimana unggas sering membuang
feses dang mengenai unggas lain yang ada di kandang, desain kandang juga bisa
meningkatkan jumlah telur yang pecah dan kotor.
3. Aviary System
Aviary system atau multi-tier Aviary system merupakan sistem perkandangan
non-cages atau bebas, namun masih dibatasi dalam suatu ruangan pemeliharaan,
hal ini dimaksudkan mempermudah penanganan dan pemanenan. Pemeliharaan
dengan menggunakan sistem aviary telah mempertimbangkan welfarest ternak
petelur dengan ditiadakannya kandang yang dapat menghambat ternak
mengekspresikan diri sebagimana mestinya, akan tetapi pembebasan tingkah laku
menunjukkan terjadinya kanibalisme, menurut Hasil tinjauan mentaati larangan
pemotongan paruh pada ayam petelur yang dipelihara dalam kandang aviary di
Sweden dan Norway tahun 1999 ternyata menimbulkan kanibalisme yang tinggi
dan tidak dilakukannya pemotongan paruh justru memperburuk keadaan tersebut,
sehingga dibutuhkan manajemen yang lebih. Namun terlepas dari hal tersebut,
telur yang dihasilkan ayam ras petelur yang dipeliharan dengan system aviary
sangat diminati konsumen eropa.
4. Deep Litter System
Deep litter system, yaitu kandang yang menggunakan alas penutup lantai untuk
menyerap kotoran agar lantai tidak lembab dan basah serta proses dekomposisi

kotoran ternak berlangsung sempurna. Untuk litter, dapat menggunakan bahan


organik yang bersifat menyerap air. Contohnya, serbuk gergaji, sekam padi,
potongan jerami kering, potongan rumput kering, atau tongkol jagung yang
dihaluskan. Sistem perkandangan ini sudah mampu menjamin pengurangan stress
pada ayam ras, namun perlu memperhatikan litternya itu sendiri, dimana litter
yang kotor akan menggangu kesehatan ayam dan bila ayam bertelur pada litter
yang kotor akan menyebabkan kontaminasi bakteri pada telur sehingga
menurunkan kualitas telur itu sendiri.
5. Free Range System
Kandang tipe free range telah banyak berkembang dinegara-negara maju yang
telah melarang penggunaan sistem perkandangan conventional cage dengan
pertimbangan pemenuhan hak asasi hewan atau animal welfare terpenuhi dimana
selain diberikan pakan dan minum, tempat yang layak dan penanganan yang baik,
pun mampu melakukan aktifitas normal sebagaimana seharusnya dialam tanpa
mengalami stress, sistem free range ini merupakan desain perkandangan modern
yang menjadi masa depan tipe perkandangan unggas, karena implementasinya
tidak hanya pada ayam, melainkan dapat diperuntukkan pada unggas lain seperti
itik dan puyuh. Walaupun dilihat dari segi produksi telur yang dihasilkan tidak
sebanyak tipe conventional, namun diketahui bahwa telur yang didapatkan dari
ayam yang dipelihara secara free range lebih sehat dikarenakan ayam tidak
mengalami stress dan dapat hidup dengan layak, dimasa depan pemikiran akan
mengkonsumsi makanan yang sehat akan sangat diperhitungkan sehingga
walaupun memerlukan wilayah yang sangat luas yang meningkatkan biaya input
namun free range system merupakan sistem perkandangan yang akan sangat
dipertimbangkan dimasa depan.

Daftar Pustaka
Appleby, M.C., B.O. Hughes and H.A. Elson. L992. Poultry Production Systems.
Behaviour, Management and Welfare. Redwood Press Ltd. Melksham.
Great Britain. CAB International.
Gozali, A.N. 2010. Pengembangan Potensi Ayam Lokal Untuk Menunjang
Peningkatan Kesejahteraan Petani Balai. Besar Pengkajian dan
Pengembangan Teknologi Pertanian. Bogor. Jurnal Litbang Pertanian. VOL.
29(4). Hal: 131-138.
Poultry.
2003.
Manajemen
Pemeliharaan
Ayam
petelur.
http://www.poultryindonesia.com/news/tips-dan-trik/node153. (diakses pada
28 September 2016).