Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM BOTANI

Morfologi Bunga

Oleh:
FENNI ASTRIA PUTRI.R
NIM. D1B116200

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bunga merupakan modifikasi dari batang dengan bagian-bagiannya yang
merupakan daun khusus, berfungsi sebagai alat reproduksi. Pada tumbuhan
berbunga dapat menghasilkan bunga yang beragam bentuk, ukuran, warna dan
bau tergantung dari spesiesnya. Pada hakekatnya bunga dapat dibedakan atas
bunga lengkap dan tidak lengkap.
Bunga adalah bagian tanaman yang mengandung struktur alat perbanyakan
generatif. Berdasarkan tipenya, bunga dibagi menjadi bunga tunggal dan bunga
majemuk. Pada bunga tunggal, satu tangkai hanya mendukung satu bunga,
sedangkan pada bunga majemuk, satu tangkai mendukung banyak bunga. Pada
umumnya bunga memiliki 4 organ utama, yaitu: kelopak (kaliks), mahkota
(corola), benang sari (andresium) dan putik (gynesium). Benang sari terdiri dari
tangkai sari (filament), putik (stigma), tangkai putik (style) dan bakal buah
(ovary).
Berdasarkan kelengkapan bagian bunga, bunga dapat digolongkan
kedalam :bunga lengkap, yaitu bunga yang memiliki keempat organ bunga
(kelopak, mahkota, benang sari dan putik); dan bunga tak lengkap, yaitu bunga
yang tidak memiliki salah satu atau lebih organ bunga tersebut Kita tidak akan
mengetahui secara jelas atau detail tentang bagian masing masing bunga, jika
tidak melakukan penelitian. Maka dari itu, pada praktikum kali ini, akan dibahas
tentang morfologi bunga tunggal (planta uniflora) dan bunga majemuk (planta
multiflora).

B. Tujuan Dan Kegunaan


Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yaitu untuk memberikan pengalaman
kepada praktikan dalam melakukan pengamatan terhadap bermacam susunan
bunga tunggal dan bunga majemuk, memberikan kemampuan kepada praktikan
untuk mendeskripsikan bermacam susunan bunga tunggal dan bunga majemuk
dan untuk memberi kemampuan kepada praktikan dalam menyusun rumus bunga
dan diagram bunga.
Kegunaan pelaksanaan kegiatan ini yaitu agar praktikan dapat
berpengalaman dalam melakukan pengamatan terhadap bermacam susunan bunga
tunggal dan bunga majemuk dan agar praktikan mampu mendeskripsikan bunga
tunggal dan bunga majemuk serta mampu menyusun rumus bunga dan diagram
bunga.

II.

TINJAUAN PUSAKA

Tangkai bunga (pedicellus), yaitu bagian bunga yang masih jelas bersifat
batang, seringkali terdapat daun-daun peralihan, yaitu bagian-bagian yang
menyerupai daun, berwarna hijau, yang seakan-akan merupakan peralihan dari
daun biasa ke hiasan bunga. Dasar bunga (receptaculum), yaitu ujung tangkai
yang seringkali melebar, dengan ruas-ruas yang amat pendek, sehingga daun-daun
yang telah mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian bunga yang duduk
amat rapat satu sama lain, bahkan biasanya tampak duduk dalam satu lingkaran.
Hiasan bunga (perianthium), yaitu bagian bunga yang merupakan penjelmaan
daun yang masih tampak berbentuk lembaran dengan tulang-tulang atau urat-urat
yang masih jelas. Biasanya hiasan bunga dapat dibedakan dalam dua bagian yang
masing-masing duduk dalam satu lingkaran. Jadi bagian hiasan bunga itu
umumnya tersusun dalam dua lingkaran: 1. Kelopak (kalyx), yaitu bagian hiasan
bunga yang merupakan lingkaran luar, biasanya berwarna hijau, dan sewaktu
bunga masih kuncup merupakan selubungnya, yang melindungi kuncup tadi
terhadap pengaruh-pengaruh dari luar. 2. Tajuk bunga atau mahkota bunga
(corolla), yaitu bagian hiasan bunga yang merupakan lingkaran dalam, biasanya
tidak berwarna hijau lagi. Warna bagian inilah yang lazimnya merupakan warna
bunga. Mahkota bunga terdiri atas sejumlah daun mahkota (petala), yang seperti
halnya dengan daun-daun kelopak dapat berlekatan atau tidak (Tjitrosoepomo,
2007).
Melihat bagian - bagian yang terdapat pada bunga, maka bunga dapat
dibedakan dalam bunga lengkap atau bunga sempurna (flos completus), yang

dapat terdiri atas 1 lingkaran daun kelopak, 1 lingkaran daun mahkota, 1 atau 2
lingkaran benang sari dan satu lingkaran daun buah. Bunga yang bagian bagiannya tersusun dalam 4 lingkaran dikatakan bersifat tetrasiklik, dan jika
bagian-bagiannya tersusun dalam lima lingkaran dikatakan pentrasiklik. Bunga
tidak lengkap atau bunga tidak sempurna (flos incompletus), jika salah satu bagian
hiasan bunganya atau salah satu alat kelaminnya tidak ada. Jika bunga tidak
mempunyai hiasan bunga, maka bunga itu disebut telanjang (nudus), jika hanya
mempunyai salah satu dari kedua macam alat kelaminnya dinamakan berkelamin
tunggal

(unisexualis)

(Krisno,

2008).

Bunga biasanya mempunyai dua macam alat kelamin, dan justru alat - alat
itulah yang sesungguhnya merupakan

bagian-bagian bunga yang terpenting,

karena dengan adanya alat-alat tersebut dapat kemudian dihasilkan alat


perkembangbiakan

atau

calon

tumbuhan

baru

(Steenis,

2006).

Berdasarkan alat-alat kelamin yang terdapat pada bunga, dapat dibedakan :


a. Bunga banci atau berkelamin dua (hermaphroditus), yaitu bunga yang padanya
terdapat benang sari (alat kelamin jantan) maupun putik (alat kelamin betina).
Bunga ini seringkali dinamakan pula bunga sempurna atau bunga lengkap,
karena biasanya pun jelas mempunyai hiasan bunga yang terdiri atas kelopak dan
mahkota, misalnya pada bunga terung (Solanum melongena L.) ditunjukkan
dengan lambang . b. Bunga berkelamin tunggal (unisexualis), jika pada bunga
hanya terdapat salah satu dari kedua macam alat kelaminnya (Tjitrosoepomo,
2007).
Baik dalam kuncup daun maupun dalam kuncup bunga, bagian-bagian

yang berupa daun itu terletak sedemikian


yang

bersangkutan

dapat

dijadikan

rupa, hingga bagian tumbuhan

tanda

pengenal

(Hidayat,

2008).

Pendukung tajuk bunga atau antofor (anthophorum), yaitu bagian dasar


bunga tempat duduknya daun-daun tajuk bunga, seperti terdapat pada bunga
anyrlir (Dianthus caryphyllus L.) Pendukung benang sari atau androfor
(androphorum), bagian dasar bunga yang seringkali meninggi atau memanjang
dan menjadi tempay dudknya benang sari, misalnya pada bunga maman
(Gynandropis pentaphylla D. C.) Pendukung putik atau ginofor (gynophorum),
sutu peninggian pada dasar bunga yang khusus menjadi tempat (Loveless, 2009).

III. METODE PRAKTIKUM


A. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jumat, Tanggal 25
Oktober

2016

Pukul

13.00-15.00

WITA.

Bertempat

di

Laboratorium Agroteknologi Unit Agronomi Fakultas Pertanian


Universitas Halu Oleo.
B. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu alat tulis
menulis.
Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu bunga
kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis), bunga lamtoro gun
(Lilium longiform), bunga soka (Ixora paludosa Karz.), bunga
kumis kucing (Orthosiphon stameneus Bethan.), bunga kelapa
(Cocus nucifera L.), alamanda (Allamanda carthica L.), bougenvil
(Bougenvilicia spectahilis L.), tasbih (Canna sp.) dan anggrek
kalajengking (Arachnis sp.).
C. Prosedur Kerja
Prosedur kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut :

a. Pengamatan Susunan Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk


1. Menuliskan pada buku laporan nama bahan dalam bahasa latin dan
bahasa Indonesia.
2. Menggambar bahan dan menyebutkan bagian-bagiannya.
3. Memerhatikan perbedaan bunga majemuk dan bunga tunggal.
b. Pengamatan Susunan Rumus Bunga dan Diagram Bunga
1. Menulis nama bahan dalam bahasa Indonesia dan bahasa latin.
2. Menggambar dan menyebutkan struktur bagian-bagian bunga pada
bahan.
3. Membuat rumus dan diagram bunga.
4. Menggambar semua bahan dengan keterangan lengkap.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil
1. Gambar Bunga
No.

Gambar Bunga

Keterangan

2. Diagram Bunga
No
.

Diagram

Rumus

Keterangan:
1.
2.
3.
4.

K = Kelopak (calyx)
C = Mahkota (corolla)
A = Benang sari (androecium)
G = Putik (gynaecium)

B. Pembahasan
Hasil pengamatan pada praktikum kali ini menunjukkan bahwa kita dapat
mengetahui bahwa bunga merupakan modifikasi dari batang dengan bagianbagiannya yang merupakan daun khusus, berfungsi sebagai alat reproduktif. Pada
tumbuhan berbunga, dapat menghasilkan tumbuhan yang beragam bentuk,
ukuran, warna dan bau tergantung dari spesiesnya.
Bunga kembang sepatu adalah contoh bunga lengkap karena memiliki
empat komponen bunga yang disebut bunga lengkap yaitu putik, mahkota,
kelopak dan serbuk sari. Bunga kembang sepatu termasuk bunga banci karena
memiliki bunga jantan dan betina. Bunga kembang sepatu termasuk ke dalam
bunga tunggal. Rumus bunga kembang sepatu adalah : K (5) C (5) A (~) G (5).
Bunga soka adalah contoh bunga tidak lengkap karena tidak memiliki
putik. Bunga soka termasuk bunga banci karena memiliki bunga jantan dan bunga

betina. Bunga soka termasuk ke dalam bunga majemuk. Rumus bunga soka
adalah : K (4) C (5) A (0) G (1).
Bunga anggrek kalajengking adalah contoh bunga tidak lengkap karena
tidk memiliki kelopak bunga. Bunga anggrek kalajengking termasuk ke dalam
bunga banci karena memiliki bunga jantan dan bunga betina. Bunga anggreak
kalajengking termasuk kedalam bunga tunggal. Rumus bunga anggrek
kalajengking adalah : P (5) A (1) G (1).
Bunga alamanda adalah contoh bunga lengkap karena memiliki empat
komponen syarat yang disebut bunga lengkap, yaitu mahkota, kelopak, benang
sari dan putik. Bunga alamanda termasuk ke dalam bunga banci karena memiliki
bunga jantan dan bunga betina. Bunga alamanda termasuk ke dalam bunga
tunggal. Rumus bunga alamanda adalah K (5) C (5) A(~) G (1).
Bunga bougenvil adalah contoh bunga tidak lengkap karena tidak
memiliki kelopak bunga. Bunga bougenvil termasuk ke dalam bunga banci yang
mempunyai bunga jantan dan bunga betina. Bunga bougenvil termasuk ke dalam
bunga majemuk. Rumus bunga bougenvil adalah K (5) C (5) A (7) G (1).
Bunga tasbih adalah contoh bunga lengkap karena memiliki kelopak,
mahkota, benang sari dan putik. Bunga tasbih termasuk ke dalam bunga banci
karena memiliki bunga jantan dan bunga betina. Bunga tasbih termasuk ke dalam
bunga majemuk. Rumus bunga tasbih adalah K (3) C (4) A (5) G (3).
Bunga lamtoro gum adalah contoh bunga tidak lengkap karena tidak
memiliki kelopak bunga dan mahkota bunga. Bunga lamtoro gum termasuk dalam
jenis bunga banci karena memiliki bunga jantan dan bunga betina. Bunga lamtoro
gum termasuk ke dalam bunga majemuk. Rumus bunga lamtoro gum adalah : A
(~) G (~).

Bunga kumis kucing adalah contoh bunga tidak lengkap karena tidak
memiliki mahkota bunga. Bunga kumis kucing termasuk ke dalam bunga banci
karena memiliki dua jenis bunga yaitu bunga jantan dan bunga betina. Bunga
kumis kucing termasuk ke dalam bunga majemuk. Rumus bunga kumis kucing
adalah : K (5) A (4) C (4) G(1).
Bunga kelapa adalah contoh bunga tidak lengkap karena tidak memiliki
kelopak bunga. Bunga kelapa termasuk ke dalam bunga banci karena memiliki
bunga jantan dan bunga betina. Bunga kelapa termasuk ke dalam bunga majemuk.
Rumus bunga kelapa adalah : K (3) C (3) A (0) G (3).

V. KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan pada praktikum morfologi bunga
dapat disimpulkan bahwa, bunga merupakan modifikasi dari batang dengan
bagian-bagiannya yang merupakan daun khusus, berfungsi sebagai alat
reproduksi. Pada tumbuhan berbunga dapat menghasilkan bunga yang beragam
bentuk, ukuran, warna dan bau tergantung dari spesiesnya. Pada hakekatnya
bunga dapat dibedakan atas bunga lengkap dan tidak lengkap. Pada bunga
alamanda memiliki rumus K5, C5, A3, G1, P0. Bunga bougenvil memiliki rumus
K0, C0, A6, G3, P3. Pada bunga tasbih memiliki rumus K0, C3, A5, G1, P3 dan
bunga kembang sepatu memiliki rumus K5, C5, A(~), G3, P0. Pada semua bunga
tersebut hanya bunga anggrek kalajengking yang termasuk bunga betina dan yang
lain termasuk bunga banci.
B. Saran
Saran saya pada praktikum kali ini agar praktikan lebih
memerhatikan asisten pada saat menjelaskan.

DAFTAR PUSTAKA
Krisno, 2008. Laporan Morfologi Bunga. http://swandi.morfologi.bunga.com.
Hidayat, Estiti B. 2008. Anatomi tumbuhan Berbiji. Bandung: ITB
Loveless A.R. 2009. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropik I.
Jakarta: PT Gramedia Utama
Steenis Van. C. G. G. J. 2006. Flora. Jakarta: PT Pradnya Paramita
Tjitrosoepomo, Gembong. 2007. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta. UGM Press

Anda mungkin juga menyukai