Anda di halaman 1dari 22

1

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Guru profesional adalah seorang guru yang memiliki kemampuan dan
keahlian khusus dalam bidang keguruan, bertanggung jawab, serta mampu
melaksanakan tugas dan fungsinya seoptimal mungkin. Guru harus mampu
mendidik, mengajar, dan melatih. Guru harus mampu menumbuhkan rasa percaya
diri dalam diri siswa agar kelak mampu menghadapi segala tantangan yang
menghadang. Peran guru dalam pembelajaran

adalah menciptakan dan

memelihara kondisi belajar yang kondusif. Suasana belajar yang kondusif dapat
tercapai apabila guru mampu mengelola siswa dan sarana pembelajaran dengan
baik, serta mampu mengendalikannya agar selalu tercipta suasana yang
menyenangkan.
Kenyataannya, dalam setiap pembelajaran banyak siswa yang tidak
semangat dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan belajar sehingga hasil belajar
selalu rendah.
Penyebab utamanya adalah kelemahan guru dalam mengajar selalu
menggunakan materi hapalan dan metode ceramah, tidak menggunakan media
pembelajaran, gaya mengajar yang tidak berubah, standar, formal dan kaku.
Sementara siswa itu sendiri tidak siap untuk belajar karena tidak diberikan
motivasi sebelum mulai pembelajaran dan ketika pembelajaran berlangsung siswa
tidak diberi kesempatan untuk mengolah dan memahami pelajaran tersebut, serta
pada akhir pembelajaran tugas yang diberikan kepada siswa tidak pernah dibahas.
Penulis sebagai guru kelas VI SDN 011 Keriung , menghadapi masalah
yang sama yaitu hasil belajar siswa selalu rendah pada mata pelajaran
Matematika. Salah satu materi yang pembelajarannya sulit dipahami siswa adalah
bilangan bulat. Materi tersebut sudah dikenalkan sejak anak duduk di kelas IV.
Bilangan bulat merupakan materi yang sangat dekat dengan kehidupan harian
siswa dan juga mempunyai peranan penting untuk menopang pengetahuan siswa
pada jenjang pendidikan berikutnya. Yang dialami guru pada saat pelajaran

berlangsung adalah siswa hanya duduk diam dan mendengar apa yang diterangkan
oleh guru, tapi kalau ditanya sudah faham siswa juga diam. Guru beranggapan
bahwa siswa sudah mengerti, tetapi waktu siswa diberi tugas hanya beberapa
siswa saja yang menjawab dengan benar. Itulah yang jadi tanda tanya bagi guru.
Solusi dari masalah ini adalah dengan menggunakan media pembelajaran pada
setiap proses pembelajaran. Untuk pengenalan konsep bilangan bulat penulis
menggunakan media biji karet.
Identifikasi masalah:
Berdasarkan uraian pada latar belakang dapat diidentifikasi permasalahan
sebagai berikut:
1.Siswa kurang terlatih dengan matematika
2. Siswa beranggapan matematika dengan cirri-ciri yang abstrak, deduktif, dan
logis sangat sulit untuk dipelajari
3. Hasil kerja siswa selalu tidak memuaskan.
- Analisis
1. Guru mengajar selalu memberikan materi hafalan dan metode ceramah.
2. Gaya mengajar tidak berubah, standar, formal dan kaku.
3. Siswa tidak diberi motivasi
4. Siswa tidak diberi kesempatan untuk mengolah dan memahami pelajaran
tersebut.
5. Pada akhir pelajaran tugas yang diberikan tidak pernah dibahas
-Alternatif
Menggunakan media pembelajaran pada setiap pembelajaran
B.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka rumusan masalah dalam
penelitian tindakan kelas adalah :

1. Apakah penggunaan media biji karet dapat meningkatkan hasil belajar


matematika kelas VI SDN 011 Keriung untuk pokok bahasan bilangan
bulat?
C.Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan yang ingin dicapai
dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa
SDN 011 Keriung kelas VI melalui penggunaan media biji karet.
D.Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi :
a. Siswa
-

dapat meningkatkan hasil belajar siswa sehingga mutu


pendidikan dapat lebih meningkat.

untuk meningkatkan minat dan kreatifitas siswa dalam


proses pembelajaran.

b. Guru
-

meningkatkan kreatifitas guru dalam mengelola proses pembelajaran.

Meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan proses pembelajaran


yang menarik dan bervariasi

Meningkatkan rasa percaya diri guru

c. sekolah
-

meningkatkan prestasi sekolah yang dapat dilihat dari


peningkatan kemampuan profesionalitas para guru, perbaikan proses dan
hasil belajar siswa, serta kondusifnya iklim pendidikan di sekolah tersebu

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Hasil Belajar
Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan
informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Dalam
Undang-undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 58
Ayat 1 dinyatakan bahwa evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh
pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta
didik secara berkesinambungan.
Menurut Slamento (1999) hasil adalah suatu rasa suka dan rasa keterikatan
pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Sedangkan Syah (1999)
menyatakan bahwa hasil berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau
keinginan yng besar terhadap sesuatu. Syah (1999) juga menyatakan bahwa
belajar adalah tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif
menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang
melibatkan proses koqnitif.
Sementara Slamento (2003) mengatakan bahwa belajar ialah suatu proses
usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku
yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi
dengan lingkungannya.
Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran
dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan keinginan dan hasil yang baru,
membangkitkan motifasi dan ransangan belajar, dan bahkan membawa pengaruhpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Dari teori-teori tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah
sebuah keinginan untuk menyukai sebuah proses untuk mendapatkan perubahan
sikap yang baru dan baik.
Hasil belajar mengacu pada segala sesuatu yang menjadi milik siswa sebagai
akibat dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Dalam kegiatan pembelajaran,
hasil belajar dinyatakan dalam rumusan tujuan. Oleh karena setiap mata pelajaran
menuntut hasil belajar yang berbeda dari mata pelajaran lain maka banyak para

ahli yang mengemukakan jenis-jenis hasil belajar. Diantaranya, Gagne


mengemukakan lima kategori hasil belajar, yaitu informasi verbal, keterampilan
intelektual, strategi koqnitif, sikap, dan keterampilan motorik.
Sedangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 tentang Standar
Nasional Pendidikan pasal 64 sayat 1 dijelaskan bahwa penilaian hasil belajar
oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses
kemajuan, dan perbaikan hasil belajar dalam bentuk ulangan harian, ulangan
tengah semester, ulangan akhir semester,dan ulangan kenaikan kelas. Dengan
demikian tujuan umum penilaian hasil belajar oleh pendidik sebagai berikut:
1. Menilai pencapaian kompetensi peserta didik;
2. Memperbaiki proses pembelajaran;
3. Sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan belajar siswa.
Secara khusus tujuan penilaian hasil belajar oleh pendidik adalah:
1. Mengetahui kemajuan dan hasil belajar siswa ;
2. Mendiagnosis kesulitan belajar;
3. Memberikan umpan balik / perbaikan proses belajar mengajar;
4. Penentuan kenaikan kelas ;
5. Memotivasi belajar siswa dengan cara mengenal dan memahami diri dan
merangsang untuk melakukan usaha perbaikan.
Penilaian dilakukan pada waku pembelajaran atau setelah pembelajaran
berlangsung. Sebuah indikator dapat dijaring dengan beberapa soal / tugas.
kriteria ketuntasan belajar setiap indikator dalam suatu kompetensi dasar
ditetapkan antara 0% - 100%. kriteria ideal untuk masing masing indikator
adalah 75% (BSNP 2006). Namun sekolah dapat menetapkan kriteria dan tingkat
pencapaian indicator. Penetapan itu disesuaikan dengan kondisi sekolah, seperti
tingkat kemampuan guru, peserta didik , esensialitas indikator dan ketersediaan
sarana dan prasarana .
Analisis penilaian hasil belajar untuk mendapatkan umpan balik tentang
berbagai komponen dalam proses pembelajaran . analisis untuk ulangan harian
dan tengah semester ditentukan untuk memperoleh imformasi tentang latar
belakang dan factor penyebab mengapa siswa belum tuntas belajar. Bagi anak

yang memperoleh nilai kurang atau di bawah SKBM akan diberi remedial, sedang
bagi anak yang niainya telah mencapai batas ketuntasan akan diberi pengayaan.
Analisis untuk ulangan akhir semester, ulangan harian dan tengah semester
untuk menentukan nilai di rapor semester satu. Sedangkan analisis ulangan
kenaikan kelas, nilai ulangan harian dan tengah semester dipergunakan untuk
menentukan nilai rapor semester dua dan kenaikan kelas. Selain itu analisis
dilakukan untuk mengetahui ketuntasan belajar.
B.Media Pembelajaran
Media adalah alat pembelajaran yang sengaja dan terencana disiapkan
atau disediakan guru untuk mempresentasikan dan atau menjelaskan bahan
pelajaran, serta digunakan siswa untuk dapat terlibat langsung dengan
pembelajaran.
Menurut Hennich, dkk (1982) media berasal dari bahasa latin,
merupakan bentuk jamak dari kata mediumyang secara harfiah berarti
perantara ( between ) yaitu perantara sumber pesan dengan penerima pesan.
Dalam proses pembelajaran, media dapat diartikan sebagai berikut:
1. Teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan
pembelajaran ( Schramm, 1977).
2. Sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti buku, film,
video, slide, dan sebagainya. (Briggs, 1977).
3. Sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang dengar, termasuk
teknologi perangkat kerasnya (NEA, 1969).
Dengan memperhatikan beberapa pengertian di atas, dapat ditarik
kesimpulan bahwa : 1) media pembelajaran merupakan wahana dari
pesan/informasi yang oleh sumber pesan (guru) ingin diteruskan kepada penerima
pesan (siswa); 2) pesan atan bahan ajar yang disampaikan adalah pesan/materi
pembelajaran; 3) tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses belajar pada
diri siswa.
Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat peraga
lingkungan sekitar yang berasal dari pohon karet yaitu bijinya.

dari

Alat peraga biji karet pendekatannya menggunakan konsep himpunan. .


Alat ini terdiri dari dua warna, satu warna untuk menandakan bilangan positif
(misal biru), sedangkan warna lainnya untuk menandakan bilangan negative
(misal hijau).
Dalam alat ini, bilangan nol (netral) diwakili oleh dua buah biji karet
dengan warna berbeda yang digabungkan.
Dalam operasi hitung, proses penggabungan dalam konsep himpunan
dapat diartikan sebagai penjumlahan, sedangkan proses pemisahan dapat diartikan
sebagai pengurangan. Berarti, kalau digabungkan sejumlah biji karet ke dalam
kelompok biji karet lain sama halnya dengan melakukan penjumlahan.
Selanjutnya kalau melakukan proses pemisahan sejumlah biji karet keluar dari
kelompok biji karet, maka sama halnya dengan melakukan pengurangan.
Keuntungan menggunakan alat peraga dari biji karet adalah bahan-bahan
mudah diperoleh, dapat dipegang, dipindah-pindah, diatur/ditata oleh siswa
sehingga dapat dimain-mainkan dengan tangan. Alat ini berfungsi untuk
menyederhanakan konsep yang sulit, menjelaskan pengertian atau konsep secara
lebih konkret, menjelaskan sifat-sifat tertentu yang terkait dengan pengerjaan
(operasi) hitung dan memperlihatkan fakta-fakta
Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dalam penggunaan alat peraga
ini, untuk Matematika, antara lain adalah:

1) Lebih menarik dan tidak

membosankan bagi siswa; 2) Lebih mudah dipahami karena dibantu oleh


visualisasi ; 3) Lebih bertahan lama untuk diingat karena siswa lebih terkesan
terhadap tayangan atau tampilan ; 4) Mampu melibatkan peserta pembelajaran
lebih banyak dan lebih tersebar; 5) Dapat digunakan berulang kali untuk
meningkatkan penguasaan bahan ajar.
C. Hubungan Alat Peraga dan Hasil Belajar
Banyak temuan penelitian yang mengungkapkan keandalan media
pembelajaran, di antaranya yang dilakukan oleh British Audio-Visual Association
bahwa rata-rata jumlah informasi yang diperoleh seseorang melalui indera
menunjukkan komposisi sebagai berikut, 75% melalui indera penglihatan, 13%

melalui indera pendengaran, 6% melalui indera sentuhan dan perabaan,


6% melalui indera penciuman dan lidah.
Dari hasil temuan ini dapat diketahui bahwa pengetahuan seseorang paling
banyak diperoleh secara visual atau melalui alat penglihatan. Jadi alat peraga
sebagai media pembelajaran sangat membantu guru dalam proses pembelajaran
untuk mendapatkan hasil belajar yang sangat memuaskan.

BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN
A. Subjek Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di

SDN 011 Keriung

Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan. Sebagai subjek dalam penelitian ini


adalah kelas VI tahun ajaran 2013 - 2014. Siswa kelas VI sebanyak 11 orang ,
yang terdiri dari 1 orang laki-laki dan 10 orang perempuan.
B.Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada semester 1 tanggal 11-09-2013 dan 1309-2013
C . Pelaksanaan Penelitian
Siklus I
1.

Tahap perencanaan
Pada tahap perencanaan ini persiapan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Silabus.
b. Rencana pembelajaran.
c. Lembar penilaian proses, lembar pengamatan dan lembar soal tes.
d. Biji karet 100 buah.

2. Pelaksanaan Pembelajaran
1). Kegiatan awal
a) Guru mengucapkan salam di depan kelas
b) Guru meminta siswa mengeluarkan biji karet yang telah disiapkan dari
rumah.
c) Guru

membagi

siswa

menjadi

kelompok-kelompok

kecil

(berpasangan)
d) Guru mengadakan tanya jawab tentang penjumlahan bilangan cacah
dengan tujuan merangsang siswa agar termotivasi.
2. Kegiatan inti

10

a) Guru menginformasikan kepada siswa bahwa masing-masing harus


memegang 10 biji karet.
b) Guru dan siswa mengadakan kesepakatan, biji karet yang dipegang
oleh siswa yang duduk di sebelah kanan adalah positif dan di sebelah
kiri adalah negatif.
c) Guru memberi contoh cara menjumlahkan bilangan bulat dengan
menggunakan biji karet. Misalnya 5 + (-9) = ....
Langkah-langkah penggunaan:

Siswa yang duduk sebelah kanan meletakkan 5 biji karet di atas


mejanya.

Siswa yang duduk di sebelah kiri meletakkan 9 biji karet di atas


mejanya

Kemudian kedua biji positif dan negatif digabung menjadi satu.

Biji karet yang tidak mempunyai pasangan sebanyak 4 buah


dari siswa sebelah kiri.

Jadi 5 + (-9) = -4

3. Kegiatan Akhir :
a) pengecekan ketrampilan siswa, tentang penggunaan biji karet dalam
menjumlah bilangan bulat dengan cara tanya jawab.
b) Pemberian tugas ( PR terdiri 5 soal)
3. Pengamatan
Aktivitas

pengamatan

pembelajaran.pengamat melakukan

dilakukan

ketika

peneliti

melakukan

pengamatan untuk melihat seberapa jauh

keefektifan perencanaan , pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran ketika


diterapkan.
4.Evaluasi
1) Evaluasi proses, pada saat siswa menggunakan biji karet dalam
penjumlahan bilangan bulat.
2) Evaluasi tertulis, pada saat siswa mengerjakan lembar tes.

11

5. Refleksi
Hasil pengamatan yang diperoleh selama proses belajar mengajar
berlangsung, dianalisa berdasarkan hasil analisa guru melakukan refleksi diri
untuk

menentukan

keberhasilan

penelitian

dan

merencanakan

tindakan

berikutnya.
Siklus II
1.Tahap perencanaan
Sebelum pelaksanaan pembelajaran peneliti telah menyiapkan/menyusun
perangkat pembelajaran antara lain:
a. Silabus
b. Rencana pembelajaran.
c. Lembar penilaian proses, lembar pengamatan dan lembar soal tes.
d. Biji karet 100 buah, yang berwarna hijau 50 dan yang berwarna biru 50.
2. Pelaksanaan Pembelajaran
1). Kegiatan awal
a) Guru mengucapkan salam di depan kelas
b) Mengerjakan pekerjaan rumah.
c) Guru

membagi

siswa

menjadi

kelompok-kelompok

kecil

(berpasangan)
d) Guru membagi biji karet kepada tiap-tiap kelompok sebanyak 10 buah
berwarna hijau dan sepuluh buah berwarna biru.
e) Guru mengadakan tanya jawab tentang penjumlahan bilangan bulat
dengan tujuan merangsang siswa agar termotivasi.
B. Kegiatan inti
d) Guru

menginformasikan

kepada

siswa

bahwa

masing-masing

kelompok harus memegang 10 biji karet berwarna hijau dan 10 biji


karet berwarna biru.
e) Guru dan siswa mengadakan kesepakatan, biji karet yang berwarna
biru adalah positif dan yang berwarna hijau adalah negatif.

12

f) Guru memberi contoh cara menjumlahkan bilangan bulat dengan


menggunakan biji karet. Misalnya 5 + (-9) = ....
Langkah-langkah penggunaan:

Siswa yang memegang biji karet berwarna biru meletakkan 5


biji karet di atas mejanya.

Siswa yang memegang biji karet berwarna hijau meletakkan 9


biji karet di atas mejanya.

Kemudian kedua biji positif dan negatif digabung menjadi satu.

Biji karet yang tidak mempunyai pasangan sebanyak 4 buah


yang berwarna hijau.

Jadi 5 + (-9) = -4

C. Kegiatan Akhir :
f) pengecekan ketrampilan siswa, tentang penggunaan biji karet dalam
menjumlah bilangan bulat dengan cara tanya jawab.
g) Pemberian tugas ( PR terdiri 5 soal)
3. Pengamatan
Pengamatan dilakukan oleh pengamat ketika peneliti melakukan
pembelajaran pada siklus I. Pengamat melakukan pengamatan untuk melihat
seberapa jauh keefektifan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi ketika
diterapkan pada siklus II.
4.Evaluasi
3) Evaluasi proses, pada saat siswa menggunakan biji karet dalam
penjumlahan bilangan bulat.
4) Evaluasi tertulis, pada saat siswa mengerjakan lembar tes.
5. Refleksi
Hasil pengamatan yang diperoleh selama proses belajar mengajar
berlangsung, dianalisa berdasarkan hasil analisa guru melakukan refleksi diri
untuk

menentukan

keberhasilan

penelitian

dan

merencanakan

tindakan

13

berikutnya. Sampai peneliti menemukan hasil yang terbaik sesuai dengan skenario
pembelajaran yang telah direncanakan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Per Siklus
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang
telah disusun. Setelah pelaksanaan dan data terkumpul, maka proses pengolahan
data pun dilakukan sesuai dengan kebutuhan penelitian ini. Penelitian tindakan
kelas ini dilakukan dalam dua pertemuan dengan setiap pertemuan 3 x 35 menit,
dan masing-masing pertemuan ditutup dengan tes tertulis. Adapun hasil setiap
siklus adalah seperti penjelasan di bawah ini.
1. Matematika
a. Siklus I
Berdasarkan rencana tindakan yang telah dilakukan dalam penelitian,
siswa mengikuti proses pembelajaran dengan bersemangat karena siswa ikut
terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Hal yang baru dengan adanya penggunaan
alat peraga menjadikan perhatian siswa terfokus pada penjelasan guru. Maka
diperoleh data pada siklus I siswa yang telah tuntas belajar adalah 8 orang atau
80% dibanding dengan data awal sebelum melakukan penelitian.
b. Siklus II
Hasil belajar siswa pada siklus II mengalami kenaikan

setelah guru

melakukan usaha perbaikan pada proses pembelajaran. Dalam penggunaan alat


peraga guru sudah betul-betul menguasai dan siswa tidak canggung lagi untuk
memperagakan alat peraganya masing-masing sehingga siswa dapat melakukan
penjumlahan bilangan bulat dengn baik. Semua siswa mencapai tuntas belajar
atau 100% dengan rincian delapan orang mendapat nilai di atas 100 dan dua orang
mendapat nilai 90. Untuk memperjelas hasil dapat dilihat pada table 4.1 berikut :

14

Tabel 4.1 Perolehan Hasil Belajar Siswa


Rentang Nilai
Pra Siklus
Jumlah
%
80 100
2
20
60 79
2
20
40 59
4
40
20 39
2
20
Jumlah siswa yang 4
40
tuntas belajar

Matematika Kels V SDN 011 Keriung


Siklus I
Siklus II
jumlah
%
Jumlah
%
4
40
10
100
4
40
2
20
8
80
10
100

D. Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis data, tampak bahwa proses pembelajaran yang
menggunakan media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Proses pelaksanaan pembelajaran oleh guru yang menggunakan media
pembelajaran lebih banyak mengaktifkan siswa. Ketika guru menjelaskan materi
dengan media pembelajaran, seluruh siswa terlihat memusatkan perhatiannya
terhadap penjelasan guru. Siswa merasa senang dan ikut melibatkan diri untuk
mencoba memanipulasi alat peraga yang digunakan sebagai media pembelajaran.
Apalagi alat tersebut telah dibawa masing-masing dari rumahnya. Pada saat guru
melakukan tanya jawab hampir semua siswa mau menjawab dengan penuh
percaya diri.
Pada waktu ujian siswa dapat mengerjakan soal dengan penuh tanggung
jawab, tidak ribut dan usaha untuk tidak menyontek punya temannya. Karena
masing-masing siswa merasa yakin dapat menjawab setiap soal dengan jawaban

15

yang tepat. Dan hasilnya sangat memuaskan baik bagi guru maupun siswa itu
sendiri.
Penggunaan media pembelajaran pada proses pembelajaran sangat banyak
pengaruhnya

terhadap

keberhasilan

hasil

belajar

siswa,

karena

dapat

meningkatkan semangat dan perhatian siswa terhadap materi sehingga materi


yang diterima akan bertahan lama dalam ingatan siswa. Guru pun dapat
merasakan mafaat dari penggunaan media pembelajaran tersebut, yaitu dapat
mempermudah penjelasan materi, memusatkan perhatian siswa dan menjaga
kondisi kelas tetap kondusif.

16

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media dapat
meningkatkan hasil belajar siswa . Siswa merasa senang dan perhatiannya
terfokus kepada penjelasan guru yang menggunakan media pembelajaran. Selain
itu siswa merasa percaya diri karena diberi kesempatan untuk menggunakan
media secara individu sehingga mempermudah siswa untuk mengingat materi dan
dapat mengerjakan soal dengan benar.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan akhir dari penelitian, maka penelitian ini
menyarankan sebagai berikut:
1. Penggunaan media pembelajaran dapat dilakukan guru untuk meningkatkan
hasi belajar sswa.
2. Disarankan kepada guru untuk memiliki pengetahuan tentang berbagai metode
pembelajaran terutama mendalami macam-macam media pembelajaran.
3. Disarankan kepada sekolah untuk memfasilitasi penggunaan metode media
pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
4. Bagi peneliti hendaknya dapat merujuk hasil PTK ini untuk dilanjutkan dan
diterapkan dalam proses belajar mengajar di kelas.

17

DAFTAR PUSTAKA
Asep

Herry

Hernawan,

dkk.

(2006),Pengembangan

Kurikulum

dan

Pembelajaran, Jakarta: Universitas terbuka


Gatot Muhsetyo, dkk. (2007), Pembelajaran Matematika SD, Jakarta : Universitas
Terbuka
Heinich, Robert, Michael Molenda, and James D. Russel, (1982) Instructional
media and The New Technologies of Instruction, John Wiley & Son, New
York.
Nana Sujana (1984), Cara Belajar Siswa Aktif , Rineka Cipta. Jakarta
Oemar Hamalik (2001), Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan
Pemanfaatannya, Rajawali. Jakarta
Slameto (2005), Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhi.Rineka Cipta.
Jakarta
Syah (1991), Psikologi Belajar. Logos. Jakarta
Wardani, I. G.A. K/ ; Wihardit K ; & Nasution, N.(2000), Penelitian Tindakan
Kelas, Jakarta : UniversitasTerbuka

18

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Nama Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Alokasi Waktu

: SDN 011 Keriung


: Matematika
: VI/I
:3 x 35 menit

Standar Kompetensi
Melakukan operasi hitung bilangan bulat dalam pemecahan masalah
Kompetensi Dasar
Menggunakan sifat-sifat operasi hitung termasuk operasi hitung campuran, FPB
dan KPK
Indikator
Melakukan perhitungan dengan cepat pada operasi hitung campuran
Tujuan Pembelajaran
Setelah mampelajari materi ini diharapkan siswa dapat:
- Menghitung operasi campuran bilangan bulatdengan cepat dan tepat
Materi Pembelajaran
Operasi bilangan bulat
Metode Pembelajaran
Ceramah ,demontrasi, penugasan.
Langkah-Langkah Pembelajaran :

1)Kegiatan awal
h) Guru mengucapkan salam di depan kelas
i) Mengerjakan pekerjaan rumah.
j) Guru

membagi

siswa

menjadi

kelompok-kelompok

kecil

(berpasangan)
k) Guru membagi biji karet kepada tiap-tiap kelompok sebanyak 10 buah
berwarna hijau dan sepuluh buah berwarna biru.
l) Guru mengadakan tanya jawab tentang penjumlahan bilangan bulat
dengan tujuan merangsang siswa agar termotivasi.

19

E. Kegiatan inti
g) Guru

menginformasikan

kepada

siswa

bahwa

masing-masing

kelompok harus memegang 10 biji karet berwarna hijau dan 10 biji


karet berwarna biru.
h) Guru dan siswa mengadakan kesepakatan, biji karet yang berwarna
biru adalah positif dan yang berwarna hijau adalah negatif.
i) Guru memberi contoh cara menjumlahkan bilangan bulat dengan
menggunakan biji karet. Misalnya 5 + (-9) = ....
Langkah-langkah penggunaan:

Siswa yang memegang biji karet berwarna biru meletakkan 5


biji karet di atas mejanya.

Siswa yang memegang biji karet berwarna hijau meletakkan 9


biji karet di atas mejanya.

Kemudian kedua biji positif dan negatif digabung menjadi satu.

Biji karet yang tidak mempunyai pasangan sebanyak 4 buah


yang berwarna hijau.

Jadi 5 + (-9) = -4

F. Kegiatan Akhir :
m) pengecekan ketrampilan siswa, tentang penggunaan biji karet dalam
menjumlah bilangan bulat dengan cara tanya jawab.
n) Pemberian tugas ( PR terdiri 5 soal)

20

RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN


Nama Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas/Semester

: SDN 011 Keriung


: Matematika
: VI/1

Alokasi Waktu

:3 x 35 menit

Standar Kompetensi
Melakukan operasi hitung bilangan bulat dalam pemecahan masalah
Kompetensi Dasar
Menggunakan sifat-sifat operasi hitung termasuk operasi hitung campuran, FPB
dan KPK
Indikator.
Melakukan perhitungan dengan cepat pada operasi hitung campuran
Tujuan Pembelajaran
Setelah mampelajari materi ini diharapkan siswa dapat:
- Menghitung operasi campuran bilangan bulatdengan cepat dan tepat
Materi Pembelajaran
Operasi bilangan bulat
Metode Pembelajaran
Ceramah ,demontrasi, penugasan.
Langkah-Langkah Pembelajaran :
1). Kegiatan awal
o) Guru mengucapkan salam di depan kelas
p) Mengerjakan pekerjaan rumah.
q) Guru

membagi

siswa

menjadi

kelompok-kelompok

kecil

(berpasangan)
r) Guru membagi biji karet kepada tiap-tiap kelompok sebanyak 10 buah
berwarna hijau dan sepuluh buah berwarna biru.
s) Guru mengadakan tanya jawab tentang penjumlahan bilangan bulat
dengan tujuan merangsang siswa agar termotivasi.
G. Kegiatan inti

21

j) Guru

menginformasikan

kepada

siswa

bahwa

masing-masing

kelompok harus memegang 10 biji karet berwarna hijau dan 10 biji


karet berwarna biru.
k) Guru dan siswa mengadakan kesepakatan, biji karet yang berwarna
biru adalah positif dan yang berwarna hijau adalah negatif.
l) Guru memberi contoh cara menjumlahkan bilangan bulat dengan
menggunakan biji karet. Misalnya 5 + (-9) = ....
Langkah-langkah penggunaan:

Siswa yang memegang biji karet berwarna biru meletakkan 5


biji karet di atas mejanya.

Siswa yang memegang biji karet berwarna hijau meletakkan 9


biji karet di atas mejanya.

Kemudian kedua biji positif dan negatif digabung menjadi satu.

Biji karet yang tidak mempunyai pasangan sebanyak 4 buah


yang berwarna hijau.

Jadi 5 + (-9) = -4

H. Kegiatan Akhir :
t) pengecekan ketrampilan siswa, tentang penggunaan biji karet dalam
menjumlah bilangan bulat dengan cara tanya jawab.
u) Pemberian tugas ( PR terdiri 5 soal)

22