Anda di halaman 1dari 6

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN TULISAN POPULER
Tulisan populer atau yang biasa disebut dengan artikel populer ataupun tulisan
jurnalistik adalah tulisan yang bertujuan untuk memberikan informasi yang berasal dari
pemikiran penulis. Tulisan populer tidak harus didasari oleh fakta empirik, tidak harus
mengikuti aturan tertentu, dan menggunakan istilah-istilah yang mudah dipahami. Meskipun
begitu, kualitas isi tulisan tetap harus diperhatikan agar pembaca dapat menangkap pesan
sesuai dengan yang ingin disampaikan.(Wiyata,2008). Berdasarkan pengertian tersebut, kami
merinci empat ciri khas dari tulisan populer, yaitu sebagai berikut.
blog.ub.ac.id/daningfpub/files/2012/06/Tulisan-Populer.docx

1. Tujuan penulisan tulisan populer yaitu sebagai sumbangan pemikiran berdasarkan


wawasan yang dimiliki penulis yang diharapkan dapat menjadi wacana atau bahan
diskusi bagi pembacanya.
2. Isi tulisan populer dapat berasal dari pengamatan atau penerungan penulis tanpa harus
didasari oleh fakta empirik dan penelitian.
3. Pembahasan dan analisis dalam tulisan populer tidak perlu terlalu mendalam dan
rinci, namun sistematika pemikiran harus tetap diperhatikan agar pembaca dapat
menangkap maksud penulis dengan tepat.
4. Penulisan isi tulisan populer sebaiknya menggunakan kata-kata atau kalimat yang
komunikatif dan sudah populer di masyarakat. Gaya penulisan tulisan populer bebas
dan tidak terikat pada aturan penulisan tertentu.
(Sumber : A. LATIEF WIYATA.2008.disampaikan dalam "Pelatihan Penulisan Artikel
Ilmiah". Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Direktorat Jenderal
Pendidikan
Tinggi.Departemen
Pendidikan
Nasional.(online).Tersedia:
http://dokumen.tips/documents/makalah-tulisan-populer.html.Diakses pada 24 Oktober 2016)
2.4 RAGAM TULISAN POPULER
A. BERITA
1. Berita (news) adalah laporan peristiwa berupa paparan fakta dan data tentang
peristiwa tersebut.
2. Unsur fakta yang dilaporkan mencakup 5W+1H.
3. Struktur tulisannya terdiri dari judul (head), baris tanggal (dateline), teras berita
(lead), dan isi berita (body).
4. Prinsip penulisannya mencampurkan fakta dan opini.
5. Isi berita merupakan fakta peristiwa yang aktual, faktual, penting, dan menarik.

B. OPINI
1. Opini adalah pendapat atau pandangan (views) yang sifatnya subjektif mengenai suatu
masalah atau peristiwa yang dituangkan dalam bentuk tulisan.
2. Isi tulisan berupa pendapat pribadi penulis berdasarkan fakta ataupun ungkapan
pemikiran semata.
3. Struktur umum tulisan opini/artikel: judul (head), penulis (by line), pembuka tulisan
(opening), pengait (bridge), isi tulisan (body), dan penutup (closing).
C. FEATURE
1. Feature (karangan khas) adalah laporan jurnalistik bergaya sastra (gaya penulisan
karya fiksi seperti cerpen) yang menuturkan peristiwa.
2. Isi feature meenonjolkan segi (angle) tertentu dalam sebuah peristiwa, biasanya unsur
yang mengandung segi human interest, yakni memberikan penekanan pada faktafakta yang dianggap mampu menggugah emosi, simpati, kegembiraan, atau bahkan
amarah.
3. Mengedepankan unsur hiburan dibandingkan dengan informasi.
4. Jenis-jenis feature antara lain feature berita (news feature), feature artikel (article
feature), tips (how to do it feature), feature biografi, feature perjalanan atau
petualangan (catatan perjalanan), dan sebagainya.
D. RESENSI
1. Resensi artinya adalah pertimbangan atau perbincangan (tentang) sebuah buku
(WJS. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, 1984:821).
2. Resensi berisi penilaian tentang kelebihan atau kekurangan sebuah buku, menariktidaknya tema dan isi buku itu, kritikan, dan memberi dorongan kepada khalayak
tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan dimiliki atau dibeli.
3. Selain resensi buku, ada pula resensi film dan resensi pementasan drama.
4. Struktur tulisan:
(1) Pendahuluan, berisi identitas buku yang meliputi judul, penulis, penerbit
dan tahun terbitnya, jumlah halaman, dan bila perlu harga.
(2) Isi, berisi ulasan tentang tema atau judul buku, gambaran singkat tentang
keseluruhan isi buku, dan informasi tentang latar belakang serta tujuan penulisan
buku tersebut. Di dalam isi juga tercantum gaya penulisan, perbandingan buku itu
dengan buku bertema sama karangan penulis lain atau buku lain dari penulis yang
sama.
(3) Penutup, berisi penilaian kualitas isi buku secara keseluruhan, kritik atau saran
kepada penulis dan penerbitnya, serta pertimbangan bagi pembaca tentang perlu
tidaknya buku tersebut dibaca dan dimiliki/dibeli.

E. KOLOM
1. Kolom (column) adalah sebuah rubrik khusus penulis pakar yang berisi karangan atau
tulisan pendek mengenai pendapat subjektif penulis tentang suatu masalah.
2. Dalam beberapa media koran, kolom sering disebut dengan nama lain seperti
contohnya Resonansi (Republika) dan Asal Usul (Kompas)
3. Penulis kolom disebut kolomnis (columnist).
4. Isi kolom hanyalah pendapat
5. Naskah kolom tidak mempunyai struktur tertentu, tetapi langsung berisi tubuh tulisan,
yakni berupa pengungkapan pokok bahasan dan pendapat penulis mengenai masalah
tersebut.
6.

Judul kolom biasanya sangat singkat, bahkan dapat hanya satu kata.

F. TAJUK
1. Tajuk atau tajuk rencana dikenal sebagai Opini Redaksi yaitu penilaian redaksi
sebuah media tentang suatu peristiwa atau masalah.
2. Tajuk rencana merupakan identitas sebuah media karena melalui tajuk itulah
redaksi media menunjukkan sikapnya tentang sebuah masalah aktual yang terjadi di
masyarakat.
3. Tajuk rencana berupa artikel pendek dan biasanya ditulis oleh pemimpin redaksi atau
redaktur senior yang mampu menyuarakan pendapat redaksi medianya mengenai
suatu masalah aktual.
4. Sikap, opini, atau pemikiran yang disuarakan lewat tajuk adalah visi dan penilaian
orang, kelompok, atau organisasi yang mengelola atau berada di belakang media
tersebut.
G. ESAI
1. Menurut KBBI esai berarti karangan prosa (karangan bebas) yang membahas suatu
masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya.
2. Dalam konteks jurnalistik, esai adalah tulisan pendek yang biasanya berisi pandangan
penulis tentang subjek tertentu.
Dalam konteks akademis, esai diartikan sebagai komposisi prosa singkat yang
mengekspresikan opini penulis tentang subjek tertentu.
Struktur tulisan esai akademis dibagi menjadi tiga bagian:
(1) Pendahuluan (berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi),
(2) Subjek bahasan dan pengantar tentang subjek),
(3) Tubuh atau isi/pembahasan (menyajikan seluruh informasi tentang subjek), dan

(4) Penutup berupa kesimpulan


Di dunia sastra atau seni, esai adalah karya sastra berupa ulasan tentang sebuah karya
sastra dan seni.
3. Ada tiga jenis esai: narastif, deskriptif, dan persuasif.
H. TULISAN ILMIAH POPULER
1. Tulisan ilmiah populer adalah tulisan ilmiah yang ditulis dengan gaya penyajian
artikel populer atau gaya jurnalistik yang mengedepankan unsur informasi,
keumuman, dan mudah dimengerti.
2. Tulisan ilmiah populer bisa juga diartikan sebagai tulisan ilmiah yang disusun dengan
menggunakan bahasa jurnalistik (language of mass communication).
3. Perbedaan utama artikel biasa dengan artikel ilmiah populer utamanya dalam hal
dukungan fakta dan teori. Dalam artikel biasa, penulis tidak dituntut menyertakan
fakta atau teori sebagai pendukung argumentasi atau opininya.
4. Karakter utama artikel ilmiah populer adalah opini subjektif penulis disertai fakta
empirik serta data yang biasanya diperoleh dari penelitian dan teori pendukung
tentang suatu masalah.
5. Cara dan struktur penulisan sama dengan penulisan artikel opini yaitu: judul (head),
penulis (by line), pembuka tulisan (opening), pengait (bridge), isi tulisan (body), dan
penutup (closing).
http://romeltea.com/jenis-jenis-tulisan-jurnalistik/ Asep Syamsul M. Romli 2012 Jenis-Jenis
Tulisan Jurnalistik
2.3 ASPEK KEBAHASAAN TULISAN POPULER
Gaya bahasa yang digunakan dalam menulis populer adalah gaya bahasa
yang ringan, tidak terlalu teknis, dan tidak terlalu terikat dari bahasa formal.
Tulisan populer hendaknya menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam
kehidupan sehari-hari, sehingga masyarakat dengan mudah mengerti informasi,
pesan atau maksud apa yang ingin disampaikan oleh penulis. Meskipun tidak
harus menggunakan bahasa yang baku, bahasa yang digunakan penulis tetap
harus masuk akal. Penyampaian informasi dalam tulisan populer juga dikemas
secara
ringkas,
padat,
tepat,
dan
informatif.
(https://prezi.com/z3g__9hmndeo/tulisan-populer/) Enggar Dirgantara on 13
November 2013

2.4 KIAT PENULISAN TULISAN POPULER


2.3.1 Struktur Tulisan Populer
1. Judul
2. Alinea Pembuka (Lead)

3. Alinea Penjelas (Batang Tubuh)


4. Alinea Penutup (Ending)
2.3.2 Langkah-langkah Menulis Tulisan Populer
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Memilih tema
Menentukan judul (bisa juga ditentukan di akhir)
Menyusun alinea pertama
Menguraikan tema dalam beberapa alinea penjelas
Memerhatikan gaya penulisan tulisan supaya tetap konsisten
Mementingkan referensi
Menyimpulkan pendapat dalam alinea penutup
Mengedit ulang dan merumuskan judul (jika belum)

2.3.3 Kiat - kiat Membuat Tulisan Populer yang baik


1. Berempatilah Terhadap Pembaca
Tulisan populer secara umum ditujukan kepada pembaca awam. Oleh sebab
itu, sebaiknya penulis menggunakan kalimat yang komunikatif supaya tidak
mempersulit pembaca ketika membaca tulisan populer penulis.
2. Hindari Istilah Teknis dan Jargon
Istilah teknis adalah istilah yang hanya dikenal dalam disiplin ilmu tertentu.
Jargon adalah istilah yang hanya berlaku di lingkungan tertentu. Tulisan populer
biasanya dimuat di koran dan berita yang dibaca oleh masyarakat umum sehingga
istilah istilah khusus sebaiknya dihindari.
3. Hindari Akronim, Kata Asing, atau Serapan
Akronim banyak diciptakan oleh instansi pemerintah, militer, dan polisi.
Sayangnya, penggunaan akronim di Indonesia tidak memiliki aturan yang baku
sehingga cenderung sulit dimengerti oleh pembaca.Kata asing dan serapan juga
sebaiknya tidak digunakan karena dapat sulit dimengerti oleh pembaca awam.
4. Pakailah Kalimat Sederhana
Maksud dari kalimat sederhana adalah kalimat dengan pola S-P-O. Kalimat
dalam tulisan populer sebaiknya jangan terlalu panjang karena semakin panjang
kalimat, semakin mudah pembaca tersesat. Kalimat yang baik maksimal terdiri
dari 13 kata.
5. Sajikan Secara Konkret dan Spesifik
Jangan memakai pernyataan umum yang tidak jelas artinya.
6. Jelaskan Secara Detail Materi yang Relevan Saja
Menulis populer haruslah jelas, rinci dan mendetail. Tetapi, penulis sebaiknya
memapaparkan penjelasan yang relevan saja karena detail yang terlalu banyak
dapat mengganggu pemahaman atau kelancaran membaca pembaca tulisan itu
sendiri.
7. Permudah Pemahaman dengan Analogi
Konsep dan angka yang abstrak sebaiknya disederhanakan melalui analogi
yang mudah dicerna pembaca. Contohnya, Paman Ari memiliki kebun seluas

tiga hektar ditulis menjadi Paman Ari memiliki kebun seluas tiga kali lapangan
sepakbola.