Anda di halaman 1dari 4

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR


MAKASSAR
2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang atas rahmat-Nya maka penulis
dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul dan membahas tentang RUMAH SAKIT.
Dalam penulisan makalah ini, penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik
teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk
itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan
pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak
terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya
kepada Dosen pembimbing ibu Ns. Andi Fatimah s.kep. Akhirnya penulis berharap semoga
Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang memberikan bantuan, dan dapat
menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amin Yaa Robbal Alamiin.

Makassar , November 2014

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.

Pengertian Rumah Sakit


Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit
Penilaian Mutu Dan Efektivitas Pelayanan Rumah Sakit
Potret Pelayanan Kesehatan (Rumah Sakit) Di Indonesia
BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran yang
sangat strategis dalam upaya mempercepat derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
Pemerintah telah bersungguh-sungguh dan terus-menerus berupaya untuk meningkatkan
mutu pelayanan baik yang bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitasi. Peran tersebut
pada dewasa ini semakin dituntut akibat adanya perubahan-perubahan epidemiologik
penyakit, perubahan struktur organisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
perubahan sosio-ekonomi masyarakat dan pelayanan yang lebih efektif, ramah dan sanggup
memenuhi kebutuhan mereka.
Era reformasi yang sedang kita jalani, telah membawa perubahan yang mendasar dalam
berbagai bidang kehidupan termasuk masalah pelayanan kesehatan.. Salah satu perubahan
mendasar yang sedang digulirkan saat ini adalah manajemen negara yaitu dari manajemen
berbasis pusat menjadi manajemen berbasis daerah secara resmi perubahan manajemen ini
diwujudkan dalam bentuk Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 1999 tentang pemerintah
daerah yang kemudian diikuti pedoman pelaksanaannya berupa Peraturan Pemeritah RI
Nomor 25 tahun 2000 tentang kewenangan propinsi sebagai daerah otonomi konsekuensi
logis dari undang-undang dan peraturan pemerintah tersebut adalah bahwa efektivitas
pelayanan kesehatan harus disesuaikan dengan jiwa dan semangat otonomi sesuai dengan
peraturan tersebut maka disusunlah tugas pokok dan fungsinya yakni; (1) menyelenggarakan,
melaksanakan pelayanan kesehatan meliputi promotif, pemulihan rehabilitasi. (2)
penyelenggaraan pelayanan medik, penyelenggaraan sistem rujukan, penyelenggaraan
pelayanan penunjang dan non medik, penyelenggaraan pelayanan asuhan keperawatan,
penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan pengembangan.
Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat banyak hal yang perlu
diperhatikan. Salah satu diantaranya yang dianggap mempunyai peranan yang cukup penting
adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Sesuai dengan peraturan Undang-Undang No.
23 Tahun 1999 tentang Pelayanan Kesehatan. Agar penyelenggaraan pelayanan kesehatan
dapat mencapai tujuan yang diinginkan maka pelayanan harus memenuhi berbagai syarat
diantaranya; tersedia dan berkesinambungan, dapat diterima dan wajar, mudah dicapai,
mudah dijangkau, dan bermutu (Azwar, 1996).
Saat ini, rumah sakit berada dalam iklim persaingan yang sangat ketat. Masyarakat
sebagai pelanggan berada dalam posisi yang lebih kuat karena semakin banyak pilihan rumah

sakit yang dapat melayaninya. Pada saat yang bersamaan, masyarakat juga semakin kritis
terhadap pelayanan kesehatan. Dalam kondisi seperti ini, agar tetap dapat eksis melayani
pelanggannya, rumah sakit harus memiliki sumberdaya manusia yang berkualitas. Salah satu
aspeknya adalah kemauan dan kemampuan dalam memberikan pelayanan yang prima. Oleh
karena itu diperlukan paradigma dan sikap mental yang berorientasi melayani, serta
B.
1.
2.
3.
4.
C.
1.
2.
3.
4.

pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam melaksanakan pelayanan yang prima.
Rumusan Masalah
Apa Pengertian Rumah Sakit?
Bagaimana Pelayanan Di Rumah Sakit?
Apa Penilaian Mutu Dan Efektifitas Pelayanan Rumah Sakit?
Bagaimana potret Pelayanan Kesehatan (Rumah Sakit) Di Indonesia?
Tujuan Penulisan
Untuk Mengetahui Apa Pengertian Rumah Sakit
Untuk Mengetahui Bagaimana Pelayanan Di Rumah Sakit
Untuk Mengetahui Apa Penilaian Mutu Dan Efektifitas Pelayanan Rumah Sakit
Untuk Mengetahui Bagaimana potret Pelayanan Kesehatan (Rumah Sakit) Di Indonesia