Anda di halaman 1dari 2

DAFTAR PUSTAKA

[1]. Soedjadi. (2000). Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia: Konstatasi


Keadaan Masa Kini dan Harapan Masa Depan. Jakarta: Dirjen
Dikti Departemen Pendidikan Nasional.
[2]. Hudojo, H. 1990. Strategi Belajar Mengajar Matematika. Malang: IKIP
Malang.
[3]. Rahmad, R.R. 2013. Proses Berpikir Mahasiswa Calon Guru dalam
Pengajuan Soal Matematika Tipe Post Solutio Posing Berdasarkan
Kemampuan Matematikanya. Surabaya: UNESA.
[4]. National Council of Teachers of Mathematics. 1989. Curriculum and
Evaluation Standard for School Mathematics. Reston Va: NCTM.
[5]. Polya, G. 1980. On Solving Mathematical Problems in High School. New
Jersey: Princeton Univercity Press.
[6]. Ade, I. 2013. Profil Pemecahan Masalah Siswa SD Berdasarkan Adversity
Quotient. Surabaya: UNESA.
[7]. Depdiknas. (2004). Pedoman Merancang Sumber Belajar. Jakarta:
Depdiknas.
[8]. Huinker, D. dan Laughlin, C. 1996. Talk You Way into Writing.
Communication in Mathematics, K-12 and Beyond. USA: NCTM.
[9]. Van De Walle, J.A. 2007. Sekolah Dasar dan Menengah Matematika
Pengembagan dan Pengajaran. Jakarta: Erlangga.
[10]. Rosenblatt, L. (1994). The Reader the Text the Poem: The Transactional
Theory of the Literary work. Carbondale, IL: Southern Illinois
University Press.
[11]. Borasi, R. (1998). Using Transactional Reading Strategies to Support Sense
Making and Discussion in Mathematics Classrooms: An
Exploratory
Study.
[Online]
Tersedia:
http://www..5iantlavalamp.com [29 september 2013].
[12]. Maria G. Fung dan Leon Roland. 2004. Writing, Reading, and Assesing in
an Elementary Problem Solving Class. ProQuest Education
Journals.
[13]. Hudojo, H. 2001. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran
Matematika. Malang: Universitas Negeri Malang.
[14]. Shadiq, M. 2004. Pemecahan Masalah, Penalaran dan Komunikasi.
Yogyakarta: PPPG matematika.
[15]. Siswono, Tatag.Y.E. 2008. Model Pembelajaran Matematika Berbasis
Pengajuan dan Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan
Kemampuan Berpikir Kreatif. Surabaya: UNESA.
[16]. Polya, G. 1973. How to Solve it. New Jersey: Princeton Univercity Press.
[17]. Nisa, Titin Fardatun. 2010. Analisis Kesalahan Siswa Kelas VIII SMP
Kemala Bhayangkari Surabaya dalam Menyelesaikan Soal Cerita
pada Materi Bangun Ruang. Surabaya: UNESA.
[18]. Yeni, Chan and Mousley, Judith. 2005. In Chick, H.L & Vincent, J.L. (Eds).
Proceedings of the 29th Conference of the International Group for
the Psychology of Mathematics Education. Vol 2, PP.217-224.
Melbourne: PME.

[19]. Raharjo, Mursidi. 2009. Pembelajaran Soal Cerita di SD. Yogyakarta:


PPPTK Matematika.
[20]. Haji, Soleh. 2012. Pengaruh Pembelajaran Kontekstual terhadap
Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa SMP Kota Bengkulu.
Bengkulu: Universitas Bengkulu.
[21]. Wkipedia. (http://wikipedia.org/wiki/Gender_%28Sosial%29).
Diakses
tanggal 29 September 2013.
[22]. Mulia, S.M. 2004. Islam Menggugat Poligami. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama Cetak I.
[23]. Sanders.J. 2006. Gender Smart. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.
[24]. Hidayati, W.S. 2011. Profil Soft Skills Mahasiswa Calon Guru Matematika
dalam Mengajar Berdasarkan Gender. Surabya: UNESA.
[25]. Robbins, Stephen. P, Judge, Timothy.A. 2008. Organizational Behavior, 12th
ed. (Diterjemahkan oleh Diana Angelica). Jakarata: Salemba
Empat.
(http://books.google.co.id/books).
Diakses
tanggal
29 September 2013.
[26]. Syaban, Maimun. 2010. Menumbuhkembangkan Daya Matematis Siswa.
EDUCARE:
Jurnal
Pendidikan
dan
Budaya.
(http://id.solvoong.com/exact.sciences/1961504.kemampuan.mate
matika/.). Diakses tanggal 29 september 2013.