Anda di halaman 1dari 11

Journal of Pakistan Association of Dermatologists 2011; 21 (3): 190-197.

Translated in Indonesian Language by Shochibul Kahfi and Rianeka

Artikel Review
Psoriasis pada Anak-anak : Sebuah review literatur
Abdul Manan Bhutto
Department of Dermatology, Shaheed Muhtarma Benazir Bhutto Medical University,
Larkana,
Pakistan.

Abstrak
Psoriasis merupakan suatu inflamasi kronis, penyakit yang diperantarai sistem imun
dimana sepertiga penderitanya dibawah usia 18 tahun. Pada awal usia, diagnosis
masih sulit ditegakkan karena lesi-lesi yang atipik. Psoriasis tipe plak merupakan
bentuk paling umum dari psoriasis pada anak-anak. Fototerapi sebagai terapi sistemik
yang digunakan pada psoriasis anak memiliki keterbatasan dalam penggunaan
dikarenakan efek samping jangka panjang dari obat seperti efek teratogenik, toleransi
yang rendah, dan kerusakan pada liver, ginjal serta sistem hematologi. Dalam review
ini, penulis membahas mengenai perkembangan terbaru dalam hal aspek-aspek klinik
dari psoriasis anak, onset penyakit, faktor-faktor presipitasi, demografi, pathogenesis,
dan pilihan-pilihan terapi.

Kata kunci
Psoriasis, anak-anak, terapi sistemik, terapi topikal.

Journal of Pakistan Association of Dermatologists 2011; 21 (3): 190-197.


Translated in Indonesian Language by Shochibul Kahfi and Rianeka

Pendahuluan
Psoriasis vulgaris merupakan suatu inflamasi pada kulit yang ditentukan secara
genetik dimana penyakit ini mengenai 3,5% dari populasi di USA 1, sedangkan di
Pakistan angka kejadian lebih sedikit (pengamatan tidak dipublikasi). Psoriasis
menunjukkan dua model distribusi usia, yaitu psoriasis anak, yang terjadi dibawah usia
18 tahun dan psoriasis dewasa yang terjadi diatas usia 18 tahun. Psoriasis anak
dibedakan lagi jenisnya sebagai psoriasis infantile (onset pada tahun pertama,
merupakan self-limited disease) psoriasis dengan onset awal, dan psoriasis pediatri
disertai artritis psoriasis.2 Psoriasis kongenital (psoriasis dari lahir) berhubungan
dengan prevalensi yang lebih rendah pada riwayat keluarga, pola yang berbeda dari
keterlibatan anatomis, fraksi yang lebih tinggi dari eritrodermik, subtipe pustuler atau
linier, dan memiliki prognosis yang buruk. Oleh karena itu, psoriasis kongenital harus
dicurigai pada bayi-bayi baru lahir dengan erupsi kulit yang bersifat eritematous,
bersisik, dan pustuler.3 Tujuan dari artikel ini adalah untuk meninjau literatur-literatur
terbaru mengenai psoriasis anak dan memperbarui aspek klinis, pathogenesis dan
penatalaksanaannya.

Onset Penyakit
Angka kejadian psoriasis anak masih belum diketahui, 4 akan tetapi telah
dilaporkan bahwa 10% dari semua kasus terjadi sebelum usia 10 tahun dan 2% kurang
dari usia 2 tahun.5 Perbedaan onset antara laki-laki dan perempuan bervariasi antar
satu daerah dengan daerah yang lain. 6 Dalam sebuah penelitian di India, dilaporkan
bahwa onset psoriasis anak di mulai antara usia 4 hari hingga 14 tahun. Rata-rata usia
onset adalah 8.12.1 tahun pada anak laki-laki dan 9.32.3 tahun pada anak
perempuan. Puncak usia onset pada anak laki-laki adalah antara 6-10 tahun,
sementara mayoritas anak perempuan menunjukkan puncak usia onset antara 10-14
tahun.7 Dalam laporan lain, dari 277 pasien psoriasis anak di China, didapatkan ratarata usia pasien 11 tahun dengan perbandingan antara laki-laki dan perempuan adalah
1:1.13 dan median usia onset adalah 10 tahun. 8 Selain itu, sebuah studi berbasis

Journal of Pakistan Association of Dermatologists 2011; 21 (3): 190-197.


Translated in Indonesian Language by Shochibul Kahfi and Rianeka

populasi dilakukan untuk melihat kejadian secara kohort pada pasien kurang dari 18
tahun di AS. Penulis mengamati bahwa kejadian tahunan psoriasis pediatrik adalah
40,8 per 100.000. Mereka menyimpulkan bahwa kejadian psoriasis pediatrik meningkat
dengan bertambahnya usia, dan tidak ada puncak usia yang spesifik dalam psoriasis
anak, baik pada laki-laki maupun perempuan. 9 Sebaliknya, dalam sebuah penelitian
terbaru, tidak

ditemukan adanya bukti mengenai tingkat keparahan penyakit pada

masa-masa selanjutnya atau jenis pengobatan yang digunakan. 10 Dalam

penelitian

retrospektif anak usia di bawah 18 tahun pada 61 pasien psoriasis anak dari Turki,
penulis menemukan bahwa 23 (37,7%) adalah laki-laki dan 38 (62,3%) adalah
perempuan, sehingga tidak ada perbedaan yang spesifik antara perbandingan laki-laki
dan perempuan. Usia rata-rata perempuan adalah 9.28 4,02 tahun dan anak laki-laki
11,18 3,85 tahun. Usia rata-rata onset penyakit pada anak perempuan adalah 6.81
4.11 tahun dan anak laki-laki adalah 7.03 4.28 tahun. Dalam 14 (23%) kasus, riwayat
keluarga yang positif ditemukan.11

Faktor pencetus
Hubungan antara obesitas pada anak dan psoriasis dianggap sebagai salah satu
faktor prevalensi. Di Italia, prevalensi obesitas pada anak masa prasekolah diperkirakan
sekitar 4,4%12 sedangkan pada anak dewasa (usia 10-16 tahun) sekitar 14,9%. 13 Dalam
penelitian lebih lanjut, yang dilakukan untuk mengamati pengaruh obesitas pada
psoriasis anak, ditemukan hasil positif dan disimpulkan bahwa kelebihan berat badan
merupakan faktor resiko penting pada onset psoriasis anak. 14 Telah diketahui bahwa
obesitas pada anak juga terkait dengan berbagai konsekuensi yang merugikan seperti
penyakit jantung, diabetes tipe 2 dan sleep apnea. Hal ini menunjukkan bahwa
psoriasis harus ditambahkan ke konsekuensi yang merugikan pada obesitas anakanak.15 Dalam sebuah penelitian dari Turki, penulis menemukan bahwa di sebagian
besar pasien mereka faktor pemicunya adalah infeksi saluran pernapasan (14,8%) dan
kultur positif swab tenggorok untuk streptokokus grup A -hemolitik (21,3%).
Selain itu, frekuensi stres emosional dan morbiditas psikiatri kurang lebih 54% dan
9,8% masing-masingnya. Dari faktor-faktor tersebut, stress dan infeksi saluran

Journal of Pakistan Association of Dermatologists 2011; 21 (3): 190-197.


Translated in Indonesian Language by Shochibul Kahfi and Rianeka

pernapasan merupakan faktor pemicu paling penting pada psoriasis anak dan
dewasa.11 Faktor pemicu yang diusulkan pada psoriasis pustular generalisata adalah
obat-obatan, infeksi bakteri, sunburns, kehamilan, penggunaan tar batubara, stres
emosional, vaksinasi, hipokalsemia, dan corticosteroids withdrawal.16,17

Gambaran klinis
Sebagian besar anak-anak menunjukkan psoriasis tipe plak (68,6%) dalam pola
yang serupa dengan pasien dewasa, dengan lesi terlokalisasi pada kulit kepala, daerah
postaurikular, siku, dan lutut. Penyakit guttata lebih sering terjadi pada anak-anak
dibandingkan pasien dewasa, terlihat pada 28,9% dari 277 anak dalam survei Cina.
Pola lain pada psoriasis anak adalah eritroderma (1,4%), penyakit pustular termasuk
psoriasis pustular palmoplantar (1,1%), dan mukosa glossitis (1,1%). 8 Studi lain telah
menunjukkan bahwa jenis klinis yang paling sering pada psoriasis anak adalah
psoriasis tipe plak, yaitu 1302 (68,1%) dari pasien, diikuti oleh psoriasis guttate di 727
(38,0%) pasien. Psoriasis eritroderma dan psoriasis pustular hanya terlihat pada 7,3%
dan 5,0% dari pasien.10 Meskipun pada anak-anak psoriasis pustular jarang ditemukan,
penyakit ini memiliki potensi mengancam nyawa. Empat pola klinis psoriasis pustular
yang telah diketahui, yaitu psoriasis pustular generalisata, psoriasis pustular
annular,psoriasis pustular exanthematic, dan psoriasis pustular lokal dimana pola klinis
ini dapat didapatkan saling bercampur satu sama lain. Bahkan psoriasis pustular
generalisata pernah dilaporkan pada bayi usia 6 minggu. 18 Pada kasus psoriasis
kongenital, psoriasis eritoderma berada pada urutan kedua setelah psoriasis tipe plak,
diikuti oleh psoriasis pustular.19-22 Lokasi yang paling sering saat onset psoriasis adalah
badan (44,3%), ekstremitas (54,0%), dan kulit kepala (36,0%). 11 Pada psoriasis
kongenital, daerah yang terkena adalah wajah, ekstremitas, kulit kepala, batang,
distribusi umum, pantat, area popok dan telapak tangan dan telapak kaki. 6,21,23

Journal of Pakistan Association of Dermatologists 2011; 21 (3): 190-197.


Translated in Indonesian Language by Shochibul Kahfi and Rianeka

Patogenesis
Patogenesis psoriasis yang pasti belum sepenuhnya diketahui. Namun, telah
disepakati bahwa psoriasis memiliki dasar genetik, seperti pada 23,4% sampai 71%
dari anak-anak yang memiliki riwayat keluarga psoriasis. 6,11 HLA-Cw6 telah dikenal
sebagai gen dicurigai berperan pada psoriasis. 24 Psoriasis guttata mungkin telah
dikaitkan dengan fokus inflamasi pada sekitar dua-pertiga dari pasien. Reaktivitas
silang

antigen

keratinosit

dengan

antigen

streptokokus

diperkirakan

dapat

mempercepat terbentuknya lesi psoriatis. 25 Infeksi lain yang ditemukan pada penyakit
psoriasis adalah adanya staphylococcal superantigens dan DNA HPV.26,27 Tidak ada
satu gen pun yang telah ditemukan bertanggung jawab atas terjadinya psoriasis
vulgaris.

Serangkaian

gen yang telah diamati dan mengalami mutasi serta berhubungan dengan penyakit
psoriasis adalah IL12-B9, Il 13, Il-23R, HLABW6, dan sebagainya. Gen ini berperan
dalam aktivasi sel Th 2 dan Th 17 serta NF-kB signaling, serta menunjukkan kedua
peran limfosit Th2 dan Th17 dalam patogenesis psoriasis. Patogenesis psoriasis adalah
hasil dari aktivasi beberapa jenis leukosit yang mengontrol aktivitas selular dan T sel
yang tergantung proses inflamasi pada kulit yang mempercepat pertumbuhan epidermal
dan sel-sel vaskular pada lesi psoriasis. Proses ini dapat dibagi menjadi tiga tahap,
yaitu awal aktivasi sel T dalam kelenjar getah bening sekitar kulit dalam menanggapi
antigen, migrasi sel T efektor menuju kulit untuk mengaktifkan antigen dan
fungsi efektor sel T pada kulit. 28,29 Sel T pada lesi psoriasis terutama diaktifkan oleh sel
Th1 (CD4 +) dan sel T sitotoksik tipe 1 (CD8 +). Aktivasi limfosit T bisa disebabkan
karena antigen bakteri atau yang lainnya. Limfosit yang telah aktif mensekresikan
sitokin yang meliputi interleukin-2 (IL-2), Tumor Necrosis Factor-alpha (TNF-) dan
Interferon Gamma (INF-). Sitokin ini menyebabkan stimulasi pada keratinosit dan
sel endotel yang berkontribusi pada hiperproliferasi sel epidermal pada psoriasis. 30,31,32

Journal of Pakistan Association of Dermatologists 2011; 21 (3): 190-197.


Translated in Indonesian Language by Shochibul Kahfi and Rianeka

Pengobatan
Psoriasis merupakan sebuah kelainan genetic, meskipun penyebab pasti
penyakit ini tidak diketahui, tetapi berbagai faktor yang dipertimbangkan memiliki peran
dalam patogenesisnya. Semua jenis psoriasis dewasa telah ditemukan pada anak-anak
dengan frekuensi lebih atau kurang. Oleh karena itu, rejimen pengobatan yang sama
telah dicoba di psoriasis anak. Penggunaan terapi topical pada anak merupakan
pengobatan lini pertama untuk psoriasis yang terbatas pada kulit saja. Tetapi pada
kasus yang kronik dan lebih berat, terapi sistemik dan fototerapi ditambahkan untuk
membantu remisi. Penelitian yang dirancang dengan baik untuk modalitas terapi
sistemik pada psoriasis anak sangatlah sedikit dan anak-anak diperlakukan dengan
dukungan data ekstrapolasi dari pasien dewasa. 33 Gangguan psikologis yang signifikan
terlihat pada anak-anak dengan psoriasis, terlepas dari area kulit yang terkena lesi. 34
Maka timbul pendapat bahwa penyakit kronis harus diperlakukan lebih agresif untuk
meningkatkan kualitas hidup karena mungkin dapat menimbulkan gangguan psikologis
yang parah.

Pengobatan topikal
Ada berbagai agen yang seringkali digunakan sebagai terapi topikal pada
psoriasis anak. Steroid topikal biasanya diresepkan mirip seperti pada dermatitis atopik,
kortikosteroid jenis ringan untuk wajah dan yang sedang hingga poten untuk tubuh dan
kulit kepala. Pemakaian dalam jangka yang lama dari steroid poten dapat
menyebabkan atrofi jika digunakan untuk daerah yang luas pada tubuh. Klobetasol
topikal telah direkomendasikan untuk penggunaan pada anak-anak usia 12 ke atas. 35,36
Anthralin

1%

atau

dithranol

jarang

digunakan

pada

psoriasis anak

karena

menyebabkan iritasi lokal.37 Sediaan topical lain seperti calcipotriene atau calcitriol
dapat digunakan untuk psoriasis anak. Ketika kalsipotriol topikal digunakan untuk usia
2-14 tahun pada 43 psoriasis anak, didapatkan hasil yang secara signifikan lebih efektif
daripada kontrol.38 Selain itu beberapa agen topikal lainnya yang berguna dalam

Journal of Pakistan Association of Dermatologists 2011; 21 (3): 190-197.


Translated in Indonesian Language by Shochibul Kahfi and Rianeka

psoriasis anak termasuk kalsineurin topikal inhibitor, tacrolimus 0,3% dan pimecrolimus
1%.39

Fototerapi
Fototerapi dianggap sebagai pengobatan yang aman dan efektif untuk anakanak yang mampu mengikuti protokol fototerapi. Terapi tangan dan kaki atau pun
secara generalisata dapat digunakan narrowband ultraviolet-B (NB-UVB), UVB atau
psoralen
dan UVA (PUVA). Dalam 12 minggu, pengobatan NB-UVB, PASI 90 dicapai pada
60% dari pasien, namun 10% mengalami perbaikan kurang dari 50%. 39 Serangkaian
113 anak diobati dengan berbagai prosedur fototerapi. Dan dari pengamatan
didapatkan bahwa 92,9% dari pasien psoriasis diobati dengan NB-UVB, 83,3%
diobati dengan PUVA dan 93,3% yang diobati dengan UVB menunjukkan respon yang
positif.40 Terapi NB-UVB dan PUVAi juga telah menunjukkan hasil yang memuaskan
dalam pengobatan guttata anak dan psoriasis tipe plak. Peningkatan yang nyata
ditemukan pada 88% dari 25 pasien yang diterapi. 41 Dalam 35 kasus, ditemukan 63%
kasus mengalami klirens.42 Hanya beberapa kasus yang dilaporkan berkembang ke
arah eritema dan kecemasan selama fototerapi, tapi masih bisa ditoleransi. 43 Meskipun
fototerapi merupakan pengobatan yang sederhana dan alami, tetapi secara simultan
baik pada anak-anak dan orang tua harus diberi pengetahuan akan bahaya paparan
yang berlebihan

Pengobatan sistemik
Pengobatan sistemik adalah pilihan utama yang dapat digunakan pada psoriasis
yang parah dan tidak terkendali. Obat imunosupresan seperti methotrexate, acitretin
atau cyclosporin mungkin digunakan untuk jangka waktu 6 bulan.

Journal of Pakistan Association of Dermatologists 2011; 21 (3): 190-197.


Translated in Indonesian Language by Shochibul Kahfi and Rianeka

Antibiotik oral
Antibiotik oral berguna pada pengobatan psoriasis terutama ketika kultur swab
faring positif.44,45 Namun, penggunaan antibiotic oral telah menunjukkan hasil
campuran.46 Ketika dua pasien menerima thiamphenicol (20 mg/kg/d), lesi mengalami
perbaikan kurang dari 50%. 47 Dalam serangkaian empat pasien yang diobati dengan
eritromisin (50mg/kg/d) selama dua minggu, lesi menghilang sepenuhnya. 48 Dalam
laporan lain, pasien dengan psoriasis guttata diobati dengan amoksisilin / asam
klavulanat (50 mg/kg/d) dan semua lesi membaik setelah 20 hari masa pengobatan. 49
antibiotik lain yang sesuai mungkin bisa dicoba.

Siklosporin
Siklosporin adalah obat imunosupresan oral yang pada dasarnya digunakan
untuk pencegahan reaksi penolakan transplantasi dan dapat digunakan dalam psoriasis
anak dengan dosis 3-5 mg/kgBB. Karena efek samping yang serius, penggunaan
siklosporin haruslah dibatasi dan pasien perlu dipantau secara teratur. Tindakan
pencegahan yang diperlukan adalah peninjauan ulang terhadap adanya tekanan darah
tinggi dan tes fungsi ginjal dengan melakukan pengecekan serum nitrogen urea dan tes
kreatinin. Keganasan dan gangguan limfoproliferatif merupakan salah satu efek
samping yang serius dari obat ini namun karena penggunaan dosis yang rendah dan
terbatas, efek samping dapat dikurangi. 50 Tiga pasien psoriasis pustular diobati dengan
siklosporin dosis 1-2 mg/kg/hr dimana

dua pasien menunjukkan hilangnya lesi

sepenuhnya setelah masa pengobatan masing-masing 6 dan 9 bulan, sedangkan


pasien ketiga menunjukkan perbaikan signifikan setelah lima bulan masa terapi. 51
Pasien lain dengan psoriasis pustular diobati dengan siklosporin (3mg/kg/hr),
didapatkan remisi lengkap setelah 11 bulan. 52 Sebaliknya, dalam studi lain, tak satu pun
dari empat pasien menunjukkan respon terhadap terapi serupa. 53

Retinoid

Journal of Pakistan Association of Dermatologists 2011; 21 (3): 190-197.


Translated in Indonesian Language by Shochibul Kahfi and Rianeka

Retinoid merupakan salah satu pilihan pengobatan lain yang digunakan pada
psoriasis. Karena efek samping yang berat, obat ini tidak dapat dipilih sebagai terapi lini
pertama pada psoriasis anak. Karena efek teratogenik, obat ini harus digunakan
dengan hati-hati dalam usia subur pasien perempuan. Perubahan pada tulang dapat
terjadi setelah pengobatan jangka panjang. Ada efek samping samping lain seperti
peningkatan kadar lipid dan perubahan jumlah darah. Meskipun efek samping jangka
panjang yang parah, acitretin oral 0,5-1 mg / kg per hari telah digunakan untuk
gangguan kornifikasi dan psoriasis dengan hasil yang baik. 54 Dalam review retrospektif,
etretinate diberikan pada 10 kasus dengan dosis awal 1mg/kg per hari, dengan durasi
bervariasi dari 3 minggu hingga lebih dari 12 bulan. Semua pasien dengan psoriasis
pustular (n = 5) mencapai perbaikan lesi sepenuhnya, tetapi sebaliknya, pada
eritroderma psoriasis (n = 5) hanya dua pasien saja yang mengalami perbaikan lesi
sepenuhnya dan tiga sisanya menunjukkan perbaikan parsial. 55 Cheilitis, pruritus dan
rambut rontok sering terjadi selama penggunaan retinoid. Kulit yang merapuh dan
osteoporosis fokal juga merupakan efek samping lain yang terjadi. 55 Seorang gadis 16
tahun dengan

psoriasis anak tipe pustular genaralisata diobati dengan isotretinoin,

meskipun diketahui efek teratogenik acitretin. Hasil yang sangat baik tercatat pada
pengobatan pasien ini.56

Methotrexate
Ketika psoriasis anak menjadi parah dan meluas (PASI10), penggunaan
methotrexate merupakan salah satu pilihan yang efektif. Methotrexate telah digunakan
secara luas sejak beberapa dekade untuk semua pasien psoriasis anak tipe sedang
sampai parah dan didapatkan hasil yang sangat baik dengan pemberian dosis 0,2-0,7
mg/kg/per minggu.55 Karena efek samping yang lebih rendah daripada pengobatan
sistemik lain yang tersedia, dokter lebih memilih untuk menggunakan obat ini.
Methotrexate juga memiliki keunggulan daripada siklosporin dalam penatalaksanaan
psoriatic arthritis. Dosis awal dapat dimulai dari 7,5 mg per minggu. Ketika metotreksat
diberikan pada 10 anak-anak dengan psoriasis tipe plak yang berat, perbaikan
sempurna ditemukan pada 80% pasien, sedangkan 10% kasus tidak menunjukkan

Journal of Pakistan Association of Dermatologists 2011; 21 (3): 190-197.


Translated in Indonesian Language by Shochibul Kahfi and Rianeka

response.57 Dalam sebuah penelitian dari India yang dilakukan pada 7 pasien, para
peneliti mengamati bahwa 75% lesi sembuh dengan skuama dan eritema yang minimal
setelah menggunakan metotreksat selama 6 sampai 10 minggu. 58 Sebuah remisi
lengkap diamati pada psoriasis anak tipe pustular setelah diberikan pengobatan selama
4 sampai 12 minggu.59,60

Zat Biologis
Zat biologis seperti penggunaan terapi etanercept, infliximab, Tumor Necrosis
Factor Alpha (TNF-) inhibitor telah digunakan baru-baru ini pada penyakit autoimun
anak seperti rheumatoid arthritis, TNF- receptor 1-associated periodic syndrome
(TRAPS) tanpa demam, juvenile idiopathic arthritis dan penyakit Crohn. Keamanan dan
keefektifan terapi etanercept telah diakui pada terapi pasien

juvenile rheumatoid

arthritis dengan penggunaan selama 8 tahun. 61 Ada banyak laporan mengenai


peningkatan psoriasis dengan penggunan agen biologis ini. Dalam penelitian plaseboterkontrol, randomized, dan doubleblind, 211 anak-anak dengan psoriasis tipe plak
diobati dengan suntikan etanercept subkutan satu kali seminggu (0.8mg/kg), dengan
dosis maksimal 50 mg. Pada minggu ke 12, 27% pasien mencapai PASI 90, berbeda
dengan 7% dari pasien yang diobati dengan placebo.62 Satu pasien dengan psoriasis
plak tidak mencapai perbaikan bahkan setelah 8 bulan masa pengobatan 63, sementara
dalam penelitian lain, tiga anak dengan psoriasis berat telah menunjukkan peningkatan
yang luar biasa dengan terapi etanercept.64,65 Namun, obat ini tidak bisa sering
digunakan karena harganya yang mahal dan ketersediaannya di Negara-negara
berkembang.

Kesimpulan

Journal of Pakistan Association of Dermatologists 2011; 21 (3): 190-197.


Translated in Indonesian Language by Shochibul Kahfi and Rianeka

Insiden psoriasis anak belum dapat diketahui dengan pasti. Tidak ada perbedaan
angka kejadian antara laki-laki dan perempuan dan anak dapat mengalami penyakit ini
kapan pun sebelum usia 18 tahun. Psoriasis tipe plak merupakan jenis yang paling
umum yang sering ditemukan pada psoriasis anak. Namun psoriasis tipe guttate,
pustular, eritroderma dan arthritis dapat pula ditemukan pada psoriasis anak.
Patogenesis psoriasis masih belum diketahui dengan pasti. Namun penyakit ini
merupakan penyakit yang ditentukan secara genetik dan berbagai faktor seperti
kelebihan berat badan, infeksi saluran pernapasan, kultur tenggorok positif untuk
streptokokus ss-hemolitik grup A, frekuensi stres emosional dan gangguan psikologis
dianggap memiliki peran dalam memperparah penyakit.
Untuk pengobatan psoriasis anak, pengobatan topikal dengan kortikosteroid dan
analog vitamin D (Calcipotriene dan calcitriol) tampaknya efektif pada psoriasis tipe plak
yang ringan. Dithranol (anthralin) juga merupakan pengobatan topical yang efektif pada
keadaan tertentu. NB-UVB menunjukkan hasil yang baik pada pengobatan psoriasis
tipe plak dan guttate serta memiliki efek samping ringan yang relatif. Penggunaan
antibiotik oral harus dibatasi. Karena pendapat yang berbeda-beda dalam tiap
penelitian, maka penggunaan siklosporin pada psoriasis anak tidak sepenuhnya
direkomendasikan. Demikian pula, karena efek samping berat dari retinoid oral, maka
penggunaannya hanya pada tindakan pencegahan yang diperlukan, meskipun hasil
yang baik terlihat pada pengobatan psoriasis pustular dan eritroderma. Menurut
pendapat penulis, metotreksat merupakan pengobatan yang efektif untuk psoriasis tipe
sedang sampai parah karena efek sampingnya relative aman dibandingkan dengan
pilihan pengobatan sistemik lainnya. Pada pengobatan menggunakan zat biologis,
meskipun obat-obatan ini baru diperkenalkan dan telah menunjukkan hasil yang baik
pada beberapa penelitian serta efek samping jangka panjang yang tidak terlihat, pada
penggunaannya tidak boleh sering digunakan karena harganya yang mahal dan
ketersediaannya yang terbatas pada negara-negara berkembang.