Anda di halaman 1dari 14

PENGENALAN ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM

Abdurrahman Faris, 230110150154


Perikanan B, Kelompok 11
ABSTRAK
Laboratorium merupakan tempat dimana dilakukannya berbagai penelitian dan juga
praktikum. Di dalam laboratorium ini terdapat berbagai macam alat dan bahan yang
dibutuhkan guna mendukung kegiatan di dalam laboratorium. Sebelum melakukan praktikum
sangat penting bagi praktikan untuk mengenal dan memahami fungsi dari berbagai macam alat
dan bahan tersebut agar dapat menggunakannya dengan baik dan benar. Praktikum pengenalan
alat dan bahan praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2016 dimulai pada pukul
10.00 pagi bertempat di Laboratorium Fisiologi Hewan Air, Gedung 2 Fakultas Perikanan dan
Kelautan, UNPAD. Pada praktikum ini di perkenalkan berbagai alat, seperti spektofotometer
yang digunakan untuk menentukan nilai absorban. Water bath yang digunakan untuk
memanaskan suatu larutan dengan suhu tertentu dengan stabil, hot plate untuk memanaskan dan
menghomogenkan suatu larutan. Inkubutor untuk mengikubasi suhu dengan stabil dan dapat
digunakan untuk mengkultur suatu sel. Lemari dingin digunakan untuk menjaga kesegaran bahan
dengan mendinginkannya. Diperkenalkan juga MSDS bahan seperti H 2SO2, NH4OH, NaOH,
CH3COOH, dan Akuades. Setiap alat yang ada di laboratorium ini memiliki fungsi dan prinsip
kerja pada masing-masing, dan bahan juga memiliki MSDSnya masing-masing. Karena itu, perlu
alat dan bahan tersebut perlu di pahami terlebih dahulu agar peralatan dapat digunakan dengan
baik dan bahan dapat digunakan sesuai tuntunan MSDS.
Kata Kunci: Alat, Bahan, Fungsi, Laboratorium
ABSTRACT
Laboratory is a place where doing various studies and practicum. In the laboratory there
are all sorts of tools and materials needed to support the activities in the laboratory. Before
doing practical work it is very important for the practitioner to know and understand the
functions of various kinds of tools and materials so they can be used properly. Practical
introduction of tools and materials lab was held on October 10, 2016 starting at 10:00 am
housed at the Laboratory of Physiology Water Animals, Building 2, Faculty of Fisheries and
Marine Science, UNPAD. In this lab introduced a variety of tools, such as spectrophotometer is
used to determine the absorbance values. Water bath used to heat a solution to a certain
temperature with a stable, hot plate to heat and homogenize the solution. Incubators for
incubation temperature stable and can be used for culturing the cell. Cold cabinet is used to
preserve the freshness of the material by cooling. MSDS also introduced materials such as
H2SO2, NH4OH, NaOH, CH3COOH and distilled water. Each tool in this laboratory has the
function and working principles of each, and materials also have MSDS respectively. Therefore,
the necessary tools and materials need to be understood in advance so that the equipment can be
used well and the materials can be used according to MSDS guidelines.
Keywords: Function, Laboratory, Material, Tools

PENDAHULUAN
Laboratorium merupakan tempat dimana dilakukannya berbagai penelitian dan juga
praktikum. Di dalam laboratorium ini terdapat berbagai macam alat dan bahan yang
dibutuhkan guna mendukung kegiatan di dalam laboratorium. Sebelum melakukan praktikum
sangat penting bagi praktikan untuk mengenal dan memahami fungsi dari berbagai macam alat
tersebut agar dapat menggunakannya dengan baik dan benar dan meggunakan bahan sesuai
dengan MSDS.
Saat sedang melakukan praktikum, praktikan harus menggunakan alat dan bahan dengan
hati-hati dan benar agar tidak rusak, di salah gunakan atau melukai praktikan sendiri. Dan
dengan melakukan praktikum Pengenalan Alat dan Bahan Praktikum ini praktikan dapat
mengtahui cara menggunakan alat-alat yang ada laboratorium dengan baik dan benar, dan
mengetahui MSDS bahan agar praktikan dapat mnegerti batasan dan seberapa bahaya bahan
tersebut. Pengenalan alat dan bahan ini juga untuk mengurangi kemungkinan terjadinya
kecelakaan atau hal yang tak terduga yang dapat terjadi di laboratorium.
METODOLOGI
Praktikum kali ini dilaksanakan pada hari Senin, 10 Oktober 2016 di Laboratorium
Fisiologi Hewan Air, Gedung 2, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNPAD Jatinangor,
Sumedang, Jawa Barat. Alat yang digunakan yaitu : Spektrofotometer, Hot plate,
Inkubator, Lemari Pendingin, neraca, termometer, Bunsen,dan beaker glass. Dan bahan yang
digunakan yaitu H2SO2, NH4OH, NaOH, CH3COOH, dan Akuades.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Beaker Glass
Beaker glass digunakan untuk menampung atau menyimpan suatu larutan atau suatu zat
namun, skala volume yang ada pada Beaker glass tidak dapat digunakan untuk mengukur
voulume. Prinsip kerja Beaker glass adalah sebagai wadah zat atau larutan. Cara kerja beaker
glass seperti gelas pada umumnya.

Gambar 1. Beaker Glass (Sumber: dokumentasi kelompok)


2. Gelas Ukur
Gelas ukur digunakan untuk mengukur volume suatu larutan. Prinsip kerja dari gelas ukur
adalah dengan mengkali luas permukaan larutan dengan tinggi larutan. Cara kerja gelas ukur
ialah dengan melihat volume larutan pada skala yang ada pada dinding gelas ukur dengan
melihat cekungan meniscus pada larutan yang diukur volumenya.

Gambar 2. Gelas Ukur (Sumber: dokumentasi kelompok)


3. Botol Elenmeyer
Botol Elenmeyer digunakan untuk menampung mengocok suatu larutan atau biasanya
digunakan untuk mnegencerkan suatu larutan saat titrasi, skala volumne dalam botol elenmeyer
tidak dapat digunakan untuk mengukur volume larutan. Prinsip botol Elenmeyer adalah

menampung dan mengocok dalam botol dengan cara kerja memutar botol dengan memegang
bagian leher botol secara perlahan sampai terlihat homogen.

Gambar 3. Botol Elenmeyer


4. Pipet Tetes
Pipet tetes digunakan untuk memindahkan suatu zat atau larutan dari tempat satu ke tempat
yang lain. Prinsip kerja dari pipet tetes adalah mengambil larutan dan mengeluarkannya. Cara
kerja pipet tetes adalah dengan memghisap suatu larutan atau zat dengan menekan bagian karet
yang berbentuk lonjong dan mengeluarkan larutan yang sudah dihisap dengan menekannya
kembali.

Gambar 4. Pipet Tetes (Sumber: dokumentasi kelompok)


5. Penjepit Kayu
Penjepit kayu digunakan untuk menjepit tabung reaksi yang sudah dipanaskan. Prinsip
kerja dari penjepit kayu adalah sebagai penghalang panas tabung reaksi agar panas tidak sampai
ke tangan. Cara kerja penjepit kayu adalah dengan menekan tuas pada penjepit kayu untuk
membuka lubang penjepit kayu untuk memasukan tabung reaksi yang panas ke dalam lubang itu,
kemudian tuas ditarik untuk menjepit tabung reaksi tersebut.

Gambar 5. Penjepit Kayu (Sumber: dokumentasi kelompok)


6. Petri Disk
Petri Disk digunakan untuk sebagai wadah suatu zat atau larutan dengan jumlah sedikit,
biasanya lebih sering untuk wadah zat padat. Prinsip kerja Petri disk adalah menaruh bahan
untuk dengan tempat yang mudah untuk jadi pengamatan. Cara kerjanya adalah menyimpan zat
atau larutan dan menyimpannya dibawah mikroskop untuk diamati.

Gambar 6. Petri Disk (Sumber: dokumentasi kelompok)


7. Labu Ukur
Labu ukur adalah labu yang digunakan untuk menampung atau menyimpan sautu larutan
atau zat dengan satu skala volume yang sudah ada pada labu ukur tersebut. Prinsip kerja labu
ukur adalah menyimpan suatu larutan atau zat dengan satu volume yang tepat. Cara kerja dari
labu ukur adalah memasukan suatu larutan atau zat ke dalam labu ukur sampai cekungan
meniscus tepat di garis skala volume labu ukur.

Gambar 7. Labu Ukur (Sumber: dokumentasi kelompok)


8. Tabung Reaksi

Tabung Reaksi adalah sebuah tabung yang digunakan sebagai wadah untuk mereaksikan
suatu larutan atau zat yang akan di reaksiakan. Prinsip kerja tabung reaksi adalah tempat
mencampurkan dua zat atau lebih yang akan di reaksikan pada tabung reaksi tersebut. Cara kerja
tabung reaksi adalah memasukan kedua zat atau lebih menggunakan pipet atau spatula kimia
kedalam tabung reaksi dan tunggu sampai zat yang di reaksikan homogen atau dapat
dihomogenkan dengan di panaskan.

Gambar 8. Tabung Reaksi (Sumber: dokumentasi kelompok)


9. Rak Tabung Reaksi
Rak Tabung Reaksi digunakan untuk memberdirikan tabung reaksi agar tabung reaksi tdiak
jatuh dan larutan atau zat yang ada didalamnya tidak tumpah. Prinsip kerja dari rak tabung reaksi
adalah tempat menaruh tabung reaksi agar larutan atau zat didalamnya tidak tumpah. Cara kerja
Rak tabung reaksi adalah menaruh tabung reaksi pada lubang-lubang yang berfungsi sebagai
raknya pad arak tabung reaksi agar tabung reaksi ridak jatuh.

Gambar 9. Rak Tabung Reaksi (Sumber: dokumentasi kelompok)


10. Penyemprot Akuades
Penyemprot Akuades adalah alat yang digunakan untuk menyimpan dan menyemprotkan
atau mengeluarkan akuades. Prinsip kerja penyemprot akuades adalah menyimpan akuades agar
tetap netral dan meyemprotkan akuades melalui sedotan penyemprotnya. Cara kerjanya adalah
dengan menekan bagian botolnya sampai akuades tersemprot keluar.

Gambar 10. Penyemprot Akuades (Sumber: dokumentasi kelompok)


11. Spektofotometer
Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk menentukan nilai absorban.
Alat ini menggunakan metode pencahayaan untuk menhitung komposisi pada sampel.

Cahaya akan diarahkan ke dalam prisma yang berisi sampel, setelah menembus sampel, alat
secara otomatis menghitung cahaya yang dapat menembus sampel tersebut. Ada dua jenis
spektrofotometer yaitu single beam dan double beam.

Gambar 11. Spektrofotometer (Sumber: dokumentasi kelompok)


12. Hot Plate
Hot plate merupakan alat yang digunakan untuk menghomogenkan suatu zat. Alat ini
menghomogenkan zat dengan perlakuan panas terhadap zat tersebut. Mula-mula zat
ditempatkan dalam suatu beaker glass, kemudian ditaruh di atas hot plate.

Selanjutnya atur

tingkat panas pada tombol heat dan juga atur kecepatan putar magnet pada tombol stir.
Tunggu hingga zat homogen. Jangan lupa untuk mematikan panas hot plate ketika selesai
digunakan.

Gambar 12. Hot Plate (Sumber: dokumentasi kelompok)

13. Inkubator
Inkubator alat yang digunakan untuk menstabilkan suhu di dalam suatu tempat sesuai
dengan suhu yang kita inginkan. Alat ini menstabilkan suhu dengan cara memisahkan ruang
inkubator dengan suhu lingkungannya. Sebelum mengatur suhu, zat yang telah ditempatkan pada
wadah diletakkan di dalam inkubator, kemudian tutup inkubator dan atur suhu yang
diinginkan. Inkubator akan secara otomatis menyesuaikan suhu di dalam sesuai dengan suhu
yang telah diatur.

Gambar 13. Inkubator (Sumber: dokumentasi kelompok)


14. Water Bath
Water Bath digunakan untuk memanaskan air yang berguna untuk menjaga kestabilan suhu
dari cairan yang ada dalam tabung reaksi Prinsip dari waterbath adalah Pada saat saklar digeser
pada posisi on, maka arus listrik dari sumber akan memberi suplly listrik pada heater. Heater
yang diberi arus listrik akan memberikan panas pada alat, suhu semakin tinggi. Sensor
thermostat yang ditempatkan di daerah pemanasan pada waterbath akan ikut menjadi panas dan
memuaikan cairan dalam sensor tersebut.

Gambar 14. Water Bath (Sumber: dokumentasi kelompok)


15. Lemari Pendingin
Lemari pendingin merupakan alat yang digunakan untuk menempatkan suatu zat dalam
perlakuan suhu yang rendah (dingin). Lemari pendingin ini memiliki ruang yang tertutup
sehingga ketika pintunya tidak dibuka, suhu rendah di dalam tidak akan terpengaruh oleh
suhu ruangan. Seperti halnya inkubator, cukup menaruh zat di dalam lemari pendingin dan
atur suhu rendah yang diinginkan.

Gambar 15. Lemari Pendingin (Sumber: dokumentasi kelompok)

16. H2SO4
H2SO4 atau Asam Sulfat adalah senyawa asam kuat yang bersifat korosif Menyebabkan
iritasi parah dan luka bakar. Perolongan pertama jika terjadi kontak dengan H 2SO4 ini sebagai
berikut KULIT: Cuci daerah yang terkena dengan sabun dan air. Jika terjadi iritasi, dapatkan
bantuan medis. Jika terkena mata: Cuci mata dengan banyak air sedikitnya selama 15 menit,
angkat tutup sesekali. Mencari Bantuan Medis. Jika terhisap: Hapus untuk udara segar. Jika tidak
bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen, jika Tertelan: Berikan
beberapa gelas susu atau air. Muntah dapat terjadi secara spontan. Jangan pernah memberikan
apapun melalui mulut kepada orang yang tidak sadar.
17. NH4OH
NH4OH atau atau Hidrogen Hidroksida adalah senyawa basa yang berbau ammonia, larut
dalam air dan tidak mudah terbakar. Perolongan pertama jika terjadi kontak dengan NH4OH
sebagai berikut, Penghirupan: Hapus untuk udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan
buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Panggil dokter segera. Penelanan: Jika tertelan,
Berikan sejumlah besar air. Jangan memberikan apapun melalui mulut kepada orang yang tidak
sadar. Dapatkan perhatian medis segera. Kontak Kulit: Segera basuh kulit dengan banyak air
sekurang-kurangnya 15 menit saat menghapus pakaian yang terkontaminasi dan sepatu. Panggil
dokter segera. Cuci pakaian sebelum digunakan kembali. Kontak Mata: Segera basuh mata
dengan aliran lembut tetapi besar air selama minimal 15 menit, mengangkat kelopak mata bawah
dan atas sesekali. Panggil dokter segera. Tindakan segera sangat penting untuk meminimalkan
kemungkinan kebutaan.
18. NaOH
NaOH atau Natrium Hidroksida adalah suatu senyawa yang bersifat basa berbentuk padat,
berwarna putih, larut dalam air dan korosif terhadap logam. Sangat berbahaya jika terjadi kontak
kulit (korosif, mengiritasi, permeator), kontak mata (iritan, korosif), terelan,

dari terhirup.

Jumlah kerusakan jaringan tergantung pada panjang kontak. Jika terkena kontak, dapat dilakukan
pertolongan pertama sebagai berikut Kontak Mata: Periksa dan lepaskan jika ada lensa kontak.
Dalam kasus terjadi kontak, segera siram mata dengan banyak air sekurang-kurangnya 15 menit.
Air dingin dapat digunakan. Dapatkan perawatan medis dengan segera. kontak Kulit: Dalam

kasus terjadi kontak, segera basuh kulit dengan banyak air sedikitnya selama 15 menit saat
mengeluarkan pakaian yang terkontaminasi dan sepatu. Tutup kulit yang teriritasi dengan yg
melunakkan. Air dingin mungkin pakaian used.Wash sebelum digunakan kembali. Benar-benar
bersih sepatu sebelum digunakan kembali. Dapatkan perawatan medis dengan segera.
Inhalasi:Jika terhirup, pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan buatan.
Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Dapatkan medis perhatian segera.
19. CH3COOH
CH3COOH atau asam asetat adalah senyawa asam yang bersifat korosif, larut dalam air,
dan mudah terbakar. Berbahaya jika terkena kulit, mata , terelan, terhirup. Jika terkena gas
tersebut dapat mengakibatkan kerusakan jaringan terutama pada selaput lendir mata, mulut dan
saluran pernapasan. Tersentuh dengan kulit dapat menghasilkan luka bakar. Tindakan
pertolongan pertama sebagai berikut Mata:Jika terkena mata segera siram dengan air bersih. Dan
hubungi petugas medis segera.Kulit:Jika terkena kulit, segera basuh kulit dengan air sedikitnya
selama 15 menit. Dapatkan perawatan medis dengan segera.Terhirup: Jika terhirup, segera cari
tempat yang mengandung udara bersih. Jika pingsan, berikan pernapasan buatan. Jika sulit
bernapas, berikan oksigen. Dapatkan medis perhatian segera.Tertelan:Diusahakan untuk tidak
memuntahkannya kecuali bila diarahkan oleh petugas medis. Jangan pernah memberikan apapun
melalui mulut kepada orang yang pingsan. Longgarkan pakaian yang ketat seperti kerah, dasi,
ikat pinggang atau ikat pinggang. Dapatkan bantuan medis jika gejala muncul.
20. Akuades
Akuades adalah senyawa kimia dengan rumus H2O, akuades bersifat tidak berbahaya,
mempunyai rasa yang agak pahit, tidak berwarna dan tidak berbau.

KESIMPULAN
Di laboratorium terdapat berbagai macam alat dan bahan yang dapat mendukung
kegiatan penelitian maupun praktikum. Setiap alat yang berada di laboratorium memiliki
fungsinya masing-masing. Untuk menggunakan peralatan ini diharuskan melalui prosedur
yang biasa digunakan agar peralatan dapat digunakan dengan baik dan benar. Dan setiap bahan

memiliki data keselamatan dalam menggunakannya. Untuk menggunakan bahan ini diharuskan
mengetahui batas-batas keselamatan yang sudah termuat dalam MSDS yang telah dibahas.

DAFTAR PUSTAKA
Pamungkas, Egi P. 2014. PENGENALAN ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM. Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan UNPAD
Harahav,

Norvi

O.

2012.

MSDS

NATRIUM

HIDROKSIDA.

Diakses

di

(http://www.mbingboo29.com/2012/06/msds-natrium-hidroksida.html) pada tanggal


15 Oktober 2016 pukul 20.00
Harahav,

Norvi

O.

2012.

Asam

asetat

MSDS.

(http://www.mbingboo29.com/2012/05/asam-asetat-msds.html)

Diakses
pada

tanggal

di
15

October 2016 2016 pukul 20.10


Muawanah,

Afini.

2015.

MSDS

AMONIUM

HIDROKSIDA.

Diakses

di

(http://dokumen.tips/documents/msds-amonium-hidroksida.html) pada tanggal 15


October 2016 Pukul 20.20