Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan

: Orientasi Masa depan

Sub Pokok Bahasan

: Pendidikan dan Pekerjaan

Sasaran

: Andikpas

Tempat

: Aula LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak)

Waktu

: Pukul 13.00 WIB

Tanggal

: Selasa, 04 Oktober 2016

Pemberi Materi

: Gelombang 3 PPN 32 Fkep UNPAD

I.

Tujuan Intruksional Umum (TIU)


Setelah mengikuti penyuluhan sasaran siap untuk kembali ke
masyarakat.

II.

Tujuan Intruksional Khusus (TIK)


Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, sasaran dapat :
1.

Mampu merumuskan tujuan masa depan

2.

Memiliki keyakinan dalam menghadapi segala tantangan dan


permasalahan di masa depan

3.

Merumuskan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencapai


tujuan masa depan

III.

Materi
1.

Orientasi masa depan

2.

Perumusan tujuan masa depan

3.

Pembentukan keyakinan dalam menghadapi tantangan di


masa depan

4.
IV.

Perumusan strategi untuk mencapai tujuan masa depan

Metode
Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab

V.

Media Penyuluhan

Leaflet dan Powe point

VI.
No
.
1

Kegiatan
Uraian Kegiatan
Penyuluh

Kegiatan

Pembukaa a. Mengucapkan salam.


n
5 Menit

b. Menyampaikan
kontrak

waktu,

Peserta

a. Menjawab

perkenalan,
tujuan

salam.

dan b. Mendengarkan

pokok bahasan penyuluhan.


2

Penyuluha a. Menanyakan
n
20 Menit

mengenai

kepada
tujuan

peserta a. Menyimak

di

masa

penjelasan.

depan
b. Memberi

reinforcement

kemauan

atas

peserta

mengungkapkan tujuan masa c.Peserta


depannya

mendengarkan

c. Memberikan

penjelasan

mengenai pentingnya orientasi


masa depan

d.Peserta

d. Memberikan kesempatan pada menyimak


peserta untuk bertanya tentang

dan bertanya

hal yang belum dipahaminya


e. Menjawab pertanyaan peserta.

e.

f. Menganjurkan/memotivasi

menyimak

peserta

untuk

Peserta

menjelaskan f.peserta

kembali tentang materi yang menyimak


telah dijelaskan.
3.

Penutup
5 Menit

a. Melakukan evaluasi

menjelaskan
a. Menjawab
pertanyaan

dan

b. Menyimpulkan

materi b. Menyimak

penyuluhan

kesimpulan.
c. Menjawab

c. Mengucapkan salam

VI.

salam.

Evaluasi
Untuk

mengetahui

sejauhmana

pemahaman

sasaran

setelah

diberikan penyuluhan selama 30 menit diberikan pertanyaan :


1.

Memahami orientasi masa depan

2.

Dapat meeumuskan tujuan di masa depan

3.

Memiliki keyakinan dalam menghadapi masa depan

4.

Mengetahui cara-cara dalam menghadapi rintangan untuk


mencapai tujuan di masa depan

5.
VII.

Memiliki kesiapan untuk kembali ke masyarakat

Lampiran

Materi

Lampiran Materi

Seminar Persiapan Andikpas dalam Menghadapi Dunia


Baru
A. Hasil Penelitian
Tabel 1 Distribusi Frekuensi Orientasi Masa Depan Dalam Bidang Pendidikan
Pada Anak Didik Lapas di LPKA JawaBarat (n:35)
Kategori
Tidak Jelas
Sedang
Jelas
Total

Frekuensi
2
14
19
35

Persentase (%)
5,7
40
54,3
100

Sebagian besar (54,3%) memiliki orientasi yang jelas dalam bidang pendidikan di
masa depan. Hanya sebagian kecil (5,7%) yang memiliki orientasi tidak jelas
dalam bidang pendidikan di masa depan.
Tabel 2 Distribusi Frekuensi Orientasi Masa Depan Dalam Bidang Pekerjaan
Pada Anak Didik Lapas di LPKA Jawa Barat (n:35)
Kategori
Tidak Jelas
Sedang
Jelas
Total

Frekuensi
0
11
24
35

Persentase
0
31,4
68,6
100

Sebagian besar (68,6%) memiliki orientasi yang jelas dalam bidang pekerjaan di
masa depan. Tidak ada yang memiliki orientasi tidak jelas dalam bidang pekerjaan
di masa depan.

Tabel 3 Distribusi Frekuensi Dimensi Motivasi Dalam Bidang Pendidikan


Pada Anak Didik Lapas di LPKA JawaBarat (n:35)
Kategori
Rendah
Sedang
Tinggi
Total

Frekuensi
2
9
24
35

Persentase
5,7
25,7
68,6
100

Sebagian anak didik lapas memiliki motivasi yang tinggi (68,6%) dalam bidang
pendidikan di masa depan. Sebagian kecil (25,7%) memiliki motivasi yang sedang
dalam bidang pendidikan. Sebagian kecil (5,7%) yang memiliki motivasi yang
rendah.
Tabel 4 Distribusi Frekuensi Dimensi Planning Dalam Bidang Pendidikan
Pada Anak Didik Lapas di LPKA Jawa Barat (n:35)
Kategori
Tidak Terarah
Cukup Terarah
Terarah
Total

Frekuensi
3
14
18
35

Persentase (%)
8,6
40
51,4
100

Sebagian (51,4) anak didik lapas memiliki rencana pendidikan yang terarah.
Sebagian (40%) memiliki rencana pendidikan yang cukup terarah.Hanya sebagian
kecil (8,6%) yang memiliki rencana pendidikan yang tidak terarah.
Tabel 5 Distribusi Frekuensi Dimensi Evaluasi Dalam Bidang Pendidikan Pada
Anak Didik Lapas di LPKA Jawa Barat (n:35)
Kategori
Negatif
Ragu-Ragu
Positif
Total

Frekuensi
0
7
28
35

Persentase
0
20
80
100

Sebagian besar(80%) anak didik lapas memiliki penilaian yang positif terhadap
rencana masa depan dalam bidang pendidikan. Hanya sebagian kecil (20%) yang
ragu-ragu terhadap rencana masa depan dalam bidang pendidikan. Tidak ada yang
memiliki pandangan negatif tentang pekerjaan di masa depan.

Tabel 6 Distribusi Frekuensi Dimensi Motivasi Dalam Bidang Pekerjaan Pada


Anak Didik Lapas di LPKA Jawa Barat (n:35)
Kategori
Rendah
Sedang
Tinggi
Total

Frekuensi
0
7
28
35

Persentase
0
20
80
100

Sebagian besar (80%) anak didik lapas memiliki motivasi yang tinggi dalam bidang
pekerjaan.Hanya sebagian kecil (20%) yang memiliki motivasi yang sedang dalam
bidang pekerjaan.Tidak da yang memiliki motivasi yang rendah dalam bidang
pekerjaan.
Tabel 7 Distribusi Frekuensi Dimensi Planning Dalam Bidang Pekerjaan Pada
Anak Didik Lapas di LPKA JawaBarat (n:35)
Kategori
Tidak Terarah
Cukup Terarah
Terarah
Total

Frekuensi
0
15
20
35

Persentase
0
42,9
57,1
100

Sebagian (57,1%) anak didik lapas memiliki rencana pekerjaan yang terarah.
Sebagian lagi (42,9%) yang memiliki rencana pekerjaan yang cukup terarahterarah.
Tidak ada yang tidak memiliki arahan dalam pekerjaan di masa depan.

Tabel 5 Distribusi Frekuensi Dimensi Evaluasi Dalam Bidang Pekerjaan Pada


Anak Didik Lapas di LPKA JawaBarat (n:35)
Kategori
Negatif
Ragu-Ragu
Positif
Total

Frekuensi
0
8
27
35

Persentase
0
22,9
77,1
100

Sebagian besar(77,1%) anak didik lapas memiliki penilaian yang positif terhadap
rencana masa depan dalam bidang pekerjaan. Hanya sebagian kecil (22,9%) yang
ragu-ragu terhadap rencana masa depan dalam bidang pendidikan. Tidak ada yang
memiliki pandangan negatif terhadap pekerjaan di masa yang akan datang.

B. Orientasi Masa Depan


Menurut Nurmi (dalam Steinberg, 2009) Orientasi masa depan
merupakan gambaran yang dimiliki individu tentang dirinya dalam
konteks masa depan. Gambaran ini memungkinkan individu untuk
menentukan tujuan-tujuannya, dan mengevaluasi sejauh mana tujuantujuan tersebut dapat direalisasikan.
Ruang lingkup orientasi masa depan Menurut Poole, Cooney, Nurmi
dan Green (dalam Raffaelli dan Koller, 2005) menjelaskan bahwa setiap
keputusan yang diambil oleh remaja mulai memperhatikan masa depan,
seperti:
a. Pekerjaan di masa depan
b. Pendidikan di masa depan
c. Membangun keluarga
Orientasi masa depan adalah gambaran masa depan yang dimilki
individu untuk dirinya sendiri baik dalam ruang lingkup pendidikan,
pekerjaan, ataupun dalam kehidupan berkeluarga tentang bagaimana dan
akan seperti apa dirinya dimasa yang akan depan.

C. Tujuan Masa Depan


people with goals succeed because they know where theys
goingOrang yang memiliki tujuan akan berhasil karena mereka tahu
tujuannya (Earl Nightingale)
Merumuskan tujuan hidup adalah hal yang penting, karna tujuan itu
menjadi patokan atas apa yang akan kita lakukan. Tujuan hidup bisa
dimulai dengan sebuah mimpi kecil. Dibentuk dengan sedemikian rupa,
mimpi itu akan menjadi tujuan yang akan membangkitkan gairah kita
dalam

menjalani

hidup.

Rumus

mendapatkan

tujuan

hidup

yang

baik:SMART
1. Tujuan hidup harus spesifik; Berikan gambaran yang spesifik yang
dapat dituangkan dalam bentuk yang sangat jelas.

2. Tujuan hidup harus Dapat diukur


3. Tujuan

hidup

harus

realistis,

tujuan

yang

memperhitungkan

keterbatasan kita dalam menggapainya


4. Tujuan hidup harus ada batasan waktu, agar dapat dievaluasi dan
direvisi jika memang dibutuhkan

D. Pendidikan Dimasa Depan


Pendidikan adalah usaha manusia untuk membina kepribadian
sesuai

dengan

nilai-nilai

didalam

masyarakat

dan

kebudayaannya.

Menurut Ki hajar Dewantara Pendidikan adalah upaya untuk memajukan


budi pekerti, pikiran serta jasmani agar dapat memajukan kesempurnaan
hidup yang selaras dengan alam dan masyarakat.Pendidikan bertujuan
untuk menjadikan mausia seutuhnya, mengenal diri sendiri, menyadari
kelemahan hingga menyadari potensi yang dimiliki.
Jalur Pendidikan yang ada di indonesia terdiri dari pendidikan formal,
nonformal,

dan

informal

yang

dapat

saling

melengkapi

dan

memperkaya.Pendidikan Formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur


dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah
dan pendidikan tinggi. Pendidikan nonformal berfungsi sebagai penambah
pengetahuan

terdiri

dari

lembaga

kursus

dan

lembaga

pelatihan,

pesantren, pendidikan kesetaraan (Paket A, B,C). Pendidikan informal


adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.
E. Motivasi
Sebagai manusia sempurna kita berusaha agar memiliki kehidupan
yang lebih baik, manusia adalah makhluk yang penuh dengan keinginan.
Kita sering kali memiliki keinginan yang terkadang berada diluar
kemampuan kita. Apakah hal ini salah?Apakah hal ini tidak boleh
dilakukan? Tentu saja boleh dilakukan. Karena banyaknya keinginan
manusia dalam hidup ini mereka akan berusaha sekuat mungkin agar bisa

memenuhi keinginan mereka. Namun sayang, mereka sering kecewa dan


putus asa karena memiliki masalah dalam mencapai keinginan mereka.
Terkadang memang manusia lucu, mereka menginginkan sesuatu namun
mereka belum bisa bangkit dari kegagalam
Kita tahu bahwa masalah pasti dilalui bila ingin sejahtera dalam
hidup, seperti keindahan diatas gunung. Tak jarang para pendaki
mempertaruhkan nyawanya untuk bisa sampai ke atas gunung untuk
melihat apa yang menurut mereka sangat bermakna. Waktu tempuh
perjalan yang tidak cukup 24 jam menjadi tantangan. Begitu juga dengan
hidup. Bila ingin menemukan arti kehidupan tak jarang kita menemukan
kesulitan, masalah dimana-mana. Jangan jadikan masalah tersebut
sebagai akhir tetapi merupakan awal pada setiap bab yang harus
ditamatkan.
Bila kita mampu bangkit dari masalah tersebut maka kita juga akan
mudah meraih makna kehidupan. Apa yang terjadi bila Anda memiliki
masalah dalam meraih impian Anda? Akankah Anda menyerah begitu
saja? Padahal Adna sudah melakukannya 50%, hanya karena kesalahan
yang Anda perbuat kemudian Anda berbalik berpikir untuk meninggalkan
impian Anda. Tentu saja hal ini bukanlah solusi yang baik.
Dalam keadaan apapun, Anda harus mampu bangkit dari masalah
itu. Meskipun Anda dihadapkan dengan banyak hambatan kehidupan,
Anda harus tetap kuat dan menyelesaikannya satu per satu. Dengan
sabar

dan

terus

berusaha,

perlahan

namun

pasti,

Anda

akan

mendapatkan apa yang sudah Anda impikan selama ini.


Banyak diantara mereka yang memiliki masalah kemudian yang
menyerah, ada yang lari dari masalah bahkan tak jarang banyak yang
memilih untuk mengakhiri hidup mereka karena tidak sanggup dalam
mengatasi masalah. Mereka semua membutuhkan sebuah cara bangkit
dari keterpurukan.

Hal ini tentu bukanlah perbuatan baik, bila kita merujuk pada suatu
masalah,

pastinya

akan

ada

banyak

masalah

yang

akan

terus

menghampiri. Hidup penuh dengan persolan, hanya mereka yang kuat


dan mereka yang sabar yang bisa melewati setiap ujian yang ada. Lalu
bagaimana ketika kita mendapatkan masalah kemudian kita jatuh dan
banyak orang meninggalkan kita? Inilah yang menjadi poin penting bahwa
artikel kali ini akan membahas mengenai bangkit dari keterpurukan.
Bangkit berarti bangun setelah terjatuh, misal Anda rugi, Anda
harus tetap berjualan untuk mendapatkan keuntungan. Bila Anda
mendapat nilai jelek, Anda harus tetap semangat belajar untuk bisa
mendapat nilai bagus di lain kesempatan. Bila Anda memiliki masalah
mendirikan sebuah usaha, maka Anda harus terus melakukan banyak
usaha dan berdoa agar Anda berhasil dalam mendirikan sebuah usaha
yang telah menjadi impian Anda.
Memang

diakui

bahwa

bangkit

dari

keterpurukan

bukanlah

pekerjaan mudah, kita harus melawan diri kita sendiri. Disaat jatuh kita
sering kali menyalahkan keadaan, menyalahkan diri sendiri dan tidak
mampu berbuat banyak selain meratapi kesalahan yang telah diperbuat.
Memang kita disarankan untuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan,
penyesalan tidak akan membuat Anda menjadi lebih baik. Justru
seharusnya Anda berpikir bagaimana caranya untuk menyelesaikan
masalah yang sedang menimpa Anda. Anda harus mencari solusi atas apa
yang sudah Anda jalankan.
Jangan sampai Anda tiba-tiba menyerah di tengah jalan karena ada
beberapa masalah, menyerah begitu saja menunjukkan bahwa mental
kita adalah pecundang. Bukanlah kemenangan dan makna kehidupan
yang menjadi tujuan kita, melainkan menikmati setiap proses dan
mensyukuri setiap karunia merupakan tujuan yang sebenarnya. Jadi bila
Anda

memiliki

masalah

dan

terjatung,

maka bangkit

dari

keterpurukan merupakan satu solusi tepat agar Anda tetap berdiri dan
semangat kembali.

Sebuah cara untuk bisa bangkit dari keterpurukan adalah dengan


cara

mengenali

diri

sendiri,

karena

sebagian

besar

keterpurukan

disebabkan oleh diri sendiri, disebabkan oleh kememiliki masalahan kita


dalam mengenali pikiran dan jiwa. Jika kita bisa mengenali pikiran dan
jiwa, maka kita bisa menata dan mengendalikannya. Untuk menghindari
keterpurukan maka anda membutuhkan sebuah cara cepat dan tepat,
efektif dan efisien dalam mengenali diri sendiri.

F. KOPING
Koping adalah segala usaha individu yang digunakan untuk
mengatasi masalah, mengurangi ketidaksesuaian/kesenjangan antara
tuntutan yang menekan dan kemampuan individu dalam memenuhi
tuntutan tersebut. Terdapat dua jenis strategi koping:
1. Berfokus pada masalah
Merupakan bentuk koping yang diarahkan kepada upaya
mengurangi tuntutan dari situasi yang penuh tekanan.
2. Berfokus pada emosi
Mengurangi respon emosional pada stres dengan mengubah pikiran
atau perasaan individu terhadap sumber stresor.
Sebagaimana dikutip oleh Nila Anggreiny dalam tesisnya, Goleman
mengemukakan bahwa kemampuan regulasi emosi dapat dilihat dalam
enam kecakapan, yakni:
a. Kendali diri, yakni mampu mengelola emosi dan impuls yang
merusak dengan efektif. membuat table johari window)
b. Memiliki hubungan interpersonal yang baik dengan orang lain.
c. Memiliki sikap hati-hati.
d. Memiliki adaptibilitas, yakni luwes dalam menangani perubahan dan
tantangan.
e. Toleransi yang lebih tinggi terhadap frustasi.
b. Memiliki pandangan positif terhadap diri dan lingkungan.
Sedangkan menurut Martin ciri-ciri dari individu yang memiliki regulasi
emosi adalah:

a. Bertanggung

jawab

secara

pribadi

atas

perasaan

dan

kebahagiaannya.
b. Mampu mengubah emosi negatif menjadi proses belajar dan
c.
d.
e.
f.

kesempatan untuk berkembang.


Lebih peka terhadap perasaan orang lain.
Melakukan introspeksi dan relaksasi.
Lebih sering merasakan emosi positif daripada emosi negatif.
Tidak mudah putus asa dalam menghadapi masalah.

DAFTAR PUSTAKA
Jembarwati , O. (2015). Pelatihan Orientasi Masa Depan dan Harapan Keberhasilan Studi
pada SIswa SMA.
Luhpuri, D., & Satriawan. (2004). Modul Diklat Pekerjaan Sosial Koreksional. Bandung:
Balai Besar Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial Bandung.
Solusisupersukses.com