Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PERAWATAN ANAK DENGAN ADHD DI RUMAH


Disusun utuk memenuhi salah satu tugas stase keperawatan jiwa

Oleh:
Kelompok II
Program Profesi Ners Angkatan XXXII
Algia Nuruliani

220112160014

Ridha Ranailla

220112160044

Hijir Wirastia

220112160053

Tindo Esa Sari

220112160054

Nurrachma A.

220112160055

Karya Budiman

220112160038

Rasni

220112160068

UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Pokok Bahasan

: Anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Sub Pokok Bahasan

: Perawatan Anak dengan ADHD di Rumah

Sasaran

: Keluarga dengan Anak ADHD

Tempat

: IRJ Anak Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat

Waktu

: Pukul 09.00 WIB

Tanggal

: Senin, 17 Oktober 2016

Pemberi Materi

: Kelompok 2 Gelombang 3 PPN 32 Fakultas Keperawatan


Universitas Padjadjaran

I.

Tujuan Intruksional Umum (TIU)


Setelah mengikuti penyuluhan sasaran dapat merawat anak ADHD dengan baik dan
tepat.

II.

Tujuan Intruksional Khusus (TIK)


Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, sasaran dapat :

III.

IV.

1.

Mampu mengetahui karakteristik anak dengan ADHD

2.

Mampu mengetahui cara merawat anak dengan ADHD di rumah

3.

Mampu mengetahui hal yang perlu diperhatikan untuk anak dengan ADHD

Materi
1.

Konsep ADHD

2.

Cara merawat anak dengan ADHD di rumah

3.

Hal yang perlu diperhatikan untuk anak dengan ADHD

Metode
Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab

V.

Media Penyuluhan
Leaflet, banner dan flipchart

Fakultas Keperawatan-Universitas Padjadjaran

VI.
No.
1

Kegiatan
Uraian Kegiatan
Penyuluh

Kegiatan
Pembukaan

a. Mengucapkan salam.

5 Menit

b. Menyampaikan

perkenalan,

Peserta
a. Menjawab salam.

kontrak b. Mendengarkan

waktu, tujuan dan pokok bahasan


penyuluhan.
2

Penyuluhan
20 Menit

a. Menanyakan kepada peserta mengenai a. Menyampaikan


ADHD

dan

bagaimana

cara

merawatnya

karakteristik

anak

dengan ADHD dan

b. Memberi reinforcement atas kemauan

cara perawatannya

peserta mengungkapkan pendapatnya b. Menerima


mengenai ADHD dan bagaimana cara

mendengarkan

merawatnya.

reinforcement

dan

c. Memberikan penjelasan mengenai anak c. Peserta


dengan ADHD dan cara perawatannya

mendengarkan

d. Memberikan kesempatan pada peserta d. Peserta menyimak


untuk bertanya tentang hal yang belum

dan bertanya

dipahaminya
e. Menjawab pertanyaan peserta.
f. Menganjurkan/memotivasi

peserta

untuk menjelaskan kembali tentang


3.

Penutup

materi yang telah dijelaskan.


a. Melakukan evaluasi

5 Menit

e. Peserta menyimak
f. Peserta
menyimak
dan menjelaskan
a. Menjawab
pertanyaan

b. Menyimpulkan materi penyuluhan

b. Menyimak
kesimpulan

c. Mengucapkan salam

Fakultas Keperawatan-Universitas Padjadjaran

c. Menjawab salam

VI.

Evaluasi
Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman sasaran setelah diberikan penyuluhan
selama 30 menit diberikan pertanyaan :

VII.

1.

Memahami karakteristik anak dengan ADHD

2.

Dapat menjelaskan bagaimana cara merawat anak dengan ADHD di rumah

Lampiran

Materi

Lampiran Materi

Fakultas Keperawatan-Universitas Padjadjaran

ATTENTION DEFICIT HIPERACTIVITY DISORDER (ADHD)


ADHD dalam bahasa Indonesia berarti gangguan pemusatan perhatian disertai
hiperaktif. Namun ADHD tidak selalu disertai dengan hiperaktif. Ciri utama anak dengan
gangguan pemusatan perhatian disertai hiperaktif diantaranya:
1. Anak tampak kesulitan dalam memusatkan perhatiannya. Anak sangat mudah teralihkan
oleh rangsangan yang timbul pada saat itu.
2. Anak melakukan tindakan yang tidak disertai dengan pemikiran. Anak akan cepat bereaksi
terhadap suatu hal tanpa memikirkannya dulu.
3. Anak melakukan gerakan yang berlebihan melebihi gerakan anak umum seusianya. Anak
melakukan gerakan terus menerus tanpa lelah sehingga sulit untuk memusatkan perhatian.
Menurut DSM-IV, gejala harus ditemukan minimal dua keadaan (sebagai contoh,
sekolah, rumah) untuk memenuhi kriteria diagnostik untuk gangguan ADHD. Ciri pembeda
lain dari ADHD adalah rentang perhatian yang pendek dan distraktibilitas yang mudah. Di
sekolah, anak-anak dengan ADHD tidak dapat mengikuti instruksi dan sering menuntut
perhatian ekstra dari gurunya. Di rumah, mereka sering kali tidak mematuhi permintaan
orang tua. Mereka berkelakuan secara impulsif, menunjukkan labilitas emosional, eksplosif
dan iritabel.

PERAWATAN ANAK ATTENTION DEFICIT HIPERACTIVITY DISORDER (ADHD)


DI RUMAH
Memiliki anak yang dengan gangguan defisit-atensi/hiperaktivitas (ADHD) dapat
menjadi sangat melelahkan ketika anak tidak mendengarkan perkataan, tidak menuruti yang
dikatakan, atau tidak menyelesaikan apa yang telah dimulainya. Terkadang hal tersebut
membuat orang tua merasa stress dan membuat orang tua selalu melihat kekurangan anaknya.
Akan tetapi selain berbagai kesulitan yang dialami,dalam merawat anak dengan
ADHD di rumah dapat memberikan banyak manfaat bagi kondisi anak. Tinggal di rumah dan
mendapatkan banyak kasih sayang dari anggota keluarga lainnya dapat membantu anak untuk

Fakultas Keperawatan-Universitas Padjadjaran

mengontrol ADHD yang dialaminya. Keluarga harus mampu sabar, memberi kasih sayang,
dan semangat agar dapat terbiasa dengan anak serta menciptakan kondisi rumah yang
menyenangkan.

KEHIDUPAN KELUARGA ANAK DENGAN ADHD


1. Percaya dan dukung anak anda
Temukan hal yang positif, bernilai, dan unik tentang anak anda
Percaya bahwa anak anda akan mampu belajar, berubah, menjadi lebih dewasa dan
sukses. Dukung bakat anak anda yang mampu mengurangi gejala ADHD yang

dialami
Biarkan anak anda belajar dari kesalahan yang dilakukan, namun tetap berada di sisi

anak ketika anak sedang sedih


Tingkatkan keyakinan diri anak anda dengan meningkatkan kemampuan yang ada
2. Buat segala hal tetap positif
Ingat bahwa perilaku anak terjadi karena gangguan yang dialami. Kebanyakan dari

perilaku itu dilakukan tanpa ada niat


Coba pertahankan selera humor anda. Hal-hal yang memalukan hari ini dapat menjadi

cerita yang lucu/menyenangkan di masa mendatang


Jangan terlalu berekspektasi atau mengharapkan terlalu tinggi pada anak
3. Perhatikan kondisi sibling/saudara anak dengan ADHD
Beritahu adik/kakanya tentang ADHD
Buat peraturan di rumah yang semua anggota keluarga harus melakukannya
Habiskan waktu bersama seluruh anggota keluarga, harus menyenangkan bagi semua
Biarkan saudaranya tetap menjadi anak-anak, jangan jadikan ia sebagai asisten untuk
menunggui anak lain dengan ADHD
4. Perhatikan diri anda sendiri
Perhatikan kesehatan diri anda, temukan cara untuk mengurangi stress
Temukan support atau kebutuhan yang diperlukan
TIPS MERAWAT ANAK DENGAN ADHD
1. Komunikasi. Lakukan komunikasi dengan jelas dan konsisten dengan anak anda, beri
instruksi satu persatu tidak sekaligus. Berikan secara singkat, jelas dan sederhana.

Fakultas Keperawatan-Universitas Padjadjaran

2. Konsisten. Ekspektasi yang dilakukan harus selalu menjadi ekspektasi setiap hari. Jangan
menyerah karena anak anda yang rewel.
3. Berikan contoh yang baik. Tunjukan perilaku yang baik, sabar, sehat, dan berperilaku
yang baik.
4. Antisipasi dan hindari masalah. Mengetahui masalah dan hal pencetus dapat mengubah
situasi klien.
5. Puji bila klien melakukan hal yang positif
6. Konsultasi mengenai pasiennya dan keluarga
7. Pilih situsi yang perlu perhatian khusus, tidak semua kondisi harus di intervensi, pilih
perlakuan yang tertentu pada masalah yang lebih memerlukan perhatian
CARA PERAWATAN ANAK DENGAN ADHD DI RUMAH
1. Cara meningkatkan komunikasi dengan anak

Lakukan kontak mata langsung dengan anak sebelum memberikan instruksi

Dengarkan hal yang diungkapkan oleh anak

Cek apakah anak mengerti dengan instruksi yang diberikan dengan mengatakan coba
apa yang tadi mama bilang?

Berikan instruksi pada anak satu per satu

Kontak fisik dapat membuat anak lebih fokus (sentuhan, merangkul, memeluk).

2. Cara mengatur jadwal

Lakukan penjadwalan hal yang rutin dilakukan anak pada pagi dan sore hari

Buat anak anda tetap sibuk dengan jadwal aktivitasnya, tapi jangan berikan jadwal
diluar kemampuan anak

Kekurangan tidur dapat memengaruhi konsentrasi anak menjadi lebih buruk, jadi
fasilitasi anak memiliki jam tidur yang teratur dan cukup.

3. Cara untuk meningkatkan kemampuan organisasi dan manajemen waktu

Kondisikan rumah menjadi tempat yang rapih dan teratur.

Fasilitasi anak agar tidak mendapat gangguan apapun saat di rumah

Siapkan pakaian sekolah anak dari satu malam sebelumnya, pastikan semua barang
yang akan bawa dibawa sekolah sudah disiapkan

Fakultas Keperawatan-Universitas Padjadjaran

Gunakan jam pada seluruh posisi rumah, agar anak tetap memerhatikan jam

Berikan waktu untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti mengerjakan PR, siap-siap


ke sekolah

Selipkan waktu istirahat di sela-sela jadwal yang serius seperti saat mengerjakan PR

4. Gunakan teknik penghargaan dan hukuman untuk meningkatkan perilaku yang


baik

Beri hadiah/penghargaan pada anak dengan melakukan aktivitas yang disukainya bila
melakukan hal yang baik, daripada diberikan makanan atau mainan

Jelaskan mengenai peraturan yang ada dan konsekuensi bila dilakukan perilaku yang
tidak sesuai

Selalu konsisten dengan yang dilakukan dengan yang diucapkan baik itu pemberian
reward atau konsekuensi

5. Bantu anak berinteraksi dengan orang lain

Ajarkan anak untuk menjadi pendengar yang baik, untuk menunggu gilirannya
berbicara

Ajarkan cara untuk membaca ekspresi wajah temannya

Bantu anak cara berinteraksi dengan cara yang sederhana

6. Temukan dukungan/komunitas dalam merawat anak ADHD

Memperlihatkan pada anak bahwa tidak hanya dirinya yang menjalani itu

Mengajarkan anak untuk berinteraksi dalam menghadapi teman-temannya

Orang tua sebaiknya bergabung dengan komunitas khusus anak dengan ADHD agar
bisa menghubungkan orang tua yang memiliki masalah serupa.

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA ANAK DENGAN ADHD

Fakultas Keperawatan-Universitas Padjadjaran

Kondisi ADHD yang dialami dapat memengaruhi pemikiran, dan juga kondisi badan yang
sehat dan fit akan juga mampu memengaruhi kondisi berpikir dan berprilaku, hal-hal yang
harus diperhatikan diantaranya adalah:
1. Olahraga dan aktivitas fisik
Olahraha ringan dapat menimbulkan banyak manfaat bagi anak dengan ADHD. Olahraga
dapat membakar energi, membantu anak memfokuskan perhatian pada gerakan spesifik,
olahraga juga mampu meningkatkan konsentrasi, mengurangi depresi dan kecemasan.
Temukan jenis olahraga yang disukai oleh anak dan sesuai dengan kemampuan fisik anak
tersebut, olahraga yang dilakukan dapat berupa olahraga individual ataupun olahraga
kelompok
2. Green Time
Menghabiskan waktu di alam terbuka dapat mengurangi gejala ADHD karena anak
mampu bermain sepuasnya di alam. Orang tua harus mampu memfasilitasi kebutuhan anak
dengan ADHD untuk pergi ke alam terbuka, meskipun tinggal di kota bisa di taman-taman
kota ataupun tempat wisata lainnya.
3. Diet dan Nutrisi
Semua anak seharusnya mendapatkan makanan yang sehat dan dijauhkan dari jenis
makanan junk food, hal ini sangat nyata terjadi pada anak dengan ADHD karena mudah
terdistraksi dengan meninggalkan jadwal makan, gangguan makan, selalu ingin makan, dan
obesitas. Sehingga anak dengan ADHDD harus selalu diberikan makanan yang sehat dan
bergizi.

Fakultas Keperawatan-Universitas Padjadjaran

DAFTAR PUSTAKA

American Academy of Child & Adolescent Psychiatry and American Psychiatric Association.
(2013, July). ADHD. Parents Medication Guide.
Davison, Gerald C dkk. 2006. Psikologi Abnormal. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
http://www.childdevelopmentinfo.com/add-adhd/parenting-adhd-child-easy-technique-work/
diakses tanggal 11 Oktober 2016
http://www.helpguide.org/parenting-a-child-with-ADD diakses tanggal 11 Oktober 2016
http://www.scribd.com/doc/71659704/Adhd diakses tanggal 11 Oktober 2016.
http://www.scribd.com/doc/104336205/Makala-Had-Hd diakses tanggal 11 Oktober 2016
Kaplan, M.D., Halord I, Sadock, M.D., Benjamin J., Grebb, M.D., Jack A. 2010. Sinopsis
Psikiatri, Jilid 2. Terjemahan Dr. Widjaja Kusuma. Tangerang: Binarupa Aksara.
Nevid, Jeffrey S dkk. 2006. Psikologi Abnormal. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Nuryanti, Lusi. 2008. Psikologi Anak. Jakarta : Indeks

Fakultas Keperawatan-Universitas Padjadjaran

10

Anda mungkin juga menyukai