Anda di halaman 1dari 3

Komplikasi HNP yang perlu diwaspadai ialah :

1. Sindroma Cauda equina, yaitu hernia cakram yang menekan ekor sumsum tulang
belakang (cauda equina dan ditandai rasa baal di dubur dan sekitarnya , gangguan buang
air besar dan berkemih).
2. Cedera saraf permanen.
3. Kelumpuhan.
4. Disfungsi ereksi.
5. Nyeri menahun.
6. Infeksi luka karena tindakan pembedahan HNP
7. Kerusakan penanaman tulang setelah fusi spinal
8. Kelemahan dan atropi otot
9. Trauma serabut syaraf dan jaringan lain
10. Kehilangan kontrol otot sphinter
11. Paralis / ketidakmampuan pergerakan
12. Perdarahan
13. Infeksi dan inflamasi pada tingkat pembedahan diskus spinal
Penatalaksanaan HNP
1.
Konservatif bila tidak dijumpai defisit neurologik :
a.
Tidur selama 1 2 hr diatas kasur yang keras
b.
Exercise digunakan untuk mengurangi tekanan atau kompresi saraf
c.
Terapi obat-obatan : muscle relaxant, nonsteroid, anti inflamasi drug dan analgetik.
d.
Terapi panas dingin.
e.
Imobilisasi atau brancing, dengan menggunakan lumbosacral brace atau korset
f.
Traksi lumbal, mungkin menolong, tetapi biasanya resides
g.
Transcutaneus Elektrical Nerve Stimulation (TENS)
2.
Pembedahan
a.
Laminectomy hanya dilakukan pada penderita yang mengalami nyeri menetap dan
tidak dapat diatasi, terjadi gejala pada kedua sisi tubuh dan adanya gangguan neurology
utama seperti inkontinensia usus dan kandung kemih serta foot droop.
F. PENATALAKSANAAN MEDIS
a. Metodekonservatif.

1) Peride tirah baring dengan pembatasan aktivitas


2) Pemberian analgenik bila timbul rasa nyeri
3) Pemberian obat relaxan (Diazepam / Valium)
4) Posisi yang nyaman saat tidur yaitu terkentang / kepala tempat tidur dan kaki elevasi.
5) Message / Pemijatan area lumbal
6) Korset lumbal untuk mencegah gerakan lumbal yang berlebihan
7) Traksi pelvis bertujuan untuk efek tirah baring total (Kurang lebih 2 minggu)
Penggunaan papan / matras yang keras saat tidur
9) Latihan fisik yang memperkuat otot-otot abdominal
10) Kompres area nyeri
11) Hindari membungkuk, mengedan dan mengangkat beban berat yang dapat memperberat
nyeri
12) Membiasakan postur yang tegak saat berjalan dan duduk.
b. pembadahan
1) Disektomi.
Mengangkat fragmen herniasi atau yang keluar dari diskus intervertebralis
2) Laminotomi
Pembagian lamina vertebrata
3) Laminektomi
Mengangkat lamina / lempeng untuk mengurangi penekanan pada saraf yang sering
dikombinasikan dengan pengangkatan nukleus pulposus (Nucletomi)
4) Faraminotomi.
Pembedahan diskus dan permukaan sendi untuk mengangkat tulang yang menekan syaraf.
5) Mikrodisektomi
Penggunaan mikroskop saat operasi untuk melihat potongan yang mengganggu dan menekan
serabut syaraf
6) Disektomi dengan peleburan.
Graf tulang (Dari krista illaka atau bank tulang) yang digunakan untuk menyatukan dengan
prosessus spinokus vertebrata. Tujuan peleburan spinal adalah untuk menstabilkan tulang
belakang dan mengurangi kekambuhan.
7) Spinal fusion
Penempatan keping tulang diantara vertebrata agar dapat kembali normal.
Pemeriksaan Diagnostik HNP
1.
Laboraturium :

Daerah rutin

Cairan cerebrospimal
2.
Foto polos lumbosakral dapat memperlihatkan penyempitan pada keping sendi

3.
4.
5.
6.
7.
8.

CT scan lumbosakral
MRI : dapat memperlihatkan perubahan tulang dan jaringan lunak divertebra serta
herniasi.
Myelogram : dapat menunjukkan lokasi lesi untuk menegaskan pemeriksaan fisik sebelum
pembedahan.
Elektromyografi : dapat menunjukkan lokasi lesi meliputi bagian akar saraf spinal.
Epidural venogram : menunjukkan lokasi herniasi
Lumbal functur : untuk mengetahui kondisi infeksi dan kondisi cairan serebro spinal