Anda di halaman 1dari 2

Di suatu desa , hiduplah seorang laki laki bernama Malin Kundang yang tinggal bersama ibunya.

Ibu : Malin Bangun ! Sudah jam segini kok masih tidur ! Ayo bangun ! Cepat kamu bantu ibu
berjualan ke pasar (berteriak menggedor pintu)
Malin : Apasih bu ! Malin masih ngantuk. Ibu sendiri saja ke pasar. (Tidur lagi)
Ibu : hhh ( pergi)
Malin : Ah, ibu jadi bikin tidak bisa tidur lagi. Dasar Ibu cerewet . (Malin berjalan keluar dan
merenung )
Malin (Dalam Hati) : Kenapa hidupku seperti ini, mau makan saja harus bekerja terus . Aku bosan
hidup seperti ini. Aku harus melakukan sesuatu.
Malin pun mengemasi barang-barangnya dan segera menemui ibunya di pasar.
Malin : Bu aku bosan hidup miskin, tinggal di rumah kumuh seperti itu. Aku akan pergi merantau ke
kota.
Ibu : Buat apa nak ? Disana belum tentu hidupmu akan lebih baik. Tetap tinggal disini saja.
Malin : sudahlah bu aku tak ingin hidup seperti ini terus. Aku akan tetap pergi! (pergi meninggalkan
ibu)
Ibu menangis. Setelah beberapa hari melakukan perjalanan, ,malin pun tiba di kota.
Malin: waah kota ini besar sekali..
Malin merasa lelah akhirnya dia beristirahat di dekat sebuah telaga. Dan malin melihat empat gadis
cantik yang sedang mandi. Tanpa ia sadari malin mengambil sebuah selendang yang berwarna merah
milik bawang merah. Sesudah mandi di telaga..
Merah: oo tidak dimana selendangkuu.. putih kamu sembunyikan dimana selendangku? (nada marah)
Putih: aku tidak tahu sungguh.
Teman 1: sudahlah kamu pergi saja sana, kau ini membuat masalah saja (nada marah)
BP akhirnya pulang meninggalkan mereka bertiga.
Teman2: mungkin yang mencuri selendangmu itu seorang pemuda yang tampan, seperti cerita jaka
tarub
Teman1: mungkin saja BM, bagaimana kalau kamu mengadakan sebuah pesta, untuk menemukan
siapa yang telah mencuri selendangmu itu
BM: oke, akan aku lakukan, siapa tau dia memang jodohku
BM merasa senang dan gembira, dia bilang kepada ayahnya, seorang raja pada kota itu untuk
mengadakan sebuah pesta. Sementara itu, malin merasa kelaparan, karena belum makan sejak dia
merantau ke kota. Akhirnya dia pergi menyusuri kota tersebut, dia melihat hasil panen buah2an m ilik
penduduk setempat. Karena dia sangat lapar, maka malin mengambil dan memakan buah2an tersebut.
Dan tanpa ia sadari bahwa ada penduduk yang mengetahui perbuatannya. Karena penampilan malin
sangat asing, akhirnya penduduk tersebut takut, dan segera melaporkan ke pengawal. Pengawal
tergopoh2 memberitahukan berita tersebut kepada raja. Raja merasa marah, dan dia ingin
mengutuknya dengan kekuatan sihir yang dia miliki
Raja: apaaaa? Kerajaan kita sudah tidak aman!!!!

Pengawal: iya raja, saya mendapat laporan dari warga, bahwa ada orang asing yang berkeliaran di
kerajaan kita.
Raja: apaaaa?! aku tidak akan membiarkan ini, dengan kekuatan yang aku miliki, akan kukutuk dia
atas kesalahannya. (suara halilintar)
Malin pun pingsan, dan ketika dia bangun, wajahnya pun telah berubah. Sementara itu di kerajaan
BM: ayaaah, aku ingin mengadakan pesta, seseorang telah mencuri selendangku dan aku ingin yang
menemukan selendangku akan menjadi pendamping hidupku
Raja: baiklah nak, demi kebahagiaannmu ayah akan mengabulkan permintaanmu
Sementara itu, ketika malin menyusuri sebuah sungai, dia melihat pantulan dirinya pada air sungai,
kemudian dia shock!!!! Melihat wajahnya yang menjadi jelek.
Malin: oooh noooo! Apa yang telah terjadi padaku, wajah kuu, wajah gantengkuu. Apa salah kuu
(kneeldown)
Malin pun bertanya2 apa yang telah terjadi. Dan suatu hari, BP sedang berjalan di kota, dan
menemukan seorang yang baik hati yang suka menolong penduduk.
BP: Astaga baik sekali dia, seandainya dia adalah jodohku,