Anda di halaman 1dari 4

PROSEDUR PELAYANAN PASIEN GAWAT DARURAT

No.Dokumen:

No. Revisi :

Halaman :

STANDAR

03-020
Tanggal Terbit :

00

Ditetapkan Oleh :

PROSEDUR

16 November 2015

Direktur Terkait

OPERASIONAL
dr.Gatot Soeryo K.
PENGERTIAN

PFK..MM
Maksud dari pelayanan gawat darurat adalah bagian dari
pelayanan kedokteran yang dibutuhkan oleh penderita dalam
waktu segera untuk menyelamatkan kehidupannya. Unit
kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan rawat darurat
disebut dengan nama Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Tergantung dari kemampuan yang dimiliki, keberadaan IGD
dapat beraneka macam. Namun yang lazim ditemukan
adalah yang tergabung dalam rumah sakit

TUJUAN

1. Mencegah kematian dan kecacatan pada penderita gawat


darurat
2. Menerima rujukan pasien atau mengirim pasien
3. Melakukan penanggulangan korban musibah masal dan
bencana yang terjadi dalam maupun diluar rumah sakit
4. Suatu UGD harus mampu memberikan pelayanan dengan
kualitas tinggi pada masyarakat dengan problem medis aku

KEBIJAKAN

1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36


tahun 2009 tentang kesehatan;

2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44


tahun 2009 tentang Rumah Sakit;

3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia


Nomor 1333/Menkes/SK/XII/1999 Tentang Standar
Pelayanan Rumah Sakit
4. .Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar

Pelayanan Minimal Rumah Sakit;


5. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Daerah
Khusus Ibu kota Jakarta, Nomor 2875 Tahun 2015
tentang perubahan jenis Rumah Sakit Ibu dan Anak
AULIA menjadi Rumah Sakit Umum AULIA
6. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Daerah
Khusus Ibu Kota Jakarta, Nomor 3666 Tahun 2015
tentang Penetapan Kelas Rumah Sakit Umum
AULIA
7. Surat Rekomendasi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi
Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Nomor 7366/1.779.3 tentang Rekomendasi Izin Operasional
Rumah Sakit Umum Aulia
8. Keputusan
PT.
Liavansya
Utama
Nomor
023/PTLU/SK/XI/2015
tentang
Manajemen
Pengelolaan Rumah Sakit AULIA
PROSEDUR

1. Melakukan tindakan keperawatan mengacu pada standar


prosedur operasional yang telah ditentukan sesuai dengan
tingkat kegawatan pasien, berdasarkan prioritas tindakan :
a. Pelayanan keperawatan gawat darurat rumah sakit
1) Melakukan triase,
2) Melakukan tindakan penanganan masalah
penyelamatan jiwa dan pencegahan kecacatan,
3) Melakukan tindakan sesuai dengan masalah
keperawatan yang muncul.
Contoh: Jalan nafas tidak efektif
Tindakan Mandiri Keperawatan
a) Monitor pernafasan : rate, irama,
pengembangan dinding dada, ratio inspirasi
maupun ekspirasi, penggunaan otot tambahan
pernafasan, bunyi nafas, bunyi nafas
abnormal dengan atau tanpa stetoskop,
b) Melakukan pemasangan pulse oksimetri,
c) Observasi produksi sputum, jumlah, warna,
kekentalan,
d) Lakukan jaw thrust (khusus pasien dengan
dugaan cedera servikal ), chin lift, atau head

tilt,
e) Berikan posisi semi fowler atau berikan posisi
miring aman
f) Ajarkan pasien untuk nafas dalam dan batuk
efektif,
g) Berikan air minum hangat sesuai kebutuhan,
h) Lakukan phisioterapi dada sesuai indikasi,
i)

Lakukan suction bila perlu

j)

Lakukan pemasangan Oro Pharingeal


Airway (OPA), Nasopharyngeal Airway
(NPA), Laryngeal Mask Airway (LMA)

Tindakan Kolaborasi
a) Beri obat sesuai indikasi : bronkodilator,
mukolitik, antibiotik, steroid,
b) Pemasangan EndoTracheal Tube (ETT)

2. Melakukan monitoring respon pasien terhadap tindakan


keperawatan,

3. Mengutamakan prinsip keselamatan pasien ( patient


safety ), dan privacy,

4. Menerapkan prinsip standar baku ( standar precaution ),


Mendokumentasikan tindakan keperawatan.

UNIT TERKAIT

Ugd