Anda di halaman 1dari 11

STRUKTUR REKAHAN MAKALAH

(Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Geologi Struktur dan Stratigrafi)

Dosen Pengampu : Irjan, M.Si

Struktur dan Stratigrafi) Dosen Pengampu : Irjan, M.Si Oleh : LAILATUL MAGHFIROH 13640046 JURUSAN FISIKA FAKULTAS

Oleh :

LAILATUL MAGHFIROH

13640046

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

2016

1.1 Latar Belakang

BAB I

PENDAHULUAN

Kekar adalah struktur rekahan pada batuan dimana tidak ada atau relative tanpa mengalami pergeseran pada bidang rekahannya. Kekar dapat terjadi pada semua jenis batuan, dengan ukuran yang hanya beberapa millimeter (kekar mikro) hingga ratusan kilometer ( kekar mayor ) sedangkan yang berukuran beberapa meter disebut dengan kekar minor. Kekar dapat terjadi akibat proses tektonik maupun perlapukan juga perubahan temperature yang signifikan. Kekar merupakan jenis struktur batuan dalam bentuk bidang pecah. Karena sifat bidang ini memisahkan batuan menjadi bagian-bagian terpisah maka struktur kekar merupakan jalan atau rongga kesarangan batuan untuk dilalui cairan dari luar beserta materi lain seperti air, gas dan unsur-unsur lain yang menyertainya.

Kekar merupakan struktur paling sukar untuk dianalisa. Struktur ini banya dipelajari karena hubungannya dengan masalah-masalah: geologi teknik, geologi minyak, terutama dengan masalah cadangan dan produksi, geologi air tanah, geologi untuk pertambangan, baik dalam hal sistem panambangannya maupun pengaruh terhadap bentuk-bentuk mineralisasi dan lain-lain. Ada beberapa yang berpendapat bahwa tidak mungkin jebakan terbentuk dalam batuan tanpa adanya rekahan. Fungsi rekahan disini adalah sebagai jalan untuk suatu larutan, ruang untuk penegelola jebakan, tempat dimulainya proses alihan (replacement).

Di dalam teknik pertambangan masalah rekahan merupakan hal yang sangat penting, karena mereka merupakan jalur-jalur lemah dalam batuan. Kesukaran yang dihadapi dalam membuat analisa struktur ini terletak pada banyaknya sifat-sifat dasar yang dimilikinya, artinya terdapat bukti-bukti bahwa mereka ini dapat terbentuk pada : bentuk, ukuran, kerapatan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud kekar ?

3.

Apa saja jenis jenis kekar ?

4. Bagaimana menentukan umur kekar ?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui apa itu kekar

2. Untuk mengetahui proses terbentuknya kekar

3. Untuk mengetahui jenis jenis kekar

4. Untuk mengetahui bagaimana menentukan umur kekar

BAB II

PEMBAHASAN

4.1 Pengertian Kekar

Kekar merupakan salah satu struktur yang paling umum pada batuan. Kekar umumnya terdapat sebagai rekahan tensional dan tidak ada gerak sejajar bidangnya, sehingga menimbulkan porositas pada batuan. Kekar membagi-bagi batuan yang tersingkap menjadi blok-blok yang besarnya bergantung pada kerapatan kekarnya. Dan merupakan bentuk rekahan paling sederhana yang dijumpai pada hampir semua batuan. Karena bentuk rekahannya ini memisahkan batuan menjadi bagian- bagian terpisah maka struktur kekar merupakan jalan atau rongga kesarangan batuan untuk dilalui cairan dari luar beserta materi lain seperti air, gas dan unsur- unsur lain yang menyertainya.

Kekar pada umumnya terbentuk ketika terjadi erosi yang mengikis sebagian batuan dan mengakibatkan berkurangnya kompresi / tekanan sehingga batuan tersebut dengan mudahnya dapat bergerak lateral. Kekar juga dapat terbentuk melalui proses pendinginan maupun pemanasan massa batuan, khususnya lava. Sehingga terbentuk cooling joints yang biasanya disebut kekar kolom. Struktur kekar merupakan gejala paling umum dijumpai dan justru karenanya banyak dipelajari secara luas. Mereka mungkin merupakan struktur paling sukar untuk dianalisa.

Rekahan atau struktur kekar dapat terjadi pada batuan beku dan batuan sedimen. Pada batuan beku,kekar terjadi karena pembekuan magma dengan sangat cepat (secara mendadak). Pada batuan sedimen,Kekar terjadi karena : intrusi/ekstrusi dan pengaruh iklim/musim.

Dalam batuan sedimen umunya kekar juga dapat terbentuk mulai dari saat pengendapan atau segera terbentuk setelah pengendapannnya.dimana sedimen tersebut masih sedang mengeras. Struktur kekar dapat berguna dalam beberapa masalah sebagai berikut :

a) Geologi Teknik

b) Geologi Minyak,terutama dengan masalah cadangan dan produksi minyak

c)

Geologi Pertambangan,yaitu dalam hal sistem penambangan maupun pengarahan terhadap bentuk-bentuk mineralisasi.

maupun pengarahan terhadap bentuk-bentuk mineralisasi. Gambar 2.1 Struktur Kekar 4.2 Proses Terbentuknya Kekar

Gambar 2.1 Struktur Kekar

4.2 Proses Terbentuknya Kekar

Seperti juga pada sesar dan perlipatan, kekar umumnya terbentuk karena proses tektonik yang terjadi pada suatu daerah tertentu. Dalam hal ini kekar merupakan akibat lanjutan dan proses pembentuk sesar atau perlipatan. Kalau kekuatan suatu batuan (kuat tekan atau kuat tarik) tidak sanggup lagi melawan tegangan yang ada, maka batuan tersebut akan pecah atau retak. Jika ukuran dari retakan tersebut besar dan terjadi pergeseran yang besar disebut terjadi sesar, sedangkan dalam ukuran retakan tersebut kecil (hanya sampai beberapa meter) dan relatif tidak terjadi pergeseran disebut sebagai kekar.

4.2.1 Mekanisme Pembentukan Retakan

a) Ada cadangan bahawa orientasi kekar pada sedimen penutup mungkin dikawal oleh tegasan yang terdapat pada besmen berhablur di bawahnya.

b) Walau bagaimanapun ada yang berpendapat bahawa kebayakan kekar yang ada di permukaan bumi sekarang adalah hanya akibat dari lapangan tegasan sekarang.

c) Retakan biasanya terbentuk semasa berlaku perlipatan rapuh. Ia mungkin terbentuk secara menegak, selari atau oblik dengan paksi lipatan dan satah paksi, bergantung kepada keadaan tegasan (Rajah).

d) Kekar biasa juga terbentuk berdekatan dengan sesar rapuh. Pergerakan sepanjang sesar biasanya menghasilkan suatu siri kekar secara sistematik, di mana jarak antara mereka menjadi lebih kecil dan bilangan meningkat dekat dengan sesar.

4.3 Jenis Jenis Kekar Klasifikasi kekar dapat dibedakan berdasarkan :

4.3.1 Cara Pembentukannya/Terjadinya

Untuk memudahkan analisa biasanya kita hubungkan kekar dengan susunan poros utama tegasan atau keterakannya. Kedudukan daripada tegasan yang menyebabkan pembentukan kekar sukar untuk dapat dikenal. Tetapi kadang- kadang dengan cara memperhatikan sifat-sifat daripada permukaan bidangnya, dan hubungan sudutnya (antara pasangan-pasangan), maka kedudukan daripada tegasan dapat dianalisakan.

1. Srinkage Joint (Kekar Pengkerutan)

Srinkage Joint adalah kekar yang disebabkan karena gaya pengerutan yang timbul akibat pendinginan (kalau pada batuan beku terlihat dalam bentuk kekar tiang/kolom) atau akibat pengeringan (seperti pada batuan sedimen). Kekar ini biasanya berbentuk polygonal yang memanjang.

(seperti pada batuan sedimen). Kekar ini biasanya berbentuk polygonal yang memanjang. Gambar 2.2 Srinkage Joint

Gambar 2.2 Srinkage Joint

2.

Kekar Lembar (Sheet Joint)

Yaitu sekumpulan kekar yang kira-kira sejajar dengan permukaan tanah. Kekar seperti ini terjadi terutama pada batuan beku. Sheet joint terbentuk akibat penghilangan beban batuan yang tererosi.

Penghilangan beban pada sheet joint terjadi akibat :

1) 2) 3) Batuan beku belum benar-benar membeku secara menyeluruh Proses erosi yang dipecepat pada
1)
2)
3)
Batuan beku belum benar-benar membeku secara menyeluruh
Proses erosi yang dipecepat pada bagian atas batuan beku
Adanya peristiwa intrusi konkordan (sill) dangkal
Gambar 2.3 Sheet Joint
2.3.2
Berdasarkan Kekar Berdasarkan Ganesanya

1. Kekar Kolom

Kekar Kolom umumnya terdapat pada batuan basalt, tetapi kadang juga terdapat pada batuan beku jenis lainnya. Kolom-kolom ini berkembang tegak lurus pada permukaan pendinginan, sehingga pada sill atau aliran tersebut akan

berdiri vertikal sedangkan pada dike kurang lebih akan horizontal, dengan mengukur sumbu kekar kolom kita dapat merekonstruksi bentuk dari bidang pendinginan dan struktur batuan beku.

Gambar 2.4 Kekar Kolom 2. Kekar Gerus ( Shear Joint ) Kekar yang terjadi akibat

Gambar 2.4 Kekar Kolom

2. Kekar Gerus (Shear Joint) Kekar yang terjadi akibat stress yang cenderung mengelincirkan bidang satu

sama lainnya yang berdekatan.

mengelincirkan bidang satu sama lainnya yang berdekatan. Gambar 2.5 Kekar Gerus Ciri-ciri di lapangan : a)

Gambar 2.5 Kekar Gerus

Ciri-ciri di lapangan :

a) Biasanya bidangnya licin.

b) Memotong seluruh batuan.

c) Memotong komponen batuan.

d) Biasanya ada gores garis.

e) Adanya joint set berpola belah ketupat

3.

Kekar Lembar

Kekar lembar (sheet joint ) adalah sekumpulan kekar yang kira-kira sejajar dengan permukaan tanah, terutama pada batuan beku. Terbentuknya kekar ini akibat penghilangan beban batuan yang tererosi.

Penghilangan beban pada kekar ini terjadi akibat:

a) Batuan beku belum benar-benar membeku secara menyeluruh

b) Tiba-tiba diatasnya terjadi erosi yang dipercepat

c) Sering terjadi pada sebuah intrusi konkordan (sill) dangkal

4. Kekar Tarik (Esktension Joint dan Release Joint)

Kekar Tarikan (Tensional Joint), yaitu kekar yang terbentuk dengan arah tegak lurus dari gaya yang cenderung untuk memindahkan batuan (gaya tension). Hal ini terjadi akibat dari stress yang cenderung untuk membelah dengan cara menekannya pada arah yang berlawanan, dan akhirnya kedua dindingnya akan saling menjauhi.

dan akhirnya kedua dindingnya akan saling menjauhi. Gambar 2.6 Tension Joint Ciri-ciri dilapangan : a) Bidang

Gambar 2.6 Tension Joint

Ciri-ciri dilapangan :

a) Bidang kekar tidak rata.

b) Selalu terbuka.

c) Polanya sering tidak teratur, kalaupun teratur biasanya akan berpola kotak- kotak.

Kekar tarikan dapat dibedakan atas:

1. Tension Fracture, yaitu kekar tarik yang bidang rekahannya searah dengan tegasan.

2. Release Fracture, yaitu kekar tarik yang terbentuk akibat hilangnya atau pengurangan tekanan, orientasinya tegak lurus terhadap gaya utama. Struktur ini biasanya disebut STYLOLITE.

Berdasarkan Bentuknya

Kekar Sistematik: yaitu keakar dalam bentuk berpasangan arahnya sejajar satu dengan yang lainnya

Kekar Non Sistematik: yaitu kekar yang tidak teratur biasanya melengkung dapat saling bertemu atau bersilangan di antara kekar lainnya atau tidak memotong kekar lainnya dan berakhir pada bidang perlapisan

Berdasarkan Genesa & Keaktifan Gaya yang membentuknya

Kekar Orde Pertama Kekar orde pertama adalah kekar yang dihasilkan langsung dari gaya pembentuk kekar .Umumnya mempunyai bentuk dan pola yang teratur dan ukurannya relative besar.

Kekar Orde Kedua Kekar orde kedua adalah kekar sebagai hasil pengaturan kembali atau pengaruh gaya balik atau lanjutan untuk mencapai kesetimbangan massa batuan.

2.3.3 Berdasarkan Kedudukannya terhadap bidang lain

a) Dip joint Jurusnya relatif sejajar dengan arah kemiringan lapisan batuan

b) Strike joint Jurusnya sejajar dengan arah kemiringan lapisan batuan

d)

Diagonal joint Jurusnya memotong miring bidang perlapisan batuan sekitarnya

2.4 Penentuan Umur Kekar Ada beberapa kriteria yang dapat menentukan umur relatif suatu kekar, yaitu :

1. Jika dijumpai kekar yang terletak di bawah bidang ketidakselarasan mengalami perekahan akibat proses pelapukan dan kemudian diisi oleh batuan yang terletak di atas bidang ketidakseiarasan tersebut (batuan penindih terletak di atas bidang ketidakselarasan), maka kekar tersebut berumur lebih tua dari batuan penindih. Contoh batuan penindih berumur Miosen Tengah maka kekar yang diisi oleh batuan tersebut berumur lebih tua dari miosen Tengah.

2. Kekar berumur lebih tua dibandingkan dengan retas atau urat (vein).

3. Kekar yang dipotong lebih tua dari pada kekar yang memotong (azas pemotongan).

4. Pembentukan kekar gerus dan kekar tarik pada struktur lipatan yang terletak di lengkungan maksimum terbentuk bersamaan (berumur sama) dengain proses pembentukan lipatannya