Anda di halaman 1dari 15

STRUKTUR PATAHAN

MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Geologi Struktur dan
Stratigrafi
Dosen Pengampu : Irjan, M.Si

Oleh :
LAILATUL MAGHFIROH
13640046

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG
2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Patahan atau sesar (fault) adalah satu bentuk rekahan pada lapisan batuan
bumi yg menyebabkan satu blok batuan bergerak relatif terhadap blok yang lain.
Pergerakan bisa relatif turun, relatif naik, ataupun bergerak relatif mendatar
terhadap blok yg lain. Pergerakan yg tiba-tiba dari suatu patahan atau sesar bisa
mengakibatkan gempa bumi. Sesar (fault) merupakan bidang rekahan atau zona
rekahan pada batuan yang sudah mengalami pergeseran.
Ahli geologi struktur secara umum mengartikan struktur sesar sebagai bidang
rekahan yang disertai oleh adanya pergeseran. Sesar didefinisikan sebagai
rekahan/retakan pada batuan penyusun bumi yang telah atau sedang mengalami
pergerakan.
Pada kenyataannya, sangat sulit mendapatkan kenampakan pensesaran yang
ideal, terlebih lagi iklim di negeri kita yang tropis. Pada iklim tropis, proses
pelapukan batuan berlangsung lebih intensif sehingga merusak dan mengubur
tanda-tanda pensesaran di permukaan bumi. Namun tanda-tanda adanya sesar
dapat diketahui antara lain melalui : zona hancuran, gores-garis, gawir
sesar, triangular facet, pengkekaran intensif, perubahan litologi yang tiba-tiba,
breksi sesar, milonit dan pembelokan sungai secara tiba-tiba. Untuk lebih
memahami bagaimana struktur sesar tersebut, oleh karena itu perlunya membuat
makalah tentang struktur sesar/patahan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud struktur patahan ?
2. Bagaimana ciri ciri patahan ?
3. Bagaimana proses terjadinya struktur patahan ?
4. Apa saja macam macam struktur patahan ?
5. Apa aplikasi struktur patahan dalam bidang geologi ?

1.3 Tujuan
1. Untuk memahami apa itu struktur patahan
2. Untuk memahami ciri ciri patahan

3. Untuk memahami proses terjadinya struktur patahan


4. Untuk memahami macam macam struktur patahan
5. Untuk mengetahui aplikasi struktur patahan dalam bidang geologi

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Patahan

Patahan atau sesar (fault) adalah satu bentuk rekahan pada lapisan batuan
bumi yg menyebabkan satu blok batuan bergerak relatif terhadap blok yang lain.
Pergerakan bisa relatif turun, relatif naik, ataupun bergerak relatif mendatar
terhadap blok yg lain. Pergerakan yg tiba-tiba dari suatu patahan atau sesar bisa
mengakibatkan gempa bumi. Sesar (fault) merupakan bidang rekahan atau zona
rekahan pada batuan yang sudah mengalami pergeseran. Sesar terjadi sepanjang
retakan pada kerak bumi yang terdapat slip diantara dua sisi yang terdapat sesar
tersebut.
Beberapa ahli geologi struktur secara umum mengartikan struktur sesar
sebagai bidang rekahan yang disertai oleh adanya pergeseran. Sesar didefinisikan
sebagai rekahan/retakan pada batuan penyusun bumi yang telah atau sedang
mengalami pergerakan.
Pada kenyataannya, sangat sulit mendapatkan kenampakan pensesaran yang
ideal, terlebih lagi iklim di negeri kita yang tropis. Pada iklim tropis, proses
pelapukan batuan berlangsung lebih intensif sehingga merusak dan mengubur
tanda-tanda pensesaran di permukaan bumi. Namun tanda-tanda adanya sesar
dapat diketahui antara lain melalui :
zona hancuran, gores-garis, gawir sesar, triangular facet, pengkekaran intensif,
perubahan litologi yang tiba-tiba, breksi sesar, milonit dan pembelokan sungai
secara tiba-tiba.
Beberapa definisi yang lengkap dari sebagian ahli geologi struktur tersebut,
antara lain :

Billing (1959)
Sesar didefinisikan sebagai bidang rekahan yang disertai oleh adanya

pergeseran relatif (displacement) satu blok terhadap blok batuan lainnya. Jarak
pergeseran tersebut dapat hanya beberapa milimeter hingga puluhan kilometer,
sedangkan bidang sesarnya mulai dari yang berukuran beberapa centimeter
hingga puluhan kilometer.

Ragan (1973)
Sesar merupakan suatu bidang rekahan yang telah mengalami pergeseran.

Park (1983)

Sesar adalah suatu bidang pecah (fracture) yang memotong suatu


tubuh batuan dengan disertai oleh adanya pergeseran yang sejajar dengan
bidang pecahnya.
Beberapa istilah yang dipakai dalam analisis sesar antara lain
1) Jurus sesar (strike of fault) adalah arah garis perpotongan bidang sesar
dengan bidang horisontal dan biasanya diukur dari arah utara.
2) Kemiringan sesar (dip of fault) adalah sudut yang dibentuk antara bidang
sesar dengan bidang horisontal, diukur tegak lurus strike.
3) Net slip adalah pergeseran relatif suatu titik yang semula berimpit pada
bidang sesar akibat adanya sesar.
4) Rake adalah sudut yang dibentuk oleh net slip dengan strike slip
(pergeseran horisontal searah jurus) pada bidang sesar.

Gambar 2.1 Bagian Bagian Sesar


Keterangan gambar tersebut adalah
= dip
= rake of net slip
= hade = 90o dip
ab = net slip
ac = strike slip
cb = ad = dip slip
ae = vertical slip = throw
de = horizontal slip = heave
Dalam penjelasan sesar, digunakan istilah hanging wall dan foot wall sebagai
penunjuk bagian blok badan sesar. Hanging wall merupakan bagian tubuh batuan

yang relatif berada di atas bidang sesar. Foot wall merupakan bagian batuan yang
relatif berada di bawah bidang sesar.

Gambar 2.2 Hanging wall dan foot wall


2.2 Ciri Ciri Patahan
Secara garis besar, sesar dibagi menjadi dua, yaitu sesar tampak dan sesar buta
(blind fault). Sesar yang tampak adalah sesar yang mencapai permukaan bumi
sedangkan sesar buta adalah sesar yang terjadi di bawah permukaan bumi dan
tertutupi oleh lapisan seperti lapisan deposisi sedimen. Pengenalan sesar di
lapangan biasanya cukup sulit. Beberapa kenampakan yang dapat digunakan
sebagai penunjuk adanya sesar antara lain :
1) Adanya struktur yang tidak menerus (lapisan terpotong dengan tiba-tiba).
2) Adanya perulangan lapisan atau hilangnya lapisan batuan.
3) Kenampakan khas pada bidang sesar, seperti cermin sesar, gores garis.

Gambar 2.3 Gores Garis (slickens slides)


4) Kenampakan khas pada zona sesar, seperti seretan (drag), breksi sesar,
horses, atau lices, milonit.

Gambar 2.4 Zona Sesar


5) Silisifikasi dan mineralisasi sepanjang zona sesar.
6) Perbedaan fasies sedimen.
7) Petunjuk fisiografi, seperti gawir (scarp), scarplets (piedmont scarp),
triangular facet, dan terpotongnya bagian depan rangkaian pegunungan
struktural.

Gambar 2.5 Triangular facet

Gambar 2.6 Fault Scarp


8) Adanya boundins : lapisan batuan yang terpotong-potong akibat sesar.

Gambar 2.7 Boundins


2.3 Mekanisme Pembentukan Patahan
Karena gesekan dan kekakuan batuan, batuan tidak bisa meluncur atau saling
melewati satu sama lain dengan mudah. Kadang-kadang ketika semua gerakan
berhenti, tetap akan terjadi penumpukan "stress" di bebatuan dan saat mencapai
tingkat yang melebihi ambang ketegangan, akumulasi energi potensial akan di
"dispersikan" oleh pelepasan tegangan. Pelepasan tegangan difokuskan ke
sepanjang bidang dimana gerakan relatif tersebut ditampung.
Tegangan terjadi secara akumulatif atau instan, tergantung pada kekuatan
batuan. Kerak bawah dan mantel yang "ductile" mengakumulasi deformasi
secara bertahap melalui gaya geser, sedangkan kerak atas yang "brittle" bereaksi
dengan fraktur menghasilkan lepasan tegangan menyebabkan gerakan sepanjang

patahan. Sebuah patahan dalam batuan ductile juga dapat lepas seketika apabila
laju regangan terlalu besar. Energi yang dilepaskan oleh lepasan tegangan inilah
yang biasa menyebabkan gempabumi. Gempabumi merupakan fenomena umum
di sepanjang batas patahan transform.

Gambar 2.8 Patahan dan Mekanisme Pembentukannya


Sebuah patahan terbentuk karena adanya tekanan dari dalam kulit bumi.
Tekanan tersebut berupa sebuah kekuatan, seperti mengocok atau merentangkan
sesuatu yang mampu mengubah bentuk sebuah objek. Ketika sebuah benda
ditekan, benda tersebut akan merespon dalam tiga cara. Cara yang pertama dapat
mengubah bentuk secara elastis ( melebar dan mengerut), artinya apabila tekanan
dilepaskan maka bentuk meterial akan kembali ke bentuknya semula. Cara Kedua,
sebuah benda dapat berubah bentuk tidak elastis, yang berarti bahwa ketika
tekanan dilepaskan, bentuk benda tersebut akan tetap, seperti bentuk awal dan
tidak mengalami perubahan bentuk. Cara Ketiga, Penekanan pada benda dapat
mengakibatkan kerusakan atau pecah ke dalam beberapa keping. kebanyakan,
material-meterial kompak, seperti batuan, terbentuk secara elastis dibawah
tekanan yang kecil. Material keras ( DUCTILE ) merupakan jenis material yang
dibentuk secara inelastik dibawah tekanan sedang dan akan pecah dibawah
tekanan yang lebih besar. Material rapuh (BRITTLE) dapat pecah menjadi
kepingan kecil atau tidak berbentuk elastis.
2.4 Klasifikasi Patahan
Klasifikasi sesar dapat dibedakan berdasarkan geometri dan genesanya
1. Klasifikasi Geometris

Berdasarkan rake dari net slip.

strike slip fault (rake=0)


diagonal slip fault (0 < rake <90)
dip slip fault (rake=90)

Berdasarkan kedudukan relatif bidang sesar terhadap bidang perlapisan atau


struktur regional

strike fault (jurus sesar sejajar jurus lapisan)


bedding fault (sesar sejajar lapisan)
dip fault (jurus sesar tegak lurus jurus lapisan)
oblique / diagonal fault (menyudut terhadap jurus lapisan)
longitudinal fault (sejajar struktur regional)
transversal fault (menyudut struktur regional)

Berdasarkan besar sudut bidang sesar

high angle fault (lebih dari 45o)


low angle fault (kurang dari 45o)

Berdasarkan pergerakan semu

normal fault (sesar turun)


reverse fault (sesar naik)

Berdasarkan pola sesar

paralel fault (sesar saling sejajar)


en chelon fault (sesar saling overlap dan sejajar)
peripheral fault (sesar melingkar dan konsentris)
radial fault (sesar menyebar dari satu pusat)

Gambar 2.9 Klasifikasi Patahan


2. Klasifikasi Genetis
Berdasarkan orientasi pola tegasan yang utama sesar dapat dibedakan
menjadi :

Sesar anjak (thrust fault) bila tegasan maksimum dan menengah


mendatar. Thrust Fault adalah patahan reverse fault yang kemiringan
bidang patahannya lebih kecil dari 150.

Gambar 2.10 Sesar Anjak


Sesar normal bila tegasan utama vertikal. Normal Faults adalah
patahan yang terjadi karena gaya tegasan tensional horisontal pada
batuan yang bersifat retas dimana hangingwall block telah
mengalami pergeseran relatif ke arah bagian bawah terhadap footwall
block.

Gambar 2.11 Sesar Normal


Strike slip fault atau wrench fault (high dip, transverse to regional
structure). Strike Slip Faults adalah patahan yang pergerakan relatifnya
berarah horisontal mengikuti arah patahan.

Gambar 2.12 Strike slip fault


2.5 Beberapa Jenis Sesar dan Penjelasannya
1. Sesar Normal / Sesar Turun (Extention Faulth)
Sesar normal dikenali juga sebagai sesar gravitasi, dengan gaya
gravitasi sebagai gaya utama yang menggerakannya. Ia juga dikenali sebagai
sesar ekstensi (Extention Faulth) sebab ia memanjangkan perlapisan, atau
menipis kerak bumi. Sesar normal yang mempunyai salah yang menjadi datar
di bagian dalam bumi dikenali sebagai sesar listrik. Sesar listrik ini juga
dikaitkan dengan sesar tumbuh (growth fault), dengan pengendapan dan
pergerakan sesar berlaku serentak. Satah sesar normal menjadi datar ke dalam
bumi, sama seperti yang berlaku ke atas sesar sungkup. Pada permukaan bumi,
sesar normal juga jarang sekali berlaku secara bersendirian, tetapi bercabang.
Cabang sesar yang turun searah dengan sesar utama dikenali sebagai
sesar sintetik, sementara sesar yang berlawanan arah dikenali sebagai sesar
antitetik. Kedua cabang sesar ini bertemu dengan sesar utama di bagian dalam
bumi. Sesar normal sering dikaitkan dengan perlipatan. Misalnya, sesar di
bagian dalam bumi akan bertukar menjadi lipatan monoklin di permukaan.
Hanging wall relatif turun terhadap foot wall, bidang sesarnya
mempunyai kemiringan yang besar. Sesar ini biasanya disebut juga sesar
turun.

Gambar 2.13 Extention Faulth


Patahan atau sesar turun adalah satu bentuk rekahan pada lapisan bumi
yang menyebabkan satu blok batuan bergerak relatif turun terhadap blok
lainnya. Fault scarp adalah bidang miring imaginer tadi atau dalam
kenyataannya adalah permukaan dari bidang sesar.
2. Sesar naik (reverse fault / contraction faulth)
Sesar naik (reverse fault) untuk sesar naik ini bagian hanging wall-nya
relatif bergerak naik terhadap bagian foot wall. Salah satu ciri sesar naik
adalah sudut kemiringan dari sesar itu termasuk kecil, berbeda dengn sesar
turun yang punya sudut kemiringan bisa mendekati vertical. Nampak lapisan
batuan yg berwarna lebih merah pada hanging wall berada pada posisi yg
lebih atas dari lapisan batuan yg sama pada foot wall. Ini menandakan lapisan
yg ada di hanging wall udah bergerak relatif naik terhadap foot wall-nya.

Gambar 2.14 Reverse fault / contraction faulth


3. Sesar mendatar (Strike slip fault / Transcurent fault / Wrench fault)
Sesar mendatar (Strike slip fault / Transcurent fault / Wrench fault)
adalah sesar yang pembentukannya dipengaruhi oleh tegasan kompresi. Posisi
tegasan utama pembentuk sesar ini adalah horizontal, sama dengan posisi

tegasan minimumnya, sedangkan posisi tegasan menengah adalah vertikal.


Umumnya bidang sesar mendatar digambarkan sebagai bidang vertikal,
sehingga istilah hanging wall dan foot wall tidak lazim digunakan di dalam
sistem sesar ini. Berdasarkan gerak relatifnya, sesar ini dibedakan menjadi
sinistral (mengiri) dan dekstral (menganan).

Gambar 2.15 Strike slip fault / Transcurent fault / Wrench fault


2.6 Aplikasi Sesar dalam Bidang Geologi
Petroleum system
Geothermal
Geoteknik
Penanggulangan daerah rawan bencana

DAFTAR PUSTAKA
http://www.geologinesia.com/2016/02/pembentukan-patahan-dan-jenis-jenispatahan-sesar.html (Diakses tanggal 19 September 2016).
http://geoenviron.blogspot.co.id/2012/10/struktur-geologi-sesar.html
tanggal 19 September 2016).

(Diakses

https://geograph88.blogspot.co.id/2014/03/jenis-jenis-patahan-fault.html (Diakses
tanggal 19 September 2016).
http://jurnal-geologi.blogspot.co.id/2010/01/geo-tektonika-sesar-fault.html

(Diakses

tanggal 19 September 2016).

http://knowledgeisfreee.blogspot.co.id/2015/11/pengertian-sesar.html
tanggal 19 September 2016).

(Diakses