Anda di halaman 1dari 3

PEMERIKSAAN KADAR BILIRUBIN PADA URIN SAPI SEBAGAI

DETEKSI GINJAL NORMAL MENGGUNAKAN METODE UJI


DIPSTICK
Krismal Marshel Ora
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya

I.

Pendahuluan
Sapi merupakan hewan yang di manfaatkan karkas dan susu . Sapi yang
memiliki ciri-ciri tubuh besar, berbentuk persegi empat atau balok, kualitas daging
maksimum, laju pertumbuhan cepat, cepat mencapai dewasa, efisiensi pakannya
tinggi, dan mudah dipasarkan tergolong sapi yang memiliki kualitas yang baik .
Sapi pedaging merupakan sapi yang digemukan dan di manfaatkan daging. Sapisapi ini umumnya dijadikan sebagai sapi bakalan, dipelihara secara intensif
selama beberapa bulan, sehingga diperoleh pertambahan bobot badan ideal untuk
dipotong (Andi, 2015)
Ginjal merupakan organ tubuh yang menjalankan proses filtrasi glomerulus,
reabsorpsi tubulus dan sekresi tubulus. Cairan yang menyerupai plasma difiltrasi
melalui dinding kapiler glomerulus ke tubulus renalis di ginjal. Proses jalan
sepanjang tubulus ginjal, volume cairan filtrat berkurang dan susunan berubah
akibat proses reabsorpsi tubulus membentuk urin kemudian disalurkan ke dalam
pelvis renalis. Filtrasi glomerulus berdasarkan faktor-faktor hemodinamik dan
osmotik (Hasna, 2015)
Menurut (Nugroho) Bilirubin merupakan hasil dari pemecahan hemoglobin,
sebagian besar terjadi dari hasil penguraian hemoglobin dan sebagain kecil dari itu
merupakan senyawa lain seperti mioglobuli. Bilirubin terbentuk dari hasil
perputaran hemoprotein hati dan destruksi premature eritrosit yang baru terbentuk
dari sum sum tulang belakang.
Sapi merupakan hewan yang mempunyai dampak ekonomi tinggi bagi
pemiliknya, jika sapi sakit maka peternak akan mengalami kerugian. Berdasarkan
hal tersebut pentingnya pemeriksaan dini kadar bilirubin pada urine sapi sebgai
deteksi ginjal normal menggunakn metode uji dipstick sangat di anjurkan, karena
bisa menekan angka risiko kerugian peternak akibat gagal ginjal. Jika di lihat dari

latar belakang tersebut, maka permasalahan akan dirumuskan dalam makalah ini
(1) Bagaimana cara pemeriksaan pada urine dengn menggunakan metode dipstick,
(2) Bagaimana mengetahui urine normal dan abnormal dari tingkat bilirubin
menggunakan metode uji dipstick.
II.
Cara Pemeriksaan pada Urine dengan Menggunakan Metode Dipstick
III.
Mengetahui Urine Normal dan Abnormal dari Tingkat Bilirubin
IV.

Menggunakan Metode Uji Dipstick


Penutup

DAFTAR PUSTAKA
Hasna Fauziah. 2015. Gambaran Cystitis melalui Pemeriksaan Klinis dan
Laboratoris (Uji Dipstik dan Sedimentasi Urin) pada Kucing di Klinik
Hewan Makassar. Program Studi Kedokteran Hewan. Fakultas Kedokteran.
Universitas Hasanuddin. Makassar

Andi Nurul Ainun Arif. 2015. Kajian Struktur Populasi Dan Upaya Perbaikan
Produksi Ternak Sapi Potong di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone.
Fakultas Peternakan. Universitas Hasanuddin. Makassar
Nugroho Tristyanto .Pola Hubungan Antara Kadar Bilirubin Serum Dengan
Bilirubinuria. Dosen Analis Kesehatan Akademi Analis Kesehatan Malang