Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN SISTEMATIK MIKROBA

PERCOBAAN II
ANALISIS MOLEKULER

OLEH :
NAMA

: KARTIKA DWI CAHYANTI

STAMBUK

: F1D1 13 061

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2015

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Taksonomi merupakan ilmu yang mempelajri teori klasifikasi yang
mencakup dasar, prinsip serta aturan klasifikasi. Taksonomi tradisional
merupakan taksonomi merupakan taksnomi yang bersifat monotetik atau
hanya menggunakan karakter tunggal dalam proses klasifikasinya. Sedangkan
taksonomi numerik merupakan taksonomi yang bersifat politetik atau
menggunakan banyak karakter dalam proses klasifikasinya. Klasifikasi
merupakan praktek taksonomi yaitu proses penataan organisme ke dalam
suatu kelompok (takson). Sistem klasifikasi terbagi menjadi dua yaitu fenetik
atau berdasarkan kemiripan sifat (similaritas) dan filogenetik atau
berdasarkan hubungan kekerabatan (evolusioner).
Mikroba sangat beragam dalam hal ukuran, bentuk, fisiologi, dan cara
hidup. Berdasarkan pegelompokkan makhluk hidup oleh Whittaker yang
merangkumkan pemikiran evolusi dalam lima kingdom kehidupan. Pada
taksonomi tradisional tersebut, empat diantara lima kingdom termasuk ke
dalam kelompok eukariot, terutama dalam bentuk multi sel. sejalan denga
perkembangan teknik-teknik biologi molekuler, penempatan mikrobia dalam
pengelompokkan makhluk hidup lebih tepat. Pohon filogenetik berdasarkan
urutan gen rRNA subunit kecil yang mewakili seluruh organisme
dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar, yaitu bakteri, arkhae dan
eukariot.
Konsep mengenai urutan nukleotida atau asam amino dapat digunakan
untuk menghubungkan organisme-organisme dalam bentuk pohon filogenetik

tersebut diformulasikan oleh Carl Woese yakni dengan membandingkan


urutannukleotida RNA ribosom. Informasi fenotip yang secara klasik menjadi
dasar pengelompokkan mikrobia seperti morfologi kurang memberikan
informasi mengenai hubungan evolusi pada mikrobia dibandingkan dengan
informasi genetik. Data biomelekul yang biasa digunakan dalam klasifikasi
molekuler adalah dari kategori semantides yaitu DNA, RNA, protein. Selain
itu yang menjadi molekuler kronometer atau penanda filogenetik adalah
bagian dari ribosom yaitu 16 S rDNA untuk kelompok prokariot dan 18 S
rDNA eukariot. Berdasarkan latar belakang tersebut maka praktikum Analisis
Molekuler pada spesies Streptomyces perlu untuk dilakukan.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana metode analisis molekuler ?
2. Bagaimana indeks similaritas spesies uji ?
C. Tujuan Praktikum
Tujuan pada pelatihan ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui metode analisis molekuler.
2. Untuk mengetahui indeks similaritas spesies uji.

D. Manfaat Praktikum
Manfaat yang diperoleh dalam pelatihan ini adalah sebagai berikut :

1. Dapat mengetahui metode analisis molekuler.


2. Dapat mengetahui indeks similaritas spesies uji.