Anda di halaman 1dari 4

1.

Pentingnya Manajemen Keuangan


Manajemen keuangan merupakan semua aktivitas organisasi baik itu perencanaan,
penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan
dana.
Manajemen keuangan dianggap penting karena manajemen keuangan tidak hanya
menyangkut tentang keuangan saja tetapi juga semua kegiatan atau orang yang
berhubungan dengan keuangan.
2. Fungsi Keuangan
Fungsi manajemen keuangan yaitu :
a. Perencanaan keuangan
Membuat rencana menegnai kegiatan-kegiatan baik meliputi pengeluaran dan
pemasukan dalam periode tertentu.
b. Penganggaran keuangan
Membuat secara detail pengeluaran dan pemasukan
c. Pengelolaan keuangan
Mengelola penggunaan dana secara efektif dan efisien
d. Pencaharian keuangam
Mencari sumber dana yang digunakan aktivitas organisasi
e. Penyimpanan keuangan
Menyimpan dan mnegamankan dana
f. Pengendalian keuangan
Melakukan evaluasi dan perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan
g. Pemeriksaan keuangan
Melkaukan audit internal mengenai kegiatan keuangan perusahaan yang ada atau
tidak adanya penyimpangan.
h. Pelaporan keuangan
Dengan menyediakan informasi tentang kondisi keuangan untuk bahan evaluasi
Tugas pokok manajer keuangan berkaitan dengan keputusan investasi dan perhitungan
biaya. Dalam menjalankan fungsinya, manajer keuangan berkaitan langsung dengan
keputusan pokok perusahaan yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan itu sendiri.
3. Definisi Pengendalian Keuangan
a. Umpan Balik Mekanikal vs Respon Perilaku
Definisi pengendalian telah didasarkan pada konsep kepercayaan dan
kemungkinan. Para manajer membutuhkan suatu keyakinan tentang cara dunia
mereka bekerja dan dampak-dampak yang mereka harapkan dari suatu inisiatif
dipilih. Bagaimanapun, para manajer secara khusus memiliki peluang untuk dapat
mendeteksi hasil-hasil keperilakuan.
b. Perluasan Konsep-konsep Tradisional
Konsep-konsep pengendalian tradisional dalam akuntansi sering kali berarti bahwa
hasil dari informasi akuntansi adalah langkah akhir dari peran akuntan. Dalam

pendekatan perilaku, menghasilkan informasi bukanlah akhir dari keterlibatan


akuntan, sehingga informasi dapat dipandang sebagai suatu intermediasi dari langkah
akhir.
Tujuan pengendalian didasari oleh keinginan untuk memilih suatu inisiatif yang akan
mengubah kemungkinan pencapaian hasil keperilakuan yang diharapkan.
4. Pengendalian Terpadu
a. Perencanaan
Proses perencanaan dalam organisasi juga ditandai dengan istilah perilaku penetapan
tujuan. Aspek-aspek terpenting dari proses penetapan tujuan adalah mengenai dasar
dari organisasi dan komunikasi. Proses perencanaan akan memunculkan pertanyaanpertanyaan pengendalian seperti: Bagaimana divisi-divisi diidentifikasikan? Apa yang
digunakan untuk menyusun pertanggung jawaban? Bagaimana departemendepartemen akan diinstruksikan dan akuntansi apa yang akan

digunakan untuk

masalah-masalah transfer atau transaksi antar departemen.


b. Umpan Balik
Umpan balik dalam organisasi berasal dari sumber formal dan informal yang disusun
dari komunikasi nonverbal. Komunikasi tersebut secara rutin dihasilkan dari statistic
yang ditabulasikan sebagai dasar untuk evaluasi penyusunan. Evaluasi ini akan
mempengaruhi distribusi kompensasi, pemberian sanksi, dan perubahan atas proses
perencanaan serta operasi sebagai akibat dari umpan balik.
c. Interaksi Pengendalian
Saling keterkaitan diantara sub-sistem pengendalianjuga memegang peranan penting
atas hasil yang kurang memuaskan. Logikanya, perencanaan lebih dahulu ada
dibandingkan dengan operasi dan ukuran umpan balik berasal dari rencana-rencana
operasi serta tujuan-tujuan yang ditetapkan.
Hal yang berbeda juga dapat terjadi antara perencanaan dan umpan balik. Proses
perencanaan dapat dipengaruhi secara mendalam oleh dampak-dampak umpan balik.
5. Faktor-faktor Kontekstual
Proses dalam mengidentifikasikan faktor-faktor kontekstual yang penting merupakan
subjek tertinggi dan sangat temporer, seperti apakah pendapat seseorang manajer lebih
penting dibandingkan dengan pendapat manajer lain? Semua daftar dari faktor-faktor
kontekstual kritis merupakan subjek untuk melakukan perbaikan secara keseluruhan.
a. Ukuran
Ukuran dapat dipandang sebagai suatu peluan dan suatu hambatan. Ukuran dipandang
sebagai peluang jika berfungsi sebagai pemberi manfaat ekonomidan buka sebagai

strategi pengendalian. Ukuran dapat menjadi suatu hambatan jika pertumbuhan


ekonomi menyebabkan terjadinya eliminasi tehadap strategi pengendalian.
b. Stabilitas Lingkungan
Desain pengendalian dalam lingkungan yang stabil dapat berbeda dari desain
pengendalian dalam lingkungan yang selalu berubah. Stabilitas dalam lingkungan
eksogen dapat dinilai dari gerakan yang secara eksternal menghasilkan produkproduk yang memerlukan satu tanggapan.
c. Motif Keuangan
Keberadaan dari motif keuangan tentunya bukanlah penghalang untuk menggunakan
ukuran-ukuran penilaian akuntansi terhadap produktivitas. Pada sisi lain, jelas bahwa
system pengendalian dan didasarkan pada motif dan ukuran-ukuran profitabilitas
sering kali tidak dapat diterjemahkan secara langsung pada konteks nirlaba
(nonprofit). Ukuran-ukuran laba adalah penting dan meskipun sulit dapat menjadi
indicator dari keberhasilan.
d. Faktor-faktor Proses
Suatu faktor proses penting dalam pegendalian biaya-biaya yang tidak dapat dihindari
dan biaya-biaya untuk melakukan rekayasa adalah biaya variable. Strategi
pengendalian biaya untuk proses strategi biaya variable sering kali berbeda dalam hal
substansi dengan startegi pengendalian biaya yang disesuaikan, seperti aplikasi biaya
tetap.
6. Pertimbangan-pertimbangan Rancangan
a. Antisipasi terhadap Konsekuensi Logis
Antisipasi terhadap konsekuensi logis merupakan komponen-komponen inti dalam
mendesain pengendalian. Kondisi ini merupakan hal yang penting bagi seorang
manajer keuangan yang terbiasa untuk membuat pertimbangan berdasarkan pada
apakah hasil itu adalah baik atau buruk.
b. Relevansi dengan Teori Agensi
Teori agensi menyangkut persoalan biaya dimana suati pendelegasian dengan
asumsi keputusan-keputusan tertentu bersifat tidak jelas atau dipengaruhi secara
bersama-sama agar menjadi tidak nyata.
c. Pengelolaan Perubahan
Pengelolaan perubahan adalah sesuat yang penting dalam menentukan rancanganrancangan pengendalian. Para manajer melaksanakan pengendalian untuk mencapai
tujuan-tujuan yang sering kali dihadapkan pada satu atau lebih dilemma bisnis.
7. Pengendalian dalam Era Pemberdayaan

Untuk melindungi perusahaannya, para manajer senior didorong untuk mendefinisikan


ulang bagaimana mereka melaksanakan tugas-tugas mereka dan bagaimana mereka yakin
bahwa bawahan dengan bakat kewirausahaan tidak membahayakan kelangsungan hidup
perusahaan.
a. System Pengendalian Diagnostik
Salah satu tujuan utama system pengendalian diagnostic adalah bertujuan untuk
menghilangkan beban manajer terhadap pengawasan yang konstan. Sekali tujuan
ditetapkan, penghargaan akan didasarkan pada tujuan tersebut.
b. System Kepercayaan
Perusahaan menggunakan system kepercayaan selama bertahun-tahun dalam
upayanya untuk menegaskan nilai-nilai dan arah yang diinginkan oleh para manajer
yang diterapkan oleh karyawannya.
c. System Batasan
System ini didasarkan pada prinsip manajemen yang sederhana namun mendasar,
yang dapat disebut sebagai kekuatan pemikiran negative.
d. System Pengendalian Interaktif
System pengendalian interaktif merupakan system informasi formal yang digunakan
oleh para manajer untuk melibatkan diri secara terus menerus dan secara personal
dalam keputusan bawahan.
e. Penyeimbangan Pemberdayaan dan Pengendalian
Para manajer senior yang mengatur arah dan strategi perusahaan secara keseluruhan
memastikan bahwa mereka memiliki cukup pengendalian atas operasinya yang luas
dengan menggunakan seluruh unsure pengendalian. Untuk mengkomunikasikan nilai
inti, mereka mengandalkan system kepercayaan.