Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN

SISTEM OPERASI JARINGAN KOMPUTER

Jobsheet 2b
Konfigurasi DNS Pada Windows Server 2008

Disusun Oleh :
Catur Mei Rahayu
TE-4A / 06
NIM 4.31.13.0.08

PROGRAM STUDI D4 TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2016

A. LANGKAH KERJA
1. Untuk membuat DNS Server, klik Add Roles and Features pada menu Tools

2. Untuk melanjutkan proses instalasi pilih Role-Based of feature-based installation


kemudian pilih next

3. Pilih next

4. Centang pada kotak DNS Server kemudian klik add Features kemudian pilih
next

5. Setelah proses instalasi selesai pilih close.

6. Setelah memilih close, akan muncul peringatan pada toolbar seperti dibawah, klik
pada tanda peringatan dan pilih promote this server to a domain controller

7. Setelah DNS Server terbentuk. Pilih add a new forest. Masukkan nama domain
yang ingin digunakan. Misal mylaptop.co.id , kemudian pilih next

8. Masukkan password, kemudian pilih next

9. Masukkan domain name yang ingin digunakan, misal MYLAPTOP kemudian


pilih next

10. Pilih next

11. Pilih next

12. Pilih install

13. Tunggu hingga proses instalasi selesai.

14. Setelah DNS server selesai dibuat, selanjutnya adalah mengkonfigurasi Reverse
Lookup Zones pada DNS, dengan cara klik tools DNS. Klik pada Reverse
Lookup Zone dalam keadaan kosong.

15. Untuk membuat pengaturan pada Reverse Lookup Zones klik kanan pada
pilihan Reverse Lookup Zones, kemudian pilih new zone. Pilih next

16. Pilih Primary Zone dan kemudian klik next

17. Pilih To all DNS server in this domain:mylaptop.co.id, kemudian pilih next

18. Pilih IPv4 Reverse Lookup Zone karena pada settingan awal digunakan yang
versi 4, kemudian pilih next

19. Setting untuk Network ID, sesuaikan pada pengaturan IP address pada pengaturan
awal (192.168.4), kemudian pilih next

20. PIlih Do not allow dynamic updates. Pilih next

21. Setelah selesai mengkonfigurasi Reverse Lookup Zone, akan muncul active
directory seperti gambar dibawah

22. Setelah itu, lakukan kegiatan verifikasi dengan cara mengetikkan nslookup
mylaptop.co.id dan melakukan tes koneksi ping seperti dibawah ini
B. HASIL

Pada saat dilakukan perintah nslookup mylaptop.co.id, pada layar cmd muncul name:
mylaptop.co.id dan address:192.168.4.1 yang artinya DNS Server kita telah berhasil
dibuat. Untuk mengetes konektivitasnya dilakukan uji ping dari PC (192.168.4.2)
menuju DNS Server (192.168.4.1) dan hasilnya Replay.

C. ANALISIS
Pada praktik pembuatan DNS Server dengan nama mylaptop.co.id dapat
diketahui bahwa, DNS mengunakan arsitektur hierarki pada pemberian nama. Tanda
titik (.) merupakan tingkat teratas yaitu Root-level domain. Kemudian pada Top level
domain yang direpresentasikan untuk kode berbagai kategori, misal untuk kategori
organisasi komersial menggunakan com, untuk institusi pendidikan menggunakan
edu atau untuk menunjukkan sebuah Negara contohnya Indonesia menggunakan id.
Kemudian untuk second level domain merupakan nama untuk organisasi misalnya
yahoo.com, mylaptop.co.id, dan sebagainya.
Reverse Lookup Zone merupakan Zona DNS yang melakukan pemetaan dari
IP address menuju nama. Selain Reverse Lookup Zone ada pula Forward Lookup
Zone yang melakukan pemetaan dari nama menuju IP address. Pada praktikum ini,
Zona DNS yang dipraktikan adalah adalah Reverse Lookup Zone, tujuan dari Reverse
Lookup Zone adalah untuk menyimpan informasi ataupun statistic yang disimpan
dalam satu log file. Untuk membuat reverse lookup, root domain khusus yag disebut
in-addr.arpa dibuat. Subdomain dalam in-addr.arpa dibuat dengan membalik formasi
IP address, contohnya reverse lookup domain untuk 192.168.4.0/24 adalah
4.168.192.in-addr.arpa. Reverse lookup zones digunakan untuk beberapa aplikasi,
seperti NSLOOKUP (sebuah perangkat diagnostic yang penting yang harus menjadi
bagian dari setiap DNS administrator). Jika reverse lookup zone tidak dikonfigurasi
pada server, maka kita akan mendapatkan sebuah pesan error ketika menjalankan
command NSLOOKUP. Seperti pada percobaan yang telah dilakukan, ketika
diketikkan mslookup mylaptop.co.id makan muncul identitas mengenai nama DNS
tersebut.
Setelah DNS Server berhasil dibuat, maka dilakukan uji konektivitas lewat tes
ping dari PC (192.168.4.2) menuju DNS Server (192.168.4.1) dan hasilnya Replay,
dikirim 4 diterima 4 paket loss 0.