Anda di halaman 1dari 14

PERKEMBANG ARSITEKTUR II

BANGUNAN YUNANI :
PARTHENON

Dosen :
Dian Pramita Eka L,ST, MT.
Oleh :

Gladys Galuh Chartika


Bunga Imazizah Endrasari
Mutiara Martha
Wanadyayu
Kurnia Rian

04.2013.1.02644
04.2013.1.02649
04.2013.1.02703
04.2013.1.02718
04.2013.1.02691

INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA


2013-2014

YUNANI KUNO
Masyarakat Yunani cinta pada keindahan (seni) yang tidak mengarah pada hal-hal yang
berlebihan (penuh penahanan diri dan prestasi). Karya seni yang penuh penahanan diri tersebut
menghasilkan keseimbangan yang sempurna serta keutuhan yang seterusnya disebut sebagai
klasik. Karya seni diperuntukkan bagi persembahan pada dewa-dewanya.
Paham tentang seni dan arsitektur adalah :

Kepolosan

Keanggunan

Kegunaan

Karakter Arsitektur
Arsitektur
Aegea
(
3000

1100
BC)
Arsitektur di pulau Kreta dan Mikena serta pulau lain disekitarnya berbeda dengan karakter
arsitektur di daratan Yunani. Penduduk kepulauan tersebut berasal dari Asia Kecil yang
berimigrasi ke pulau Kreta dan sekitarnya serta membawa budaya asalnya.
Bangunan rumah tinggal menggunakan atap datar yang merupakan typical daerah timur,
sedangkan cahaya dimasukkan melalui celah-celah lubang atap. Ruang menggunakan Cella,
yaitu ruang yang keempat sisinya tertutup (massif dengan satu sisi sebagai bukaan (pintu).
Megaron adalah unit rumah tinggal dengan fasilitas sebagai berikut :

Berbentuk cella yang dilengkapi dengan lobby/vestibule.

Entrance dan serambi depan yang mengarah kedalam.

Thelamus (ruang tidur) yang diletakkan dibagian paling belakang.

Bahan bangunan :

Memakai batu pecah ataupun batu gamping/gibs yang dikeraskan untuk lapisan lantai.

Bata yang dikeringkan untuk dinding

Atap memakai kayu.

Arsitektur
Yunani
Ada
dua
phase
1.
2. Phase Hellenistic
Phase Hellenic (650 323 BC)

Daratan
peradaban
Phase

(650
Yunani

Daratan,

30

BC)
yaitu
:
Hellenic

Karakter masyarakatnya sangat menjunjung tinggi kepercayaan dan seni, sehingga kuil
menjadi bagian yang terpenting. Pada mulanya kuil mengambil bentuk dasar dari
Megaron selanjutnya dikembangkan.

Konstruksi utama memakai system kolom (tiang) dan balok (gelagar).

Bentuk-bentuk dari konstruksi kayu ditiru pada bahan yang lain yaitu marmer Carpentry
in marble mulai tahun 600 BC.

Dinding memakai bata yang dikeringkan atau dengan terakota.

Penyelesaian eksterior lebih dipentingkan karena masyarakat Yunani berkosentrasi pada


elemen yang cocok dengan iklim serta masyarakat pemakainya (masyarakat Yunani
senang dengan udara terbuka) terutama Kuil dan Agora.

Hubungan dengan dewanya terjadi di udara terbuka dengan angin yang berhembus sepoi
melalui Collonade yaitu barisan tiang yang menopang atap pada serambi memanjang
serta Portico yaitu barisan tiang penopang atap pada serambi depan (memendek),
sebagai ucapan selamat datang dengan permainan bayangan gelap terang oleh tiang
(kolom) gaya Doric yang tertimpa sinar matahari.

A.

SEJARAH

DATA UMUM KUIL PARTHENON


Nama Bangunan : Parthenon
Arsitek : Iktinos dan Kalicrates
Sculptor : Pheidias
Style : Doric Yunani Kuno
Lokasi : Athens, Yunani
Luas Bangunan : 102,9 ft x 252 ft (31,39 m x 76,82 m)
Tinggi Bangunan : 508 mm (20 inch)
Tipe Bangunan : Kuil
Tahun Pembuatan : 488 400 SM
Letak : Bagian timur bangunan Acropolis Athens
Parthenon adalah kuil untuk dewi Athena yang dibagun di puncak bukti tertinggi di kota
Athena,

yaitu

di

Akropolis

("Kota

Tinggi"). Pada Zaman Perunggu Akhir,


sekitar

tahun

1300

SM.

Akropolis

merupakan tempat tinggal para raja,


sekaligus merupakan tempat pertahanan
terakhir jika kota Athena diserang. Setelah
Zaman Kegelapan, kota Athena tidak lagi
dipimpin oleh raja, sebagai gantinya
mereka menerapkan oligarki. Dengan demikian, Akropolis tak lagi menjadi tempat kediaman raja,
alih-alih, tempat ini menjadi tempat suci bagi dewi Athena, dan orang Athena membangun kuil
untuknya di sana.
Kuil Athena pertama di Akropolis pertama kali dibangun pada periode Arkaik dan dibuat
dari batu kapur. Ketika pasukan Persia menaklukan Athena dalam Perang Yunani-Persia, mereka

menghancurkan kuil itu, tepat sebelum Pertempuran Salamis pada tahun 480 SM. Seusai perang,
sisa-sisa kuil itu dikubur di bawah Akropolis.
Untuk waktu yang lama setelah Perang Yunani-Persia, orang Athena membiarkan
Akropolis sebagai reruntuhan dan tidak berusaha merenovasinya, seabagi peringatan perang. Pada
tahun 440-a SM, barulah rakyat Athena ingin kembali membangun Parthein mereka dengan lebih
besar dan lebih indah.
Untuk membangun kembali Parthenon, Athena membutuhkan dana yang besar.
Pemerintah Athena mengakali permasalahan ini dengan mengambil dana iuran Liga Delos dan
menggunakannya untuk membangun Parthenon. Liga Delos adalah persekutuan ngara-negara
kota di Yunani yang dipimpin oleh kota Athena. Dana itu sendiri berasal dari pembayaran oleh
semua anggota dan Liga dan sebenarnya dana itu harus digunakan untuk kepentingan Liga, yaitu
bertempur melawan Persia. Namun karena Athena membutuhkan dana besar dan memiliki kuasa
lebih atas Liga Delos, mereka berani untuk merampas uang itu untuk kepentingan mereka sendiri.
Athena menyewa dua arsitek ternama, Kallikrates dan Iktinus, serta
seorang pemahat terkenal, Pheidias, untuk membangun Parthenon. Kali ini
keseluruhan

bangunan

dibuat

dari

marmer

serta

menampilkan

gaya

arsitektur terbaru, dan dengan ukuran yang lebih besar.Para arsitek


Parthenon ingin membangun kuil terbaik di Yunani. Ketika sebagian besar kuil
Yunani memiliki enam tiang di bagian depannya, Parthenon memiliki delapan
tiang. Kuil Yunani lainnya dihiasi oleh friz (bongkahan batu panjang berhias
pahatan bersambungan) saja atau metope (panel batu individual berhias)
saja, sedangkan Parthenon memiliki friz dan juga metope. Ada serangkan
triglif dan metope di arkitraf utama, di atas tiang bergaya Doria, dan ada friz
di arkitraf dalam, di atas tiang bergaya Ionia. Jadi ketika kuil Yunani lain
memiliki tiang dengan hanya satu gaya saja, tiang-tiang Partheon dibuat
dengan dua gaya.
Kuil Parthenon sebenarnya mengalami banyak perkembangan pada masa itu :
1. Menjadi tempat atraksi para turis, ketika bangsa Roma tertatik dengankebudayaan Yunani
2.

yang disebarkan oleh Alexander, Raja dari Kerajaan Macedonia.


Pada tahun 600 M, Kuil Parthenon berubah menjadi Gereja orang Kristen, karena

pengaruh dari Kerajaan Roma.


3. Setelah Turki menaklukan Yunani, maka Kuil Parthenon kembali berubah menjadi sebuah
masjid. Dan pada tahun 1687 digunakan sebagai ruang penyimpanan amunisi oleh bangsa
Turki setelah perang, meledak.
4. Pada tahun 1800, karena kebangkitan dan ketertarikan bangsa Eropa terhadap bendabenda
masa lalu yang bersejarah, maka terjadilah pencurian sculptures di Parthenon.

5. Sampai sekarang sculpturesculpture disimpan di Museum London. Dan Parthenon masih


bertahan sampai sekarang.

B. POLA RUANG
Keterangan denah :
1. Peripteros
2. Opisthodomos
3. Ruang terkecil
4. Ruang terbesar [colonnade]
5. tempat menyembah patung
Athena
6. peletakan patung Athena
7. Bronze
8. Pronaos
9. Minarett

B.

BENTUK BANGUNAN

BENTUK KOLOM.
Tiga buah bentuk kolom yangdigunakan di Kuil-kuil Yunani: DoricCapital, Ionic Capital, dan
CorinthianCapitalTetapi hanya dua bentuk kolom yangmendominasi Kuil Parthenon, yaituDoric dan
Ionic.
Doric Capital
Doric merupakan bentuk yangpaling tua dari dua bentuk yang lain[ Ionic,
Capital

dan

Corinthian

panelpanelyang

berasal

dari

sculpture

sebelumMasehi. Tetapi kemudian bentuk Doricdiperbagus pada abad ke-5


sebelumMasehi. Dan digunakan untuk Parthenon dan Propylaea di
Athens.Jika dilihat, bentuk type Doric ini terlihatsimple Doric ini
melambangkan

strukturyang

paling

tinggi

tingkatannya.

Doricdikarakteristikan dengan triglyphs danmetopes. Pada setiap metopes,


diisi olehCapital. Bentuk Doric ini muncul padaabad ke-7. Doric digunakan
di yunani danbeberapa koloni di Italia dan sicilia.
Ionic Capital
Bentuk ini berkembang di Yunanipada abad ke-5. Bentuk ini terlihatramping
dan elegan. Dan pada gambarterlihat ada semacam bentuk spiral atauikal di
kedua muka. Pada bagian tengahbentuknya hampir sama dengan Doric, disitu
terdapat garis yang menonjol dan lekukan. Sehingga bentuk ini lebih atraktif
dibandingkan dengan bentuk Doric. Bentuk ini diketemukan di yunani timur
dan kepulauannya.

Corinthian Capital
Bentuk ini muncul pada abad ke-4 sebelum Masehi. Bentuknya
terlihat paling rumit dari yang lain. Jika dilihat menyerupai
bentuk daun, mungkin inspirasinya berasal dari alam.
Lekukannya begitu atraktif dan harmony dengan bentuk yang
lainnya. Banyak diketemukan di Roma.
Beberapa ciri arsitektural yang khas dari Kuil
Parthenon antara lain,
a. Sculpture

Tujuan utama dibangunnya Kuil Parthenon adalah sebagai


rumah bagi patung megah Dewi Athena untuk disembah.

Patung ini dibuat oleh Phidias dengan tinggi mencapai


40 ft (12 m) dari bahan kayu, logam, tanah liat, dan
perekar

(Wahyuningrum,

2005).

Patung

Athena

mengenakan jubah dari emas, penutup kepala, mahkota,


serta membawa tombak dan tameng di tangan kanan
dan kirinya.

Manusia Pria
Patung Dewi Athena

Tiga pria berjanggut yang


bertubuhular dari pinggang
sampai bawah, mempunyai
kekuatanapi, air, dan burung

b. Metopes
Metopes dari Kuil Parthenon memiliki arti dan menggambarkan perjuangan
antara kekuatan dan keadilan, serta kriminalitas.

Di sebelah barat > dongeng tentangperperangan melawan Amazon

Sebelah

Selatan

>

Pertarungan

antaraLapiths

dan

Centaurs[Centauromachy ].Bentuknya paling bagus darisemua sisi yang


lain.

Sebelah

Timur

>

Pertarungan

Raksasa[ Gigantomachy ].

Sebelah Utara > Yunani melawanTrojans.

antaraDewa-dewa

dan

c. Frieze
Frieze merupakan ornament-ornamen yang terdapat pada bagian atas dari dinding Kuil. Ukurannya juga
relative kecil, yaitu 3 kaki 5 inchi. Letaknya tepat pada bagian triglyphs dan metopes. Jadi jika kita
melihat dari bawah, sulit untuk melihat detail yang ada. Pada bagian timur, melambangkan seorang anak
yang sedang melipatkan kain untuk pria dewasa. Menggambarkan iring-iringan
Tiang Parthenon yang bergaya Doria
Para arsitek ingin membuat Parthenon seindah
mungkin. Kallicrates dan Iktines ingin Parthenon
nampak mengambang, jadi mereka merancang
kuil ini sedikit melengkung ke arah tengah,
sehingga Parthenon terlihat hendak melayang ke
udara. Mereka juga mengetahui bahwa jika
tiangnya dibuat lurus, maka ilusi optik akan
membuat kuil nampak tipis di bagian tengah,
jadi mereka merancang supaya
tiangnya agak tebal di bagian tengah, sehingga semua tiangnya akan nampak
tegak dan sama tebalnya.
Pheidias Menunjukkan Friz Parthenon kepada Kawan-Kawannya, lukisan
tahun 1868 karya Lawrence Alma-Tadema
Di bagain depan Parthenon, di pedimen segitiga,
Pheidias memahat adegan persaingan antara
dewi Athena dan dewa Poseidon sebagai dewa
utama di kota Atheba. Di pedimen belakang, dia
menaruh

pahatan

yang

menggambarkan

kelahiran dewi Athena dari kepala dewa Zeus.


Sayangnya, sebagian besar pedimen itu kini
sudah rusak, dan bagian yang masih tersisa kini disimpan di museum.

Rekonstruksi pedimen timur Parthenon yang menggambarkan kelahiran


dewi Athena dari kepala Zeus
Di metope, tepat di bawah atap Parthenon,
Pheidias memahat adegan pertempuran antara
suku Lapith melawa makhluk Kentaur dari kisah
Kentauromakhia, orang Yunani melawan bangsa
Amazon dari kisah Amazonomakhia, para dewa
melawan

kaum

raksasa

dari

kisah

Gigantomakhia, dan adegan penghancuran kota Troya oleh pasukan Yunani.


Salah satu metope di Parthenon yang menggambarkan pertarungan
antara orang Lapith melawan Kentaur
Semua kisah tersebut menunjukkan kehebatan dan
keunggulan bangsa dan pria Yunani atas bangsa dan
peradaban lainnya pada umumnya,dan bagaimana
pria dan dewa Yunani mampu mengalahkan semua
yang melawan mereka, mulai dari raksasa, kentaur,
orang Troya, hingga perempuan (suku Amazon).
Pada friz Parthenon, Pheidias memahat ritual orang
Athena, beserta para gadis di arah depan, yang
membawakan pakaian baru bagi dewi Athena di
kuilnya.

Metope yang menggambarkan persembahan pakaian bagi dewi Athena


Sebagian besar pahatan dibuat dengan gaya baru
yang indah, yang mana semua tokohnya seolah
bergerak dengan anggun, dan pakaian mereka
nampak melayang dan amat tipis, nyaris tembus
pandang, sehingga semua otot dan tendon mereka,
yang digambarkan dengan indah, dapat terlihat.

Friz lainnya pada Parthenon menggambarkan para pemuda Athena menunggang


kuda. Kuda-kudanya merasa bersemangat berada dalam parade, dan para
penunggangnya

berusaha

mengendalikannya.

Pahatan

ini

menunjukkan

kemampuan Pheidias dalam menampilkan gerakan kuda dan manusia.


Friz penunggang kuda di Parthenon
Di dalam Parthenon, Pheidias memahat sebuah
patung dewi Athena yang sangat besar, dibuat
dari emas dan gading (kriselefantin). Patung itu
disebut Athena Parthenos. Sayangnya patung ini
kini sudah tidak ada, karena patung tersebut
sudah

dilelehkan

oleh

orang

untuk

diambil

emasnya.

Replika patung Athena Parthenos di Amerika Serikat


Parthenon berdiri seabgai simbol kejayaan Athena selama
sekitar

delapan

ratus

tahun.

Ketika

rakyat

Athena

memeluk agama Kristen sekitar tahun 400 M, mereka


mengubah

Parthenon

menjadi

gereja

Kristen,

dan

bangunan ini tetap berdiri hingga seribu tahun lamanya.


Namun ketika Kesultanan Utsmaniyah menguasai Yunani
sekitar tahun 1400-an M, mereka tidak begitu tertarik
pada gereja Kristen karena mereka adalah penganut
Islam, sehingga lama-kelamaan Parthenon mulai rusak
dan terabaikan. Pada tahun 1600-an M, Utsmaniyah
menggunakan Parthenon sebagai tempat penyimpanan amunisi dalam perang
melawan orang Venesia. Utsmaniyah berpikir bahwa tidak akan ada yang
menyerang Parthenon sehingga amunisi mereka aman di sana. Namun pada tahun
1687, seseorang secara tidak sengaja menyalakan amunisi itu dan membuatnya
meledak. Peristiwa ini membuat banyak pahatan dan atap Parthenon hancur.

Bagian

selatan

Parthenon

yang

mengalami

kerusakan

berat

akibat

ledakan tahun 1867


Pada tahun 1700-an, seorang Inggris bernama
Lord Elgin membeli sejumlah pahatan Parthenon
dari pemerintah Utsmaniyah dan membawanya
ke Inggris. Kini pahatan-pahatan tersebut berada
di Museum Britania. Banyak pihak merasa bahwa
pahatan

itu

seharusnya

dikembalikan

kota

Athena, sedangkan beberapa lainya merasa


bahwa pahatan itu harus tetap disimpan di Inggris.

D.

MATERIAL BANGUNAN

Sistem yang digunakan yaitu bearing masonry. Selain itu, bahanbahan yang digunakan yaitu bongkahan
kayu dan batu yang utuh tanpa membaginya. Tetapi semuanya telah hancur. Walaupun orang-orang
Yunani berusaha mempertahankan keaslian dalam pemahatan [bahannya utuh],namun hanya sedikit saja
pemahat yangmelakukan itu.Pemilihan dari batu maupun kayu,karena pada masa itu mungkin orang
Yunani ingin menonjolkan unsurunsur alam. Dan bahan-bahan tersebut sangat mudah didapat. Kalau
masalah warna, terlihat bahwa seluruh unsur yang ada pada bangunan Parthenon menggunakan warna
dari alam. Jadi tidak perlu untuk mengecat ataupun memberi finishing warna, karena unsure alami yang
ada sudah mendukung dan memperlihatkan keindahan yang luar biasa
l

E.STRUKTUR DAN KONSTRUKSI

Terletak di timur dari acropolis Athena, kuil ini dibangun pada. 488 - 480 B.C.E. dengan ukuran
102.9 ft. X 252 ft. (31.39 m x 76.82 m). Dengan memiliki 6 x 16 kolom. Kuil ini memiliki cella ganda
(inner sanctum) dengan sebuah cella panjang di ujung timur memiliki 2 deretan kolom interior dengan 10
kolom di tiap deretnya. and sebuah cella pendek di ujung barat cella barat memiliki 4 kolom interior yang
tersusun dalam kotak di pusat kuil, dengan opisthodomos (ruang belakang) dan pronaos (the
antechamber).

Pada abad ke-5 SM. Parthenon dianggap


sebagai simbol Yunani Kuno dan demokrasi
Athena, dan merupakan salah satu monumen
budaya terbesar dunia. Bangunan ini adalah salah
satu peninggalan bersejarah zaman Yunani kuno
yang memiliki konsep arsitektur menakjubkan
pada masanya.
Elemen-elemen arsitektur di Kuil Parthenon dibangun sesuai dengan konsep rasio emas.
Menurut Wikipedia, dua nilai dianggap berada dalam hubungan rasio emas jika perbandingan
antara jumlah kedua nilai itu (a+b) terhadap nilai yang paling besar (a) sama dengan rasio antara
nilai besar (a) terhadap nilai kecil (b). Perbandingan seperti ini menghasilkan nilai akhir Fi
(1,6180).
Dalam seni arsitektur, struktur yang dibuat dengan prinsip rasio emas memiliki proporsi
yang sangat ideal dari segi estetika. Karena itulah rasio emas juga sering disebut divine
proportion atau proporsi ilahiah. Meski tidak diketahui pasti apakah bangsa Yunani kuno yang
menciptakan prinsip matematis rasio emas, namun para ahli matematika dan arsitektur modern
memang sering menemui rasio emas dalam bangunan-bangunan peninggalan kebudayaan kuno
itu. Sebenarnya simbol Fi sendiri diciptakan berdasar nama Phidias, pematung yang menjadi
arsitek utama Parthenon. Phidias menggunakan rasio emas dalam bentuk proporsi persegi
panjang emas untuk rancangan eksterior, lantai, dan patung-patung yang menghiasi kuil. Patung
Athena Parthenos dan patung Zeus merupakan dua di antara karya seni rumit pahatan Phidias
yang dirancang dengan rasio emas.