Anda di halaman 1dari 5

Laporan Mengukur Debit dan Kecepatan Aliran

Fluida

Nama Kelompok :
1. Asmariyah Athaillah
2. Evangelista P
3. Try Yoga

XI IPA 2

Mengukur Debit dan Kecepatan Aliran Fluida

A. Tujuan
1. Mengukur debit aliran air sungai
2. Mengukur kecepatan aliran air sungai
B. Alat dan Bahan
1. Stopwatch
2. Rollmeter
3. Bola pingpong/steroform/gabus
C. Dasar Teori
Persamaan inuitas
Debit aliran (I) yaitu besaran yang merupakan laju volume atau jumlah fluida yang
mengalir per satuan waktu.

Dimana :Q = Debit aliran (m3/s)


V = Volume fluida (m3)
t = Selang waktu ( s )
mengingat volume fluida yang mengalir merupakan perkalian antara luas penampang
dengan jarak aliran fliuda debit dapat dirumuskan sebagi berikut :

dimana A = Luas penampang pipa (m2), v = laju aliran fluida (m/s)


berdasarkan persamaan kontinuitas yang menyatkan bahwa debit aliran fluida selalu
konstan, maka :

D. Cara kerja
1. Pilih bagian aliran yang tenang dan serang, hindari aliran yang memiliki pusran air
2. Tentukan panjang saluran/lintasan ( P ) sungai. Tentukan titik awal ( start ) dan titik
akhir ( finish )
3. Bersihkan bagian aliran sungai tersebut
4. Bagilah panjang saluran/lintasan menjadi beberapa bagian/titik, ukur lebar sungai
pada titik titik terebut. Dan ukur kedalamannya ( H ) pada bagian tepi kanan, tepi kiri
dan tengah aliran. Tulis hasilnya pada table. Kemudian hitung masing-masing ratratanya.
5. Hitung rat-rata luas penampang ( A ).
6. Gunakan benda apung ( bola ping pong/ kayu kering/ gabus ) yang dapat mengikuti
aliran air dan tidak terpengaruh angin.
7. Lepaskan benda apung pada titik awal lintasan, bersamaan dengan menekan tombol
start pada stopwatch, tekan kembali ketika benda apung sampai pada titik akhir
lintasan ( finish ) dan hitung waktunya.
8. Ulangi pengukuran waktu tempuh sebanyak 5kali. Catat hasilnya pada table.
9. Hitung rat-rata waktu tempuh.
10. Berdasarkan data yang diperoleh. Tentukan kecepatan aliran air dan debit aliran
sungai.

E. Data dan Analisa Data


Tanggal Pengukuran / Hari
Nama Sumber air / Sungai
Lokasi sumber air / sungai
Kondisi cuaca saat itu

: Selasa 13 April 2015


: Sungai bathlehem
: Jalan Brokoli
: Kemarau

1. Perhitungan luas penampang


Tabel 1
Titik

Lebar (L)
meter
3m
2.86 m
2.5 m

Titik 1
Titik 2
Titik 3
Titik 4
Titik 5
Jumlah
Rata-rata

2.5 m
2.5 m
13.36
2.672

H1
1m
1m
1m
1m
1m

Kedalaman ( H )
H2
H3
1. 5 m
1.5 m
1.5 m
-

1.5 m
1.5 m

H Rata-rata
1.25
1.25
1.25
1.25
1.25
6.25
1.25

Luas penampang ( A ) = L rata-rata x H rata-rata


= 2.672 x 1.25
= 3.34

2. Perhitungan kecepatan ( v )
Panjang saluran/lintasan pengukuran (P) = 3 METER
Tabel 2
Pengulangan
Pengukuran 1
Pengukuran 2
Pengukuran 3
Pengukuran 4
Pengukuran 5
Jumlah
Rat-rata

Waktu pengukuran (detik )


9
8.6
8.9
9
7
42.5
8.5

Kecepatan ( v ) adalah hasil bagi antara panjang saluran/aliran ( P ) dibagi dengan


waktu rata-rata ( T rata-rata )
V = P / T rata-rata
V = 3 / 8.5
V = 0.35
3. Perhitungan debit air
Debit air merupakan (Q ) hasil perkalian antara luas penampang ( A ) saluran / sungai
dengan kecepatan ( v )
Q =Ax v

Q = 3,34 x 0,35
Q = 1,169

Konversi satuan 1 m3 = 1000 liter

F. Kesimpulan
Setelah melakukan pengukuran, kami menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi debit aliran air pada saluran terbuka antara lain kemiringan, debit aliran,
kecepatan aliran, pertemuan saluran (junction) dan angin. Serta semakin besar debit air
maka semakin besar kelajuan airnya. Debit berbanding terbalik dengan waktu dan
kelajuan fluida berbanding terbalik dengan luas penampangnya.