Anda di halaman 1dari 29

Gas Metal Arc Welding (GMAW)

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL


POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
2016

Gas Metal Arc Welding


Pertama kali dikembangkan pada tahun 1948 untuk mengelas Al dan
material berbasis non ferit lainnya.
Metoda ini tidak lagi digunakan secara luas hingga tahun 1950.
Digunakan kembali sejak populernya penggunaan gas pelindung CO2
diikuti dengan perubahan perubahan lainnya sehingga metoda ini
dapat digunakan untuk mengelas material baja dengan efektif dan lebih
murah.
Disebut juga MIG welding

Menggunakan perlindungan berupa gas dan menggunakan kawat las


kontinyu
Great for thin metals up to
Excellent speed of deposition

Bagus untuk mengelas, seperti: steel, aluminum and stainless steel.


PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Gas Metal Arc Welding


Wire Feed
MIG = Metal Inert Gas
Inert Gas= Inactive gas that does not combine
chemically with base or filler metal
MAG= Metal Active Gas
Active Gas= Gas will combine chemically with
base or filler metal

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Prinsip Proses GMAW

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Rangkaian Proses GMAW

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Rangkaian Proses GMAW

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Nama-nama bagian peralatan GMAW

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Wire Drive Systems

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Feed Rolls

U Groove

V Groove

Knurled V groove

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Cogged U groove

GMAW Set Up
Set Volts
See Chart for proper setting

Set Wire Speed


See Chart for proper setting
Increase wire speed = Increase amps
Decrease wire speed = Decrease amps

Set gas flow


See Chart for proper setting
Pull trigger to get gas flowing then adjust regulator

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Shielding Gas
Argon and helium first used for gas metal arc
Argon used more than helium on ferrous metals to
keep spatter at minimum
Also heavier than air so good weld coverage

Oxygen or carbon dioxide added to pure gases to


improve arc stability, minimize undercut, reduce
porosity, and improve appearance of weld

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Shielding Gas
Helium added to argon to increase penetration
Hydrogen and nitrogen used for only limited
number of special applications
Carbon dioxide has following advantages:
Low cost
High density, resulting in low flow rates

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Pengaruh Gas Pelindung


Shielding gas can affect
Weld bead shape
Arc heat, stability, and
starting
Surface tension
Drop size
Puddle flow
Spatter

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Specific Metal Recommendations


Aluminum alloys: argon
Magnesium and aluminum alloys: 75 percent
helium, 25 percent argon
Stainless steels: argon plus oxygen
Magnesium: argon
Deoxidized copper: 75 percent helium, 25 percent
argon preferred
Low alloy steel: argon, plus 2 percent oxygen

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Specific Metal Recommendations


Mild steel: 15 percent argon, 25 percent carbon
dioxide (dip transfer); 100 percent CO2 may also
be used with deoxidized wire
Nickel, Monel, and Inconel: argon
Titanium: argon
Silicon bronze: argon
Aluminum bronze: argon

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Parameter pada GMAW


Metoda transfer logam (metal transfer methods):
short circuit,
globular,
spray
Gas pelindung (shielding gas).
Diameter elektroda.
Parameter las: voltase dan arus (GMAW menggunakan arus
kontinyu).
kecepatan umpan kawat las.
kecepatan las (travel speed)

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

GMAW Filler Metal Designations

ER - 70S - 6
Chemical Composition
6 = high silicon

Electrode

Rod (can be used


with GMAW)

Solid Electrode
Minimum ultimate tensile
strength of the weld metal

AWS Specifications for GMAW Wire


AWS A5.18 - Carbon Steel Electrodes
AWS A5.28 - Low Alloy Steel Electrodes
PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Metode transfer logam pada GMAW


rentang arus las yang paling
rendah sehingga menghasilkan
weld pool kecil dan
pembekuan yang cepat.
cocok untuk mengelas logam
yang tipis, untuk out-ofposition dan untuk
menjembatani root opening
yang besar.

Umumnya dioperasikan
menggunakan voltase yang
rendah dengan diameter
elektroda yang kecil.
PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Metode transfer logam pada GMAW

menggunakan elektroda positip (DCEP),


arus yang digunakan relatif rendah.

dapat digunakan untuk mengelas


hampir semua logam dan paduannya,

Diperlukan arus yang besar


menyebabkan sulitnya mengelas pelat
yang tipis.
PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Keunggulan GMAW (dibandingkan


SMAW)
dengan pola energi rendah dapat digunakan mengelas
untuk semua posisi,
tidak memerlukan pembuangan terak,
pelatihan yang diperlukan untuk juru las lebih singkat,
dapat menyesuaikan dengan proses semi-otomatis dan
otomatis,
proses hidrogen rendah,
kecepatan las yang tinggi karena elektroda terumpan secara
kontinyu.
dapat digunakan untuk semua logam komersial dengan
rentang ketebalan material yang lebar dan beroperasi
dalam semua posisi pengelasan.
PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Kelemahan GMAW (dibandingkan


dengan SMAW)
peralatan GMAW yang lebih komplek, lebih mahal dan
kurang portable.
gas pelindung yang digunakan harus diproteksi dari tiupan
angin yang kencang,
kecepatan pendinginan dari lasan lebih cepat dibandingkan
dengan proses yang menggunakan fluk sebagai pelindung,
lokasi yang sukar dijangkau akan lebih sulit karena welding
gun lebih besar dibandingkan dengan elektroda pada
proses SMAW,
benda kerja yang ingin di las harus bersih dan
short circuiting welding arc lebih kecil sehingga
kemungkinan terbentuknya cacat incomplete fusion untuk
benda kerja yang tebal lebih besar.
PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Penggunaan MIG welding


Industri Otomotif
Dapat mengelas sheet metal setipis 0.5mm

Dapat dilakukan dengan robot


Dapat di setup dengan sistem pengumpan kawat las yang kontinyu

Perkapalan
Dapat digunakan untuk mengelas material yang tebal hingga 1 inch
Dapat mengelas di luar workshop dengan menggunakan flux cored
welding wire

General repair shops


Railroad
Furniture
Structural steel in construction

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Nama-nama bagian dari nozzle

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Electrode Extension
Length of filler wire that extends pas contact tube, also
called the stickout
Area where preheating of filler wire occurs
Controls dimensions of weld bead since length of extension
affect burnoff rate
Stickout distance may vary from 1/8 to 1 1/4
As electrode extension increased, preheating of wire
increases, thus less welding current required from power
source at a given feed rate

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Penetration Comparisons

Arc voltage too high


for travel speed.

Proper arc voltage


for speed

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Arc voltage too slow


for travel speed

Wire-Feed Speed
Fixed relationship between rate of filler wire burn off and
welding current
Electrode wire-feed speed determines welding current
Decrease in speed results in less electrode being melted

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Drag and Push Methods

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Video GMAW

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS

Video GMAW

PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN KONSTRUKSI KAPAL - PPNS