Anda di halaman 1dari 8

Laporan Kegiatan

Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM)


Upaya Pengobatan Dasar

HIPERTENSI STAGE I

dr. Yanuar Rezano


Periode Internship Juni Oktober 2016

PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT KARANGANYAR


KARANGANYAR
2016

A. LATAR BELAKANG
Penyakit degenerative merupakan penyakit menahun yang banyak mempengaruhi
kualitas hidup dan produktifitas seseorang. Penyakit-penyakit degenerative tersebut antara lain
penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluhdarah) termasuk hipertensi, diabetes mellitus
dan kanker. Salah satu penyakit degeneratif yang banyak terjadi dan mempunyai tingkat
mortalitas yang tinggi serta mempengaruhi kualitas hidup dan produktifitas seseorang salah
satunya adalah penyakit hipertensi. Hipertensi adalah tekanan darah persisten dimana tekanan
sistoliknya di atas 140 mmHg dan teknan diastolic di atas 90 mmHg
Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis, yakni
mencapai 6,7% dari populasi kematian pada semua umur di Indonesia. Hipertensi merupakan
gangguan system peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas normal,
yaitu 140/90 mmHg. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Balitbangkes tahun 2007
menunjukan prevalensi hipertensi secara nasional mencapai 31,7%.
Di negara negara berkembang seperti Asia Tenggara, hipertensi juga merupakan
masalah kesehatan yang dialami dengan prevalensi menunjukkan angka 6,3 persen sampai 9,17
persen. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab kematian dan kesakitan yang
tinggi. Hipertensi bias menyebabkan berbagai komplikasi terhadap beberapa penyakit lain,
bahkan penyebab timbulnya penyakit jantung, stroke, dan ginjal.
Di samping karena prevalensinya yang tinggi dan cenderung meningkat di masa yang
akan datang, juga karena tingkat keganasannya yang tinggi berupa kecacatan permanen dan
kematian mendadak. Kehadiran hipertensi pada kelompok dewasa muda, akan sangat

membebani perekonomian keluarga, karena biaya pengobatan yang mahal dan membutuhka
nwaktu yang panjang, bahkan seumur hidup. Menurut hasil Riskesdas Tahun 2007, sebagian
besar kasus hipertensi di masyarakat belum terdeteksi. Keadaan ini tentunya sangat berbahaya,
yang dapat menyebabkan kematian mendadak pada masyarakat.
Hipertensi dan komplikasinya dapat dicegah dengan gaya hidup sehat dan mengendalikan
factor risiko. Caranya, pertahankan berat badan dalam kondisi normal. Atur pola makan, dengan
mengkonsumsi makan rendah garam dan rendah lemak serta perbanyak konsumsi sayur dan
buah. Lakukan olahraga dengan teratur. Atasi stress dan emosi, hentikan kebiasaan merokok,
hindari minuman beralkohol, dan periksa tekanan darah secara berkala. Untuk itu di masa
sekarang, pencegahan dan deteksi dini hipertensi sangatlah diperlukan untuk mencegah
komplikasi akibat hipertensi.

B. PERMASALAHAN
Permasalahan yang ada adalah adanya pasien di puskesmas Karanganyar yang
menderita pre hipertensi dan diabetes. Hal yang paling efektif dilakukan adalah dengan
upaya preventif agar pasien tidak menjadi hipertensi.
1. Identitas pasien
Nama
Umur
Alamat
2. Anamnesis

: Ny. T
: 76 tahun
: Tegal Asri

a. RPS: Seorang wanita dating ke Puskesmas dengan keluhan sejak 1 hari


yang lalu nyeri kepala, kesemutan pada tungkai, mual (-), muntah (-),
pandangan kabur (-).
b. RPD: satu minggu sebelum ke puskesmas, pasien periksa tekanan
darah di posyandu. Hasilnya 140/90 mmHg, keluhan (-). Kurang lebih
2 bulan sebelum ke puskesmas, TD pasien 150/90 mmHg, keluhan saat
itu juga nyeri kepala.
c. RPK:
- Hipertensi dalam keluarga (+)
- DM dalam keluarga (+)
3. Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum: composmentis
Vital sign:
-

TD: 150/90 mmHg


N: 88 x/mnt
RR: 20 x/mnt,
S: afebris
BB: 45 kg
TB: 156 cm

Pemeriksaanfisik:
-

Kepala
o Mata: conjunctiva anemis (-)
o Mulut: mukosa bibir lembab
Leher: limfonod tak teraba
Thorax: simetris (+), cor dan pulmo dalam batas normal
Abdomen: supel, peristaltik (+)
Ekstremitas: edema(-)

Diagnosis
Hipertensi derajat I

C. PERENCANAAN DAN PEMILIHAN INTERVENSI

Metode penyuluhan secara langsung kepada pasien dipilih sebagai intervensi yang
paling efektif. Hal ini dimaksudkan agar pasien mengetahui apa itu hipertensi, klasifikasi
hipertensi, komplikas hipertensi, bagaimana cara pencegahannya, serta modifikasi pola
hidup dan contoh menu diet untuk hipertensi. Penyuluhan ini karena pasien termasuk
hipertensi, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit komplikasi lain.
Intervensi dilakukan dengan cara melakukan wawancara pada tanggal 27 Agustus
2016 saat posyandu dan penyuluhan serta wawancara langsung kepada pasien.

D. PELAKSANAAN

Penyuluhan langsung pada pasien dilakukan tanggal 9 September 2016 di Puskesmas


Karanganyar tentang:

1. Pengertian Hipertensi
Hipertensi adalah tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140
mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg.
Klasifikasi Hipertensimenurut JNC VII-2003
Kategori

Tekanan

Darah dan/atau

Normal
Prehipertensi
Hipertensi Tahap 1
Hipertensi Tahap 2

Sistol (mmHg)
<120
120-139
140-159
160-179

Dan
Atau
Atau
Atau

Tekanan Darah
Diastol (mmHg)
<80
80-89
90-99
100

Pasien in termasuk hipertensi tahap I karena tekanan darah pasien 150/90 mmHg.
PenyebabHipertensi
Penyebab hipertensi dapat digolongkan menjadi 2 yaitu :
1. Hipertensi esensial atau primer
Penyebab pasti dari hipertensi esensial sampai saat ini masih belum dapat
diketahui. Namun, berbagai factor diduga turut berperan sebagai penyebab
hipertensi primer, seperti bertambahnya umur, stress psikologis, dan hereditas
(keturunan). Kurang lebih 90% penderita hipertensi tergolong hipertensi primer
sedangkan 10% nya tergolong hipertensi sekunder.
2. Hipertensi sekunder
Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui,
antara lain kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid),
penyakit kelenjar adrenal (hiperaldosteronisme), dan lain lain. Karena golongan
terbesar dari penderita hipertensi adalah hipertensia esensial, maka penyelidikan
dan pengobatan lebih banyak ditujukan ke penderita hipertensi esensial.
2. Komplikasi Hipertensi
Komplikasi hipertensi antara lain rusaknya organ tubuh seperti jantung, mata,
ginjal, otak, dan pembuluh darah besar. Hipertensi adalah faktor resiko utama untuk

penyakit serebrovaskular (stroke, transcient ishcemic attack), penyakit arteri koroner,


gagal ginjal, dementia, dan atrial fibrilasi.
3. Modifikasi Pola Hidup dan Gizi Seimbang.
a. Perencanaan makan
Diet kaya dengan buah dan sayuran dan rendah lemak jenuh dapat
menurunkan tekanan darah pada individu dengan hipertensi.
b. Mengurangi makanan yang mengandung natrium
Diet rendah garam diperlukan terutama pada orang yang punya potensi tinggi
hipertensi, dapat dilakukan dengan cara :
a. Gunakan garam sebagai bumbu masakan secukupnya saja, perbanyak
rempah dan kurangi garam.
b. Jangan menambahkan garam pada hidangan yang siap disantap.
Jauhkan garam dari meja makan.
c. Kurang minum minuman bersoda, minuman kaleng dan botol.
Minuman bersoda dan berpengawet banyak mengandung sodium
(Natrium).
d. Kurangi makan daging, ikan, kerang kepiting dan susu, camilan/snack
yang asin dan gurih.
e. Hindari makan makanan ikan asin, telur asin, otak, vetsin
(Monosodium glutamate/MSG), soda kue, jeroan, sarden, udang dan
cumi-cumi.
c. Olahraga
Aktifitas fisik dapat menurunkan tekanan darah. Olah raga aerobic secara
teratur paling tidak 30 menit/hari beberapa hari per minggu ideal untuk kebanyakan
pasien.Studi menunjukkan kalau olah raga aerobik, seperti jogging, berenang, jalan
kaki, dan menggunakansepeda, dapat menurunkan tekanandarah.
d. Pemberian obat

Pasien diberikan obat Captopril 25 mg sebanyak 2 kali sehari, demgan


harapan agar tekanan darah pasien cepat kembali normal.
E. MONITORING DAN EVALUASI

Monitoring dan evaluasi dilakukn dengan memberikan pertanyaan balik kepada pasien
setelah dokter menjelaskan tentang hipertens dan bagaimana cara pencegahannya dengan
modifikasi pola hidup guna mengetahui seberap besar pasien dapat menerima informasi yang
telah diberikan. Berdasarkan kepatuhan pasien yang memeriksakan kembali tekanan darahnya.,
menandakan bahwa pasien telah menerima dan memahami informasi yang telah disampaikan
oleh dokter.