Anda di halaman 1dari 28

TUGAS BAHAN BANGUNAN

JURNAL BAHAN BANGUNAN & GAMBAR BETON

[Date]

TUGAS BAHAN BANGUNAN


1. Cari jurnal mengenai bahan bangunan
2. Cari gambar yang berkaitan dengan beton
DOSEN PEMBIMBING:
Ir. Jenny Caroline, MT.

NAMA

SYAIFUL ANAM

NPM

01.2016.1.05269

TUGAS :

JURNAL BAHAN BANGUNAN

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN


JURUSAN TEKNIK SIPIL
INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

SUB BAB 1
JURNAL BAHAN BANGUNAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Bangunan biasanya dikonotasikan dengan rumah, gedung ataupun segala sarana,
prasarana atau infrastruktur dalam kebudayaan atau kehidupan manusia dalam membangun
peradabannya seperti halnya jembatan dan konstruksinya serta rancangannya, jalan, sarana
telekomunikasi. Umumnya sebuah peradaban suatu bangsa dapat dilihat dari teknik teknik
bangunan maupun sarana dan prasarana yang dibuat ataupun ditinggalkan oleh manusia
dalam perjalanan sejarahnya.
Bangunan berkaitan dengan kemajuan peradaban manusia, maka dalam
perjalanannya, manusia memerlukan ilmu atau teknik yang berkaitan dengan bangunan atau
yang menunjang dalam membuat suatu bangunan. Perkembangan ilmu pengetahuan tidak
terlepas dari hal tersebut seperti halnya arsitektur, teknik sipil yang berkaitan dengan
bangunan. Penggunaantrigonometri dalam matematika juga berkaitan dengan bangunan yang
diduga digunakan pada masa Mesir kuno dalam membangun Piramida. Pada masa sekarang,
bangunan-bangunan berupa gedung tinggi dianggap merupakan ciri kemajuan peradaban
manusia.
Pada awalnya manusia hanya memanfaatkan apa yang ada di alam sebagai sarana dan
prasarana ataupun infrastruktur dalam kehidupannya. Seperti halnya memanfaatkan gua
sebagai tempat tinggal. Kemudian memanfaatkan apa yang ada di alam sebagai bahan-bahan
untuk membuat infrastruktur seperti halnya batu, tanah dan kayu. Setelah ditemukan bahan
bahan tambang yang dapat digunakan untuk membuat alat atau benda yang menunjang
sebuah bangunan seperti halnya barang logam dan mengolah bahan bahan alam seperti
mengolah batuan kapur, pasir dan tanah. Dalam perkembangannya, manusia membuat bahan
bahan bangunan dari hasil industri atau buatan manusia yang bahan-bahannya bakunya
diambil dari alam.

1.2. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui bahan-bahan bangunan yang biasa
digunakan di dalam pekerjaan konstruksi bangunan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Komponen Pondasi Bangunan
Merupakan komponen kaki yang bertugas mendukung berdirinya bangunan di atas lokasi
tanah yang dikehendaki. Bahan-bahan yang diperlukan, yaitu:
a. Semen
Semen adalah suatu bahan perekat hidrolis berupa serbuk halus yang dapat mengeras apabila
tercampur dengan air. Semen terdiri dari batu lapur / gamping yang mengandung kalsium
oksida (CaO), tanah liat (lempung) yang mengandung silika oksida (SiO2), aluminium
oksida(Al2O3), besi oksida (Fe2O3) dan gips yang berfungsi untuk mengontrol pengerasan.
Semen memiliki 4 unsur pokok, yaitu :
1. Batu kapur (Cao) sebagai sumber utama, terkadang terkotori oleh SiO2, Al2O3, dan Fe2O3.
2. Tanah liat yang mengandung senyawa SiO2, Al2O3, dan Fe2O3.
3. Bila perlu ditambahkan pasir kwarsa / batu silika, ini di tambahkan apabila pada tanah liat
mengandung sedikit SiO2.
4. Pasir besi / biji besi, ini ditambahkan apabila tanah liat mengandung sedikit Fe2O3.
Tipe-tipe semen, dan penggunaan sesuai tipenya:
Tipe I, merupakan semen yang digunakan untuk bangunan umum tanpa syarat khusus.
Nama lain dari semen ini adalah Ordinary Portland Cement (OPC).
Tipe II, dapat digunakan bila ada gangguan dari sulfat yang sedang dan panas hidrasi
sedang.
Tipe III, semen ini memiliki proses pengerasan yang cepat. Biasanya digunakan untuk
pembangunan yang penyelesaiannya cepat atau di batasi waktu.
Tipe IV, semen yang panas hidrasinya rendah.
Tipe V, semen ini digunakan apabila pembangunan ada di sekitar tepian pantai atau
bangunan tersebut memiliki gangguan sulfat yang tinggi.
Jenis-jenis semen yang sering digunakan yaitu :
Semen Portland Pozolan (SPP)
Semen ini merupakan hasil dari semen Portland di tambah dengan pozolan, yang mana
pozolan yang di tambahkan bekrisar 10-30%. Nama lain dari semen ini Traz Portland

Cement, semen ini sering dipakai di Negara Jerman. Tras yang di gunakan adalah Tras
Andernach.
Semen Putih
Campuran semen ini memiliki kadar Fe2O3-nya rendah, karna warna abu-abu pada semen
portland disebabkan oleh serbuk besi. Semen ini dibuat dari batu kapur dan tanah liat putih
(kaolin), kadar Fe2O3 tidak boleh lebih dari 1,5%. Pengolahannya sama dengan pengolahan
semen biasa, tapi tidak menggunakan alat-alat yang mengandung besi.
Mansory cement
Semen ini berfungsi untuk pasangan tembok dan plasteran. Semen ini dibuat dari semen
Portland dan di campur dengan hasil gilingan batu kapur. Namun semen tipe I lebih baik
dibandingkan dengan semen ini.
Semen sumur minyak
Berfungsi untuk menyemen pipa pengeboran minyak, melapisi bocoran air atau gas. Semen
ini di pakai dalam bentuk bubur cair yang di pompakan dengan tekanan tinggi yang mencapai
1200 kg/cm2dengan suhu rata-rata lebih dari 170o dalam keadaan belum mengeras.
Hidropobic cement
Klinker yang di giling dengan tambahan asam oleat atau asam streat.
Waterproofed cement
Semen yang digunakan di Inggris yang terbuat dari semen Portland yang ditambahkan
calsium, aluminium, atau sterat logam lainnya.
Semen alumina
Tebuat dari batu kapur dicampur dengan bauksit dengan kadar campuran 60-70% (batu
kapur), dan 30-40% (bauksit). Campuran dibakar pada suhu 1600oC dalam tungku listrik
sampai cair, kemudian hasil baker tadi di tambahkan gips.
Jenis semen
No.SNI

Nama

SNI 15-0129-2004 Semen portland putih


SNI 15-0302-2004 Semen portland pozolan / Portland Pozzolan Cement (PPC)
SNI 15-2049-2004 Semen portland / Ordinary Portland Cement (OPC)
SNI 15-3500-2004 Semen portland campur
SNI 15-3758-2004 Semen masonry
SNI 15-7064-2004 Semen portland komposit

b. Kapur
Kapur termasuk bahan bangunan yang penting. Bahan ini telah dipakai sejak zaman kuno.
Orang-orang Mesir kuno memakai kapur untuk memplester bangunan. Di Indonesia, kapur
dikenal sebagai bahan ikat, dalam pembuatan tembok, pilar dan sebagainya.
Sifat-sifat kapur sebagai bahan bangunan (bahan ikat) yaitu:
Mempunyai sifat plastis yang baik (tidak getas)
Sebagai mortel, member kekuatan pada tembok.
Dapat mengeras dengan cepat dan mudah.
Mudah dikerjakan.
Mempunyai ikatan yang bagus dengan batu atau bata.
Kapur dapat dipakai untuk keperluan sebagai berikut:
Sebagai bahan ikat pada mortel
Sebagai bahan ikat pada beton. Bila dipakai bersama-sama Semen Portland, sifatnya
menjadi lebih baik dan dapat mengurangi kebutuhan semen Portland.
Sebagai batuan jika berbentuk batu kapur.
Sebagai bahan pemutih.
Kapur dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis, yaitu:
Kapur tohor (CaO)
Kapur padam (Ca(OH)2)
Kapur udara
Kapur hidrolis
c. Pasir
Pasir adalah contoh bahan material butiran. Butiran pasir umumnya berukuran antara 0,0625
sampai 2 milimeter. Materi pembentuk pasir adalah silikon dioksida, tetapi di
beberapa pantai tropis dan subtropisumumnya dibentuk dari batu kapur.
Jenis-jenis pasir :
Pasir urug : digunakan untuk menambah level lantai, sebagai landasan kerja, atau urug
pondasi.
Pasir pasang : digunakan untuk memasang bata dan plester.
Pasir putih Bangka : digunakan untuk campuran beton kekuatan tinggi, juga untuk plester.
Tingkat kekasarannya membuat penggunaan semen yg lebih ekonomis dan setting yang lebih
cepat.
Pasir beton

Pasir batu/sirtu
d. Air
Air yang digunakan harus bersih, segar dan bebas dari bahan-bahan yang merusak seperti,
minyak, asam dan unsur organik.
e. Beton
Beton adalah suatu campuran yang terdiri dari pasir, kerikil, batu pecah, atau agregat-agregat
lain yang dicampur menjadi satu dengan suatu pasta yang terbuat dari semen dan air
membentuk suatu masa mirip-batuan.
2.2. Komponen Kolom-Balok-Dinding
Merupakan komponen konstruksi yang saling memperteguh struktur/kerangka bangunan
diatas pondasi.
Untuk Kolom dan Balok :
a. Kayu
Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena
mengalami lignifikasi (pengayuan). Penyebab terbentuknya kayu adalah akibat
akumulasi selulosa dan lignin pada dinding sel berbagai jaringan di batang.
Salah satu kegunaan kayu adalah untuk bahan bangunan yang dibedakan sebagai kayu
struktural (memikul beban) dan non struktural (tidak memikul beban). Baik untuk tujuan
struktural maupun non struktural, diperlukan dukungan data teknis diantaranya sifat mekanis.
Sifat mekanis ada beberapa macam yang berhubungan dengan macam penggunaannya antara
lain sebagai bahan bangunan, misalnya untuk tiang diperlukan data keteguhan tekan sejajar
serat, untuk kuda-kuda diperlukan data keteguhan lentur static, keteguhan tekan sejajar serat,
keteguhan geser.
Balai penyelidikan Kehutanan Bogor telah mengklasifikasi kayu di Indonesia dalam 5 kelas
keawetan berdasarkan criteria :
* Pengaruh kelembaban/kayu diletakkan di tempat yang lembab.
* Pengaruh iklim dan panas matahari tetapi terlindung terhadap pengartuh air.
* Pengaruh iklim, tetapi terlindung terhadap panas matahari.
* Terlindungi dan terawat baik.
* Pengaruh rayap dan serangga lainnya.
Klasifikasi Kayu berdasarkan kelas keawetan dan kekuatan:
Kelas 1 dan 2 : Untuk bangunan-bangunan heavyduty , yang selalu berhubungan dengan
tanah yang lembab, angin atau panas matahari. Kayu yang termasuk jenis antara lain : Jati,
Merbau, bangkirai (Meranti Telur)
Kelas 3 : Untuk bangunan dan perabot dalam naungan atap yang tidak berhubungan dengan
tanah dan lembab. Antara lain :Kamfer, Keruing.

Kelas 4 : Untuk bangunan dan perabot ringan dalam naungan atap. Misal:Meranti, Suren
(Surian)
Kelas 5 : Untuk pekerjaan sementara / non permanent, seperti untuk papan bekisting,
perancah ataupun peti.

Jenis-jenis Kayu :
Kayu Jati : Karakteristiknya stabil, kuat dan tahan lama. Termasuk kayu dengan Kelas
Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Kayu jati sudah terbukti tahan terhadap jamur, rayap, dan
serangga lainnya karena kandungan minyak di dalam kayu itu sendiri.
Kayu Merbau : Jika dibandingkan dengan kayu jati, karakteristiknya cukup keras dan
stabil. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II, dan Kelas Kuat I, II. Kayu Merbau sudah
terbukti tahan terhadap serangga.
Kayu Mahoni : Memiliki tekstur yang cukup halus, seratnya indah dan berwarna merah
muda sampai merah tua. Banyak digunakan sebagai elemen dekorasi ruangan. Termasuk kayu
dengan Kelas Awet III dan Kelas Kuat II, III.
Kayu Bangkirai : Karakteristiknya cukup awet dan kuat. Termasuk kayu dengan kelas
Awet I, II, III dan kelas kuat I, II. Sifat kerasnya juga disertai tingkat kegetasan yang tinggi
sehingga mudah muncul retak rambut dipermukaan. Karena kuatnya, kayu ini sering
digunakan untuk material konstruksi berat seperti atap kayu.
Kayu Kamper : Memiliki karakteristik tidak setahan kayu jati dan sekuat bangkirai,
kamper memiliki sert kayu yang yang halus dan indah
Kayu Meranti Merah : Termasuk jenis kayu keras, warnanya merah muda tua hingga
merah muda pucat, namun tidak sepucat meranti putih. Selain tidak bertekstur halus, kayu
meranti juga tidak begitu tahan terhadap cuaca, sehingga tidak dianjurkan untuk dipakai di
luar ruangan. Termasuk kayu dengan Kelas Awet III, IV.
Kayu Sonokeling : Memiliki serat kayu yang sangat indah, berwarna ungu, bercoret-coret
hitam, atau hitam keunguan berbelang dengan coklat kemerahan. Selain indah kayu ini juga
kuat dan awet. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I dan Kelas Kuat II.
Kayu Sungkai : Teksturnya cukup halus, seratnya indah dan berwarna kuning pucat. Kayu
sungkai sering digunakan sebagai bahan elemen dekoratif. Termasuk kayu dengan Kelas
Awet III dan Kelas Kuat II, III.
Kayu Kelapa : Merupakan salah satu sumber kayu alternatif baru yang berasal dari
perkebunan kelapa yang sudah tidak menghasilkan lagi (berumur 60 tahun ke atas) sehingga

harus ditebang untuk diganti dengan bibit pohon yang baru. Semua bagian dari pohon kelapa
adalah serat/fiber yaitu berbentuk garis pendek-pendek.
b. Besi/ logam lain (plat baja, baja strip, aluminium)
c. Fasternes (Pengikat)
Sekrup atau baut,
Baut atau sekrup adalah suatu batang atau tabung dengan alur helikspada permukaannya.
Penggunaan utamanya adalah sebagai pengikat(fastener) untuk menahan dua obyek bersama,
dan sebagai pesawat sederhana untuk mengubah torka (torque) menjadi gaya linear. Baut
dapat juga didefinisikan sebagai bidang miring yang membungkus suatu batang.
alat-alat pelubang,
paku (paku biasa, paku beton)
Paku adalah logam keras berujung runcing, umumnya terbuat daribaja, yang digunakan untuk
melekatkan dua bahan dengan menembus keduanya. Paku umumnya ditembuskan pada
bahan dengan menggunakan palu atau nail gun yang digerakkan oleh udara bertekanan atau
dorongan ledakan kecil. Pelekatan oleh paku terjadi dengan adanya gaya gesek pada arah
vertikal dan gaya tegangan pada arah lateral. Ujung paku kadang ditekuk untuk mencegah
paku keluar.
d. Kawat
e. Beton bertulang (Besi Beton)
Adalah suatu kombinasi antara beton dan baja dimana tulangan baja berfungsi menyediakan
kuat tarik yang tidak dimiliki beton. Tulangan baja juga dapat menahan gaya tekan sehingga
digunakan pada kolom dan pada berbagai kondisi lain.
Untuk Dinding :
a. Dinding Batu Bata
Material ini paling banyak digunakan di Indonesia. Hampir di setiap tempat bahkan pelosok
desa terdapat pembuat batu bata. Bahan baku tanah liat yang mudah didapat dan proses
pembuatan yang sederhana membuat harganya menjadi relatif murah. Ukuran yang biasa ada
di pasaran adalah 25 x 12 x 5 cm atau kurang. Dinding dari pasangan batu bata umumnya
dibuat dengan ketebalan batu dan minimal setiap jarak 3 m diberi kolom praktis sebagai
pengikat dan penyalur beban. Dinding batu bata biasanya dipakai sebagai konstruksi non
struktural yang tidak menahan beban.
b. Dinding Batako.
Untuk menghemat biaya pembangunan rumah, alternatif pemakaian batako banyak
digunakan di banyak tempat. Selain harganya lebih murah per meternya, dimensi yang lebih
besar dan berlubang dapat menghemat 75% plesteran dan 50% beban dinding. Dan tentu saja
pelaksanaan pekerjaannya pun menjadi lebih cepat. Batako terbuat dari campuran tras, kapur,
pasir dan semen. Kekuatannya tentu lebih rendah dari pada batu bata. Batako yang
berkualitas rendah akan mudah pecah karena kadar semen yang sedikit. Ukuran yang umum
di pasaran adalah 40 x 20 x 10 atau kurang.

c. Dinding Bata Ringan


Bata ringan adalah salah satu jenis beton ringan aerasi yang mulai dikenal di Indonesia pada
tahun 1995. Kelebihannya adalah bobotnya yang jauh lebih ringan dari batu bata ataupun
batako. Biasa digunakan untuk bangunan bertingkat untuk mengurangi pembebanan sehingga
biaya pondasi menjadi lebih kecil. Dimensi yang besar yaitu 60 x 20 x 10/7,7 cm menjadikan
pekerjaan dinding cepat selesai. Ukurannya yang presisi juga hanya membutuhkan speci yang
sangat tipis. Kelebihan yang lain adalah kemamampuannya untuk menahan panas dan suara.
Dari segi harga sampai saat ini masih lebih mahal dari batu bata. Namun pekerjaan
pemasangan yang cepat dapat menghemat upah tukang.
d. Dinding Kayu
Karena langka dan mahalnya kayu dewasa ini, mungkin jarang sekali rumah yang memakai
dinding jenis ini. Kecuali untuk rumah-rumah di pedesaan atau rumah-rumah yang sengaja
desainnya bergaya country. Dinding papan kayu juga bisa digunakan pada bangunan
konstruksi rangka kayu. Kelebihan dinding ini adalah untuk menciptakan suasana yang
hangat dan natural. Suasana di dalam rumah pun akan lebih sejuk. Namun perawatannya lah
yang sulit. Kayu lebih mudah lapuk jika terkena panas dan hujan. Belum lagi serangan rayap
untuk daerah tropis seperti negara kita ini.
e. Dinding kaca
Seiring dengan meningkatnya produksi dan teknologi bahan kaca, penggunaan kaca sebagai
bahan konstruksi rumah pun meningkat dari tahun ke tahun. Dulu mungkin kita hanya
memakai kaca di rumah untuk jendela ataupun pintu. Namu sekarang kaca merupakan bagian
dari desain eksterior maupun interior rumah. Dinding kaca bisa membuat rumah terlihat lebih
luas dari aslinya. Halaman rumah yang hijau dan asri pun dapat dilihat dari dalanm rumah
yang menyebabkan suasana menjadi lebih alami dan sejuk. Namun perlu dipertimbangkan
juga jika dinding kaca langsung terkena sinar matahari yang akan membuat udara dalam
rumah menjadi panas.
f. Dinding lembaran (Cladding)
Bila anda menginginkan pembuatan dinding dengan cepat, anda bisa mengganti dinding
konvensional dengan dinding partisi lembaran. Macamnya juga banyak, contohnya, metal
cladding, GRC atau Fiber Cement ( Kalsiboard ) untuk dinding bagian luar, dan gypsum atau
multiplex untuk dinding bagian dalam. Rangkanya terbuat dari besi hollow atau baja ringan.
Karena bobotnya yang lebih ringan system dinding ini cocok digunakan pada bangunan yang
berdiri diatas tanah berdaya dukung rendah. Keuntungan lainnya adalah tahan gempa dan
harganya pun lebih murah dari dinding konvensional.
g. Batu bata
Batu bata merupakan salah satu bahan material sebagai bahan pembuat dinding. Batu bata
terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna kemerah merahan. Seiring
perkembangan teknologi, penggunaan batu bata semakin menurun. Munculnya materialmaterial baru sepertigipsum, bambu yang telah diolah, cenderung lebih dipilih karena
memiliki harga lebih murah dan secara arsitektur lebih indah. Jenis-jenis bata, yaitubata
berongga, bata press, beton/bataco (spesifikasi bataco, conblock, beta block, kansteen), bata
berlubang/bataco berlubang (rooster) dan krawang.

h. Partisi {rangka partisi, penutup partisi (plywood, formica, wall paper, tirai dll))
i. Pelengkap partisi
pintu,
jendela,
Kaca, merupakan materi bening dan transparan (tembus pandang) yang biasanya di
hasilkan dari campuran silikon atau bahan silikon dioksida (SiO2), yang secara kimia sama
dengankuarsa (bahasa Inggris: kwarts). Biasanya dibuat dari pasir. Suhu lelehnya adalah
2000 derajat Celsius.
kaca naco,
kunci,
alat penggantung
2.3. Komponen Lantai Bangunan
Merupakan komponen tempat kaki berpijak yang menjadi alas setiap ruangan yang terjadi
baik di dalam maupun di luar bangunan. Lantai merupakan salah satu unsur pembentuk
rumah dan menentukan identitas suatu rumah. Jenisnya pun sangat beragam dengan harga
yang beragam pula sesuai dengan desain dan kebutuhan. Secara umum bahan penutup lantai
yang ada di pasaran dapat dibenakan menjadi 2 katagori yaitu jenis lantai alami dan buatan.
Bebatuan yang dipotong seperti marmer, granit dan limestone merupakan lantai alami.
Sedangkan semen, keramik, dan vinyl dikatagorikan sebagai lantai buatan. Bahan Penutup
Lantai (Ubin PC/Tegel, teraso, keramik, vinyl, marmer, granit, karpet, raised floor).
LANTAI KAYU
Sejak dahulu kayu merupakan bahan bangunan yang umum dan banyak tersedia sehingga
dapat digunakan untuk semua elemen bangunan seperti lantai, dinding, konstruksi bangunan
dan atap. Lantai kayu sampai sekarang masih menjadi bahan yang popular untuk rumah
tinggal karena kesan estetika yang alami serta kemampuannya untuk memberikan kehangatan
di dalam ruang. Kayu yang fleksibel dapat memberikan suasana elegan, klasik, modern
maupun kontemporer. Teknologi produksi lantai kayu telah berkembang pesat seiring dengan
meningkatnya permintaan masyarakat. Jenis lantai parket yang dikenal secara umum adalah
generasi lantai kayu yang menggantikan lantai papan untuk rumah panggung.
Jenis-jenisnya adalah sebagai berikut :
Parket yang terbuat dari kayu solid atau dikenal dengan Solid Parquet
Parket yang terbuat dari kayu asli dengan teknologi layer untuk mencapai tingkat
kestabilan yang sempurna dikenal dengan engineer parquet - Parket yang bahannya terbuat
dari bubuk kayu ( MDF ) dan diberi lapisan bertekstur kayu pada permukaannya.

LANTAI MARMER DAN GRANIT


Jenis lantai ini merupakan bahan tambang yang langsung diambil dari alam. Marmer dan
granit merupakan jenis batuan yang terbentuk dalam waktu ratusan tahun dan tidak dapat

diperbaharui. Pengolahannya hanya memerlukan proses pemotongan dan penghalusan saja.


Ketersediaannya di alam yang terbatas menyebabkan harganya sangat mahal di pasaran.
Lantai marmer sangat kuat dan tidak getas cocok untuk menahan beban yang berat. Marmer
bersifat dingin sehingga dapat menyejukan suhu di dalam ruangan. Tampilannya pun sangat
mewah dengan beragam motif dan corak. Namum perawatannya lebih sulit dibandingkan
jenis lantai lainnya. Lantai granit pada prinsipnya hampir sama dengan marmer, hanya secara
kasat mata warnanya lebih gelap. Ketersediaan jenis batuan ini di alam lebih langka
menyebabkan harganya juga lebih mahal dari marmer.
LANTAI KERAMIK
Keramik adalah jenis penutup lantai yang paling popular digunakan di Indonesia. Ini
disebabkan karena harganya yang sangat variatif, dari yang murah sekitar Rp. 25.000 / m2
sampai yang harganya diatas Rp. 100.000 / m2. Motif warna dan ukuran keramik pun sangat
beragam dari motif marmer, polos, serat kayu dan masih banyak lagi. Penggunaanya pun
tidak hanya untuk lantai, dinding pun tampak lebih indah jika dilapisi keramik. Tapi harus
diperhatikan karena kekuatan keramik dinding pasti lebih kecil dari keramik lantai yang
menahan beban.
LANTAI VINYL
Lantai ini sangat praktis untuk mengubah tampilan ruangan. Dibagian bawahnya terdapat lem
yang mudah direkatkan pada lapisan plesteran atau lantai keramik. Kalau Material ini sangat
kuat, tahan api dan air sehingga banyak juga digunakan di bangunan-bangunan publik.
Banyak digunakan sebagai alternative lantai parket karena harganya lebih murah dan tahan
rayap. Lantai vinyl tersedia dalam vinyl tile ( kotak atau persegi) dan vinyl sheet (bentuk
gulungan/rol).
LANTAI KARPET
Lantai karpet dapat dibagi menjadi 2 jenis. Yang pertama adalah karpet satuan yang biasa
dipakai sebagai aksen pemanis ruangan. Motif dan warnanya sangat beragam dengan bahan
baku yang beragam pula. Ukurannya pun barmacam-macam dengan bentuk kotak, persegi
ataupun lingkaran. Jenis kedua adalah karpet yang secara permanen ditempel pada lantai
seluruh ruangan. Lantai jenis ini hanya cocok dipakai di daerah subtropis atau ruangan yang
memakai AC/pendingin udara. Kelebiahannya adalah kesan hangat dan kemudahan
pemasangannya. Cocok juga untuk tempat bermain anak karena permukaannya yang tidak
keras. Lantai karpet lebih sulit dibersihkan jika terkena noda dan cairan dibanding jenis
lantaiyang lain. Perawatannya pun lebih mahal harus memakai penyedot debu atau dibawa ke
dry cleaning.
2.4. Komponen Langit-langit/Plafon
Merupakan komponen yang menutup/membatasi bagian atas setiap ruangan.Bahan untuk
pembuatan plafon dapat dibuat dari kepang ( anyaman bambu atau bilik ), papan kayu, asbes
semen, tripleks, hardboard, selotex, acustek tile, particle board, jabar wood dan pada saat ini
banyak digunakan papan gipsum dan lain-lain.
Bahan penutup plafon, berbagai macam bahan antara lain;
a). Tripleks dengan tebal e 4 mm.

b). Asbes 3 mm.


c). Akustic tile atau soft board 15 mm.
d). Gypsum board.
e). Aluminium.
f). Papan / kayu.
g). Hard board.
h). Bahan g.r.c.,
i). plywood, flat harflex, flat sheet, dan lain - lain.
2.5. Komponen Atap
Merupakan komponen bangunan yang melindungi bangunan dari gangguan atau ancaman
iklim seperti panas matahari, hujan, angin, dsb. Atap berfungsi untuk melindungi bangunan
yang ada dibawahnya dari pengaruh cuaca maupun benda-benda yang menggangu. Keaneka
ragaman material memberikan pertimbangan kepada anda untuk memilih bahan untuk
konstruksi atap. Jenis- jenis yang umum adalah sebagai berikut :
Rangka Kayu
Sejak dahulu rangka atap kayu banyak digunakan dalam bangunan rumah tinggal. Namun
banyaknya permentaan dan kebutuhan kayu dengan kualitas yang baik menyebabkan
persediaan alam akan kayu makin sulit di pasaran. Harga pun jadi relatif mahal apalagi untuk
mendapatkan kualitas yang tebaik. Keuntungan rangka kayu adalah jika anda akan
mengexpose rangka atap. Keaslian profil kayu dapat menambah keindahan rumah anda. Tapi
kerugiannya adalah kerentanan kayu terhadap rayap yang bisa menjadi masalah besar. Maka
treatment anti rayap yang benar diperlukan sebelum anda memasang rangka kayu.
Rangka atap Baja Ringan
Banyak cara yang digunakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan kayu
sebagai rangka atap. Yang paling populer saat ini adalah penggunaan atap baja ringan. Baja
ringan terbuat dari bahan baja dengan campuran aluminium dan zink. Keunggulannya tentu
bahan ini lebih ringan, tidak muai, tahan karat, tidak mudah lapuk, anti rayap dan kuat sampai
puluhan tahun. Ranka atap baja ringan juga lebih efisien dari segi biaya maupun juga waktu.
Suatu studi menyimpulkan rangka atap dari kayu lebih mahal rata2 116 % dibanding rangka
atap baja ringan. Waktu penyelesaiannya pun rangka kayu lebih lambat 75 % dibanding
rangka baja ringan. Namun rangka atap baja ringan tidak untuk rangka yang diexpose.
Rangka ini lebih cocok tertutup oleh penutup atap dan plafon. Anda dapat memilih sesuai
dengan delera dan budget yang ada.
Bahan penutup atap :
1. Komponen kecil :
Genteng press mesin,
Genteng metal/baja,

Genteng beton/semen,
asbest,
tegola,
kaca,
sirap, bamboo, alang-alang, ijuk, rumbia dll.
2. Komponen besar :
atap seng,
asbest,
serat bitumen(guttanit),
aluminium,
plat baja,
fiber,
glass(rooflight),
plastic.
2.6. Komponen Perlengkapan Interior
Merupakan komponen bangunan untuk mengubah ruang dalam, mengisi dan
memperlengkapi bangunan. Antara lain : tempat tidur, lemari makan, lemari pakaian, lemari
buku, meja tulis dan kursi, meja makan dan kursi, meja tamu dan kursi, lemari buffet, sofa,
dapur, tempat mencuci,dan pigura dinding.
Kayu yang biasa dipakai di Indonesia untuk furniture adalah kayu jati, kayu nyatoh, dan
kayu sungkai dan beberapa jenis kayu lainnya seperti mahoni, pinus, ramin dan cedar.
a. Kayu jati merupakan kayu yang paling banyak diminati karena kualitasnya, ketahanannya
terhadap kondisi cuaca, tahan rayap, dan seratnya yang menarik. Kayu ini merupakan kayu
kelas satu yang banyak diolah menjadi furniture berkelas. Jenis furniture ini pun sangat
diminati oleh penduduk mancanegara sehingga permintaan eksport selalu meningkat dari
tahun ke tahun. Warna kayu jadi adalah coklat muda, coklat kelabu hingga coklat tua
kemerahan. Sekalipun keras dan kuat kayu ini mudah dipotong dan dibentuk. Agar keindahan
serat dan urat kayu terlihat alami, finishing nya bisa menggunakan politur, melamik atau PU
(polyurethane).
b. Kayu sungkai kini semakin popular penggunaannya sebagai pengganti kayu jati yang
mahal. Seratnya lebih lunak dan warnanya pun lebih terang dari kayu jati. Kayu sungkai
cocok untuk furniture dalam ruangan. Walaupun harganya lebih murah dari kayu jati tapi
masih lebih mahal dari pada kayu nyatoh.
c. Kayu nyatoh biasa disebut kayu jati muda yang banyak terdapat di propinsi Riau. Serat
kayunya berwarna coklat muda dengan guratan yang khas. Kayu ini juga tahan terhadap
serangan rayap dan tahan lama.

d. Kayu lapis ( plywood )


Kayu lapis merupakan kayu olahan yang biasa kita kenal dengan sebutan tripleks atau
mutipleks. Kayu lapis dibentuk dari beberapa lembaran kayu yang direkatkan dengan tekanan
tinggi. Ketabalanya bervariasi dari mulai 3 mm, 4 mm, 9 mm dan 18 mm dan luasannya 244
x 122 cm. Ketebalan plywood menentukan kekuatan dan kestabilannya. Jenis kayu ini paling
banyak dipakai sebagai material pembuat kitchen set, lemari, meja, dan tempat tidur. Oleh
karena plywood mempunyai permukaan polos dan tidak memiliki serat yang khas maka
kadang perlu diberi pelapis tambahan seperti venner(irisan kayu tipis) PVC ataupun
melaminto. Harga kayu lapis lebih murah dari kayu solid tapi lebih mahal dari kayu olahan
lainnya.
e. Blockboard
Blockboard merupakan potongan kayu kotak kecil-kecil ( sekitar 2.5 - 5 cm ) yang
dipadatkan dengan mesin dan diberi pelapis venner di kedua sisinya sehingga menjadi sebuah
lembaran menyerupai papan. Ketebalannya bisa 12 mm, 15 mm dan 18 mm dan luasannya
sama dengan multipleks. Blockboard biasanya dibuat dari kayu lunaksehingga tidak sekuat
plywood. Harganya pun sedikit dibawah plywood. Jenis block board yang banyak tersedia
adalah teakblok(memakai lapisan venner kayu jati). Cukup baik untuk membuat rak, cabinet
ataupun kitchen set.
f. Kayu MDF ( Medium Density Fibreboard )
MDF terbuat dari serbuk kayu halus dan bahan kimia resin yang direkatkan dan dipadatkan
dengan suhu dan tekanan yang tinggi. Kayu yang dipakai biasanya diambil dari kayu sisa
perkebunan ataupun bamboo. Ini membuat MDF lebih ramah lingkungan. Bentuknya berupa
papan atau lembaran yan siap dipotong sesuai dengan kebutuhan. Versi yang lebih padat dan
lebih kuat dikenal dengan HDF (High Density Fibreboard). MDF sangat fleksibel sehingga
mudah dibentuk. Ukuran dan kekuatannya pun konsisten. Karena memakai bahan kimia
resin, MDF lebih berat dari Plywood dan particle board. Di pasaran MDF memiliki jenis
finishing yang sangat berfariasi dari cat kayu, venner, PVC, HPL ataupun paper laminate.
Warna dan motifnya pun dapat dibuat sangat beragam. Furniture yang memakai bahan MDF
biasa dipakai untuk furniture praktis yang diproduksi masal oleh pabrik. Sistem knock
down digunakan hampir di semua industry furniture dengan menggunakan dowel (batang
kayu atau plastic kecil) atau connecting bolt yang membuat produk dapat dibongkar pasang
dengan mudah.
g. Particel Board
Particle board terbuat dari partikel sisa pekerjaan kayu seperti serbuk gergaji, potongan kayu
kecil, serpihan kayu dan bahan kimia resin yang direkatkan dengan tekanan tinggi dan
kemudian dikeringkan. Prosesnya kurang lebih hampir sama dengan MDF hanya bahan MDF
lebih halus dan seragam sedangkan partikel board lebih kasar dan tidak beraturan. Harga
particle board paling murah diantara kayu olahan lainnya. Musuh terbesarnya adalah air
sehingga mempunyai keterbatasan dalam pemakaiannya di rumah tangga. Jika bahan ini
basah maka kekuatannya akan hilang. Selain itu particle board juga dapat melengkung jika
menahan beban berat. Dalam proses finishingnya particle tidak bisa di cat atau di coating
karena teksturnya yang kasar. Sehingga untuk menutupi permukaannya dipakai lapisan
veneer, laminate atau fancy paper laminate yang direkatkan. Berhati hati juga karena partikel

board tidak bisa digabungkan memakai paku atau sekrup biasa. Biasanya pabrik
menggunakan semacan perekat atau sekrup khusus untuk menginstal furniture berbahan
particle board.

2.7. Komponen Perlengkapan Exterior


Merupakan komponen bangunan untuk mengubah sisi luar dari bangunan.
Pertamanan (landscaping)
Interblock-paving stone- grass block (pengerasan halaman)
Jenis pipa (besi, baja, aluminium, paralon(pvc), asbest, beton, tanah(hong), keramik,
tembaga, kuningan, karet/plastic(slang),
Kelas pipa paralon/PVC
Ashpal
2.8. Komponen Perlengkapan Penunjang
Merupakan komponen bangunan bidang perencanaan lain yang menunjang operasional
bangunan.
Instalasi Listrik dan Komunikasi
Instalasi Mekanis (Lift, escalator, AC, dll)
Instalasi Plumbing (Air bersih, air panas, sanitari, pemadam kebakaran dll)
2.9. Komponen Pengakhiran/Finishing.
Merupakan pekerjaan penyempurnaan terakhir untuk memperhalus/memperindah
penyelesaian komponen yang telah terpasang.
Pengecatan:
Cat dasar
1. Cat Kayu/cat besi (meni kayu/meni besi)
Cat meni berfungsi memberikan proteksi terhadap noda yang dihasilkan getah kayu. Sebelum
menutup mermukaan dengan cat makabenda yang akan dicat diberi dahulu dengan cat meni ,
juga bisa menghemat cat, tanpa pemakaian cat meni cat yang dipakai bisa sangat boros.
2. Cat tembok / cat kayu (plamur tembok dan plamor kayu)
Cat dasar untuk tembok terbagi dua:
Cat dasar yang berupa varnish dasar air yaitu cat tanpa pigmen dengan dasar emulsi
acrylic 100%. Cat dasar ini biasanya disebut Wall Sealler Water Base. Mowilex memproduksi
2 jenis yaitu Wall Sealler yang standard dan Water Proofing Wall Sealer untuk permukaan
tembok yang ada masalah kelembaban. Wall Sealler sangat baik untuk tembok baru yang
banyak retak rambut untuk mengisi celah-celahnya dan untuk menguatkan lapisan cat lama
yang mulai mengapur.

Cat dasar yang berupa cat tembok warna putih dengan dasar emulsi acrylic 100% dan
mempunyai daya tahan alkali yang tinggi, daya lekat serta daya usu yang baik serta kadar
bahan anti jamur cukup tinggi. Cat dasar ini disebut Alkali Resisting Primer atau Undercoat
tembok.
Cat Plamur berfungsi sebagai pengisi pori-pori pada permukan tembok, menutup retak
rambut pada dinding dan memperhalus permukaan sambungan partisi dan plafon gypsum.
Cat Biasa
Cat Khusus
1. Cat Politur (khusus untuk kayu)
Biasanya berbentuk serpihan atau batangan yang dicairkan dengan alkohol. Tetapi ada juga
yang siap pakai dengan komposisi alkohol yang tepat. Politur diaplilasilan dengan
menggunakan kain yang di poles secara berkala pada permukaan kayu. Pengaplikasian politur
dapat diulang secara berkala jika warnanya sudah memudar.
2. Cat Fernis
3. Cat Duco/semprot
Adalah metode penyemprotan cat duco pada permukaan furnitur. Warnanya bervariasi seperti
baturan dan warna-warna menyolok. Cocok untuk furnitur bernuansa modern, minimalis dan
juga furnitur anak. Harganya relatif mahal dan jika sudah dicat, serat asli tidak bisa
dikembalikan lagi. Pengaplikasiannya menggunakan semprot atau kuas. Dengan kemajuan
tehnologi dan desain sekarang ini, berbagai motif dapat dibuat dari cat ini, seperti motif batu,
marmer, motif pecah seribu maupun motif perak, tembaga dan emas.
4. Cat semprot Pilox
Cat Pelindung (glazur glass kote-ter-flinkote)
2.10. Komponen Bahan-Bahan Khusus
Merupakan komponen bangunan yang digunakan untuk meningkatkan mutu dan kualitas,
melindungi atau menjadi katalisator terhadap bahan bangunan.
Bahan kimia pencampur
Aquaproof
Aquaproof adalah waterproofing coating yang terbuat dari Acrylic dan berbahan dasar air.
Aquaproof sangat cocok digunakan untuk dinding samping rumah agar lebih indah dan
terlindungi dari kebocoran yang akan mengganggu estetika ruangan disebelah dalamnya.
Aquaproof lebih elastis, lebih kedap air, lebih tahan leleh dan lebih tahan lama.
Aquaseal
Cemecryl
Sisalation
BAB III

PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil pada pembahasan dari makalah ini, yaitu:
a. Setiap konsep pembangunan memiliki spesifikasi bahan material yang berbeda-beda,
sesuai dengan kebutuhannya.
b. Lokasi penggunaan bahan material mempengaruhi jenis dari bahan material itu sendiri..
3.2. Saran
Untuk mendapatkan kualitas dan harga yang anda inginkan, ada baiknya anda mengenal jenis
bahan-bahan bangunan beserta kelebihan dan kekuranggannya secara keseluruhan sebelum
memutuskan untuk memilih atau menggunakannya dalam proses konstruksi.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Ir.Rosman. 2007. Bahan Bangunan sebagai Dasar Pengetahuan. Bangun Cipta
Pustaka. Jakarta

SUB BAB 2
JURNAL BETON

BAB.1
I.PENDAHULUAN
I.1 Latar belakang
Dalam perkembangan peradaban manusia khususnya dalam hal bangunan, tentu kerap
mendengar cerita tentang kemampuan nenek moyang merekatkan batu-batu raksasa hanya
dengan mengandalkan zat putih telur, ketan atau lainnya. Alhasil, berdirilah bangunan
fenomenal, seperti Candi Borobudur atau Candi Prambanan di Indonesia ataupun jembatan di
Cina yang menurut legenda menggunakan ketan sebagai perekat. Ataupun menggunakan
aspal alam sebagaimana peradaban di Mahenjo Daro dan Harappa di India ataupun bangunan
kuno yang dijumpai di Pulau Buton.
Peristiwa tadi menunjukkan dikenalnya fungsi beton sejak zaman dahulu. Sebelum
mencapai bentuk seperti sekarang, perekat dan penguat bangunan ini awalnya merupakan
hasil percampuran batu kapur dan abu vulkanis. Pertama kali ditemukan di zaman Kerajaan
Romawi, tepatnya di Pozzuoli, dekat teluk Napoli, Italia. Bubuk itu lantas dinamai
pozzuolana. Menyusul runtuhnya Kerajaan Romawi, sekitar abad pertengahan (tahun 11001500 M) resep ramuan pozzuolana sempat menghilang dari peredaran.
Material itu sendiri adalah benda yang dengan sifat-sifatnya yang khas dimanfaatkan dalam
bangunan, mesin, peralatan atau produk. Dan Sains material yaitu suatu cabang ilmu yan
meliputi pengembangan dan penerapan pengetahuan yang mengkaitkan komposisi, struktur
dan pemrosesan material dengan sifat-sifat kegunaannya.semen termasuk material yang
sangat akrab dalam kehidupan kita sehari-hari.
I.2 sejarah penemuan beton
Sejarah penemuan teknologi beton dimulai dari :
Aspdin (1824) Penemu Portland Cement;
J.L Lambot (1850 ) memperkenal konsep dasar konstruksi komposit (gabungan dua bahan
konstruksi yang berbeda yang bekerja bersama sama memikul beban);
F. Coignet (1861) melakukan uji coba penggunaan pembesian pada konstruksi atap, pipa
dan kubah;
Gustav Wayss & Koenen ( 1887) serta Hennebique memperkenalkan sengkang sebagai
penahan gaya geser dan penggunaan balok T untuk mengurangi beban akibat berat
sendiri;
Neuman melakukan analisis letak garis netral;
Considere menemukan manfaat kait pada ujung tulangan; dan

E. Freyssinet memperkenalkan dasar dasar beton pratekan.


II.PEMBAHASAN
II.1 Pengertian Beton
Beton adalah campuran antara semen, agregat halus, agregat kasar, dan air, dengan atau
tanpa bahan campuran tambahan yang membentuk massa padat. . Dalam pengertian umum
beton berarti campuran bahan bangunan berupa pasir dan kerikil atau koral kemudian diikat
semen bercampur air. Sifat beton berubah karena sifat semen, agregat dan air, maupun
perbandingan pencampurannya. Untuk mendapatkan beton optimum pada penggunaan yang
khas, perlu dipilih bahan yang sesuai dan dicampur secara tepat.
Kebaikan dan keburukan beton dibandingkan dengan bahan bangunan lain adalah sebagai
berikut.

Kebaikan Beton
1) Harganya relatif murah karena menggunakan bahan lokal.
2) Mempunyai kekuatan tekan yang tinggi, serta mempunyai sifat tahan terhadap pengkaratan
atau pembusukan oleh kondisi lingkungan.
3) Adukan beton mudah diangkut maupun dicetak dalam bentuk dan ukuran sesuai
keinginan.
4) Kuat tekan beton jika dikombinasikan dengan baja akan mampu memikul beban yang
berat.
5) Adukan beton dapat disemprotkan di permukaan beton lama yang retak maupun diisikan
ke dalam retakan beton dalam proses perbaikan. Selain itu dapat pula dipompakan ke tempat
yang posisinya sulit.
6) Biaya perawatan yang cukup rendah karena termasuk tahan aus dan tahan kebakaran.
Kekurangan Beton
1) Beton memiliki kuat tarik yang rendah sehingga mudah retak. Oleh karena itu perlu diberi
baja tulangan, atau tulangan kasa (meshes).
2) Adukan beton menyusut saat pengeringan sehingga perlu dibuat dilatasi (expansion joint)
untuk stuktur yang panjang untuk memberi tempat bagi susut pengerasan dan pengembangan
beton.

3) Beton keras (beton) mengembang dan menyusut bila terjadi perubahan suhu, sehingga
perlu dibuat dilatasi untuk mencegah terjadinya retak-retak akibat perubahan suhu.
4) Beton sulit untuk kedap air secara sempurna, sehingga selalu dapat dimasuki air, dan air
yang membawa kandungan garam dapat merusak beton.
5) Beton bersifat getas (tidak daktail) sehingga harus dihitung dan di detail secara seksama
agar setelah dikomposisikan dengan baja tulangan menjadi bersifat daktail, terutama pada
struktur tahan gempa.

II.2 Sifat-Sifat Beton


Untuk keperluan perancangan dan pelaksanaan struktur beton, maka pengetahuan tentang
sifat-sifat adukan beton maupun sifat-sifat beton yang telah mengeras perlu diketahui. Sifatsifat tersebut antara lain.
Kuat Hancur
Beton dapat mencapai kuat hancur sampai 80 N/mm2 (12.000 lb/in2), atau lebih tergantung
pada perbandingan air-semen serta tingkat pemadatannya. Kuat hancur dari beton
dipengaruhi oleh sejumlah faktor, selain oleh perbandingan air-semen dan tingkat
pemadatannya. Faktor-faktor penting lainnya yaitu:
1. Jenis semen dan kualitasnya, mempengaruhi kekuatan rata-rata dan kuat batas beton.
2. Jenis dan lekak-lekuk bidang permukaan agregat. Kenyataan menunjukan bahwa
penggunaan agregat akan menghasilkan beton, dengan kuat desak maupun tarik yang lebih
besar dari penggunaan krikil halus dari sungai.
3. Effisiensi dari perawatan (curing). Kehilangan kekuatan sampai 40% dapat terjadi bila
pengeringan diadakan sebelum waktunya. Perawatan adalah hal yang sangat penting oada
pekerjaan lapangan dan pembuatan benda uji.
4. Suhu , Pada umumnya kecepatan pengerasan beton bertambah dengan bertambahnya suhu.
Pada titik beku kuat hancur beton akan tetap rendah untuk waktu yang lama.
5. Umur. Pada keadaan yang normal kekuatan beton akan bertambah dengan umurnya.
Kecepatan bertambahnya kekuatan tergantung pada jenis semen.
6.
Durability (Keawetan)
Merupakan kemampuan beton untuk bertahan seperti kondisi yang direncanakan tanpa

terjadi korosi dalam jangka waktu yang direncanakan. Dalam hal ini perlu pembatasan nialii
faktor air semen maksimum maupun pembatasan dosis semen minimum yang digunakan
sesuai dengan kondisi lingkungan.
Kuat Tarik
Kuat tarik beton berkisar seper-delapan belas kuat desak pada waktu umurnya masih muda,
dan berkisar seper-sepuluh sesudahnya.biasanya tidak diperhitungkan di dalam perencanaan
beton. Kuat tarik merupakan bagian penting di dalam menahan retak-retak akibat perubahan
kadar air dan suhu. Pengujian kuat tarik diadakan untuk pembuatan beton konstruksi jalan
raya dan lapangan terbang.
Modulus Elastisitas
Modulus elastisitas beton adalah perbandingan antara kuat tekan beton dengan regangan
beton biasanya ditentukan pada 25-50% dari kuat tekan beton.
Rangkak (Creep)
Merupakan salah satu sifat beton dimana beton mengalami deformasi terus-menerus
menurut waktu dibawah beban yang dipikul.
Susut (Shrinkage)
Merupakan perubahan volume yang tidak berhubungan dengnan pembebanan.
Kelecakan (Workability)
Workability adalah sifat-sifat adukan beton atau mortar yang ditentukan oleh kemudahan
dalam pencampuran, pengangkutan, pengecoran, pemadatan, dan finishing. Atau workability
adalah besarnya kerja yang dibutuhkan untuk menghasilkan kompaksi penuh.
II.3 Bahan-Bahan Penyusun Beton
1) Semen
Semen adalah bahan organik yang mengeras pada percampuran dengan air atau larutan
garam. Jenis-jenis semen menurut BPS adalah :
a) semen abu atau semen portland adalah bubuk/bulk berwarna abu kebiru-biruan, dibentuk
dari bahan utama batu kapur/gamping berkadar kalsium tinggi yang diolah dalam tanur yang
bersuhu dan bertekanan tinggi. Semen ini biasa digunakan sebagai perekat untuk memplester.
Semen ini berdasarkan prosentase kandungan penyusunannya terdiri dari 5 (lima) tipe, yaitu
tipe I sd. V.
b) semen putih (gray cement) adalah semen yang lebih murni dari semen abu dan digunakan
untuk pekerjaan penyelesaian (finishing), seperti sebagai filler atau pengisi. Semen jenis ini
dibuat dari bahan utama kalsit (calcite) limestone murni.
c) oil well cement atau semen sumur minyak adalah semen khusus yang digunakan dalam
proses pengeboran minyak bumi atau gas alam, baik di darat maupun di lepas pantai.
d) mixed & fly ash cement adalah campuran semen abu dengan Pozzolan buatan (fly ash).
Pozzolan buatan (fly ash) merupakan hasil sampingan dari pembakaran batubara yang
mengandung amorphous silika, aluminium oksida, besi oksida dan oksida lainnya dalam
berbagai variasi jumlah. Semen ini digunakan sebagai campuran untuk membuat beton,
sehingga menjadi lebih keras.
Semen yang biasa digunakan pada teknik sipil adalah semen portland. Semen portland
adalah bahan pengikat hidrolis berupa bubuk halus yang dihasilkan dengan cara
menghaluskan clinker (bahan ini terutama terdiri dari silikat-silikat kalsium yang bersifat
hidrolis) dengan batu gips sebagai tambahan.
Pada umumnya semen portland yang digunakan adalah jenis semen portland biasa (ordinary
cement portland), yaitu semen portland yang digunakan untuk tujuan umum. jenis semen
portland dapat dibagi menurut beberapa segi yaitu: Segi kebutuhan khusus dan Segi

Penggunaan
Segi kebutuhan khusus
Sesuai kebutuhan penggunaannya, ada jenis semen yang memiliki tujuan penggunaan
khusus seperti berikut.
1) Semen portland yang cepat mengeras (rapid hardening portland cement),semen jenis ini
umumnya memiliki kadar C3S (tricalsium silika) atau C3A yang tinggi . dalam standar semen
ASTM, semen jenis ini termasuk semen Portland type III.
2) semen Portland tahan sulfat sedang dan semen Portland tahan sulfat,semen ini mempunyai
bentuk yang lebih tahan sulfat daripada semen biasa, karena kadar tricalsium aluminate
rendah. Kadar maksimum untuk semen tahan sulfat sedang adalah 8% dan untuk semen tahan
sulfat adalah maksimum 5%. Semen ini tahan terhadap sulfat, namun berarti tidak tahan
terhadap asam sulfat. Yang dimaksud sulfat disini adalah garam sulfat yang larut, misalnya air
laut, rawa, dan sebagainya, dimana kadar sulfatnya lebih dari 1%. Semen ini termasuk semen
portland type II A dan type V.
3) semen Portland Pozzolanic, semen ini merupakan campuran dari semen biasa (85-60 %)
dengan bubuk halus trass atau pozzolan (15-40%), atau benda-benda yang bersifat pozzolan
(seperti abu volkanis, abu bahan bakar, tanah liat bakar, atau fly ash). Penggunaan adalah
pada bangunan yang mendapat gangguan garam sulfat atau panas rendah. Bila bahan yang
dicampurkan terak dapur tinggi, disebut semen portland terak dapur tinggi.
4) semen Portland panas rendah (Low Heat Cement), Semen jenis ini memiliki kadar C3S
maksimum 35% dan kadar C3A maksimum 7 %. Semen ini memiliki derajat pengersan yang
lambat dan panas yang dihasilkannya lebih rendah dibandingkan dengan semen lain.
Penggunaannya terutama terbatas pada turap penahan tanah gravitasi, bendungan besar, dan
konstruksi beton pejal di mana suhu massa beton naik. Semen ini dalam standar ASTM
termasuk semen portland type IV.
5) masonry Cement ,Semen jenis ini adalah semen portland yang dicampur dengan bubuk
batu atau batuan kapur sampai 50 %. Penggunaan semen jenis ini adalah untuk aduk
pasangan.
6) Semen Portland putih, Semen ini adalah semen portland dimana bahan-bahan dasarnya
mengandung senyawa besi yang rendah. Kadar Fe203 pada semen ini dibatasi maksimum
0,5%, karena senyawa besi tersebut menimbulkan warna tua pada semen. Semen ini
mempunyai sifat yang biasa dengan semen portland biasa. Proses pembuatan semen ini
memerlukan ketelitian tinggi dan bahan dasarnya mahal oleh karena itu, harga semen putih
lenih mahal daripada semen biasa, kira-kira satu sampai empat kali smen portland biasa.
Segi Penggunaan
Ditinjau dari penggunaanya, menurut ASTM (American Society for Testing and Material)
semen portland dapat dibedakan menjadi lima.
1) Jenis I
Semen portland penggunaan umum (normal portland cement), yaitu jenis semen portland
untuk penggunaan dalam konstruksi beton yang tidak memerlukan sifat-sifat khusus.
Misalnya untuk pembuatan trotoar, pasangan bata, dan sebagainya. Semen ini merupakan
semen yang paling banyak digunakan yaitu 80-90% dari produksi semen portland.
2) Jenis II
Semen pengeras pada panas sedang. Semen ini memiliki panas hidrasi lebih rendah dan
keluarnya panas lebih lambat daripada semen jenis I. Semen jenis ini biasanya digunakan
pada bangunan-bangunan yang berhubungan dengan rawa, pelabuhan,jembatan besar,
bendungan, bangunan-bangunan lepas pantai, saluran-saluran air buangan dan sebagainya.
Jenis ini juga dapat digunakan untuk bangunan-bangunan drainase di tempat yang memiliki
konsentrasi sulfat agak tinggi.

3) Jenis III
Semen portland dengan kekuatan awal tinggi (high-early strength-portland-cement). Semen
jenis ini memperoleh kekuatan besar dalam waktu singkat, sehingga dapat digunakan untuk
pembuatan beton pracetak, perbaikan bangunan-bangunan beton yang perlu segera digunakan
atau yang acuannya perlu segera dilepas serta pembetonan di daerah cuaca dingin(salju).
4) Jenis IV
Semen portland dengan panas hidrasi yang rendah (low heat port land cement) jenis ini
merupakan jenis khusus untuk penggunaan yang memerlukan panas hidarasi serendahrendahnya. Untuk mengurangi panas hidrasi yang terjadi (penyebab retak), maka pada semen
jenis ini senyawa C3S dan C3A dikurangi. Selain itu, semen jenis ini kekuatannya tumbuh
lambat. Semen jenis ini biasanya digunakan pada bangunan-bangunan sebagai berikut:
- Konstruksi DAM
- Basement
- Pembetonan pada daerah bercuaca panas.
5) Jenis V
Semen portland tahan sulfat (sulfate resisting portland cement). Jenis ini merupakan jenis
khusus yang maksudnya hanya untuk penggunaan pada bangunan-banguan yang kena sulfat,
seperti di tanah atau air yang kadar I alkalinya tinggi. Pengerasan berjalan lebih lambat
daripada semen biasa.

Proses pembuatan semen dapat dibedakan menurut :


a) Proses basah : semua bahan baku yang ada dicampur dengan air, dihancurkan dan
diuapkan kemudian dibakar dengan menggunakan bahan bakar minyak, bakar (bunker crude
oil). Proses ini jarang digunakan karena masalah keterbatasan energi BBM.
b) Proses kering : menggunakan teknik penggilingan dan blending kemudian dibakar dengan
bahan bakar batubara. Proses ini meliputi lima tahap pengelolaan yaitu :
c) proses pengeringan dan penggilingan bahan baku di rotary dryer dan roller meal.
d) proses pencampuran (homogenizing raw meal) untuk mendapatkan campuran yang
homogen.
e) proses pembakaran raw meal untuk menghasilkan terak (clinker : bahan setengah jadi yang
dibutuhkan untuk pembuatan semen).
f) proses pendinginan terak.
g) proses penggilingan akhir di mana clinker dan gypsum digiling dengan cement mill.
Dari proses pembuatan semen di atas akan terjadi penguapan karena pembakaran dengan
suhu mencapai 900 derajat Celcius sehingga menghasilkan : residu (sisa) yang tak larut,
sulfur trioksida, silika yang larut, besi dan alumunium oksida, oksida besi, kalsium,
magnesium, alkali, fosfor, dan kapur bebas.
2. Agregat
Agregat adalah butiran mineral yang berfungsi sebagai bahan pengisi dalam campuran
mortar (aduk) dan beton. Agregat diperoleh dari sumber daya alam yang telah mengalami

pengecilan ukuran secara alamiah melalui proses pelapukan dan aberasi yang berlangsung
lama. Atau agregat dapat juga diperoleh dengan memecah batuan induk yang lebih besar.
Agregat halus untuk beton adalah agregat berupa pasir alam sebagai hasil disintegrasi alami
dari batu-batuan atau berupa pasir buatan yang dihasilkan oleh alat-alat pemecah batu dan
mempunyai ukuran butir 5 mm.
Agregat kasar untuk beton adalah agregat berupa kerikil kecil sebagai hasil disintegrasi
alami dari batu-batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari pemecahan batu, memiliki
ukuran butir antara 5-40 mm. Besar butir maksimum yang diizinkan tergantung pada maksud
pemakaian.

Pada teknologi beton, agregat terdiri dari banyak klasifikasi, yaitu;


Ditinjau dari asalnya
a. Agregat alam
Pada umumnya agregat alam menggunakan bahan baku alam atau hasil penghancurannya.
Jenis batu alam yang baik untuk agregat adalah batuan beku. Jenis batu endapan atau
metamorph juga dapat dipakai meskipun kualitasnya masih perlu dipilih. Batuan yang abaik
untuk agregat adalah butiran-butiran yang keras kompak, tidak pipih , kekal (volume tidak
mudah berubah karena perubahan cuaca), serta tidak terpengaruh keadaan sekelilingnya.
Agregat alam dapat dibedakan atas tiga kelompok.
1. kerikil dan pasir alam agregat jenis ini merupakan hasil penghancuran oleh a;lam dari
batuan induknya. Seringkali agregat ini terdapat jauh dari asalnya karena terbawa arus air
atau angin, dan mengendap di suatu tempat. Pada umumnya pasir dan kerikil yang terbawa
arus air berbentuk bulat, sehingga dianggap baik untuk agregat aduk atau beton. Umumnya
pula jenis agregat ini bentuknya berubah-ubah dan tidak homogen sehingga dalam
penggunaannya untuk beton diperlukan perhatian khusus. Karena perubahan susunan butir
agregat sangat berpengaruh terhadap sifat beton yang dibuat agregat tersebut.
2. Agregat batu pecah,Jenis batu yang baik untuka agregat ini adalah batuan beku yang
kompak. Di dalam pemakaiannya, batu pecah membutuhkan air lebih banyak karena luas
bidang permukaannya relatif lebih luas. Dengan demikian untuk mendapatkan kelecakan
aduk tertentu dan faktor air semen sama, beton dengan agregat batu pecah akan menggunakan
semen sedikit lebih banyak daripada beton dengan menggunakan pasir atau kerikil alam.
kekuatan beton dengan batu pecah biasanya juga lebih tinggi , karena daya lekat perekat pada
permukaan batu pecah lebih baik daripada butiran yang halus. Macam-macam batu yang
cocok digunakan untuk agregat beton yaitu:
a) Batu kapur adalah hasil sedimentasi yang komposisi utamanya adalah kalsium karbonat.
Semakin keras dan padat jenis batu kapur ini semakin cocok untuk pembuatan beton.
b) Batu api. Meliputi granit, basalt, dolerit, gabbros dan porphyries. Granit adalah keras ulet
dan padat sehingga merupakan agregat yang baik untuk beton. Basalt merupakan batu api
yang menyerupai granit, tetapi struktur butirnya lebih halus karena pendinginan yang cepat
pada proses pembentukannya. Dolerit mempunyai struktur butir kristal yang halus dan

mengandung felspar banyak. Beberapa dolerit bilamana digunakan untuk beton dapat
menyebabkan retak-retak dan menggangggu penggunaannya. Diketahi bahwa batu ini
mengembang dan menyusut sesuai dengan kelembaban.
c) Sandstone. Sandstone bervariasi mulai dari yang paling keras dengan komposisi butiran
yang berdekatan , sampai yang lebih lunak dengan butiran yang lebih lepas, seperti batu tulis
yang berpasir, dimana adanya tanah liat menyebabkannya menjadi lunak, gampang pecah dan
daya serapnya tinggi.
d) Batu tulis biasanya agregat yang tidak baik , lunak, lemah, dan berlapis dan daya serapnya
tinggi. Selain itu bentuknya yang pipih menyebabkan partikel-partikel ini sulit dipadatkan di
dalam beton.
e) Batuan metamorforsa, bervariasi dalam karakternya. Marmer dan quartzites biasanya pejal,
padat, serta cukup ulet dan kuat.
3. agregat batu apung ,merupakan agregat alamiah yang ringan dan umum digunakan.
Penggunaan batu apung harus bebas dari debu volkanik halus dan bahan-bahan yang bukan
volkanik, misalnya lempung. Batu ini memiliki sifat isolasi panas yang baik.
b. Agregat buatan
Agregat buatan adalah suatu agregat yang dibuat dengan tujuan penggunaan khusus, atau
karena kekurangan agregat batuan-batuan alam. Berikut adalah contoh agregat buatan:
1) klinker dan breeze
pada umumnya klinker dianggap sebagai bahan yang dibakar sempurna, massanya mengeras
dan berinti, serta terisi bahan yang sedikit terbakar. Adapun breeze merupakan bahan residu
yang kurang keras dan kurang baik pembakarannya, sehingga mengandung lebih banyak
bahan yang mudah terbakar. Kuantitas bahan yang mudah terbakar akan mempengaruhi
rambatan kelembapan. Makin banyak bahan yang mudah terbakar semakin besar pula
terjadinya rambatan kelembapan.Sumber utama jenis agregat ini adalah stasiun pembangkit
tenaga dimana ketel uap dipanasi dengan bahan bakar padat. Agregat jenis ini banyak
dipergunakan untuk memproduksi blok dan pelat untuk partisi/penyekat dalam dan tembok
interior lainnya.
2) agregat yang berasal dari bahan-bahan yang mengembang
tanah liat dan batu tulis yang terjadi secara alamiah dapat dipergunakan unytuk membuat
bahan berpori yang ringan, dengan permukaan yang berbentuk sel-sel dengan pemanasan
sampai suhu sekitar 1000 0C 2000 0C.
3) cooke breeze
cooke breeze adalah hasil tambahan dari sisa bakaran bahan bakar batu arang yang kurang
sempurna pembakarannya, biasanya terdapat pada dapur-dapur rumah tangga di negaranegara Eropa dan Amerika. Cooke breeze mengandung banyak sekali arang, kadang
mencapai 75 %. Kandungan arang yang banyak tadi akan menghambat pengerasan semen
sehingga dalam pemakaiannya perlu mendapat perhatian.
4) Hydite
Agregat jenis ini dibuat dari tanah liat (shale) yang dibakar dalam dapur berputar. Tanah liat
kering atau yang bergumpal gumpal atau pecahan shale dibakar mendadak dalam dapur
berputar pada suhu tinggi. Dengan demikian bahan akan membengkak. Hasilnya merupakan
bongkahan-bongkahan tanah yang mengembang serta hampir leleh, kemudian dihancurkan
dan diayak hingga mencapai susunan butir yang diperlukan.
5) Lelite
lelite dibuat dari batu metamorpora atau shale yang mengandung senyawa-senyawa karbon.
Bahan dasarnya dipecah kecil-kecil, kemudian dilakukan pembakaran dalam dapur vertikal
pada suhu yang tinggi ( 1550oC). Pada suhu ini butiran-butiran akan mengembang dan

terkumpul di bawah (dasar) dapur berupa lempeng-lempeng yang berlubang seperti rumah
lebah. Dari lempeng-lempeng ini dibuat bahan tambah dengan memecah dan mengayaknya
untuk mendapatkan butiran-butiran dengan ukuran tertentu. Lempeng itu sendiri dapat
dipergunakan untuk unsur bangunan guna menghambat suara dan panas.
Ditinjau dari berat jenisnya
Ditinjau dari berat jenisnya, agregat dibedakan menjadi tiga macam.
1. Agregat Ringan
Agregat ini adalah agregat yang memiliki berat jenis kurang dari 2,0, dan biasanya
digunakan untuk beton non struktural. Agregat ini juga dapat digunakan untuk beton
struktural atau blok dinding tembok. Kelebihan agregat ini adalah memiliki berat yang rendah
, sehingga strukturnya ringan dan fondasinya dapat lebih kecil. Agregat ini dapat diperoleh
secara alami maupun buatan. Beberapa contoh agregat ringan : agregat batu apaung, rocklite,
lelite, dan sebagainya.
2. Agregat Normal
Agregat normal adalah agregat yang memiliki berat jenis antara 2,5 sampai 2,7. agregat ini
berasal dari batuan granit, basalt, kuarsa, dan sebagainya. Beton yang dihasilkan memiki
berat jenis sekitar 2,3 dengan kuat tekan antara 15 Mpa sampai 40 Mpa. Betonnya dinamakan
beton normal
3. Agregat Berat
Agregat ini memilik berat jenis lebih dari 2,8. contoh agregat berat , misalnya magnetik
(Fe2O4), barytes (BaSO4), dan serbuk besi. Beton yang dihasilkan juga memiliki berat jenis
tinggi (sampai 5,0), yang efektif sebagai pelindung sinar radiasi sinar X.
Ditinjau dari Bentuknya
Ditinjau dari bentuknya, agregat dapat dibedakan atas agregat bulat, bersudut, pipih, dan
memanjang.
A. Bulat
Agregat jenis ini biasanya berasal dari sungai atau pantai dan mempunyai rongga udara
minimum 33%. Agregat ini hanya memerlukan sedikit pasta semen untuk menghasilkan
adukan beton yang baik. Agregat jenis ini tidak cocok untuk beton mutu tinggi maupun
perkerasan jalan raya. Agregat berbentuk bulat sebagian mempunyai rongga udara yang lebih
besar daripada agregat bulat, yaitu berkisar 35-38%. Dengan demikian agregat jenis ini
membutuhkan pasta semen lebih banyak untuk mendapatkan beton segar yang baik (dapat
dikerjakan).
B. Bersudut
Bentuk ini tidak beraturan, memiliki sudut-sudut yang tajam dan permukaannya kasar.
Termasuk jenis ini adalah semua jenis batu pecah hasil pemecahan dengan mesin. Agregat ini
memiliki rongga yang lebih besar, yaitu antara 38% sampai 40%. Ikatan antar butirnya baik
sehingga membentuk daya lekat yang baik. Agregat jenis ini baik untuk membuat beton mutu
tinggi maupun lapis perkerasan jalan.
C. Pipih
Agregat jenis ini adalah agregat yang memiliki perbandingan ukuran terlebar dan tertebal
pada butiran itu lebuh dari 3. Agregat ini berasal dari batu-batuan yang berlapis.
D. Memanjang (Lonjong)
Butiran agregat dikatakan memanjang jika perbandingan ukuran yang terpanjang dan terlebar
lebih dari 3.
Ditinjau dari tekstur permukaan
1) Agregat dengan permukaan seperti gelas, mengkilat. Contoh: flint hitam, obsidian.

2) Agregat dengan permukaan kasar. Umumnya berupa pecahan batuan, permukaan tampak
kasar tampak jelas bentuk kristalnya. Contoh jenis ini: basalt, felsite, batu kapur, dan
sebagainya.
3) Agregat denga permuakaan licin. Biasa ditemukan pada batuan yang butiran-butirannya
sangat halus. Contoh: kerikil sungai, chart, batu lapis, dan sebagainya.
4) Agregat dengan permukaan berbutir. Pecahan dari batuan ini menunjukan adanya butirbutir bulat yang merata. Misalnya batuan pasir, colite.
5) Agregat berpori dan berongga.

3. Air dan Bahan Campuran


Beton menjadi keras karena reaksi antara semen dan air. Oleh karena itu, air yang dipakai
untuk mencampur kadang-kadang mengubah sifat semen. Air yang digunakan adalah air yang
bersih, tidak mengandung minyak, lumpur dan bahan-bahan kimia yang dapat merusak
kekuatan beton. Untuk itu diperlukan pemeriksaan terlebih dahulu apakah air itu cocok untuk
dipakai sebagai campuran beton atau tidak. Cara berikut ini dipergunakan untuk pemeriksaan
tersebut: Waktu set semen dan kekuatan tekan diukur untuk mortar yang dicampur dengan air
bersih dan yang dicampur air yang diuji, hasil pengukurannya dibandingkan. Sedangkan air
laut hanya dapat dipakai untuk beton yang tidak mempergunakan baja tulangan karena
mengandung garam yang dapat menyebabkan baja berkarat.
Bahan campuran ditambahkan dengan maksud agar dapat memperbaiki sifat beton yang
lemah dan mengeras. Bahan campuran dibagi menjadi dua kelompok: yang pertama ialah
bahwa volume yang ditambahkan harus diperhitungkan pada pengadukan beton dan yang
ditambahkan tidak perlu diperhitungkan. Yang pertama disebut bahan campuran dan yang
kedua disebut zat campuran.
Ada beberapa macam bahan campuran. Contoh khas adalah bahan yang memiliki sifat
hidrolik tersembunyi seperti pozolan, abu terbang, slag tanur tinggi, dan berbagai bahan
penambah.
Ada beberapa jenis zat campuran yang digolongkan menurut fungsinya yaitu zat pembawa
dan zat untuk pendispersi (zat penghilang air). Zat pembawa dipakai untuk memperbaiki
kemampuan pengerjaan dengan mencampur sejumlah optimum udara ke dalam beton.
Termasuk ke dalam golongan ini adalah resin vinol. Zat untuk pendispersi dipergunakan
untuk mencegah tersetnya partikel dalam semen. Jika zat ini dibubuhkan dalam beton,
kecairan beton akan bertambah. Garam kondensat tinggi dari asam sulfonat melamin dan
sebagainya temasuk golongan zat pendispersi.

BAB III
KESIMPULAN

Beton adalah campuran antara semen, agregat halus, agregat kasar, dan air, dengan atau
tanpa bahan campuran tambahan yang membentuk massa padat. Bahan penyusun beton
tersebut pun memiliki banyak banyak klasifikasi yang berdasarkan kegunaan, bentuk, dan
ukuran yang mana telah diuraikan pada bagian pembahasan.
Beton sebagai bahan bangunan juga telah lama dikenal di Indonesia. Disamping mempunyai
kelebihan dalam mendukung tegangan tekan, beton mudah dibentuk sesuai dengan
kebutuhan, dapat digunakan pada berbagai struktur teknik sipil serta mudah di rawat. Dalam
pembuatan beton pun dapat dimanfaatkan bahan-bahan lokal oleh sebab itu beton sangat
populer dipakai

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

TERIMA KASIH