Anda di halaman 1dari 10

RANGKUMAN DFK / JESSLYN /14047 / UTS

Farmasi Komunitas

Pengertian Kompetensi

Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan WJS


Purwadarminto (1999: 405 pengertian kompetensi
adalah kekuasaan untuk menentukan atau
memutuskan
suatu
hal.
Pengertian
dasar
kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan.

Kompetensi menurut UU No. 13/2003 tentang


Ketenagakerjaan: pasal 1 (10),Kompetensi adalah
kemampuan kerja setiap individu yang mencakup
aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja
yang sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Slm >2 dekade terakhir, peran Apt berevolusi dari


aktivitas tradisional/dispensing sederhana menjadi
pelayanan kefarmasian yang lebih komprehensif, shg
diperlukan hub yg lbh intens antara Apt-px.
Kita sdh sangat mengenal segitiga hubungan antara
Dr-Apt-Px. Sesuai dg btknya, segitiga sama sisi, disini
masing2 pihak mempunyai kedudukan & hak yang
seimbang antara kedua profesi kesehatan tsb & pasien
Pd prakteknya, seorg pasien tidak ckp hanya dilayani
o/ dr & Apt tetapi semua elemen kesehatan berperan
penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien
dalam bentuk collaborative care service. Mulai Prim
care Pysc Hospital
Peranan Apoteker Pada Farmasi Komunitas :
1. Apoteker memiliki tanggung jawab terhadap obat
yang tertulis di dalam resep.
2. Apoteker memiliki tanggung jawab yang penting
terhadap penjualan obat bebas pada pasien.

Orientasi produk pasien


Relasi : pasien dokter farmasis

Kompetensi Apoteker di Indonesia


Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia tahun
2009 Bab II
Mampu melaksanakan pengelolaan obat sesuai
ketentuan yang berlaku
Mampu memberikan pelayanan obat kepada atau
untuk penderita secara profesional dengan jaminan
bahwa obat yang diberikan kepada penderita akan
tepat, aman dan efektif
Mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku
Mampu berpartisipasi aktif dalam program
monitoring keamanan penggunaan obat.
Mampu melaksanakan tugas dan fungsi lain
sebagai pimpinan di apotek, seperti pengelolaan
keuangan dan sumber daya manusia.
Pengetahuan atau kemampuan akademik yang
diperlukan oleh seorang apoteker dalam melaksanakan
standar pelayanan kefarmasian di apotek adalah
SOP Farmasis di Apotek untuk kompetensi
asuhan kefarmasian adalah (ISFI 2004):
Memberikan pelayanan obat kepada pasien atas
permintaan dari dokter, dokter gigi atau dokter hewan
baik verbal maupun non verbal.
Memberikan pelayanan kepada pasien atau
masyarakat yang ingin melakukan pengobatan
mandiri.

Memberikan informasi obat


Memberikan konsultasi obat
Melakukan monitoring efek samping obat
Melakukan evaluasi penggunaan obat

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

9 KOMPETENSI APT (IAI) BAB III


Mampu melakukan praktek kefarmasian secara
profesional dan etik
Mampu menyelesaikan masalah terkait dengan
penggunaan
sediaan farmasi.
Mampu melakukan dispensing sediaan farmasi
dan alat kesehatan.
Mampu memformulasi dan memproduksi sediaan
farmasi dan alat
kesehatan sesuai standar yang berlaku.
Mempunyai
ketrampilan
dalam
pemberian
informasi sediaan farmasi dan alat kesehatan
Mampu berkontribusi dalam upaya preventif dan
promotif kesehatan masyarakat.
Mampu mengelola sediaan farmasi dan alat
kesehatan sesuai dengan standar yang berlaku.
Mempunyai ketrampilan organisasi dan mampu
membangun interpersonal dalam melakukan praktek
kefarmasian.
Mampu
mengikuti
perkembangan
ilmu
pengetahuan dan teknologi yang berhubungan
dengan kefarmasian.

PERIJINAN APOTEK& STUDY


KELAYAKAN

RANGKUMAN DFK / JESSLYN /14047 / UTS

RANGKUMAN DFK / JESSLYN /14047 / UTS

RANGKUMAN DFK / JESSLYN /14047 / UTS

SISTEM PELAYANAN KESEHATAN DI


INDONESIA

RANGKUMAN DFK / JESSLYN /14047 / UTS

Menurut Dubois & Miley (2005 : 317) :


Sistem pelayanan kesehatan merupakan jaringan
pelayanan interdisipliner, komprehensif, dan kompleks,
terdiri dari aktivitas diagnosis, treatmen, rehabilitasi,
pemeliharaan kesehatan dan pencegahan untuk
masyarakat pada seluruh kelompok umur dan dalam
berbagai keadaan.
Berbagai sistem pelayanan kesehatan meliputi :
pelayanan kesehatan masyarakat, rumah sakit-rumah
sakit,
klinik-klinik
medikal,
organisasi-organisasi
pemeliharaan kesehatan, lembaga kesehatan rumah,
perawatan dalam rumah, klinik-klinik kesehatan
mental, dan pelayanan-pelayanan rehabilitasi.
Apoteker bekerja dalam berbagai sistem pelayanan
kesehatan.

Menurut Zastrow (1982 : 319 322) :


Praktek dokter sendiri, kurang disupervisi, hanya
bertanggungjawab kepada pasien, relatif terisolasi.
2)
Setting pelayanan rawat jalan berkelompok,
seperti balai-balai pengobatan atau klinik-klinik khusus
(seperti klinik ginjal, balai pengobatan gigi) atau yang
diselenggarakan di perguruan tinggi atau sekolahsekolah, di pabrik-pabrik, di perusahaan-perusahaan
atau tempat-tempat kerja lain.
3)
Setting Rumah sakit
4)
Perawatan dalam rumah

1)

1.
2.
3.
4.
5.

Syarat Pokok Pelayanan Kesehatan :


Tersedia (available)
dan berkesinambungan
(continous)
Dapat diterima (acceptable) & bersifat wajar
(appropriate)
Mudah dicapai (accessible)
Mudah dijangkau (affordable)
Bermutu (quallity)

Siapa Pelaku Pelayanan?


Pelayanan Kesehatan Primer: Dokter Praktek
Swasta, Bidan, BP swasta, Puskesmas
Pelayanan Kesehatan Sekunder dan Tertier: RS
Pemerintah dan RS Swasta
Pelayanan Farmasi
Pelayanan Laboratorium

KOMUNIKASI PROFESIONAL
KOMPONEN MODEL KOMUNIKASI INTERPERSONAL :
Sender, Pesan, Reciever,Feedback, barrier
APAKAH KOMUNIKASI

Pebentukan pesan dari pemikiran, perasaan, perilaku


pengirim
(sender)

Penyampaian pesan kepada penerima (reciever)

Reaksi dari penerima


TANGGUNG
JAWAB
FARMASIS
DALAM
MODEL
KOMUNIKASI

Tanggung jawab farmasis dalam aturan dari sender


dan reciever dari pesan. Sender: Farmasis tanggung
jawab untuk meyakinkan bahwa pesan ditranfer dalm
bentuk yang jelas. Untuk ngecek apakah apakah pesan

dengan benar perlu ditanyakan feedback dari reciever


dan dijelaskan kalau ada salah pengertian.
Reciever: bertanggung jawab mendengarkan apa
yang ditransfer oleh sender.
Kita harus berusaha keras memasukkan feedback
dalam interaksi dengan orang lain.

PERMASALAHAN YANG DIJUMPAI


Farmasis harus percaya diri, Komunikasi farmasis dokter,
Komunikasi farmasis farmasis, Komunikasi farmasis
perawat, Berkomunikasi yang baik
KOMUNIKASI VERBAL VS NONVERBAL
Arti dari orang berbicara terdiri dari beberapa bagian
komponen.

Ada kata-kata yang diucapkan, nada suara yang


digunakan, kecepatan dan volume percakapan, intonasi
dan variasi postur tubuh dan gerakannya.

Dalam komunikasi kata-kata menyampaikan hanya


sekitar 10% dari pesan.

90% ditransfer dengan komunikasi non-verbal yang


terdiri dari bagaimana pesan disampaikan (sekitar
40%) dan body language (sekitar 50%).

KOMUNIKASI VOKAL
Komunikasi vokal sering disebut paralanguage, yang
berkaitan dengan karakteristik vokal: kualitas dan
kelancaran/ kefasihan dari suara

Kualitas suara berhubungan dengan tone/ nada,


puncak/ pola nada, volume dan kecepatan

Nada dapat berarti khusus daripada kata-katanya.


Terima kasih atas pertanyaannya dikatakan dengan
nada keras akan berarti berbeda.Kata yang sama
diucapkan dengan nada lemah lembut menunjukkan
ketulusan/ kesungguhan.

Kecepatan bicara harus memberi kesempatan


pendengar dapat mengerti. Variasi kecepatan dan pola
nada membuat kata-kata lebih menarik dan membuat
pendengar lebih memperhatikan

Orang berkata dengan interupsi er, anda tahu,


seperti,. Akan membuat pesan lebih sulit dan dapat
mengganggu/ menjengkelkan. Ini juga mengindikasikan
nervus, ketidak tentuan, atau kurang PD

Komunikasi vokal yang efektif bila kiat pandai bercakap


dengan nada hangat percaya diri dengan suara dengan
kecepatan dan volume tepat dan tanpa interupsi

BARIER DALAM KOMUNIKASI


1. Barier lingkungan (bising, > org, tidak ada tempat
khusus)
2. Barier personal (<PD, malu, bad mood)
3. Barier pasien (fisik, emosi, bahasa px)
4. Barier administrasi dan keuangan (Apt tdk dibayar,
proses racikan)
5. Barier waktu (px nunggu lama, Aptk ramai
THE PHARMACIST - RECEIVING INF0RMATION

LISTENING

Good communication is bulit on active listening

Listening/ mendengarkan berarti menaruh


perhatian terhadap segala pesan yang dikirim
orang. Ini termasuk perhatian tidak hanya apa
yang dikatakan orang, tetapi cara mereka berkata,

RANGKUMAN DFK / JESSLYN /14047 / UTS

cara dia berdiri, ekspresi wajah, gerak-isyarat dan


lain-lain
Mendengarkan secara aktif dimulai dengan sikap
dasar yang diringkas sebagai: selama percakapan
kami, saya akan menerima anda sebagai orang
penting dan apa yang anda katakan sebagai
informasi yang penting

MENINGKATKAN KOMUNIKASI DENGAN PASIEN


PENDENGARAN KURANG:

Posisi jarak antara 1 - 2 m

Tidak pernah bicara langsung ditelinga pasien,


karena dapat mengubah pesan

Tunggu sampai pasien melihat anda sebelum


bicara

Kalau perlu tepuk dia untuk mendapatkan


perhatiannya

Kalau pesan tak sampai tidak pelu diulangi tapi


buat lebih pendek dan kalimat yang sederhana

Perhatian barier lingkungan, seperti suara keras


sehingga membuat kesulitan untuk pendengaran
yang kurang
KESULITAN BICARA MERUPAKAN BARIER
KOMUNIKASI

Sebab: cacat lahir, kecelakaan, sakit

Dysarthria: kesulitan bicara secara normal

Penyakit: parkinsons, sclerosis, bulbar palsy,


strokes

Kesulitan untuk mengerti karena ketidak mampuan


menghasilkan suara percakapan dengan betul

Kesulitan bicar dapat disebabkan karena


pengambilan larnx karena kanker tenggorokan
atau lainnya.

Karena suaranya berbeda membuat orang lain


tidak nyaman.

Barier tersebut diatasi dengan menulis catatan


kepada farmasis atau menggunakan bahasa tanda.
Farmasis menyediakan kertas dan alat menulis.
MENINGKATKAN KOMUNIKASI

Gunakan empati (berusaha mendengarkan,


mengerti dan menolong)

Komunikasi menerima apa adanya mereka

Gunakan open-ended questions untuk


menggambarkan perasaannya keluar

Menggunakan material tertulis baru

KONSELING FARMASI
PERMenKes RI No.35/2014
Tentang standar pelayanan kefarmasian di apotek
Farmasis
tidak
sekedar
meracik
obat
untuk
pasien>>Interaksi dengan pasien dan profesi kesehatan
lain>>Farmasis dituntut meningkatkan pengetahuan,
ketrampilan dan prilaku>>Untuk memberikan pelayanan
informasi obat dan konseling
MENGAPA APOTEKER HARUS TERLIBAT DALAM
KONSELING PASIEN Konseling pasien merupakan
pelayanan
farmasis,
Konsep
pharmaceutical
care,
Community pharmacy, Aspek sosial menjadi lebih penting,
Masyarakat mengetahui farmasis sbagai sumber informasi
kesehatan, Lebih banyak interaksi farmasis-pasien, SK
MenKes 1027/SK/2004, Konseling pasien wajib, Aktif,
Satisfaction (personal), Keuntungan dari sisi profesi dan
bisnis

konseling bagi pasien


Meningkatkan kualitas hidup dan kualitas pemeliharaan,
50% pasien menggunakan obat salah, 55% geriatri gagal
dalam regimen pengobatan, 32% resep ulang tidak
dilaksanakan, 25% pasien , Pasien tidak patuh, 84,7%
patuh dengan informasi, 63% kurang informasi, 40%
geriatri mengalami ADR, Self-treat butuh pertolongan, 15%
- 66% salah penggunaan obat tanpa resep
TUJUAN MENDIDIK PASIEN
Memberi informasi yang tepat kepada perorangan
dan masalah tertentu

Memberi ketrampilan dan metoda bahwa pasien


dapat mengoptimalkan pemakaian dan efek dari obat

Memberikan informasi dan instruksi menggunakan


metode mendidik yang tepat terhadap individudan
situasi tertentu

MODAL UTAMA UNTUK MELAKSANAKAN KONSELING

MENGUASAI ILMU
Kalau kita menguasai ilmu yang akn kita sampaikan,
maka kita akan dapat berbicr lacr, meyakinkn sehingga
pasen akan puas dan pecaya, ini meupakan kunci
utama. Kalu psien sudah percaya maka mereka akan
patuh.

KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI
Ini penting, karena teknik berbicara akan sangat
berpengruh pada keberhasilan komunikasi
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
1. KARAKTERISTIK PASIEN
Umur: geriatri/ geriatric, Kultur, Pendidikan, Gaya hidup,
Ketidak
mampuan, Jenis kelamin/ status kerja
2. KARAKTERISTIK OBAT
Dengan resep/ tanpa resep, Resiko tinggi/ interaksi/ efek
samping/
pemakaian khusus, Pengobatan jangka panjang
3. KONDISI
Epilepsi: malu, cemas, Terminal: kanker, aids, emosi
4. SITUSASI
Pasien baru/ lama, Pasien marah/ emosi, Tergesa-gesa/
sebaliknya, Ingin
bicara lama
Persyaratan Agar Konseling Efektif dan Efisien::
1. Availability

Farmasis harus berada di tempat dan terlihat aktif


dalam melayani pasien

Farmasis harus memilki identitas yang jelas

Layout apotek dapat mempermudah akses


farmasis dalam bentuk ruang konseling
2. Atmosphere

Konsumen lebih suka ruang konseling yang


tertutup

Mengurangi hambatan fisik, menyiapkan konter


yang rendah

Menciptakan suasana akrab, jarak 0,5 - 2,5 m

Volume suara yang tenang dan akrab

Melakukan kontak mata

Mengurangi kekacauan di counter dan bunyibunyian (suara orang, telpon)

Kadang suara musik dibutuhkan


3. Attitude

Farmasis bersikap secara profesional tetapi santai

RANGKUMAN DFK / JESSLYN /14047 / UTS

Tidak terlihat sangat sibuk


Menggunakan bahasa nonverbal
Sikap penuh perhatian
Sikap penyampaian yang menarik
Lebih memperhatikan
Berbicara dengan membesarkan hati pasien
Meningkatkan sikap percaya diri
Long life learner
4. Approach
Farmasis harus fokus pada karakteristik pasien,
obat, dan kondisi.
Demi kenyamanan pasien, farmasis harus lebih
fokus pada konseling pasien.
Farmasis mengembangkan keterampilan dalam
berkomunikasi seperti kemampuan mendengarkan,
membesarkan hati pasien, memberi nasihat dan
memperhatikan.
Farmasis menggunakan metode pendidikan dan
alat bantu yang tepat.
5. KESIMPULAN
Memahami ilmu dan teknik konseling yang
digunakan
Farmasis dapat menemukan cara tersendiri untuk
setiap saat konseling, the future is yours to create

PUBLIC HEALTH
Kesehatan masyarakat merupakan upaya menciptakan
kesehatan yang optimal pada seluruh masyarakat.
Penerapan kedokteran klinis pada masyarakat luas
ternyata memerlukan pemahaman tentang masyarakat
dan cara-cara melakukan kegiatan di tengah masyarakat
(menggunakan pendekatan kemasyarakatan / ilmu-ilmu
sosial, pengorganisasian kegiatan, dsb)
kalau tidak akan mengalami kegagalan

Pelayanan Kesehatan Kuratif


Sasaran indivual, jarak antara petugas kesehatan
dengan pasien cenderung jauh
Bersifat reaktif
menunggu masalah
datang
Penanganan lebih
kepada sistem biologis
manusia

Pelayanan Preventif

masalah dan
melakukan tindakan

Pendekatan holistik
menyeluruh

KEDOKT
KESEHA
ERAN
TAN
KLINIK meningka
MASYAR
meningka
TUJUAN (MEDICA
AKAT
tkan
tkan
L
(PUBLIC
status
status
memenuh
merencan
MODEL)
HEALTH
KEGIATA kesehatan kesehatan
i
akan,
MODEL)
N pasien
seluruh
kebutuha
melaksan
(secara
anggota
akan,
HAL nkebutuha
kebutuha
individual
masyarak
mengeval
YANG npelayanan
spesifik n/masalah
)perbaikan
at
yang
kesehatan
uasi
perbaikan
PERLU
seorang
pelayanan
EVALUAS
dicakup
pasien
PROGRA
kondisi
kondisi
DIPERHA
pasien
kesehatan
I HASIL
secara
Mseluruh
kesehatan
TIKAN kesehatan

Ilmu atau seni untuk mencegah penyakit,


personal
kesehatan
seorang
seluruh
masyarak
memparpanjang umur harapan hidup dan
meningkatkan taraf
kesehatan
masyarakat
pasien
masyarak
at yang
terorganisir melalui penyelenggaraan upaya
kesehatan yang efisien
at
Upaya kesehatan meliputi : Promotif, Preventif,
Kuratif dan Rehabilitatif

Sasarannya
masyarakat, masalah
yang ditangani pun
masalah masyarakat
bukan individu,
hubungan antara
petugas kes dgn masy
bersifat kemitraan

Bersifat proaktif
mencari masalah
mengidentifikasi

Winslow, 1920
Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan kiat
mencegah penyakit, memperpanjang hidup, serta
meningkatkan kesehatan fisik dan mental melalui
upaya masyarakat yang terorganisasi untuk:
sanitasi lingkungan,
pengendalian penyakit infeksi (menular) di
masyarakat,
pendidikan prinsip-prinsip kesehatan
perseorangan,
pengorganisasian pelayanan kesehatan untuk
diagnosis dini dan pencegahan penyakit,
memperkembangkan mekanisme sosial sehingga
seluruh anggota masyarakat memperoleh taraf
hidup yang memadai bagi pemeliharaan kesehatan.

Upaya
1.
2.
3.
4.

kesehatan (WHO) 7 basic:


Pendidikan Kesehatan Masyarakat
Peningkatan Kesehatan Lingkungan
Pelaksanaan Statistik Kesehatan
Kesehatan Ibu & Anak

RANGKUMAN DFK / JESSLYN /14047 / UTS


5.
6.
7.

Pengobatan Penyakit
Perawatan Kesehatan Masyarakat
Pemberantasan Penyakit Menular

Faktor-faktor
yang
Mempengaruhi
Kesehatan Masyarakat:

Derajat

Sasaran Kesehatan Masyarakat:


1. Terpelihara dan meningkatnya status
keluarga.
2. Terpelihara dan meningkatnya status
komunitas.
3. Terpelihara dan meningkatnya status
masyarakat.
4. Terpelihara dan meningkatnya status
jiwa masyarakat.

kesehatan
kesehatan
gizi
kesehatan

Faktor faktor yang mempengaruhi derajat kesmas:

P e
r il
a k
u

P e
la
y a
n a
n
L
n
k
n
a

i
g
u
g
n

D
K e
e r
t u
a j
r u
na
a t
n

FAKTOR
YANG
MEMPENGARUHI
DERAJAT
KESEHATAN:
1. Environment atau lingkungan
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang
mencakup keadaan sumber daya alam serta flora dan
fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam
lautan.
Contoh : akses terhadap air bersih, jamban/tempat BAB,
sampah, lantai rumah, breeding places, polusi, sanitasi
tempat umum, bahan beracun berbahaya, kebersihan
TPU (Tempat Pelayanan Umum)
2. Behavior atau perilaku
Contoh : alkohol, rokok, promiscuity ( tempat-tempat
berisiko, narkoba, olahraga), dan health seeking
behavior ( kalau tidak sakit parah tidak akan pergi ke
puskesmas).
3. Heredity atau keturunan
Contoh : Penyakit-penyakit yang sifatnya turunan dan
mempengaruhi sumber daya masyarakat, jumlah
penduduk dan pertumbuhan penduduk serta jumlah
kelompok khusus/rentan (bumil, persalinan, bayi, dll)
4. Heredity atau keturunan
Contoh : Penyakit-penyakit yang sifatnya turunan dan
mempengaruhi sumber daya masyarakat, jumlah
penduduk dan pertumbuhan penduduk serta jumlah
kelompok khusus/rentan (bumil, persalinan, bayi, dll)

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT:

Epidemiologi (gabungan ilmu biomedik dengan


demografi)

Sosiologi kesehatan (mempelajari pengaruh


kehidupan kemasyarakatan (sosial) terhadap
kesehatan)

Psikologi kesehatan (mempelajari peranan prosesproses kejiwaan terhadap kesehatan)

Antropologi kesehatan (mempelajari peranan tata


nilai dan makna perilaku terhadap kesehatan)

Perilaku kesehatan (mempelajari faktor-faktor


perilaku yang berpengaruh terhadap kesehatan)

Pendidikan kesehatan (mempelajari tentang


pendidikan untuk merubah perilaku masyarakat di
bidang kesehatan)

Ekonomi kesehatan (mempelajari aspek ekonomi di


bidang kesehatan)

Manajemen kesehatan (mempelajari


penatalaksanaan kegiatan di bidang kesehatan)

Administrasi kesehatan (mempelajari tentang


aspek politik yang mempengaruhi kesehatan)

Politik kesehatan (mempelajari kebijakan-kebijakan


yang dijalankan di bidang kesehatan) health policy
study

Gizi kesehatan masyarakat (mempelajari mengenai


status dan kegiatan di bidang gizi masyarakat)

Biostatistik (mempelajari mengenai pengumpulan


data serta analisis statistik yang berkaitan dengan
kesehatan masyarakat)

Kesehatan lingkungan (gabungan ilmu biomedik


dengan ilmu lingkungan hidup)

STANDAR OPERATING PROCEDURE

RANGKUMAN DFK / JESSLYN /14047 / UTS


Pengertian SOP
SOP merupakan tatacara atau tahapan yang
dibakukan dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan
suatu proses kerja tertentu.
Tujuan SOP

Agar petugas/pegawai menjaga konsistensi dan


tingkat kinerja petugas/pegawai atau tim dalam
organisasi atau unit kerja.

Agar mengetahui dengan jelas peran dan fungsi


tiap-tiap posisi dalam organisasi

Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung


jawab dari petugas/pegawai terkait.

Melindungi
organisasi/unit
kerja
dan
petugas/pegawai dari malpraktek atau kesalahan
administrasi lainnya.

Untuk
menghindari
kegagalan/kesalahan,
keraguan, duplikasi dan inefisiensi

1.

Fungsi SOP
Memperlancar
tugas
petugas/pegawai
atau
tim/unit kerja.

Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan.

Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya


dan mudah dilacak.

Mengarahkan petugas/pegawai untuk sama-sama


disiplin dalam bekerja.

Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan


rutin.

Kapan SOP diperlukan


SOP harus sudah ada sebelum suatu pekerjaan
dilakukan

SOP digunakan untuk menilai apakah pekerjaan


tersebut sudah dilakukan dengan baik atau tidak

Uji SOP sebelum dijalankan, lakukan revisi jika ada


perubahan langkah kerja yang dapat mempengaruhi
lingkungan kerja.

Keuntungan adanya SOP

SOP yang baik akan menjadi pedoman bagi


pelaksana, menjadi alat komunikasi dan pengawasan
dan menjadikan pekerjaan diselesaikan secara konsisten

Para pegawai akan lebih memiliki percaya diri


dalam bekerja dan tahu apa yang harus dicapai dalam
setiap pekerjaan

SOP juga bisa dipergunakan sebagai salah satu


alat trainning dan bisa digunakan untuk mengukur
kinerja pegawai.
Keuntungan komunikasi farmasi:

membantu untuk menjamin kualitas layanan

membantu untuk memastikan secara konsisten


bahwa praktik dilaksanakan dg baik &
mempermudah pendelegasian

membantu untuk menghindari kebingungan siapa


yang akan melakukan apa dan memperjelas peran
dalam apotek

memberikan saran dan bimbingan kepada semua


staf

menyediakan alat pelatihan yang berguna bagi


anggota staf baru

memberikan kontribusi terhadap proses audit.


TIGA PRINSIP UMUM SOP

2.

3.

SOP harus spesifik untuk apotek walaupun secara


luas apotek bervariasi tetapi
harus ada SOP
khusus untuk apotek
SOP akan tergantung pada kompetensi staf yang
bekerja di apotek tertentu. Misalnya ada SOP dg
penjelasan yang lebih dalam utk staf yang kurang
kompeten.
SOP akan berlaku setiap saat di apotek tertentu.
SOP tidak harus tergantung pada kehadiran
apoteker

Bagian SOP (2):


*Bagian pertama adalah garis besar atau ringkasan
yang mencakup
- tujuan dari SOP keseluruhan
-apa yang prosedur capai?
- ruang lingkup
- apa bidang pekerjaan yang akan dibahas oleh
prosedur?
- risiko
- apakah ada risiko yang terkait dengan tugas?
- evaluasi/review: untuk memastikan bahwa prosedur
terus menjadi berguna dan sampai hingga saat ini
*Bagian Kedua
- Tahapan proses - menjelaskan bagaimana tugas harus
dilakukan langkah demi langkah
- Tanggung Jawab - yang bertanggung jawab untuk
melaksanakan setiap tahap proses:
(1) kondisi operasi normal;
(2) dalam situasi yang berbeda, misalnya ketika
staf berlibur atau ada kegagalan komputer
- Informasi yang berguna lainnya - ada informasi lain
yang bisa berguna dimasukkan dalam prosedur?
Apakah SOP menggabungkan mekanisme audit?
Royal Pharmaceutical Society of Great Britain
(RPSGB) telah membagi proses DISPENSING
menjadi enam langkah utama:
1. mengambil di resep
2. assessment farmasi
3. intervensi dan pemecahan masalah
4. peracikan dan pelabelan
5. akurasi pemeriksaan
6. penyerahan ke pasien
CARA BUAT SOP::

Memperhitungkan variabel praktis: volume


pekerjaan dan sumber daya yang tersedia.

Hindari petunjuk bertele-tele. Tetapkan tahapan


yang kecil dan sederhana untuk mengikuti.

Percobaan dengan layout yang berbeda seperti


menggunakan algoritma atau penggunaan Poinpoin

Gunakan diagram dan diagram alur bila


memungkinkan.

Referensi silang ke informasi lain seperti in house


training atau dokumen manual atau manual
komputer.

Simpan semua SOP dalam folder telah ditentukan

Berikan salinan kepada anggota staf yang terlibat


dalam proses DISPENSING.

Pastikan semua staf dapat mengakses informasi


dengan mudah.

RANGKUMAN DFK / JESSLYN /14047 / UTS

Pastikan semua anggota staf pernah terlibat dlm


SOP telah disusun, dan memberikan masukan.
Percobaan SOP selama beberapa bulan dan
memodifikasi prosedur sesuai dengan masukan
dari tim apotek.
Tanggal review akan dinyatakan pada dokumen
SOP setidaknya setiap tahun.
Mengubah SOP sebelum tanggal tinjauan jika ada
kesalahan DISPENSING yang berhubungan dengan
SOP atau ada perubahan dalam prosedur
perusahaan atau peraturan perubahan.

1. Pelayanan
Non Resep

2. Pelayanan
Resep

KOMUNITAS & BANGSA


yang SEHAT