Anda di halaman 1dari 3

AL QURAN DAN DISKUSI

Diskusi adalah salah satu dari sekian banyak metode dakwah, karena ada segmen
tertentu masyarakat yang hanya mau menyambut seruan dakwah dengan penjelasan
yang argumentatif. Bahkan ada juga orang yang hanya akan turut jika sang dai mampu
mematahkan penentangannya melalui perdebatan.
Terdapat banyak variabel yang menunjang keberhasilan suatu proses diskusi, meliputi
situasi psikologis, momentum, suasana ruangan, kejelasan vokal pelaku diskusi,
validitas argumentasi, dan yang mutlak harus ada pada diri sang dai adalah akhlak yang
mulia. Jadi, ada aspek moral yang harus diindahkan dan ada faktor skill yang harus
dikuasai.
Dengan begitu, setelah orang tahu rambu-rambu yang boleh dan yang tidak boleh dalam
diskusi, selebihnya aktivitas ini merupakan seni dalam berkomunikasi. Apalagi jika
diingat bahwa yang terlibat di dalamnya adalah manusia yang sangat tidak mekanis.
Yang dibutuhkan bukan sekedar sampainya pesan ke telinga audiens, tetapi bagaimana
pesan itu sampai, dimengerti, dan diterima secara sadar. Dua aspek inilah (moral dan
skill) yang perlu kita bahas.
Antara Diskusi dan Debat
Diskusi dan debat bertemu pada satu hal, bahwa keduanya sama-sama pembicaraan
antara dua pihak. Akan tetapi, keduanya berbeda setelah itu.
Biasanya dalam perdebatan terjadi perseteruan, meski hanya sebatas perseteruan lisan.
Perdebatan senantiasa bermuara pada permusuhan yang diwarnai oleh fanatisme
terhadap pendapat masing-masing pihak dengan merendahkan pendapat pihak lain.
Diskusi merupakan upaya tukar pendapat yang dilakukan oleh kedua belah pihak secara
sinergis, tanpa adanya suasana yang mengharuskan lahirnya permusuhan di antara
keduanya.

Dalam Al Quran kita dapati beberapa keterangan yang menunjukkan perbedaan antara
debat dengan diskusi ini. Al Quran menggunakan kata jidal (debat) untuk hal-hal yang
tidak diridhai atau tidak membawa manfaat. Seperrti di Surat Al Mumin ayat 5 dan Al
Hajj ayat 8. Kata jidal dalam Al Quran terdapat di 29 tempat. Hampir kesemuanya
dalam konteks pembicaraan yang tidak menghendaki munculnya debat dan tidak
bermanfaatnya sebuah perdebatan.
Adapun kata hiwar (diskusi), terdapat dalam Al Quran hanya pada tiga tempat.
Sebenarnya kata-kata yang semakna dengan hiwar itu, tersebut dalam Al Quran
dibanyak tempat. Hanya saja tidak menggunakan kosakata hiwar itu sendiri, akan tetapi
menggunakan kosakata berkata (qala). Ini disebutkan dalam Al Quran sebanyak 527
kali.

Al Quran dan Diskusi


Al Quran, melalui ayat-ayatnya, menaruh perhatian besar pada gaya percakapan dan
diskusi. Ini sama sekali tidak mengherankan, karena diskusi merupakan cara terbaik
untuk meyakinkan dan memberikaan kepuasan kepada hati objek dakwah.
Al Quran menyuguhkan kepada kita beberapa contoh diskusi. Ada percakapan Allah
Swt dengan para malaikat tentang pencipataan Adam a.s (Al Baqarah: 30-32); antara
Allah Swt dengan Ibrahim a.s tatkala ia memohon kepada-Nya agar memperlihtkan
bagaimana Dia menghidupkan orang mati (Al Baqarah : 260); antara Allah Swt dengan
Musa a.s, tatkala Musa memohon kepada-Nya agar diizinkan untuk memandang wajahNya (Al Araf: 143); kisah Isa a.s tatkala ditanya Allah Swt, apakah ia menyuruh
kaumnya untuk menjadikan diri dan ibunya sebagai dua Tuhan selain Allah Swt ( Al
Maidah : 116); diskusi dalam kisah pemilik dua kebun (Al Kahfi : 18); diskusi dalam
kisah Ibrahim a.s tatkala hendak menyembelih anaknya (Ash-Shafat: 102); kisah Qarun
dengan kaumnya (Al-Qashash: 76); kisah daud a.s dengan dua orang yang sedang
bertikai (Shad: 21); kisah Nuh a.s bersama kaumnya (Al Araf: 143); kisah Syuaib
bersama kaumnya (Hud: 84), dan contoh-contoh lain yang dapat kita jumpai dalam Al
Quran, semuanya menunjukkan bagaimana pentingnya diskusi.

ETIKA DISKUSI
1. Niat
2. Situasi yang Kondusif
3. Ilmu
4. Manusia itu Beragam
5. Jangan Mendominasi Pembicaraan
6. Mendengarkan dengan Baik
7. Perhatikan Diri Sendiri
8. Kejelasan
9. Penggunaan Ilustrasi
10. Memperhatikan Titik-Titik Persamaan
11. Saya Tidak Tahu
12. Tidak Fanatik dan Mengakui Kesalahan
13. Jujur dan Kembali ke Sumber Rujukan
14. Menghormati Pihak Lain
15. Pemikiran dan Pemiliknya
16. Yang Lebih Baik
17. Menyerang dan Mematahkan
18. Perbedaan Pendapat dan Kasih Sayang
19. Jangan Marah
20. Ketika Logika Tak Lagi Berarti
21. Jangan Menggunakan Kata Ganti Orang Pertama
22. Jangan Keraskan Suaramu
Keterangan lebih lanjut, baca artikel di bawah ini..