Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

A. Topik
Perawatan Kolostomi
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan selama 30 menit tentang perawatan kolostomi
diharapkan peserta penyuluhan mampu memahami tentang perawatan kolostomi.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan tentang perawatan kolostomi, peserta penyuluhan
diharapkan mampu :
a. Menjelaskan pengertian/ definisi kolostomi
b. Menjelaskan jenis-jenis kolostomi
c. Menjelaskan perawatan kolostomi: Menjelaskan perawatan kulit & Menjelaskan
penanganan kantong drainase
d. Menjelaskan proses irigasi kolostomi
C. Sasaran
Ny. N dan keluarga Ny. N
D. Tempat
Ruang Rawat Rindu B2 RS. H. Adam malik Medan

E. Waktu
Hari Rabu 26 Oktober 2016
No Kegiatan
1

Penyuluhan

Pembukaan o Mengucapkan salam

Peserta
- Menjawab salam

Waktu
5 menit

Isi

Evaluasi

Penutup

o Memperkenalkan diri
o Menyampaikan
maksud
dan tujuan
- Menerima leaflet
o Membagi leaflet
o Menjelaskan
pengertian/
- Memperhatikan
20 menit
definisi kolostomi
- Memperhatikan
o Menjelaskan
jenis-jenis
- Memperhatikan
kolostomi
- Memperhatikan
o Menjelaskan
perwatan
kolostomi
- Memperhatikan
o Menjelaskan
perawatan
kulit
- Memperhatikan
o Menjelaskan penanganan
kantong drainase
o Menjelaskan proses irigasi
kolostomi
o Evaluasi
memberikan
- Menjawab pertanyaan 3 menit
pertanyaan pada pasien
o Membuat kesimpulan
o Salam penutup

Memperhatikan
- Menjawab salam

2 menit

F. Materi
Terlampir
G. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab
H. Media
a. Lembar balik
b. Leaflet

I. Evaluasi
Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit, klien dapat :
1. Menjelaskan pengertian/ definisi kolostomi
2. Menjelaskan jenis-jenis kolostomi
3. Menjelaskan perawatan kolostomi: Menjelaskan perawatan kulit & Menjelaskan
penanganan kantong drainase
4. Menjelaskan proses irigasi kolostomi

KOLOSTOMI
A. Definisi
Colostomi adalah suatu operasi untuk membentuk suatu hubungan buatan antara colon
dengan permukaan kulit pada dinding perut. Hubungan ini dapat bersifat sementara atau
menetap selamanya. (llmu Bedah, Thiodorer Schrock, MD, 1983).
Colostomi adalah lubang yang dibuat melalui dinding abdomen ke dalam kolon iliaka
untuk mengeluarkan feses (Evelyn, 1991, Pearce, 1993)
Colostomi adalah pembuatan lubang sementara atau permanen dari usus besar melalui
dinding perut untuk mengeluarkan feses (Randy, 1987).
Colostomi dapat berupa secostomy, colostomy transversum, colostomy sigmoid,
sedangkan colon accendens dan descendens sangat jarang dipergunakan untuk membuat
colostomy karena kedua bagian tersebut terfixir retroperitoneal.
B. JENIS-JENIS KOLOSTOMI
Kolostomi dibuat berdasarkan indikasi dan tujuan tertentu, sehingga jenisnya ada
beberapa macam tergantung dari kebutuhan pasien. Kolostomi dapat dibuat secara permanen
maupun sementara.
1. Kolostomi Permanen
Pembuatan kolostomi permanen biasanya dilakukan apabila pasien sudah tidak
memungkinkan untuk defekasi secara normal karena adanya keganasan, perlengketan,
atau pengangkatan kolon sigmoid atau rectum sehingga tidak memungkinkan feses
melalui anus. Kolostomi permanen biasanya berupa kolostomi single barrel ( dengan satu
ujung lubang). Indikasi colostomy yang permanen terjadi pada penyakit usus yang ganas
seperti carsinoma pada usus. Kondisi infeksi tertentu pada colon.
2. Kolostomi temporer/ sementara
Pembuatan kolostomi biasanya untuk tujuan dekompresi kolon atau untuk mengalirkan
feses sementara dan kemudian kolon akan dikembalikan seperti semula dan abdomen
ditutup kembali. Kolostomi temporer ini mempunyai dua ujung lubang yang dikeluarkan
melalui abdomen yang disebut kolostomi double barrel.
C. PERAWATAN KOLOSTOMI
1. Pengertian

Membersihkan stoma kolostomi, kulit sekitar stoma , dan mengganti kantong kolostomi
secara berkala sesuai kebutuhan.
2. Tujuan
a. Menjaga kebersihan pasien
b. Mencegah terjadinya infeksi
c. Mencegah iritasi kulit sekitar stoma
d. Mempertahankan kenyamanan pasien dan lingkungannya

1. Perawatan Kulit
Perlindungan sekitar kolostomi adalah bagian yang sangat pentig dari perawatan
kolostomi, bila kulit disekitar kolostomi teriiritasi (berwarna merah ataupun basa).
Membantu menyembuhkan area tersebut secepat mungkin menjadi suatu hal yang sangat
penting. Mencuci area tersebut dengan sabun ringan, membersikan barier protektif disekitar
stoma, dan mengamankan dengan menggunakan kantong drainase.
Langkah-langkah membersihkan area kolostomi :
a. Kulit dibersihkan dengan perlahan menggunakan sabun ringan, dan washlap lembab
dengan lembut, adanya kelebihan barier kulit dibersihkan.
b. Bila idak mengguanakan kantong, petrolatum (vaseline) diberikan diatas salep
guna agar menjaga popok tidak lengket dengan salep.
c. Bila feses menempel pada kulit sekitar ostomi, bersihkan feses dan petrolatum tetapi
pertahankan agar salep barier tetap menempela pada kulit.
Penanganan kantong drainase
Kantong drainase akan tetap utuh untuk periode waktu yang berbeda. Kantong harus
diganti dengan jadwal rutin atau lebih cepat dari jadwal apabila terjadi kebocoran. Setiap kali
diganti area tersebut harus dibersihkan dan dikeringkan, dan barier baru harus dipasang.
Disiang hari feses dapat dibuang atau dibersihkan dari kantong, kemudian kantong dapat
diklem.
Persiapan alat:
a. Washlap
b. Barier kulit
c. Kantong drainase
Pelaksanaan
a. Siapkan alat

b. Cuci tangan dengan sabun dan air, hitung sampai 10 dengan sambil mencuci kemudian
c.
d.
e.
f.
g.

bilas dengan air bersih dan keribgkan dengan kertas bersih atau handuk
Lepas kantong dan barier kulit yang lama.
Cuci kulit dan keringkan dengan perlahan.
Perhatikan ada tidaknya kemerahan atau iritasi.
Potong barier kulit sesuai dengan ukuran.
Pasang barier kulit. Bila menggunakan barier jenis kulit. Bila menggunakan barieer jenis

berperekat, lepaskan dulu kertas perekatnya.


h. Lepaskan
penutup
perekat

dari

kantong.

Tempatkwn kantong dengan stoma dibagian tengah dan tekan perlahan daari tepi luar
stoma.
i. Tutup ujung kantong dengan klem atau pengikat dari karet.
j. Cuci tangan

D. Komplikasi/Akibat Lanjut
1. Obstruksi/ penyumbatan
Penyumbatan dapat disebabkan oleh adanya perlengketan usus atau adanya pengerasan
feses yang sulit dikeluarkan. Untuk menghindari terjadinya sumbatan, pasien perlu
dilakukan irigasi kolostomi secara teratur. Pada pasien dengan kolostomi permanen
tindakan irigasi ini perlu diajarkan agar pasien dapat melakukannya sendiri di kamar
mandi.
2. Infeksi
Kontaminasi feses merupakan factor yang paling sering menjadi penyebab terjadinya
infeksi pada luka sekitar stoma. Oleh karena itu pemantauan yang terus menerus sangat
diperlukan dan tindakan segera mengganti balutan luka dan mengganti kantong kolstomi
sangat bermakna untuk mencegah infeksi.
3. Retraksi stoma/ mengkerut
Stoma mengalami pengikatan karena kantong kolostomi yang terlalu sempit dan juga
karena adanya jaringan scar yang terbentuk disekitar stoma yang mengalami pengkerutan.
4. Prolaps pada stoma
Terjadi karena kelemahan otot abdomen atau karena fiksasi struktur penyokong stoma
yang kurang adekuat pada saat pembedahan.
5. Stenosis
Penyempitan dari lumen stoma
6. Perdarahan stoma

Daftar Pustaka
Potter, patricia A. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan ; Alih bahasa, renata
komalasari : editor bahasa indonesia, Monica Ester. Jakarta:EGC.
Smeltzer, suzanne C.2001. Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah Brunner & Suddarth ;
alih bahasa, agung Waluyo; editor bahasa indonesia, Monica Ester. Jakarta : EGC
Wong, donna L. 2003. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik; alih bahasa, Monica Ester;
editor bahasa indonesia, Sari kurnianingsih. Edisi 4. jakarta: EGC