Anda di halaman 1dari 2

Laporan Hasil Observasi

Oleh: Akbar Nugroho Sitanggang, 1406568532


Kegiatan observasi ini saya lakukan pada tanggal 2 Oktober 2016 ketika saya
menemani adik perempuan saya ke sebuah salon di daerah Serpong, Tangerang
Selatan. Di dalam salon tersebut ada seorang pegawai yang melayani adik saya
yang ingin meluruskan rambutnya. Pegawai tersebut mempersilahkan adik saya
untuk duduk di kursi keramas, lalu kemudian ia mulai mencuci rambut adik saya
dengan shampo sambil memijat kepala adik saya. Setelah itu, pegawai tersebut
memakaikan handuk di kepala adik saya lalu mempersilahkan adik saya untuk
duduk di kursi salon. Kemudian pegawai tersebut membuka handuk di kepala adik
saya lalu memakaikannya ke pundak adik saya. Setelah itu pegawai tersebut mulai
mengeringkan rambut adik saya dengan pengering rambut sambil disisir- sisir.
Setelah rambut adik saya cukup kering, pegawai tersebut mengambil obat
smoothing berupa krim dalam kemasan botol plastik dari rak etalase lalu kemudian
mengoleskan dan meratakannya pada rambut adik saya helai demi helai. Setelah
itu pegawai tersebut memberitahukan adik saya bahwa rambut akan dibiarkan
selama 20 menit. Pegawai tersebut kemudian duduk di kursi sambil memainkan
ponsel dan menunggu selama 20 menit. Setelah 20 menit, pegawai tersebut berdiri
lalu memeriksa rambut adik saya, memastikan apakah obat smoothing sudah
bekerja. Lalu kemudian ia mempersilahkan adik saya untuk duduk kembali di kursi
keramas dan mulai mencuci rambut adik saya dengan air hangat dan tanpa
menggunakan shampo. Setelah itu pegawai tersebut memakaikan handuk di kepala
adik saya lalu mempersilahkan duduk kembali di kursi salon, dan membuka handuk
lalu meletakannya di pundak adik saya yang dilanjutkan dengan mengeringkan
rambut adik saya dengan pengering rambut sampai benar- benar kering.
Kemudian pegawai tersebut mengambil alat pelurus rambut dan obat pelindung
rambut berupa cairan dalam botol semprot kecil lalu disemprotkan ke rambut adik
saya dan mulai meluruskan rambut adik saya dengan alat tersebut helai demi helai
hingga seluruhnya lurus, lalu kemudian ia mengambil obat penetral berupa krim
dalam kemasan botol plastik dari dalam etalase kemudian meratakannya di tiap
helai rambut adik saya. Setelah itu pegawai tersebut memberitahukan adik saya
bahwa rambutnya akan dibiarkan selama 30 menit. Pegawai tersebut juga izin pada

saya dan adik saya untuk pergi keluar dan membeli makan. Kemudian setelah 30
menit, pegawai tersebut masuk kembali lalu kemudian mencuci tangan di wastafel
dan mempersilahkan adik saya untuk duduk kembali di kursi keramas dan mencuci
rambut adik saya dengan conditioner. Setelah itu pegawai tersebut kembali
memakaikan handuk di kepala adik saya lalu mempersilahkan duduk kembali di
kursi salon, dan membuka handuk lalu meletakannya di pundak adik saya yang
dilanjutkan dengan mengeringkan rambut adik saya dengan pengering rambut.
Setelah kering, pegawai tersebut mengambil vitamin rambut berupa cairan dalam
botol kecil dari dalam etalase, kemudian meratakannya pada rambut adik saya.
Kemudian pegawai tersebut kembali meluruskan rambut adik saya dengan alat
pelurus rambut helai demi helai. Setelah selesai, pegawai tersebut merapihkan alatalat dan mempersilahkan adik saya untuk menuju ke kasir.