Anda di halaman 1dari 20

PRAKTIKUM PETROLOGI

LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I
I.

LATAR BELAKANG
Batuan beku merupakan batuan yang tersusun dari mineral hasil pembekuan

magma. Jadi, batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang
mendingin serta mengeras dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah
permukaan sebagai batuan intrusive (plutonik) maupun diatas permukaan sebagai
batuan ekstrusif (vulkanik). Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair
ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi. Umumnya,
proses pelelehan terjadi oleh salah satu dari proses-proses berikut: kenaikan
temperature, penurunan tekanan, atau perubahan komposisi.
II.

MAKSUD DAN TUJUAN

1.1

Maksud
Adapun maksud dari praktikum Petrologi ini yaitu agar kita dapat mengenal,

mengetahui, dan menguasai ilmu tentang batuan, dimana batuan tersebut terbentuk
melalui proses dari alam dan magma yang merupakan batuan asalnya yang keras
yaitu batuan beku.
1.2

Tujuan
Tujuan dari praktikum Petrologi ini ialah sebagai berikut:

1. Kami dapat Menjelaskan proses pengertian pembentukan batuan beku.


2. KamiMembedakan jenis batuan beku (asam, intermediet, basa, dan ultra basa)
3. Kami Mengetahui mineral penyusun batuan beku.
4. Kami Mendeskripsi jenis-jenis batuan beku.

1.3 ALAT DAN BAHAN


1. Lap kasar dan lap halus
2. Loop 10x (kaca pembesar)
3. Skala Fenton dan skala Travis
4. Problem set (5 lembar)

LA ODE SIRAT AHMAD


09320130087

MUH HAFIDZ ZADIQ


09320140038

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I
Batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan
mengeras. Berdasarkan tempat pembekuannya, batuan beku dibedakan menjadi dua
batuan yaittuekstrusif dan intrusive. Hal ini pada nantinya yang menyebabkan
perbedaan antara tekstur masing-masing batuan tersebut. Kenampakan dari batuan
beku yang tersingkap merupakan hal pertama yang harus diperhatikan. Kenampakan
inilah yang disebut sebagai struktur batuan beku.
Batuan beku Asam adalah batuan beku yang bersifat asam, memiliki
kandungan SiO2> 60%, memiliki indeks warna < 20%. Terbentuk langsung dari
pembekuan magma yang merupakan proses perubahan fase dari cair menjadi padat di
daerah vulkanik dengan temperatur tinggi. Pada umumnya batuan beku asam
memiliki warna terang, karena terletak pada golongan felsik. Berasal dari magma
asam kaya kuarsa, sedangkan kandungan oksida magnesiumnya rendah.
Batuan beku Intermediet adalah batuan beku yang mengandung SiO2 52-65%.
Terbentuk dari pembekuan magma dimana pembekuan berada di daerah pipa gunung
api. Magma yang mengandung silika yang kurang dari granit merupakan lelehan
kerak benua yang lebih rendah dalam silika, karena magma basaltik dari mantel yang
terkontaminasi magma granit. Batuan beku yang berwarna gelap sampai hitamnya
umumnya adalah batuan beku intermediet dimana jumlah mineral felsik dan
mafiknya hampir sama banyak.
1. Batuan Beku Ekstrusif
Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya
berlangsung di permukaan bumi. Batuan beku yaitu lava yang memiliki struktur yang
memberi petunjuk mengenai proses yang terjadi pada saat proses pembekuan lava
tersebut. Struktur ini diantaranya:
a. Masif, yaitu struktur yang memeperlihatkan suatu massa batuan yang terlihat
seragam.
b.Sheeting Joint, yaitu struktur batuan beku yang terlihat sebagai lapisan.
c. Colunar Joint, yaitu struktur yang memperlihatkan batuan terpisah polygonal
seperti batan pensil.
LA ODE SIRAT AHMAD
09320130087

MUH HAFIDZ ZADIQ


09320140038

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I
d. Pillow Lava, yaitu struktur yang menyerupai bantal yang bergumpal-gumpal. Hal
ini diakibatkan proses pembekuan terjadi pada lingkarang air.
e. Vesikuler, yaitu struktur yang memperlihatkan lubang-lubang pada batuan beku.
Lubang ini terbentuk akibat pelepasan gas pada batuan beku. Lubang ini terbentuk
akibat pelepasan gas pada saat pembekuan.
f. Amigdaloidal, yaitu struktur vesikuler yang kemudian terisi oleh mineral lain
seperti kalsit, kuarsa, atau zeolit.
g. Struktur aliran, yaitu struktur yang memperlihatkan adanya kesejajaran mineral
pada arah tertentu akibat aliran. (Djauhari Noor, 2010)
2. Batuan Beku Intruksif
Batuan beku intruksif adalah batua beku yang proses pembekuannya
berlangsung dibawah permukaan bumi. Berdasarkan kedudukannya terhadap
pelapisan batuan yang diterobosnya struktur tubuh batuan beku intruksif terbagi
menjadi dua yaitu konkordan dandiskordan.
a.Konkordan yaitu batuan beku intruksif yang sejajar dengan pelapisan di sekitarnya
Jenis-jenis dari tubuh batuan ini yaitu :
1.Sill, tubuh batuan yang berupa lembaran dan sejajar dengan pelapisan batuan
disekitarnya.
2. Laccolith, tubuh batuan beku yang terbentuk kubah (dome), dimana perlapisan
batuan yang asalnya datar jadi melengkung akibat penerobosan tubuh batuan ini,
sedangkan bagian dasarnya tetap datar. Diameter Laccolith berkisar dari 2 sampai
4 mil dengan kedalam ribuan meter.
3. Lopolith, bentuk tubuh batuan yang merupakan kebalikan dariLaccolith, yaitu
bentuk tubuh batuan yang cembung ke bawah. Lopolith memiliki diameter yang
lebih besar dari laccolith, yaitu puluhan sampai ratusan kilometer dengan
kedalaman ribuan meter.
4. Paccolith, tubuh batuan beku yang menempati sinklin atau antiklin yang telah
terbentuk sebelumnya. Ketebalan paccolith berkisar antara ratusan sampai ribuan
kilometer.
LA ODE SIRAT AHMAD
09320130087

MUH HAFIDZ ZADIQ


09320140038

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I
b. Diskordan, yaitu tubuh batuan beku intrusive yang memotong perlapisan batuan
disekitarnya. Jenis-jenis tubuh batuan ini adalah :
1. Dyke, yaitu tubuh batuan yang memotong perlapisan disekitarnya dan memiliki
bentuk tabular atau memanjang. Ketebalannya dari beberapa sentimeter sampai
puluhan kilometer dengan panjang ratusan meter.
2. Batolith, yaitu tubuh batuan yang memiliki ukuran yang sangat besar yaitu lebih
dari100 km2 dan membeku pada kedalaman yang besar.
3. Stock, yaitu tubuh batuan yang mirip dengan batolith tetapi ukurannya lebih kecil
Struktur batuan beku
Sebagian besar struktur batuan beku hanya dapat dilihat di lapangan saja, berikut
dibawah beberapa struktur batuan beku.
A. Pillow lava atau lava bantal
struktur paling khas dari batuan vulkanik bawah laut, membentuk bantal.
B. Skoria
yaitu struktur yang sama dengan struktur vesikuler tetapi lubang-lubangnya besar
dan menunjukkan arah yang tidak teratur.
Amigdaloidal, yaitu struktur dimana lubang-lubang gas telah terisi oleh mineralmineral sekunder, biasanya mineral silikat atau karbonat.
C. Xenolitis
yaitu struktur yang memperlihatkan adanya fragmen/pecahan batuan lain yang
masuk dalam batuan yang mengintrusi.
Pada umumnya batuan beku tanpa struktur (masif), sedangkan struktur-struktur yang
ada pada batuan beku dibentuk oleh kekar (joint) atau rekahan (fracture) dan
pembekuan magma, misalnya: columnar joint (kekar tiang), dan sheeting joint (kekar
berlembar).
D. Joint struktur
Merupakan struktur yang ditandai adanya kekar-kekar yang tersusun secara
teratur tegak lurus arah aliran. Sedangkan struktur yang dapat dilihat pada contohcontoh batuan (hand speciment sample), yaitu:

LA ODE SIRAT AHMAD


09320130087

MUH HAFIDZ ZADIQ


09320140038

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I
E. Masif
Yaitu jika tidak menunjukkan adanya sifat aliran, jejak gas (tidak menunjukkan
adanya lubang-lubang) dan tidak menunjukkan adanya fragmen lain yang tertanam
dalam tubuh batuan beku.
F. Vesikuler
Yaitu struktur yang berlubang-lubang yang disebabkan oleh keluarnya gas pada
waktu pembekuan magma. Lubang-lubang tersebut menunjukkan arah yang teratur.
Klasifikasi batuan beku berdasarkan komposisi kimia
Dalam siklus Batuan (Rock cycle), selain terbentuk langsung dari pembekuan
magma, batuan beku dapat juga terbentuk dari batuan lain seperti batuan metamorf
yang mengalami peleburan dan pembekuan, lalu dapat juga terbentuk dari batuan
sedimen yang telah mengalami melting lalu mendingin menjadi batuan beku.
Jika magma adalah awal dari terbentuknya batuan beku, maka seharusnya komposisi
batuan tidaklah jauh berbeda dengan komposisi asalnya, yaitu magma. Magmaadalah
cairan atau larutan silikat pijar yang terbentuk secara alamiah, bersifat mudah
bergerak (mobile), bersama antara 90-110C dan berasal atau terbentuk pada kerak
bumi

bagian

bawah

hingga

selubung

bagian

atas

(F.F

Grounts,1947;

Turner&Verhoogen,1960; H.Williams,1962). Secara fisika, magma merupakan sistem


berkomponen ganda (multi compoent system) dengan fase cair dan sejumlah kristal
yang mengapung di dalamnya sebagai komponen utama, dan pada keadaan tertentu
juga berfase gas.
Pembentukan magma, sebetulnya adalah sebuah rangakaian proses yang rumit
meliputi proses pemisahan (differentation), pencampuran (assimilation)anateksis
(peleburan batuan pada kedalaman yang sangat besar). Sementara, komposisi magma
ditentukan oleh komposisi bahan yang meleleh, derajat fraksinasi dan jumlah
pengotoran dalam magma oleh batuan samping (parent rock).
1. Diferensiasi Magma yaitu proses dimana magma yang homogen terpisah
dalam fraksi-fraksi komposisi yang berbeda-beda.

LA ODE SIRAT AHMAD


09320130087

MUH HAFIDZ ZADIQ


09320140038

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I
2. Asimilasi; evolusi magma juga dipengaruhi oleh batuan sekitarnya (wallrock). Magma dalam temperatur tinggi, sewaktu kristal-kristal mulai
terbentuk maka panas ini akan menjalar dan melarutkan batuan-batuan
sekitarnya. Sehingga mempengaruhi komposisi magma tersebut. Hal ini
sering terjadi terutama pada magma plutonik.
3. Proses Pencampuran Magma; dua batuan yang berbeda, terutama batuan
vulkanik dan batuan intrusi dangkal dapat juga dihasilkan oleh campuran dari
sebagian kristalisasi magma.
Evolusi MagmaMagma dapat berubah menjadi magma yang bersifat lain oleh
proses-proses sebagai berikut:
a. Hibridisasi = pembentukan magma baru karena pencampuran 2 magma yang
berlainan jenis.
b. Sintesis = pembentukan magma baru karena proses asimilasi dengan batuan
gamping.
c. Anateksis = proses pembentukan magma dari peleburan batuan pada kedalaman
yang sangat besar.
Komposisi mineral pada batuan beku
Cara menentukan kandungan mineral pada batuan beku, dapat dilakukan dengan
menggunakan indeks warna dari batuan Kristal. Berdasarkan warna mineral sebagai
penyusun batuan beku dapat dikelopokkan menjadi dua, yaitu mineral Felsik dan
mineral Mafik.
1. Mineral felsic, merupakan mineral yang berwarna terang, terutama terdiri dari
mineral kwarsa, feldspar,feldspatoid, dan muskovit.
2. Mineral mafik, merupakan mineral yang berwarna gelap, terutama biotit,
piroksen, amphibol dan olivine.
Tekstur adalah kenampakan dari batuan (ukuran, bentuk dan hubungan keteraturan
mineral dalam batuan) yang dapat merefleksikan sejarah pembentukan dan
keterpadatannya.
Pengamatan tekstur batuan beku meliputi :
a. Derajat Kristalisasi

LA ODE SIRAT AHMAD


09320130087

MUH HAFIDZ ZADIQ


09320140038

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I
Derajat kristalisasi batuan beku tergantung dari proses pembekuan magma. Pada
pembekuan magma yang berlangsung lambat maka akan terbentuk kristal-kristal
yang berukuran kasar-sedang, bila berlangsung cepat akan terbentuk kristal-kristal
yang berukuran halus, dan bila berlangsung sangat cepat akan terbentuk gelas.
Derajat kristalisasi batuan beku dapat dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Holokristalin : batuan beku terdiri dari kristal seluruhnya
2. Hipokristalin : batuan beku terdiri dari sebagian kristal dan sebagian gelas
3. Holohyalin

: batuan beku terdiri dari gelas seluruhnya

b. Granulitas/Besar butir
Granulitas/besar butir batuan beku dapat dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Halus : besar butir < 1 mm
2. Sedang: besar butir 1 mm - 5 mm
3. Kasar: besar butir 5 mm 30 mm
4. Sangat kasar : besar butir > 30 mm
Fanerik : kristal-kristalnya dapat dilihat dengan mata biasa
Ukuran butir/kristal untuk batuan bertekstur fanerik dapat dibagi menjadi 4 yaitu :
a) Afanitik : kristal-kristalnya sangat halus, tidak dapat dilihat dengan mata biasa,
hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Jika batuan bertekstur porfiritik maka
ukuran fenokris dan masa dasar dipisahkan.
b) Gelasan (glassy) : batuan beku semuanya tersusun oleh gelas.

c. Kemas/fabric
Kemas/fabric batuan beku dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Equigranular : ukuran besar butir/kristal relatif sama
2. Inequigranular : ukuran besar butir/kristal tidak sama
Khusus untuk inequigranular dapat dibedakan menjadi 2 tekstur yaitu :
a) Porfiritik : kristal-kristal yang lebih besar (fenokris) tertanam dalam masa dasar
(matriks) kristal yang lebih halus.
b) Vitrofirik : kristal-kristal yang lebih besar (fenokris) tertanam dalam masa dasar
(matriks) gelas/amorf.
LA ODE SIRAT AHMAD
09320130087

MUH HAFIDZ ZADIQ


09320140038

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I
d. Bentuk Kristal
Bentuk kristal memberikan gambaran mengenai proses kristalisasi mineral-mineral
pembentuk batuan beku.bentuk kristalnya dilihat tabel 2, gambar 4, 5 dan 6.

PROSEDUR KERJA
Dalam melakukan pengujian terhadap batuan beku yang pertama. Kami
menentukan warna segarnya, kemudian kami menentukan warna lapuknya,
kemudian kami melanjutkan pengamatan kami dengan melihat kristalinitas dari
batuan beku tersebut dan dilanjutkan melihat granularitas dari batuan beku tersebut
dan dilanjutkan melihat fabrik dari batuan tersebut, dan kemudian kami melihat
relasi dari batuan tersebut kemudian kami menentukan komposisi mineralnya.
Kemudian memeriksa berapa persen mineral utama, mineral pelengkap dan mineral
tambahannya, serta struktur, dengan mengulangi pengamatan beberapa kali untuk
mendapatkan hasil yang akurat Dan kemudian kami menentukan nama dari mineral
tersebut berdasarkan skala Fenton (1950) dan skala Travis (1955).

LA ODE SIRAT AHMAD


09320130087

MUH HAFIDZ ZADIQ


09320140038

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I

HASIL DAN PEMBAHASAN


I.

HASIL

4.1

Pengamatan 01: PORFIRI LATIT (Travis, 1955)


PRAKTIKUM PETROLOGI

Acara

: Batuan Beku I

Hari/Tgl

Nomor Urut

: 01

Nama

Minggu, 03 April 2016

Muh Hafidz Zadiq

STB

09320140038

Nomor Peraga : 08
Warna Segar

: Abu-abu

Warna Lapuk

: Coklat

Jenis Batuan

: Batuan Beku Intermedit

Tekstur

1. Kristanilitas
2. Glanularitas
3. Fabrik

: Hipokristalin
: Porfiro Afanitik
:

a) Bentuk

: Anhedral

b) Relasi

: In-Equigranular

Komposisi Mineral

Mineral

Nama

Mineral Utama

Kuarsa
Amphibole

Mineral Pelengkap
Mineral Tambahan

Warna
Putih
Jernih
Hitam

Bentuk

Persen

Anhedral

60%

Euhedral

40%

Struktur

: Vasikuler

Nama

: PORFIRI LATIT (Travis, 1955)


LATITE(Fenton, 1950)

ASISTEN

(LAODE SIRAT)

LA ODE SIRAT AHMAD


09320130087
(LA ODE DZAKIR)

PRAKTIKAN

(MUH HAFIDZ ZADIQ)

MUH HAFIDZ ZADIQ


09320140038
(BOBI AFRIADIN)

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I

4.2

Pengamatan 02: DIORIT KWARSA(Travis, 1955)


PRAKTIKUM PETROLOGI

Acara

: Batuan Beku I

Hari/Tgl

Nama

Minggu, 03 April 2016

STB

Nomor Urut

: 02

No. Peraga

:-

Warna Segar

: Abu-abu kehitam-hitaman

Warna Lapuk

: Coklat

Jenis Batuan

: Batuan Beku Intermedit

Tekstur

Muh Hafidz zadiq


:

09320140038

1. Kristanilitas
2. Glanularitas
3. Fabrik
a) Bentuk

: Holokristalin
: Feneritik
:
: Subhedral

b) Relasi : In-Equigranular
Komposisi Mineral

Mineral

Nama

Mineral Utama

Feldspar

Mineral Pelengkap

Kuarsa
Amphibole

Mineral Tambahan

Warna
Putih
Tulang
Putih
Jernih
Hijau
Kehitama

Bentuk

Persen

Subhedral

75%

Subhedral

15%

Subhedral

10%

n
Struktur

: Massive

Nama : DIORIT KWARSA(Travis, 1955)


QUARTZDIORITE PORPHYRI (Fenton, 1950)
ASISTEN

(LAODE
SIRAT)
LA
ODE SIRAT
AHMAD
09320130087

PRAKTIKAN

(MUHMUH
HAFIDZ
ZADIQ)
HAFIDZ
ZADIQ
09320140038

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I

4.3

Pengamatan 03: MONSONIT KWARSA(Travis, 1955)


PRAKTIKUM PETROLOGI

Acara

: Batuan Beku I

Hari/Tgl

Nomor Urut

: 03

Nama

Minggu, 03 April 2016

Muh Hafidz Zadiq

STB

No. Peraga

:-

Warna Segar

: Abu-abu

WarnaLapuk

: Coklatkehitam-hitaman

JenisBatuan

: BatuanBekuIntermedit

Tekstur

09320140038

1. Kristanilitas
2. Glanularitas
3. Fabrik
a) Bentuk

: Holokristalin
: Feneritik
:
: Anhedral

b) Relasi : In-Equigranular
Komposisi Mineral

Mineral
Mineral Utama

Nama
Amphibole

Mineral Pelengkap

Feldspar

Mineral Tambahan

Kwarsa

Struktur
Nama

Warna
Hitam
Putih
Tulang
Putih

Bentuk
Anhedral

Persen
50%

Anhedral

40%

Anhedral

10%

Jernih

: Vasikuler
: MONSONIT KWARSA(Travis, 1955)

QUARTZ MONZONITE PORPHYRI (Fenton, 1950)

ASISTEN

(LAODE SIRAT)
LA ODE SIRAT AHMAD
09320130087
(LA ODE DZAKIR)

PRAKTIKAN

(MUH HAFIDZ ZADIQ)


MUH HAFIDZ ZADIQ
09320140038
(BOBI AFRIADIN)

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I

4.4

Pengamatan 04: DIORIT KWARSA (Travis, 1955)


PRAKTIKUM PETROLOGI

Acara

: Batuan Beku I

Hari/Tgl

Nomor Urut

: 04

Nama

Minggu, 03 April 2016

STB

No. Peraga

: 10

Warna Segar

: Abu-abu

Warna Lapuk

: Coklat

Jenis Batuan

: Batuan Beku Intermedit

Tekstur

Muh Hafidz Zadiq


:

09320140038

1. Kristanilitas
2. Glanularitas
3. Fabrik
a) Bentuk

: Holokristalin
: Feneritik
:
: Subhedral

b) Relasi : In-Equigranular
Komposisi Mineral

Mineral

Nama

Mineral Utama

Feldspar

Mineral Pelengkap

Biotit

Mineral Tambahan

Kwarsa

Struktur
Nama

Warna
Putih
Tulang
Hitam
Putih
Jernih

Bentuk

Persen

Anhedral

50%

Subhedal

30%

Subhedral

20%

: Vasikuler
: DIORIT KWARSA (Travis, 1955)
QUARTZ DIORITE PROPHYRI(Fenton, 1950)

ASISTEN

(LAODE SIRAT)

LA ODE SIRAT AHMAD


09320130087
(LA ODE DZAKIR)

PRAKTIKAN

(MUH HAFIDZ ZADIQ)

MUH HAFIDZ ZADIQ


09320140038
(BOBI AFRIADIN)

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I

4.5

Pengamatan 05: MONSENIT NEFELIN(Travis, 1955)


PRAKTIKUM PETROLOGI

Acara

: Batuan Beku I

Hari/Tgl

Nomor Urut

: 05

Nama

Minggu, 03April 2016

STB

No. Peraga

:-

Warna Segar

: Abu-abu

Warna Lapuk

: Coklat

Jenis Batuan

: Batuan Beku Intermedit

Tekstur

Muh Hafidz Zadiq


:

09320140038

1. Kristanilitas
2. Glanularitas
3. Fabrik

: Holokristalin
: Feneritik
:

a) Bentuk

: Anhedral

b) Relasi

: In-Equigranular

Komposisi Mineral

Mineral

Nama

Mineral Utama

Feldspar

Mineral Pelengkap
Mineral Tambahan
Struktur

Warna
Putih

Amphibole

Tulang
Hitam

Biotit

Hitam

Bentuk

Persen

Anhedral

40%

Anhedral

30%

Subhedral

30%

: Massive

Nama

: MONSENIT NEFELIN(Travis, 1955)


MONZONITE PORPHYRI (Fenton, 1950)

ASISTEN

(LAODE SIRAT)
LA ODE SIRAT AHMAD
09320130087
(LA ODE DZAKIR)

PRAKTIKAN

(MUH HAFIDZ ZADIQ)


MUH HAFIDZ ZADIQ
09320140038
(BOBI AFRIADIN)

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I

II.PEMBAHASAN
1. Pengamatan 01
Nama Batuan : porfiri latit Skala Travis (1955) atau latite Skala Fenton (1950)
Pada pengamatan yang di lakukan pada batuan 01, di ketahui bahwa warna segar dari
batuan tersebut berwarna Abu-abu dan mengalami pelapukan berwarna coklat, jenis
batuan ini berupa batuan beku intermediet, memiliki tekstur kristalinitasi yaitu
hipokristalin, granularitasnya berupa porfiro afanitik. Batuan ini memiliki fabrik
bentuk anhedral dan relasi In-Equigranularyang teksturnya Porfiroafanitik, bila
Fenokris dikelilingi oleh massa dasar yang afanitik.Contoh : Andesit Porfir.
Mineral pelengkap berupa amphibole, berwarna hitam yang memiliki bentuk
euhedral, jumlah yang dimiliki batuan tersebut sebesar 40%. Tidak memiliki mineral
tambahan. Strukutrnya berupa vesikuler. Dalam skala travis 1955 batuan ini
dinamakan porfiri latit, sedangkan di skala fenton 1950 latite.

Gambar 4.1 PORFIRI LATIT (Travis, 1955)


LATITE(Fenton, 1950)

Batuan beku dalam menengah disebutdiorit, tersusun oleh piroksen, amfibol dan
plagioklas menengah, sedang batuan beku luarnyadinamakan andesit. Antara andesit
LA ODE SIRAT AHMAD
09320130087

MUH HAFIDZ ZADIQ


09320140038

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I
dan basal ada nama batuan transisi yang disebut andesitbasal (basaltic
andesit).Kelompok Diorit Andesit Berasal dari magma intermediet,terutama
tersusun atasmineral- mineral plaglioklas, Hornblende, dan piroksen.
2.Pengamatan 02
Nama Batuan: DIORIT KWARSA(Travis, 1955)QUARTZ DIORITE PORPHYRI (Fenton, 1950)
Pada pengamatan yang di lakukan pada batuan 02, di ketahui bahwa warna
segar dari batuan tersebut berwarna Abu-abu kehitaman dan mengalami pelapukan
berwarna coklat, jenis batuan ini berupa batuan beku intermediet, memiliki tekstur
kristalinitasi yaitu holokristalin granularitasnya berupa feneritik. Batuan ini
memiliki fabric, bentuk subhedral dan relasi In-Equigranular teksturnya
yaitu.Hipidiomorfik Granular, apabila sebagian besar mineral didalam batuan beku
tersebut berukuran butir relatif seragam dan berbentuk subhedral
Mineral pelengkap berupa kuarsa, berwarna putih jernih yang memiliki bentuk
subhedral, jumlah yang dimiliki batuan tersebut sebesar 15%. memiliki mineral
tambahan yaitu amphibole berwarna hijau kehitaman dan bentuknya berupa
subhedral jumlah yang dimiliki batuan tersebut sebesar 10%.. Dalam skala travis
1955 batuan ini dinamakan diorite kwarsa, sedangkan di skala fenton 1950 quartz
diorite porphyri.

Gambar 4.2 DIORIT KWARSA(Travis, 1955)


QUARTZ DIORITE PORPHYRI (Fenton, 1950)

LA ODE SIRAT AHMAD


09320130087

MUH HAFIDZ ZADIQ


09320140038

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I
Batuan beku yang berwarna gelap sampai hitam umumnya batuan beku
intermedietdimana jumlah mineral felsik dan mafiknya hampir sama banyak.mineral
felsik dan mafiknya hampir sama banyak.Kilap non metalik/non logam (kaca, intan, sutera,
damar, mutiara, lemak, tanah).

3.Pengamatan 03
Nama Batuan: MONSONIT KWARSA(Travis, 1955) QUARTZ MONZONITE PORPHYRI
(Fenton, 1950)

Pada pengamatan yang di lakukan pada batuan 03, di ketahui bahwa warna
segar dari batuan tersebut berwarna Abu-abu dan mengalami pelapukan berwarna
coklat kehitaman, jenis batuan ini berupa batuan beku intermediet, memiliki tekstur
kristalinitasi yaitu holokristalin granularitasnya berupa feneritik. Batuan ini
memiliki fabrik, bentuknya berupa anhedral dan relasi In-Equigranular.
Mineral pelengkap berupa feldspar, berwarna putih tulang yang memiliki
bentuk anhedral, jumlah yang dimiliki batuan tersebut sebesar 40%. memiliki
mineral tambahan yaitu kwarsa berwarna putih jernih dan bentuknya berupa
anhedral jumlah yang dimiliki batuan tersebut sebesar 10%. Strukutrnya berupa
vesikuler. Dalam skala travis 1955 batuan ini dinamakan monsonit kwarsa,
sedangkan di skala fenton 1950 quartz monzonite porphyri.

Gambar 4.3 MONSONIT KWARSA(Travis, 1955)


QUARTZ MONZONITE PORPHYRI (Fenton, 1950)

Granular atau Equigranular:Allotriomorfik Granular, apabila sebagian besar


mineral didalam batuanbeku tersebut berukuran butir relatif seragam dan berbentuk
LA ODE SIRAT AHMAD
09320130087

MUH HAFIDZ ZADIQ


09320140038

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I
anhedral.Faneroporfiritik, bila kristal mineral yang besar (Fenokris) dikelilingi
kristal mineral yang lebih kecil (massa dasar) dan dapat dikenali dengan mata
telanjang. Contoh : Diorot Porfir.
4,. Pengamatan 04
Nama Batuan: DIORIT KWARSA (Travis, 1955) QUARTZ DIORITE PROPHYRI(Fenton, 1950)
Pada pengamatan yang di lakukan pada batuan 04, di ketahui bahwa warna
segar dari batuan tersebut berwarna Abu-abu dan mengalami pelapukan berwarna
coklat, jenis batuan ini berupa batuan beku intermediet, memiliki tekstur
kristalinitasi yaitu holokristalin granularitasnya berupa feneritik. Batuan ini
memiliki fabrik, bentuknya berupa subhedral dan relasi In-Equigranular.
Mineral pelengkap berupa biotit, berwarna hitam yang memiliki bentuk
subhedral, jumlah yang dimiliki batuan tersebut sebesar 50%. memiliki mineral
tambahan yaitu kwarsa berwarna putih jernih dan bentuknya berupa subhedraljumlah
yang dimiliki batuan tersebut sebesar 20%. Strukutrnya berupa vesikuler. Dalam
skala travis 1955 batuan ini dinamakan diorite kwarsa, sedangkan di skala fenton
1950 quartz diorite porphyri.

Gambar 4.4 DIORIT KWARSA (Travis, 1955)


QUARTZ DIORITE PROPHYRI(Fenton, 1950)

Kelompok Diorit Andesit Berasal dari magma yang bersifat intermediet,terutama


tersusun atas mineral- mineral plaglioklas, Hornblende, piroksen dan kuarsa
biotit,orthoklasdalam jumlah kecil. Tekstur diabasik, tekstur yang menunjukan
LA ODE SIRAT AHMAD
09320130087

MUH HAFIDZ ZADIQ


09320140038

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I
pertumbuhan bersama antara plagioklas dan piroksen, piroksen tidak terlihat dengan
jelas,piroklas radier terhadap piroksen. Tekstur holokristalin porfiritik adalah apabila
didalam batuan beku itu terdapat kristal besar (fenokris) yang tertanam didalammassa
dasar kristal yang lebih halus.
5. Pengamatan 05
Nama Batuan: MONSENIT NEFELIN(Travis, 1955) MONZONITE PORPHYRI (Fenton, 1950)
Pada pengamatan yang di lakukan pada batuan 05, di ketahui bahwa warna
segar dari batuan tersebut berwarna Abu-abu dan mengalami pelapukan berwarna
coklat, jenis batuan ini berupa batuan beku intermediet, memiliki tekstur
kristalinitasi yaitu holokristalin granularitasnya berupa feneritik. Batuan ini
memiliki fabrik, bentuknya berupa andhedral dan relasi In-Equigranular.
Mineral pelengkap berupa amphibole, berwarna hitam yang memiliki bentuk
anhedral, jumlah yang dimiliki batuan tersebut sebesar 40%. memiliki mineral
tambahan yaitu biotit berwarna hitam dan bentuknya berupa subhedral jumlah yang
dimiliki batuan tersebut sebesar 30%. Strukutrnya berupa massive. Dalam skala
travis 1955 batuan ini dinamakakan monsenit nefelin, sedangkan di skala fenton
1950 monzonite porphyri.

Gambar 4.5 MONSENIT NEFELIN(Travis, 1955)


MONZONITE PORPHYRI (Fenton, 1950)

Batuan beku dalam agak asam dinamakandiorit kuarsa atau granodiorit, sedangkan
batuan beku luarnya disebut dasit. Mineral penyusunnya hampir mirip dengan diorit
atau andesit, tetapi ditambah kuarsa dan alkali felspar, sementara palgioklasnya
secara berangsur berubah ke asam.keluarga monzonit latit: felsik hingga
LA ODE SIRAT AHMAD
09320130087

MUH HAFIDZ ZADIQ


09320140038

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I
intermediet, kuarsa atau foid hadir dalam jumlah kecil, Na-Plagioklas seimbang atau
melebihi K-Felspar.Batuan beku intermediet memiliki kandungan silika antara 52%66 %.Contohnya Andesit dan Syenit.

PENUTUP
I. KESIMPULAN
Dari hasil praktikum Petrologi yang membahas tentang batuan beku 1, dapat
disimpulkan bahwa batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang
mendingin dan mengeras, tanpa melalui proses kristalisasi, baik di bawah permukaan
atau diatas permukaan kerak bumi. Kemudian dapat diketahui pula bahwa batuan
beku dibedakan ke dalam empat jenis batuan beku, yaitu Asam, Intermediet, Basa,
dan Ultrabasa. Selain itu, dalam mendeskripsi batuan, perlu diperhatikan warna, jenis
batuan, tekstur, komposisi mineral, dan struktur suatu batuan. Dan untuk pemberian
nama pada batuan digunakan dua macam skala, yaitu skala Fenton (1950) dan skala
Travis (1955).

II. SARAN
Praktikan menyarankan agar contoh-contoh batuan dan mineral yang ada di
laboratorium untuk lebih diperhatikan lagi tempat penyimpanannya. Contohnya,
sampel batuan yang diletakkan di area sekitar pintu masuk seharusnya dibuatkan
tempat penyimpanan khusus agar tidak mudah rusak dan mengganggu jalannya
kegiatan praktikum.

LA ODE SIRAT AHMAD


09320130087

MUH HAFIDZ ZADIQ


09320140038

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BATUAN BEKU I

DAFTAR PUSTAKA

Anomin, 2013. Mineral dan Batuan. Universitas Sriwijaya (UNSRI).


Surabaya.
Noor, Djauhari. 2009. Pengantar Geologi, Edisi Pertama. Universitas Pakuan:
Bogor.
Syamsuddin. 2009. Geologi Dasar. Departemen Geofisika,
Universitas Hasanuddin: Makassar.
Tim Dosen dan Asisten., 2016. Penuntun Praktikum Petrologi. Laboratorium
Batuan.

Jurusan Teknik Pertambangan.

Universitas Muslim Indonesia.

Makassar.

LA ODE SIRAT AHMAD


09320130087

MUH HAFIDZ ZADIQ


09320140038